Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Gegara Culik Penjual Rokok Non Cukai dan Memerasnya, 6 Wartawan Gadungan ditangkap Polisi 5 DPO

By On Rabu, Juni 24, 2026









KABUPATEN TANGERANG - Jajaran Reskrim Polsek Rajeg berhasil ringkus komplotan yang mengaku sebagai oknum anggota polisi dan oknum wartawan dengan modus pemerasan.


Keberhasilan jajaran Polsek Rajeg, Polresta Tangerang,tersebut membongkar komplotan polisi gadungan sekaligus wartawan abal - abal yang setiap aksi nekat menculik dan memeras warga di Kabupaten Tangerang patut di apresiasi (24/06/2026) 


Enam orang tersangka berhasil diringkus, sementara Lima orang pelaku lainnya kini telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan.


Dalam keterangannya, Kapolsek Rajeg AKP Yono Taryono mengungkapkan, bahwa para pelaku dalam melancarkan aksinya menggunakan modus menuduh korban telah menjual sejumlah rokok ilegal (red.non Cukai) .


“Para pelaku sengaja menakut - nakuti korban dengan mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya untuk memeras uang korban,” ujar AKP Yono Taryono


Aksi kejahatan mereka bermula sekira pukul 18.40 WIB, Rabu, 20 Mei 2026, yang mendatangi korban yang bernama Muhamad Hidayatul Ilmi bersama 6 pria tak dikenal di rumahnya yang berada di Kampung Picung, RT 05 RW 06, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.


Lalu para pelaku tiba - tiba langsung menyergap korban sambil menunjukkan map merah dan mengaku sebagai anggota jajaran Polda Metro Jaya,"tegasnya


Korban dituduh dengan sangkaan telah mengedarkan rokok ilegal, lalu dipaksa masuk ke dalam mobil Toyota Avanza silver yang pelat nomornya sengaja ditutupi lakban hitam,"ungkap Kapolsek Rajeg


Bahkan pelaku tidak hanya menculik korban, tetapi pelaku juga menggasak 4 kardus rokok berbagai merk dari dalam rumah tersebut.


Kemudian setelah di dalam mobil yang melaju, tangan korban diikat dan matanya ditutup menggunakan lakban.


Lalu para pelaku menguras uang tunai di dompet korban sebesar Rp.5.300.000 dan menyita satu unit Smartphone Xiaomi 15T.


Komplotan ini kemudian mengancam korban dengan meminta ‘Uang Damai’ sebesar Rp.80 juta. Karena korban tidak menyanggupi, akhirnya nominal tersebut diturunkan menjadi Rp.40 juta,"terang AKP Yono Taryono


Teks ini disalin dari artikel *6 Orang Mengaku Oknum Wartawan dan Polisi, Peras Warga Tangerang, Berhasil Diringkus dan 5 Orang DPO*

Gak Bahaya Tah ini..!" Ditegur Satpol-PP Toko Jamu Jual Miras Jenis Ciu di Desa Renged Kresek Tetap Buka,

By On Rabu, Juni 24, 2026






Foto : Toko jamu yang menjual miras oplosan jenis ciu di Desa Renged kecamatan Kresek saat di sweeping  Satpol-PP kecamatan kresek dan teguran "stop Jual ciu"

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Toko jamu yang berada di jalan Balaraja - Kresek tepatnya di wilayah Desa Renged kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Banten sudah lama menjual minuman keras (Miras) oplosan nama lain yang sering dikatakan para peminumnya jenis " Ciu " atau "arak putih". Rabu, 24 Juni 2026.


Menurut Udin warga Desa Renged toko jamu yang menjual miras oplosan jenis ciu sudah lama berjualan di wilayah Desanya.


" Sudah lama itu toko jamu yang jual Miras oplosan jenis ciu di wilayah Desa saya (Renged) belum lama ini saja Satpol-PP kecamatan kresek melakukan sweeping menegur kepada penjaga toko jamu tersebut Agar tutup atau jangan menjual miras, tapi sampai sekarang toko jamu tersebut masih tetap buka, gak berpengaruh teguran dari Satpol-PP kecamatan kresek mah. " Ujar Udin.


Udin berharap kepada warga Desa Renged khususnya dan masyarakat kecamatan kresek pada umumnya agar jangan diam saja ayoooo....!"  Kita usir penjual miras ciu perusak regenerasi kecamatan kresek, jangan sampai jatuh korban-korban terlebih dahulu, yang saya ketahui miras jenis ciu tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan anak-anak masa depan bangsa. Warga kecamatan kresek harus kompak usir perusak regenerasi kecamatan kresek. , " Harap Udin.


Sampai berita ini disiarkan pihak kepolisian Polsek kresek belum dapat memberikan keterangan terkait toko jamu penjual Ciu.

A. Bewok/Red xbi//.*

Masyarakat Minta Wali Kota Cilegon Evaluasi Kinerja Dindikbud dan Copot Kepala Dinas  ‎

By On Rabu, Juni 24, 2026






CILEGON –  xbintangindo.com --

Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menjadi sorotan masyarakat Kota Cilegon. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan sulitnya akses masuk ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) akibat keterbatasan jumlah sekolah negeri yang tersedia.

‎Salah seorang warga sekaligus orang tua murid, Naman, menyampaikan keluhannya kepada awak media terkait kondisi yang menurutnya terus berulang setiap tahun tanpa adanya solusi konkret dari pemerintah daerah.

‎Menurut Naman, jumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Cilegon mencapai sekitar 149 sekolah. Jika rata-rata setiap SDN meluluskan 60 siswa setiap tahun, maka jumlah lulusan SDN diperkirakan mencapai 8.940 siswa.

‎"Sementara SMP Negeri yang ada di Kota Cilegon hanya sekitar 16 sekolah. Dengan daya tampung yang terbatas, hanya sebagian kecil siswa yang bisa diterima. Sisanya terpaksa mencari sekolah swasta," ujar Naman.

‎Ia memperkirakan daya tampung SMPN yang tersedia hanya sekitar 1.300 siswa. Dengan kondisi tersebut, sekitar 7.640 siswa harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

‎Menurutnya, biaya masuk sekolah swasta yang berkisar antara Rp3 juta hingga Rp15 juta menjadi beban berat bagi sebagian besar masyarakat.

‎"Ini menjadi persoalan serius bagi keluarga yang kondisi ekonominya terbatas. Apakah masyarakat yang tidak memiliki biaya harus membiarkan anaknya putus sekolah?" katanya.

‎Naman menegaskan bahwa hak memperoleh pendidikan telah dijamin oleh negara sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan wajib mengikuti pendidikan dasar yang dibiayai pemerintah.

‎Selain itu, ketentuan tersebut juga diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur hak dan kewajiban warga negara dalam memperoleh pendidikan serta program wajib belajar.

‎Lebih lanjut, Naman mempertanyakan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon yang dinilai belum mampu mengatasi persoalan keterbatasan sekolah negeri.

‎"Naman mempertanyakan...?? ,"kenapa Dinas Pendidikan Kota Cilegon tidak memanfaatkan lahan tidur milik pemerintah kota untuk membangun SMP Negeri baru. Setiap tahun yang terlihat hanya renovasi sekolah dan pembangunan ruang kelas baru,dengan anggaran yang cukup besar, sementara kebutuhan sekolah baru masih sangat tinggi," ungkapnya.

‎Atas kondisi tersebut, Naman meminta Wali Kota Cilegon, Robinsar, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.

‎"Saya berharap Wali Kota Cilegon dapat mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan secara serius, termasuk meninjau kepemimpinan kepala dinas agar persoalan penerimaan siswa baru dan keterbatasan SMP Negeri dapat segera dicarikan solusi yang berpihak kepada masyarakat," pungkasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi dan keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut.

Habiskan Milyaran Rupiah, Kondisi Alun-alun Kragilan Memprihatinkan

By On Selasa, Juni 23, 2026




Serang, - xbintangindo.com --

Alun-alun Kragilan di Kabupaten Serang (berlokasi di area Undar Andir) merupakan salah satu dari empat alun-alun kecamatan yang dibangun oleh Pemkab Serang. Alun-alun Kragilan yang terletak di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, merupakan ruang terbuka publik skala lokal. Pembangunan dan pemeliharaan fasilitas ini dikelola secara sinergis di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Serang, yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang.




Pembangunan infrastruktur alun-alun Kecamatan Kragilan menelan anggaran Milyaran, namun kondisi saat ini alun-alun kecamatan kondisinya sangat memprihatinkan seperti tidak ada pengelolaan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Serang dan juga pihak Kecamatan Kragilan. 


Alun-Alun Kragilan di Kabupaten Serang kini menuai sorotan. Ruang terbuka hijau yang dibangun dengan anggaran pemerintah itu berubah drastis. Area yang seharusnya menjadi pusat aktivitas warga justru dipenuhi rumput liar dan ilalang tinggi. Kondisi ini membuat kawasan tersebut tampak seperti hutan tak terawat.


Lapangan yang semestinya menjadi pusat aktivitas olahraga hampir tak terlihat. Rumput liar yang tumbuh tinggi menutupi sebagian besar area dan juga banyak pagar yang hilang terkesan dibiarkan oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Serang dan juga Pemerintah Kecamatan Kragilan. 


Menurut Angga Apria tokoh muda Kecamatan Kragilan saat dimintai tanggapan terkait kondisi Alun-alun Kragilan mengatakan, 

Kondisi fasilitas publik seperti alun-alun Kecamatan Kragilan memang harus dilakukan pengelolaan dan pemeliharaan yang baik, dengan keluhan utama meliputi minimnya penerangan, kerusakan fasilitas bermain, hingga kejelasan pengelola yang kurang. Area ini juga kerap dikhawatirkan disalahgunakan oleh oknum warga akibat kurangnya perawatan, kata Angga, Selasa (23/6/2026). 


"Silahkan nanti teman-teman konfirmasi dengan Pak Camat ada atau tidak nya anggaran pemeliharaan untuk alun-alun Kragilan, kami juga sudah pernah diskusi dengan Pak Camat mengenai alun-alun Kragilan baik dari segi pengelolaan dan juga pemeliharaan," ujar Angga.

Mengaku Anggota Mangunsong Dankotik Sukabumi, Rentenir Mengintimidasi Pimred PH45, DPD PERPAM Baksel, " Kalau dari ormas PP tidak Mungkin Mengedepankan Arogansi...!"

By On Selasa, Juni 23, 2026

Foto : collector Bank keluling.

Lebak - Banten, xbintangindo.com --

Intimidasi disertai ucapan bahwa pemilik Koperasi adalah Mangunsong Ketua Ormas PP, siapa yang tidak kenal dengan Mangunsong, saat collector menagih hutang nasabah di kediaman Pimpinan Media Pejuang Hukum 45, pada Senin (22/07), sekira pukul 14.30 Wib.


Kediaman Pimpinan Media PH45.id, di Kampung Cijambe Desa Pasir Bungur kedatangan tamu yang tidak dikenal dan belakangan diketahui mereka adalah  collector Rentenir yang berkedok koperasi menagih kepada inisial El dan DH warga Kampung Citarate Desa Gunung batu Kecamatan Cilograng yang tercatat sebagai nasabah.


Akibat cara menagih disertai intimidasi dan ancaman kepada nasabah berinisial El dan DH tersebut, sontak pimpinan media PH45.id, terbangun dari istirahatnya dan terjadi adu mulut yang mengundang mengudang keramaian warga sekitar.


Saat pimpinan media PH45.id, bertanya ke si Penagih/Collector yang mengaku Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang berlokasi di wilayah Kabupaten Sukabumi, dan mengatakan.


''Koperasi simpan pinjam milik Mangunsong Dankotik Pemuda Pancasila Sukabumi," ujar collector dengan suara lantang.


Seketika Collector balik bertanya kepada Pimpinan Media PH45.id, selaku pemilik rumah.


"Kamu dari media Pejuang hukum 45, nanti kita cek di kantor ku di Pelabuhan Ratu," ujar collector.


Dengan kejadian yang sangat meresahkan warga di Kecamatan Cilograng, Ketua DPD Ormas PERPAM Lebak Selatan pun angkat bicara.


"Jika benar koperasi (penagih/collector) bekerja kepada Mangunsong Dankotik Pemuda Pancasila Sukabumi sudah tidak mengedepankan arogansi, apalagi melakukan intimidasi kepada wartawan atau Pimpinan Redaksi media Pejuang Hukum45.id, sangat amat disesalkan," Ucap Farid fadlani.


Ketua Ormas DPD PERPAM Lebak selatan, menyayangkan sikap dan perilaku penagih hutang dari KSP Sukabumi Jawa Barat yang seakan Kebal Hukum.


"Kami menduga, kegiatan koperasi simpan pinjam milik Mangunsong Dankotik Pemuda Pancasila Sukabumi tidak memiliki izin resmi di Kabupaten Lebak Provinsi Banten," ungkapnya Farid.


Kami Ormas PERPAM DPD Lebak Selatan akan mengawal tuntas atas apa yang menimpa Pimpinan Redaksi media PejuangHukum45.id, melalui pendamping Hukum Lembaga.


"Kami atas nama warga masyarakat kecamatan Cilograng, berharap pihak kepolisian bergerak cepat, adanya dugaan intimidasi Nasabah dan Pimpinan Redaksi media PH45.id yang dilakukan oleh collectora/penagih/rentenir yang bekerja di KSP milik Mangunsong Dankotik Pemuda Pancasila Sukabumi," tungkas Ketua DPD Ormas PERPAM Lebak Selatan.

Marwan xbi//.*

Harmoni dalam Kebersamaan, DWP Disdikbud Kabupaten Serang Gelar Family Gathering Goes to Lampung

By On Selasa, Juni 23, 2026





Lampung, Selasa (23/6/2026) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang menggelar kegiatan Family Gathering bertajuk “Harmoni dalam Kebersamaan: DWP Disdikbud Kabupaten Serang Goes to Lampung 2026”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas organisasi, serta membangun kebersamaan antaranggota dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.





Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua DWP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Ny. Aber Nurhadi; Ibu Dr. Hj. Siti Laela, M.Pd., serta diikuti oleh perwakilan pengurus dari 29 unit kecamatan se-Kabupaten Serang, dengan total peserta mencapai 180 orang beserta kru kegiatan.






Dalam keterangannya, Ibu Dr. Hj. Siti Laela, M.Pd. menyampaikan bahwa Family Gathering tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga ruang mempererat hubungan emosional antaranggota DWP yang selama ini turut berperan mendukung berbagai program pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Serang.


“Kebersamaan merupakan modal utama dalam membangun organisasi yang kuat. Melalui kegiatan ini, kita dapat saling mengenal lebih dekat, mempererat silaturahmi, dan memperkuat semangat kekeluargaan yang menjadi ciri khas Dharma Wanita Persatuan,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai agenda yang memadukan unsur rekreasi dan edukasi. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Museum Lampung Ruwa Jurai sebagai sarana mengenal sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Lampung. Selain itu, rombongan juga menikmati sejumlah destinasi wisata serta kuliner khas daerah setempat.


Suasana keceriaan dan keakraban tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta dari berbagai kecamatan berbaur tanpa sekat, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dijaga oleh DWP Disdikbud Kabupaten Serang.


Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi antaranggota semakin erat, koordinasi organisasi semakin kuat, serta tumbuh semangat baru dalam mendukung berbagai program Dharma Wanita Persatuan ke depan.


Mengusung tema “Harmoni dalam Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen DWP Disdikbud Kabupaten Serang dalam membangun organisasi yang solid, inspiratif, dan penuh kekeluargaan.


“Menjalin Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan, Membangun Harmoni.”

Apeng xbi//.*

Hallo Kecamatan Kragilan....!" Rumah yang ditempati Anak Yatim Piatu Nyaris Roboh

By On Selasa, Juni 23, 2026









Foto : dua anak yatim-piatu sedang berdiri di depan rumah nya yang sudah tidak ada atapnya.

Kab. Serang , xbintangindo.com --

Beredar video yang kini viral didunia maya, dua anak yatim-piatu sangat membutuhkan uluran tangan membuka donasi, pasalnya rumah yang mereka tempati nyaris roboh dan sudah beratap. Selasa, 23 Juni 2026.


 Rumah tidak layak huni tersebut berlokasi kampung Pabuaran jati RT. 01/01 Desa Keramat jati Kecamatan Kragilan Kabupaten serang Banten 





Dalam video tersebut, 2 anak yatim-piatu yang menempati rumah tersebut, meminta donasi kepada para dermawan yang menontonnya, 2 anak yatim-piatu terlihat berdiri di depan rumahnya yang sudah tidak beratap.


Pemerintah Desa Keramat Kecamatan Kragilan kabupaten Serang dan pemerintah provinsi Banten disinyalir kurang peka terhadap keberadaan warganya, zaman sekarang masa iya masih ada warga yang rumahnya sampai atapnya sudah tidak ada lagi, gerak capat dong kerjanya dalam mengatasi masyarakat yang kurang mampu, " ujar  Panji aktivis Provinsi Banten.


"Hallo kecamatan Kragilan...!" Ada rumah yang ditempati dua anak yatim-piatu atapnya sudah ambruk tuh, bagaimana ini kok bisa gak peka seh...!" Sindir Panji.


Yudi Warga Desa Keramat jati, mengatakan," iya pak itu anak yatim-piatu kerjanya serabutan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dari pemerintah Provinsi Banten mau pun kabupaten serang.Semoga pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten serang gerak cepat menanggapi persoalan ini.

Apeng xbi//.*

Sedang Giat atur Lalin, Scurity Kawasan Industri Buditexindo Jawilan Sakar Alias Alex keserempet Motor Karyawan, kini Alami Luka Serius dikepala

By On Selasa, Juni 23, 2026








Foto : Korban Sakar Alias Alex saat diobati diklinik Jawilan.

Kab. Serang, xbintangindo.com --

 Kasihan...!" Seorang scurity (Sakar alias Alex) yang dipekerjakan oleh pihak manajemen kawasan Industri Buditexindo Okasa kecamatan Jawilan kabupaten Serang Banten saat sedang mengatur lalu lintas di gerbang kawasan Industri Buditexindo keserempet kendaraan sepeda motor karyawan yang hendak berangkat kerja. Selasa, 23 Juni 26.

Akibat kejadian kecelakaan lalu lintas di depan gerbang kawasan Industri Buditexindo (jalan Cirabit)  korban korban Sakar alias Alex mengalami luka serius pada bagian akhirnya korban langsung dibawa ke klinik pengobatan terdekat.


Menurut kawan pekerjaannya menjelaskan jika mengatur lalu lintas depan gerbang kawasan Industri Buditexindo disaat karyawan yang bekerja di lingkungan kawasan Industri Buditexindo disaat jam  karyawan berangkat kerja dan jam karyawan pulang kerja itu sudah agenda rutin jika scurity dapat tugas di pos jaga gerbang utama kawasan. " Jelasnya.


Seluruh Kawan - kawan Sakar alias Alex yang seprofesi mendoakan agar Sakar cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, juga kepada karyawan yang menyerepet pak sakar agar bertanggung jawab atas kelalaiannya. 


Pesan dari kawan-kawan scurity kawasan Industri Buditexindo, " Agar para pengendara motor khususnya yang bolak-balik bekerja di lingkungan kawasan agar lebih berhati hati jangan ngebut-ngebut saat berkendara. Jangan terburu-buru, harus focus. " Katanya.


Sampai berita ini disiarkan korban Sakar belum dapat memberikan keterangan nya, tampak korban masih trauma akibat kejadian kecelakaan tersebut.

Vino/Renggo// xbi.

Warga Minta Satpol-PP dan Polisi Tindak Tegas Toko Jamu yang Jual Miras Dekat Masjid Besar di wilayah Desa' Kareo Jawilan

By On Selasa, Juni 23, 2026







Foto : Toko jamu yang menjual miras dekat masjid besar Desa Kareo Jawilan Serang.

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Warga Desa Kareo kecamatan Jawilan kabupaten Serang Banten meminta kepada penegak peraturan Daerah (Perda) Satpol-PP dan penegak hukum wilayah kecamatan Jawilan serius memberantas peredaran minuman keras (Miras) dan narkoba yang akan merusak regenerasi bangsa. Pasalnya barang haram tersebut dijual bebas di wilayah desa Kareo. Selasa 23 Juni 2026.


" Seperti yang nampak toko berkedok jamu  menjual minuman keras di lingkungan pemukiman padat penduduk, toko jamu tersebut tidak jauh dengan masjid besar di Desa Kareo Jawilan Serang. " Ujar warga Desa Kareo.







Foto : Tampak seorang pemuda sedang membeli miras di toko jamu dekat masjid besar Desa Kareo 

Hal senada juga dikatakan Ahmad warga Desa Kareo, " Awalnya Masyarakat tidak curiga ada toko jamu yang Nyambi jualan Miras, namun ketika diperhatikan banyak anak-anak muda silih berganti pada waktu siang bolong datang ke toko jamu tersebut membeli miras dengan berbagai jenis." Ujar Ahmad.


" Saya sebagai masyarakat mungkin sekaligus mewakili warga Desa Kareo dan sekitarnya berharap kepada pihak berwenang Satpol-PP dan penegak hukum wilayah kecamatan Jawilan, Polsek Jawilan, polres Serang segera menindak tegas pelaku penjual miras beralkohol dan barang apa pun yang diharamkan yang dapat merusak regenerasi bangsa kita. " Tuturnya.


" Saya berharap wilayah kecamatan Jawilan tidak ada lagi yang menjual miras dan lain-lain hal tersebut agar ketertiban dan ketenteraman masyarakat (kamtibmas) selalu dirasakan serta mencegah tindak kriminalitas yang sering dipicu oleh konsumsi alkohol. " Ujar Warga.


" Pokoknya warga tidak ingin ada penjual miras di wilayah desa Kareo, apa lagi toko jamu yang dekat masjid besar tersebut, malu kami sebagai warga Desa Kareo ada penjual miras di dekat rumah ibadah kami. " Cetusnya.

Sutrisno Vino/Red Xbi//.*

Video Viral soal rekaman calo tenaga kerja meminta sejumlah uang terhadap pencari kerja oleh pihak Outsourcing PT Sentra Misnan Abadi (SMA) Kapolsek Cikande memberikan respon cepat.

By On Senin, Juni 22, 2026




Kab. Serang, xbintangindo.com --

Kapolsek Cikande AKP Fredo Leonard menyebutkan, soal adanya dugaan pencalonan itu, pihaknya melalui penyidik langsung turun melakukan penyelidikan. 


"Penyidik kami langsung turun kelapangan untuk melakukan pendalaman dan langsung memanggil para pihak," kata AKP Fredo Leonard, Senin (22/6). 


Menurutnya, segala bentuk aduan masyarakat, baik itu melalui media sosial atau secara langsung akan segera ditindaklanjuti dengan memberikan respon cepat. 


"Ini bentuk respon kami. Dan segala bentuk aduan terutama yang mengarah terhadap tindakan kejahatan maka akan kami ditindak sesuai hukum yang berlaku," tandasnya. 


Pada kesempatan itu, Kapolsek Cikande juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mudah menerima iming-iming untuk mendapatkan pekerjaan terutama melalui calo dan bisa menghubungi 110 jika ada hal-hal yang menganggu kamtibmas. 


"Kami berharap masyarakat juga memahami, agar mencari pekerjaan bisa melalui lembaga resmi dalam hal ini Dinas Tenaga kerja. Jangan melalui calo," ujarnya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *