Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
 *Polsek Carenang Kawal Penyaluran 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan*

By On Senin, Juli 27, 2026







 – Polsek Carenang bersama unsur Kecamatan Carenang melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak musim kemarau di Kampung Teras Bojong, RT 001/RW 001, Desa Teras Bojong, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Senin (27/7/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan menggunakan satu unit mobil tangki kepada warga di Kampung Teras Bojong.


Penyaluran air bersih dipimpin oleh Camat Carenang dan dihadiri Sekretaris Kecamatan Carenang, staf Kecamatan Carenang, Bhabinkamtibmas Desa Teras Bojong, Ketua RT, serta masyarakat setempat.


Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa Polri akan terus hadir mendukung setiap kegiatan kemanusiaan yang bertujuan membantu masyarakat, termasuk penyaluran bantuan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan.


"Polri siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk memastikan kegiatan penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Semoga bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau," ujar Kapolres.


Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Carenang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak serta menjaga kebersihan lingkungan selama musim kemarau.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

DPP FRJRI Minta Bupati Tangerang Evaluasi Kinerja Camat Kresek: Dinilai Tak Peka Kesulitan Warga dan Diam-diam Adu Domba Antar Wartawan

By On Senin, Juli 27, 2026



 

KABUPATEN TANGERANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Reporter dan Jurnalis Republik Indonesia (FRJRI) meminta Bupati Tangerang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Camat Kresek, Eka Fathussidki.S.STP


Dua hal utama yang menjadi sorotan adalah ketidakpekaan terhadap warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan kegagalan membangun sinergi yang sehat dengan para wartawan di wilayahnya.

 

Teguran ini disampaikan menyusul banyaknya laporan dari masyarakat serta pengamatan para jurnalis di lapangan yang menilai kinerja jajaran pemerintahan kecamatan belum menyentuh akar masalah kesejahteraan rakyat.

 

"Kami melihat sendiri ada warga lanjut usia, keluarga kurang mampu yang bertahun-tahun bertahan di rumah nyaris roboh, bocor, dan tak aman. Padahal ini adalah tugas utama kecamatan untuk mendata, memfasilitasi, dan menjadi jembatan kebijakan bagi warganya. Namun kenyataannya, hingga bantuan datang dari swadaya masyarakat dan donatur, belum terlihat langkah nyata dari pihak kecamatan," tegas Wakil Ketua DPP FRJRI Syarifudin dalam keterangannya, Senin (27/07/2026).


Justru yang terjadi, Camat Eka malah sibuk melakukan klarifikasi dan bantahan disana-sini melalui media. "Daripada sibuk membantah kesana-kesini, lebih baik ikut turun tangan membantu bedah rumah swadaya Nenek Masru'ah di Desa Talok yang digagas media Infoterbit dan Kresek Media Center bersama Pagobang dan pegiat sosial," kata Syarifudin, 


Dengan melakukan bantahan ke berbagai media, Camat Kresek Eka Fathussidki patut diduga kuat akan mengadu domba antar media dan antar wartawan yang bertugas di wilayah Kresek. 


Sebab, bedah rumah itu diinisiasi oleh media, sementara Camat Eka membantah lewat media lain. "Ini sama saja dia mau adu domba antar media. Saya harapkan, kawan-kawan media seluruhnya tidak terpancing dan masuk pada jebakannya. Karena kami menduga targetnya agar antarwartawan pecah belah, pemimpin seperti ini bahaya!" tegas Syarifudin. 

 

FRJRI menyoroti sikap Camat Kresek yang dinilai sulit diajak bersinergi dengan awak media. Padahal pers adalah mitra strategis dalam menyebarkan informasi pembangunan sekaligus cermin pengawasan masyarakat.

 

"Kami berharap pemerintah daerah terbuka, transparan, dan mau bekerjasama dengan wartawan, bukan malah mengadu domba," tambahnya.

 

FRJRI menegaskan, jabatan Camat adalah amanah pelayanan, bukan kekuasaan semata. Seorang pemimpin wilayah harus peka terhadap rintihan warga, serta mau berjalan beriringan dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pers.

 

"Kami minta Bupati Tangerang segera meninjau hal ini. Jika masih banyak keluhan dan belum ada perbaikan sikap, langkah evaluasi kinerja mutlak perlu diambil. Jangan sampai warga Kresek dirugikan oleh model pemimpin seperti ini," pungkas pernyataan itu.

 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Camat Kresek terkait sorotan tersebut.


(Red)

Tukang Ojeg Resah, Setiap hari Mobil SPPG MBG Jenis Wuling A 8873 Lawan Arus didepan Perum Taman Cikande

By On Senin, Juli 27, 2026








Mobil operasional MBG Wuling saat melawan arus lalu lintas.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Merasa membahayakan pengguna jalan lainnya akhirnya warga Cendelekan Desa Cikande kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten memvideokan kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) yang digunakan SPPG jenis Wuling nomor polisi A 8873 VC warna putih saat melawan arus lalu lintas dari depan perumahan taman Cikande ke arah Cendelekan - pasir Gintung. Senin 27 juli 2026.










Entis tukang Ojeg pangkalan pertigaan Cendelekan Desa Cikande kecamatan Jayanti merasa resah oleh kelakuan supir mobil operasional MBG Wuling warna putih.


" Ditegur beberapa sudah oleh kami dan warga juga jangan melawan arus lalu lintas itu dapat membahayakan pengguna jalan lain, gegara ulahnya si supir MBG pengendara lainnya jadi sewot, kelakuan lawan arus itu setiap hari pak, membahayakan itu menurut saya. " Kesal Entis.


" Itu bikin SIM nya di kantor desa mana itu..?" Kok gak tau aturan lalu lintas seh .?" Gumam Entis.


Zane warga Kampung Cendelekan Desa Cikande mengatakan jika dirinya sengaja memvideokan kendaraan operasional Badan Gizi Nasional BGN yang setiap hari melawan arus atau tidak tertib berlalulintas.


"Hari ini sengaja saya videokan kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) MBG yang digunakan SPPG, warga dan tukang Ojeg di pangkalan disini sudah resah dengan kelakuan si supir kendaraan MBG yang melawan arus tersebut, ditegur nya ngeyel, kaya jalan raya ini punya dya aja. " Sewot Zane.


Sampai berita ini disiarkan supir kendaraan operasional BGN MBG Jenis Wuling Lawan Arus belum dapat dikonfirmasi wartawan.

Red xbi//.*

Kasat Narkoba Tangsel dan 6 Anggotanya ditangkap Bareskrim Polri diduga Peredaran Gelap Narkoba

By On Senin, Juli 27, 2026

AKP. Pardiman Kasat Narkoba polres Tangerang Selatan 

Tangsel, xbintangindo.com --

AKP. Pardiman Kepala Satuan (Kasat) Narkotika polres Tangerang Selatan (Tangsel) bersama 6 anggotanya ditangkap Bareskrim polri diduga pengedaran Narkoba. dan penyalahgunaan narkoba.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan penangkapan dipimpin oleh tim gabungan Kasubdit IV Kombes Handik Zusen dan Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury.


"Telah melakukan penangkapan terhadap Kasat Narkoba Polres Tangsel," kata Eko, Senin (27/7).


Eko mengatakan pihaknya juga turut menangkap 6 anak buah Kasat Narkoba Polres Tangsel serta satu orang anggota Polda Aceh.


"Beserta 6 orang anggotanya dan 1 orang Anggota Polda Aceh, terkait Kasus Peredaran Gelap Narkoba dan Penyalahgunaan Narkoba serta penyalahgunaan wewenang dalam gakkum (penegakkan hukum) narkoba," tuturnya.


Kendati demikian, Eko masih belum mengungkap lebih jauh ihwal kronologi dan kasus yang menyeret sejumlah anggota polisi itu. Ia mengatakan saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman.


"Rilis lengkap akan disampaikan lebih lanjut," ujar Eko.(Sumber CNN Indonesia) 


Sarwana Muda, Perduli dan Merakyat, Sosok pantas Jadi Pemimpin di Desa Lamaran Kec. Binuang Serang

By On Minggu, Juli 26, 2026

Sarwana alias Wana

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Yang di harapkan oleh masyarakat Desa Lamaran Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Banten ternyata sudah berani muncul di publik menyatakan sikap jika dirinya siap mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran di tahun 2027 nanti. Minggu, 26 juli 2026.


Sarwana selalu mendoakan dan membantu tenaga, pemikiran untuk kemajuan Desa lamaran bahkan materil pun digelontorkannya dengan semampunya, semoga cita-cita nya untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat dikabulkan oleh masyarakat Desa Lamaran dan dikabulkan oleh Allah SWT...amin..!" Ucap beberapa warga Desa Lamaran.


Begitu pula dikatakan warga Desa Lamaran lainnya ." kini warga Desa Lamaran sudah pintar-pintar dan paham, dalam mencari sosok pemimpin di wilayah nya, bibit, bobot, mada, berani, perduli dan banyak pengalamannya gak ada lagi sosok itu ada di kang Sarwana, mudah-mudahan kang Sarwana atau kang Wana Tulus mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran, insya Allah dengan hati yang tulus saya akan bantu sekuat tenaga saya dan pemikiran untuk menjadikan kang wana sebagai kepala Desa Lamaran." Tegas warga.


Saat dikonfirmasi wartawan Sarwana yang biasa di panggil kang Wana siap untuk kemajuan Desa Lamaran.


" Saya siap mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran, mohon doa' dan dukungannya, bersama-sama memajukan Desa Lamaran." Katanya singkat.

Red xbi//.*

Kesal, Gegara Kesambet Hantu Penunggu Jembatan Nyompok Kopo, Kini Jurig Jembatan Nyompok Jadi Viral

By On Sabtu, Juli 25, 2026






Kabupaten Tangerang || Jembatan Nyompok adalah jembatan penghubung yang masuk  batas Desa Carenang Kecamatan Cisoka dan Desa Nyompok Kecamatan Kopo Kabupaten Serang, batas Kecamatan Kopo dan Kecamatan Cisoka, serta batas Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. (Sabtu 26/07/2026).


Jembatan tersebut terbilang kokoh dan sangat rapih, namun versi beberapa orang menyebutnya termasuk seram dan mengerikan.







Warga yang tak ingin namanya disebut menerangkan " Dulu saat masih belum rame orang dan jembatannya masih belum sebagus ini, jarang orang yang berani lewat jembatan nyompok ini, karena sering diganggu makhluk halus" penuturan warga.


Penuturan warga lain juga menyebutkan bahwa " Di jembatan Nyompok ini dahulunya tempat begal , dan banyak yang mati di jembatan tersebut" kata warga.









Korban yang diganggu hantu atau jurig penunggu jembatan nyompok.

Penuturan warga " Kalau siang hari banyak mony*t berkeliaran di jembatan Nyompok, mereka seolah tidak takut dengan manusia yang lewat" terang warga.


Penerawangan dari ahli spiritual asal Cianjur yang menyoroti terkait jembatan Nyompok tersebut, lewat keahliannya menembus alam ghaib menyebutkan "Ada tiga  Kuburan tua  yang ada dibawah jembatan tersebut ditimbun, dua kuburan orang dewasa dan satu lagi kuburan kecil, mungkin saat pembangunan jembatan pihak pelaksana tidak mengetahui jika ada kuburan yang dibangun saat proses pembuatan jembatan nyompok itu, makanya mereka kalau malam hari selalu mengganggu warga yang lewat, dalam bahasa gaibnya via ahli spiritual menyebutkan bahwa berpesan agar selalu menyalakan kelakson kendaraan saat melintas jembatan nyompok, karena para makhluk halus terkadang sedang bermain di atas jembatan atau samping jembatan " ujar ahli spiritual.


Kebenaran tersebut mungkin masih dianggap hal sesuatu yang tidak masuk akal, namun semua itu kembalikan lagi pada sudut pandang masing-masing.


Namun kita selaku manusia yang mempunyai agama, tentunya meyakini bahwa alam gaib atau dunia lain itu memang ada.


Dan manusia adalah makhluk yang sempurna, tentunya harus menunjukan sikap adab dan etikanya , baik dengan sesama manusia maupun bersama makhluk halus / gaib.


Korban menyarankan Jika melintas di jembatan nyompok baiknya jangan melamun,baca ayat-ayat suci Al-Qur'an yang kita hafal, agar hantu penunggu jembatan nyompok tidak menggangu. "  Himbau korban.


Sampai berita ini disiarkan hantu atau jurig penunggu jembatan nyompok belum ada itikad baik kepada korban.

Agung xbintangindo.com.

Laga 8 besar Turnamen Maung Cup III Family Gabus FC balik Kandang dengan Drama Adu Pinalti skor 4-3, KMPI Kopo FC Melenggang ke Semi Final

By On Sabtu, Juli 25, 2026





Kab. Serang, xbintangindo.com --

Turnamen sepak bola Maung Cup III tahun 2026 yang digelar di lapangan rumput hijau Curug sari Desa Cemplang kecamatan Jawilan kabupaten Serang Banten tak terasa sudah memasuki tahap laga 8 besar, Dilaga 8 besar Tim kesebelasan sepak bola Family Gabus FC harus terhenti dan pulang kandang setelah drama adu pinalti di menangkan tim kesebelasan KMPI Kopo FC dengan skor akhir 4-3. Sabtu. 25 juli 2026.


Skor 4-3 membawa KMPI Kopo FC melenggang ke babak semi-final, sedangkan family Gabus FC harus ikhlas menelan pil pahit terhenti di babak 8 besar.


Drama adu pinalti di lakukan panitia pelaksana karena didalam pertandingan sepak bola Family Gabus FC vs KMPI Kopo FC sampai waktu yang ditentukan dan Pluit panjang sudah di tiup oleh wasit skor tidak berubah tetap seri 0-0.


_ sesi pertandingan sepak bola saat 16 besar sampai saat ini sudah diberlakukan sistem gugur, maka dari itu tim kesebelasan ditahap mendekati Final menurunkan pemain-pemain Andalannya, untuk tim yang maju kebabak berikutnya saya panitia mengucapkan selamat, kepada tim kesebelasan yang kalah, jangan berkecil hati masih ada turnamen sepak bola Maung Cup selanjutnya, tetap semangat dan mari kita menjaga sportivitas." Ujar Panitia Maung Cup III.

Renggo aman xbi//.*

"Korupsi " di Proyek SAB di Desa Bojongloa Cisoka Mulai Nampak

By On Sabtu, Juli 25, 2026






Kab. Tangerang - xbintangindo.com --

proyek Sarana Air Bersih (SAB) yang berlokasi didepan Mushola Nurul Iman kampung Cibugel RT 022/002 Desa Bojongloa kecamatan Cisoka kabupaten Tangerang Banten yang saat ini sedang berjalan sekitar 4 hari sudah mulai nampak bintik-bintik Dugaan " korupsinya" pasalnya di lokasi kegiatan dinas maupun pelaksana selaku pemenang tender tidak memasang papan informasi publik (PIP) atau papan proyek, disinyalir mereka sengaja menyembunyikan nama pemenang tender dan nilai anggaranya dari kaca mata masyarakat, Sabtu (25/7/2026) Siang.









sesuai UUD keterbukaan informasi publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008 dan perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 tahun 2012 yang dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek. " Ujar salah satu warga kecamatan Cisoka.


" Pada kelengkapan K3 juga seperti Helm, Rompi, sepatu boot pelaksana proyek yaitu pemenang tender tidak menyediakan kelengkapan untuk pekerjanya, diduga pemenang tender tidak membelinya, berarti dugaan saya uang untuk membeli Perlengkapan K3 utuh tidak dibelanjakan. " Gumam Agi aktivis kabupaten Tangerang.


 "Minimnya pengawasan dari Dinas pemukiman kabupaten Tangerang saat pelaksanaan pembangunan SAB Bojong loa, dilihat dari nilai belanja jenis material, seperti material semen pemenang tender diduga membeli semen murah (merk Jakarta) dibawah harga satuan Rencana Anggaran Biaya Pada umumnya. " Tuturnya 


" Pengecoran tiang SAB pelaksana proyek menggunakan adukan secara manual, diduga tidak mengedepankan kadar mutu beton, jelas hal tersebut mengurangi pembelanjaan pengeluaran pada harga satuan pada RAB." Tutur Agi.


Dugaan saya pembangunan SAB di Desa Bojong loa ini akan terjadi korporasi jahat dan dugaan saya akan di " korupsi " oleh pemenang tender, atau pelaksana proyek penunjukan langsung dinas perkim kabupaten Tangerang." Ungkapnya.

Red Xbi//.*

PT. NETCOM Pasang Tiang internet diwilayah Desa Singamerta Ciruas Serang diduga Tak Kantongi izin Resmi

By On Sabtu, Juli 25, 2026










Foto : Beberapa tiang internet yang sudah terpasang di wilayah desa Singamerta oleh provider PT. Netcom.

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Maraknya pengusaha jaringan internet (wifi) yang belum mengantongi izin usaha yang resmi dari Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) daerah maupun pusat terus melenggang santai dalam menjalankan usahanya. Pasalnya usaha jaringan internet keuntungannya sangat menggiurkan dan mereka para pengusaha merasa nyaman dan tenang menjalankan aktivitas nya, karena selama ini tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat Jumat 24 juli 2026.


Menurut Aktivis kabupaten Serang Abdul Hafidz SH, jelas pemilik usaha provider jaringan internet yang dikenal saat ini (wifi) usaha tersebut pengusaha nya harus mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat melalui Diskominfo kabupaten/kota lalu provinsi sampai ke kementerian Kominfo. Jika mereka tidak mengantongi izin resmi tersebut berarti mereka usahanya tidak membayar pajak ke daerah maupun ke negara, hal tersebut usahanya dapat dikategorikan usaha ilegal karena dan merugikan negara. " Ujar Abdul Hafidz SH yang juga seorang pengacara muda berani.







Lanjut Hafidz, " Saya sarankan jika masyarakat melihat, menemukan kegiatan beberapa orang sedang melakukan aktifitas memasang tiang internet atau memasang kabel jaringan internet jangan takut tanyakan kegiatannya dan perizinan nya yang sudah dibuatnya, jika kegiatan tersebut mereka tidak mengantongi izin resmi lebih baik dihentikan sementara laporkan ke pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan terdekat agar ditindak tegas. " Kata Hafidz.


" Kalau tidak ada izin, jelas pengusaha jaringan internet wifi tersebut ilegal berarti tidak membayar pajak, tidak memberikan kontribusi kepada negara." Tuturnya.


Perlu diketahui PT. NETCOM saat ini sedang melakukan aktifitas memasang tiang internet yang konon katanya sebanyak 80 tiang diwilayah Desa Singamerta kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten.


Saat dikonfirmasi pengawas lapangan mengakui sudah ada izin dari Kepala desa setempat yaitu Desa Singamerta.

Red xbi//.*

"Ricuh" Laga Semi Final Maung Cup 3 Curug Sari Jawilan Pemain dan Penonton Saling Adu Jotos

By On Jumat, Juli 24, 2026

 







Foto : Kondisi di tengah lapangan sepak bola saat "Ricuh" di Laga Semi Final Maung Cup 3 Curug Sari Jawilan Pemain dan Penonton terlihat "Saling Adu Jotos"

SERANG – xbintangindo.com --

Pertandingan saat laga masuk tahap semi final di turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) "Maung Cup 3" yang digelar di lapangan Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang Banten berakhir dengan kericuhan hebat. Laga Semi puncak yang semula diharapkan menjadi pesta olahraga bagi warga justru berubah menjadi arena baku hantam yang melibatkan para pemain dan penonton saling adu jotos. Jumat. 24 juli 2026.






Ketegangan mulai memuncak di menit pertengahan jalannya pertandingan semi final yang berlangsung dengan tensi tinggi demi memperebutkan trofi "Maung Cup 3".


Menurut Ahmad salah satu warga Kecamatan Jawilan saat itu menonton pertandingan semi final di turnamen sepak bola Maung Cup 3 menjelaskan, " Pemain dan penonton Diduga akibat provokasi dan ketidakpuasan terhadap keputusan hasil di lapangan rumput hijau, perselisihan antar pemain dengan cepat menyulut emosi massa. Ujarnya.


" Situasi menjadi tidak terkendali ketika sejumlah penonton nekat menerobos masuk ke dalam lapangan, hingga aksi saling pukul dan adu jotos massa tidak terhindarkan tampak terlihat Aparat keamanan desa setempat dibantu panitia penyelenggara sempat kewalahan meredam amukan kedua belah pihak yang telanjur emosi. 


Akhirnya Kericuhan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi pencinta sepak bola lokal, mengingat ajang Maung Cup 3 yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan mempererat silaturahmi justru dinodai oleh aksi anarkis.Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak panitia penyelenggara bersama tokoh masyarakat dan aparat kepolisian setempat terlihat tengah melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bertikai, mudah-mudahan semua nya dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat bersama." Kata warga.


" Agak kecewa saja pak, lagi asyik-asyiknya nonton bola ehh.. malah rusuh, jadi kecewa nonton nya, kami nonton pertandingan sepak bola Maung Cup 3 ini gak geratis loh ...kami bayar...kami ingin nonton sepak bola di Maung Cup 3 ingin asyik dan menyenangkan, jadinya nonton orang "norak". Tutur warga lainnya.


 Kondisi terlihat pihak keamanan dan panitia pelaksana sedang melakukan Langkah tegas diambil guna meredam ketegangan susulan serta mengidentifikasi dalang utama di balik kericuhan yang mencoreng turnamen Maung Cup 3 di Kecamatan Jawilan tersebut.Sampai berita ini ditayangkan, awak media sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak panitia penyelenggara terkait kronologi detail dan sanksi lanjutan melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban.

Red xbi//.*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *