Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
*Ketua GWI DPD Banten Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis: Arogansi Kekuasaan dan Kegagalan Penegakan Hukum!*

By On Jumat, Agustus 22, 2025







Serang, xbintangindo.com --

Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami sejumlah jurnalis saat meliput penyegelan pabrik milik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kampung Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.pada Kamis (21/8/2025).


Samsul Bahri Ketua DPD GWI (Gabungnya wartawan Indonesia) menyatakan sikap mengutuk keras tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum keamanan pabrik.


 “Kami mendesak Polres Serang dan Polda Banten agar mengungkap serta menangkap para pelaku kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas keamanan PT GRS," Cetus Samsul.


Insiden kekerasan terjadi saat wartawan sedang melakukan peliputan atas penyegelan pabrik PT GRS oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Beberapa wartawan mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.


Kekerasan terhadap jurnalis di Serang bukanlah insiden biasa, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik. Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami jurnalis saat meliput penyegelan pabrik PT GRS oleh oknum keamanan menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan hukum bagi insan pers di Indonesia.


 Ironisnya, insiden ini terjadi saat jurnalis sedang menjalankan tugas yang dijamin oleh Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.


​Pertanyaannya, mengapa masih ada oknum yang berani melakukan tindak kekerasan sebrutal itu di tengah tugas yang dilindungi undang-undang? Jawabannya terletak pada lemahnya penegakan hukum. ujar Samsul Bahri.


Desakan dari Ketua GWI DPD Banten untuk mengusut tuntas kasus ini seharusnya tidak perlu terjadi jika aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Serang dan Polda Banten, proaktif dalam melindungi kebebasan pers. Jika pihak berwenang tidak segera bertindak, ini akan mengirimkan sinyal berbahaya: bahwa kekerasan terhadap pers adalah hal yang bisa ditoleransi, dan pelaku kekerasan akan lolos dari jerat hukum.


*​Kekerasan sebagai Ancaman terhadap Demokrasi*


​Tindakan oknum keamanan PT GRS ini bukan hanya serangan fisik terhadap individu jurnalis, melainkan juga serangan langsung terhadap pilar demokrasi.


" Pers adalah pilar keempat yang bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dan kepentingan publik. Ketika jurnalis dihalang-halangi, bahkan dipukuli, saat meliput penyegelan sebuah pabrik—sebuah isu yang sangat relevan dengan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat—itu berarti ada upaya untuk membungkam kebenaran.


​Tindakan ini jelas merupakan bentuk arogansi kekuasaan, di mana pihak-pihak yang merasa terganggu oleh liputan media menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mengendalikan narasi," Tegas Samsul


Jika kekerasan seperti ini dibiarkan, maka kebebasan pers akan mati secara perlahan. Jurnalis akan hidup dalam ketakutan, dan masyarakat akan kehilangan akses terhadap informasi yang akurat dan berimbang. Inilah mengapa kasus ini tidak boleh dianggap remeh; ini adalah ujian bagi komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi kebebasan berpendapat dan berekspresi.


“Kami meminta seluruh rekan-rekan jurnalis untuk bersolidaritas dan bersama-sama melawan kekerasan terhadap pers. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kebebasan pers secara keseluruhan,” tutup Samsul. Jumat (22/8/25).

(RedaksiTim)

Ketum dan Anggota Pormasi Cikoja kab. Serang mengutuk keras Aksi Brutal keamanan PT. Genesis Regeneration Semiling Terhadap jurnalis saat Liputan Sidak Kementerian LH

By On Jumat, Agustus 22, 2025

Ustadz Ujang Supriyatna 

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Ustadz Ujang Supriyatna Ketua umum Pormasi Cikoja kabupaten Serang (wadah perkumpulan aktivis kabupaten Serang) meminta kepolisian mengusut tuntas terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Cemplang Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.


"Kami mendesak kepolisian polres Serang Polda Banten dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," kata Ketuan umum Pormasi Cikoja kabupaten Serang.


Peristiwa kekerasan terhadap wartawan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, sebab mereka tugas di lapangan dilindungi Undang-Undang Pers.


Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis (21/8).


Oleh karena itu, pihaknya mengutuk dan mengecam atas pengeroyokan yang dilakukan pihak keamanan PT GRS.


Selain itu juga kekerasan yang dialami wartawan agar secepatnya diproses kepolisian.


Sebab, insiden ini melukai semangat kebebasan pers dan wartawan di Banten berduka atas kekerasan tersebut.


Bahkan, beberapa wartawan tersebut luka - luka akibat kekerasan dan dilakukan pengobatan di rumah sakit.


"Kami minta teman-teman wartawan bersatu dan menyuarakan perlawanan terhadap aksi kekerasan itu," katanya menjelaskan.

Apeng xbi//.*

Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis, SMSI Serang Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku dan Dalang Aksi*    *Insiden di PT Genesis, SMSI Serang: Kekerasan pada Jurnalis Adalah Ancaman terhadap Demokrasi*    *Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serang Mengutuk Keras Aksi Kekerasan terhadap Jurnalis*

By On Jumat, Agustus 22, 2025










Serang – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serang mengecam keras insiden pemukulan terhadap seorang jurnalis saat meliput kegiatan peninjauan oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di lokasi PT Genesis, Jawilan, Kabupaten Serang. Kejadian nahas ini terjadi pada Kamis, 21 Agustus 2025.


Ketua SMSI Kabupaten Serang, Wisnu Anggoro, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima dan mencederai kebebasan pers. “Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran dari PT Genesis. Aksi ini jelas-jelas mengancam keselamatan jurnalis dan merupakan upaya pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalistik,” ujar Wisnu Anggoro.


Kejadian ini berawal saat tim KLHK bersama jurnalis tersebut hendak melakukan penutupan sementara terhadap PT Genesis. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan. Namun, saat berada di lokasi, jurnalis yang sedang bertugas malah mendapat perlakuan kasar dan pemukulan.


SMSI Kabupaten Serang mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku serta dalang di balik aksi kekerasan tersebut. 


Lanjut, Wisnu Anggoro menegaskan, “Kami meminta agar pihak berwajib tidak ragu menindak tegas pelaku dan mereka yang menyuruhnya. Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap pilar demokrasi dan kebebasan pers yang harus dilindungi.”


SMSI Kabupaten Serang juga menyerukan kepada seluruh insan pers untuk tetap solid dan tidak gentar dalam menjalankan tugas jurnalistik. Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama aparat penegak hukum, untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi jurnalis di lapangan

Kapolda Banten didampingi Kapolres Cilegon Hadiri Penutupan TMMD ke-125 TA 2025 di Kota Cilegon

By On Jumat, Agustus 22, 2025







Cilegon – Kapolres Cilegon, AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si mendampingi Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki,  menghadiri acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Lapangan Kantor Panti Rehabilitasi Terpadu Dinas Sosial Kota Cilegon, Link. Perigi, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber. Kamis (21/8/2025).


Kegiatan penutupan TMMD ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dengan mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”


Acara turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, di antaranya Irjenad Letjen TNI Erwin Jatniko, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Walikota Cilegon H. Robinsar, serta unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.


Dalam kesempatan itu, Kapolres Cilegon menegaskan bahwa Polri mendukung penuh program TMMD sebagai bentuk sinergi nyata antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan.


“TMMD ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan TNI–Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun desa, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memperkuat ketahanan nasional,” ungkap AKBP Martua.


Ia juga menyampaikan bahwa hasil TMMD di wilayah Kodim 0623/Cilegon, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, drainase, hingga program sosial seperti rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu), penyediaan sumur bor, hingga penanaman ribuan pohon, akan memberi manfaat besar bagi masyarakat.


“Polres Cilegon siap mendukung keberlanjutan program ini dengan menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Kapolres.


Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam amanatnya menekankan bahwa TMMD merupakan salah satu motor percepatan pembangunan, sekaligus memperkuat solidaritas antara pemerintah, TNI–Polri, dan masyarakat. Ia juga menyinggung pentingnya program pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, serta peningkatan ketahanan pangan.


Penutupan TMMD ke-125 ini ditandai dengan penandatanganan berita acara hasil pelaksanaan TMMD, penyerahan bantuan sosial, serta sesi foto bersama.


Dengan kehadirannya dalam kegiatan ini, Kapolres Cilegon menegaskan komitmen Polres Cilegon untuk terus mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


“Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. TNI, Polri, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun negeri. Semoga hasil TMMD ini menjadi berkah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang Kecam dan Tuntut APH Usut Tuntas Soal Pengeroyokan Wartawan

By On Jumat, Agustus 22, 2025










Kab. Tangerang - Terkait pengeroyokan yang dialami wartawan saat bertugas untuk liputan, PWI Kabupaten Tangerang meminta agar Aparat Penagak Hukum dapat menangkap dan menghukum sesuai dengan hukum yang berlaku. 



Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, saat sidak oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis, 21/8/25.



Senada dengan hal itu, Selly Loamena, Ketua PWI Kabupaten Tangerang mengecam tindakan pengeroyokan wartawan dan minta APH usut tuntas tanpa ada pandang bulu.



"Wartawan itu sebagai pilar bangsa, dan dilindungi oleh UUD Pers, saya minta APH bisa bertindak cepat agar oknum pelaku pengeroyokan tersebut segera tertangkap," tegasnya.



Ditambahkan Selly, dia juga berharap kepolisian setempat secepatnya memproses pelaku kekerasan itu secara hukum.



"Saya mendesak kepolisian setempat dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," pungkasnya.

POKJA AMJ Awak Media Jawilan Minta Kepolisian Usut Tuntas Kekerasan Terhadap jurnalis

By On Jumat, Agustus 22, 2025



 

     

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Ketua POKJA AMJ awak media jawilan  meminta kepolisian mengusut tuntas terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Cemplang kec Jawilan, Kabupaten Serang.


"Kami mendesak kepolisian polres Serang Polda Banten dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," kata Ketuan POKJA AMJ  


Peristiwa kekerasan terhadap wartawan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, sebab mereka tugas di lapangan dilindungi Undang-Undang Pers.


Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis (21/8).




Oleh karena itu, pihaknya mengutuk dan mengecam atas pengeroyokan yang dilakukan pihak keamanan PT GRS.


Selain itu juga kekerasan yang dialami wartawan agar secepatnya diproses kepolisian.


Sebab, insiden ini melukai semangat kebebasan pers dan wartawan di Banten berduka atas kekerasan tersebut.


Bahkan, beberapa wartawan tersebut luka - luka akibat kekerasan dan dilakukan pengobatan di rumah sakit.


"Kami minta teman-teman wartawan bersatu dan menyuarakan perlawanan terhadap aksi kekerasan itu," katanya menjelaskan.

KA dan BA 2 Security PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), di Amankan Tim Satreskrim Polres Serang

By On Kamis, Agustus 21, 2025






Kab Serang xbintanginfo.con

Tim Satreskrim Polres Serang bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua oknum petugas sekuriti PT Genesis Regeneration Smelting (GRS), pabrik pengolahan timah di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis, 21 Agustus 2025.


Oknum sekuriti berinisial KA dan BA diamankan karena diduga terlibat aksi pengeroyokan wartawan dan pegawai Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat akan melakukan penutupan perusahaan karena melakukan pencemaran lingkungan.


"Sudah kami amankan dua petugas sekuriti yang diduga melakukan pengeroyokan petugas Humas KLHK dan wartawan saat melaksanakan tugas," kata Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko kepada wartawan.


Kapolres mengatakan pihaknya telah mengerahkan anggota satreskrim untuk menangkap pelaku lainnya. Selain petugas sekuriti, kata Kapolres, pelaku pengeroyokan diduga melibatkan beberapa oknum security  serta oknum organisasi masyarakat (ormas).


"Untuk oknum ormas, identitasnya sudah kami kantongi dan masih dalam pengejaran. Insya Allah hari ini sudah kami tangkap," tandasnya.


Sejumlah wartawan dari berbagai media mendapat tindakan kekerasan yang diduga merupakan oknum security pabrik dan anggota Brimob yang bertugas di PT GRS serta organisasi masyarakat (ormas).


Para jurnalis ini diserang saat melakukan peliputan kunjungan Deputy Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Irjen Rizal Irawan di PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis, 21 Agustus 2025.


Sejumlah wartawan yang mengalami kekerasan fisik berasal dari TribunBanten.com, Detik.com, AntaraBanten, SCTV, Radar Banten, Bantennews.com, Tempo, Banten TV, Jawa Pos TV serta fotografer Antara.


Kapolres mengatakan, kedatangan rombongan Deputy Gakkum KLHK ke PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat.


"Kedatangan tim KLHK untuk melakukan tindakan menutup agar tidak beroperasi karena melakukan pencemaran lingkungan," terang Kapolres kepada wartawan di PT GRS, Kamis, 21 Agustus 2025.


Kapolres menjelaskan pada tahun 2023, Tim Gakkum KLHK telah memberikan peringatan karena terjadi pencemaran lingkungan. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan, sehingga petugas KLHK melakukan penyegelan agar perusahaan menghentikan aktivitasnya.


"Pada Pebruari kemarin, petugas KLHK melakukan penyegelan agar perusahaan menghentikan aktivitas produksi," jelasnya.


Karena mengetahui pihak perusahaan telah melepas segel dan kembali beroperasi, Tim KLHK yang dipimpin Deputy Gakkum Irjen Rizal Irawan kembali mendatangi PT GRS untuk melaksanakan penutupan.


"Jadi kedatangan Tim Gakkum hari ini untuk menutup perusahaan karena tidak mengindahkan. Namun terjadi insiden pengeroyokan terhadap wartawan dan humas KLHK," ujarnya.


Lebih lanjut Kapolres mengatakan korban pengeroyokan diduga dilakukan oknum petugas dan ormas dialami oleh 4 staf Humas berstatus PNS dan anggota Polri yang diperbantukan di KLHK serta seorang jurnalis. 


"Diduga ada 5 korban pengeroyokan, 4 dari staf Humas dan anggota Polri yang diperbantukan di KLHK serta satu rekan wartawan," kata Kapolres.


Di tempat yang sama, Kabid Propam Polda Banten Kombes Murwoto saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob mengatakan pihaknya masih menyelidiki dan mengumpulkan informasi.


"Masih kita selidiki. Semua keterangan dan rekaman vidio yang viral ataupun cctv akan kami lihat," jawab Murwoto singkat.

Delegasi Aksi Peduli Palestina MUI Kota Tangerang Salurkan Bantuan Langsung di Pengungsian Palestina

By On Kamis, Agustus 21, 2025








TANGERANG – Tim Aksi Peduli Palestina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang akhirnya tiba di lokasi pengungsian warga Palestina. Kehadiran mereka disambut hangat oleh para pengungsi yang terus merindukan tanah airnya yang dirampas Israel.


Ketua Tim Aksi Peduli Palestina, Turidi Susanto, menyampaikan rasa syukur karena rombongan bisa langsung menyalurkan amanah dari masyarakat Indonesia, khususnya warga Tangerang dan Banten.


“Alhamdulillah, kami bisa menyampaikan langsung bantuan dari warga Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina. Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang tidak pernah lelah berdonasi dan membantu perjuangan rakyat Palestina sampai benar-benar merdeka,” ujar Turidi dalam keterangannya.


Turidi tak sendirian. Ia didampingi oleh Kyai Rosyid, sekretaris Aksi Peduli Palestina MUI Kota Tangerang, dan Anwar Sani, selaku bendahara. Dalam sebuah video yang beredar, terlihat delegasi ini menyerahkan bantuan secara langsung kepada para pengungsi Palestina.


Tak lupa, Turidi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah yang telah mendukung gerakan solidaritas ini. “Kami ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, Gubernur Banten Andra Sony, serta Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan dan perhatian terhadap perjuangan rakyat Palestina,” tambahnya.


Menurut Turidi, apa yang dilakukan pihaknya hanyalah sebagian kecil dari bentuk solidaritas bangsa Indonesia yang sejak lama memiliki kedekatan emosional dengan rakyat Palestina. Ia berharap, dukungan masyarakat terus mengalir agar perjuangan kemerdekaan Palestina semakin kuat.


“Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi wujud nyata persaudaraan dan doa dari rakyat Indonesia. Kita semua berharap, suatu saat Palestina benar-benar merdeka dan hidup damai di tanah airnya,” tutup Turidi.

Munir Raih Dukungan Mayoritas PWI Provinsi, Bertekad Perkuat Konsolidasi Organisasi

By On Kamis, Agustus 21, 2025







Jakarta,  xbintangindo.com --

20 Agustus 2025 - Peta dukungan menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang akan digelar 29-30 Agustus 2025 di BPPTIK, Komdigi, Cikarang, Bekasi, semakin mengerucut.


Bakal calon Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, berhasil mengantongi dukungan mayoritas dengan sedikitnya 20 PWI Daerah Provinsi. Dukungan ini diyakini akan terus bertambah dari beberapa provinsi lain hingga hari pelaksanaan kongres.


Besarnya dukungan ini tampak dalam acara rapat  konsolidasi dg para ketua dan pengurus harian PWI Provinsi di Jakarta, Rabu malam (20/8)


Soliditas dukungan bagi Munir semakin kuat setelah sejumlah tokoh yang sempat digadang maju memutuskan mundur dan memberikan dukungan penuh. Zulmansyah Sekedang, mantan Ketua PWI Riau sekaligus Ketua Umum PWI Pusat versi KLB 2024, secara tegas menyatakan tidak akan maju. Sikap serupa ditunjukkan Atal S. Depari, Ketua Umum PWI periode 2018-2023, juga memilih memberi dukungan kepada Munir. Hal senada juga datang dari Johnny Hardjojo, mantan Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat, yang juga sebelumnya akan maju.


Konsolidasi besar ini membuat Munir kian dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus kandidat terkuat dalam suksesi kepemimpinan PWI di Cikarang.


Munir, yang kini menjabat Direktur Utama LKBN Antara, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030.


"Bismillah, saya maju untuk membawa PWI bersatu kembali, melakukan rekonsiliasi, sekaligus melakukan konsolidasi organisasi, terutama penguatan PWI di daerah seluruh Indonesia," kata Munir yang akrab disapa Cak Munir, Rabu malam (21/8).


Sebagai mantan Ketua PWI Jawa Timur dua periode dan pernah menjabat Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Munir mengaku sangat memahami denyut organisasi di tingkat daerah. Ia menegaskan, wartawan di daerah adalah ujung tombak kehidupan pers nasional.


"Darah saya PWI. Sejak mulai jadi wartawan tahun 1991, saya hidup bersama PWI, terutama di daerah. Karena itu saya ingin mengembalikan marwah PWI sekaligus memastikan daerah mendapat perhatian lebih besar," tegasnya.


Munir juga menyiapkan sejumlah program  yang menitik beratkan kepentingan PWI daerah antara lain Konsolidasi organisasi secara menyeluruh dan tuntas pasca terjadinya dualisme, membangun ekosistem  media/pers nasional, meningkatkan kapasitas wartawan di daerah dengan memperbanyak Uji Kompetensi Wartawan, pelatihan berjenjang, workshop digital, dan penguatan media lokal, digitalisasi kelembagaan PWI, literasi dan pendalaman jurnalisme dan AI.


Dengan dukungan mayoritas PWI Provinsi dan program yang berpihak kepada kepentingan daerah, Munir diyakini menjadi figur yang mampu mengembalikan marwah dan martabat PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia.

Red xbi//.*

Pembina Perwast Meminta Pihak Disnaker Untuk Sidak PT Wanbang Indonesia

By On Rabu, Agustus 20, 2025







SERANG - Menanggapi pemberitaan terkait PT Wanbang Indonesia yang diduga memberikan upah sebesar Rp 75.000 rupiah dengan sistem kerja karyawan bekerja selama 12 jam setiap harinya, mendapatkan perhatian serius dari berbagai kalangan. 


Seperti dikatakan Pembina Persatuan Wartawan Serang Timur (Perwast) Angga Apria Siswanto mengatakan, dengan terjadinya permasalahan upah yang diterima karyawan PT Wanbang Indonesia, dirinya meminta kepada pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten dan Kabupaten Serang agar melakukan sidak kepada perusahaan tersebut.


"Atas dasar adanya keluhan dan informasi dari karyawan, pihak Disnaker seharusnya melakukan inspeksi mendadak untuk memantau dan memastikan berbagai hal terkait ketenagakerjaan, serta mengawasi kepatuhan perusahaan terhadap peraturan," katanya, Rabu (21/08/2025).


Dengan dilakukannya sidak, selain untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan, Angga menjelaskan bahwa sidak bertujuan untuk memastikan perusahaan mematuhi peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan. 


"Seperti aturan mengenai upah minimum yang diterima karyawan tidak sesuai dan perlindungan pekerja, apakah sudah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan atau bahkan tidak terdaftar," jelasnya.


Selain upah yang diberikan diduga tidak sesuai dengan sistem kerja karyawan, kondisi bangunan PT Wanbang Indonesia yang beralamat Jl. Modern Industri XVI, Blok AD, No 10 Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang ini secara kasat mata nampak seperti pergudangan.


"Karena disekitar tidak ditemukannya logo ataupun nama perusahaan," tutupnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *