Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
 *PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional*

By On Senin, Februari 23, 2026






Banten, xbintangindo.com --

Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memicu perdebatan baru tentang arah kebijakan industri nasional.


Dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun, kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai pengadaan kendaraan operasional, tetapi juga sebagai cermin strategi negara dalam memanfaatkan belanja publik.


Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menilai, di balik rencana impor tersebut terdapat pertaruhan besar: apakah negara akan memperkuat basis produksi dalam negeri atau justru memperbesar ketergantungan pada produk impor.


Bendahara Umum Partai PRIMA, Ahmad Herwandi, menegaskan bahwa partainya mendukung penuh penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen distribusi logistik dan pangan di tingkat desa. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan pengadaan kendaraan tidak dilepaskan dari strategi industrialisasi nasional.


“Kami mendukung penguatan koperasi desa sebagai alat distribusi dan penggerak ekonomi rakyat. Tetapi belanja negara sebesar Rp 24 triliun lebih ini harus dilihat secara strategis. Jangan sampai niat memperkuat desa justru melemahkan industri nasional,” ujar Herwandi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026). 


*Kapasitas Produksi Nasional Dinilai Memadai*


Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kapasitas produksi kendaraan nasional mencapai sekitar satu juta unit per tahun, termasuk kendaraan niaga ringan seperti pikap. Kebutuhan 105.000 unit untuk program koperasi desa hanya sekitar 10 persen dari kapasitas tersebut.


Bagi Herwandi, angka ini menjadi dasar argumentasi bahwa industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.


Ia memperkirakan, jika pengadaan dilakukan melalui produksi lokal, dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai sekitar Rp27 triliun melalui efek berganda pada industri komponen, tenaga kerja, dan rantai pasok manufaktur.


“Kalau kapasitas nasional satu juta unit per tahun, maka kebutuhan 105 ribu unit itu sangat mungkin diproduksi di dalam negeri. Ini bukan sekadar soal teknis pengadaan, tapi soal keberpihakan pada ekosistem industri kita sendiri,” kata dia.


*Risiko Hilangnya Nilai Tambah*


Herwandi menilai, rencana impor utuh (completely built up/CBU) dari produsen India seperti Mahindra & Mahindra dan Tata Motors berpotensi mengalihkan sebagian besar nilai tambah ke luar negeri.


Industri otomotif nasional selama ini ditopang ratusan perusahaan komponen dan ribuan tenaga kerja, mulai dari sektor baja, plastik, karet, kelistrikan hingga logistik dan jasa pendukung. Jika pengadaan dilakukan secara impor utuh, maka peluang peningkatan kandungan lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga transfer teknologi dinilai menjadi terbatas.


Menurutnya, tanpa konsistensi kebijakan, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi, bukan basis produksi regional yang kuat.


“Belanja negara seharusnya menjadi alat ungkit. Kalau kita impor dalam bentuk utuh, nilai tambahnya lebih banyak dinikmati negara lain. Padahal kita punya basis industri yang cukup kuat,” tegasnya. 


*Persoalan Purna Jual dan Ketahanan Operasional*


Selain aspek industri, PRIMA juga menyoroti potensi persoalan layanan purna jual. Kendaraan operasional koperasi desa akan digunakan di wilayah dengan kondisi geografis beragam, termasuk daerah terpencil.


Herwandi menjelaskan, impor utuh tanpa basis produksi atau perakitan kuat di dalam negeri dinilai berisiko menimbulkan keterbatasan jaringan bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, hingga tingginya biaya perawatan akibat fluktuasi nilai tukar.


“Kalau suku cadang harus menunggu impor, koperasi bisa terganggu operasionalnya. Ini bukan sekadar beli mobil, tapi soal menjamin keberlanjutan distribusi logistik desa,” ujar dia. 


Sebaliknya, lanjut dia, jika pengadaan dilakukan melalui skema produksi atau perakitan dalam negeri (CKD/IKD), maka jaringan layanan purna jual, pelatihan teknisi lokal, hingga distribusi suku cadang dapat tumbuh di daerah.


Herwandi menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa dan penguatan industri nasional bukanlah dua agenda yang bertentangan. Perdebatan mengenai rencana impor 105.000 pikap ini pun menjadi ujian konsistensi arah kebijakan ekonomi nasional: apakah belanja publik akan menjadi katalis industrialisasi atau sekadar transaksi pengadaan semata.


“Desa harus kuat, industri juga harus kuat. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai strategi kedaulatan ekonomi bangsa. Belanja negara dalam jumlah besar harus memberi manfaat maksimal, baik bagi rakyat di desa maupun bagi pekerja dan industri di dalam negeri,” tutupnya.


*Rekomendasi PRIMA*


Sebagai solusi, PRIMA merekomendasikan agar pemerintah:

1. Mengutamakan produksi dalam negeri sepanjang kapasitas tersedia.

2. Mendorong skema perakitan lokal bila kerja sama dengan produsen asing tetap dilakukan.

3. Menerapkan kewajiban kandungan lokal (TKDN) secara progresif.

4. Memastikan pembangunan jaringan layanan purna jual nasional sebelum pengadaan dilakukan.

5. Mengintegrasikan program koperasi desa dengan strategi industrialisasi nasional.

Red xbi//.*

Komunitas Brionesia Banten Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan di KP3B

By On Senin, Februari 23, 2026



Banten, xbintangindo.com --

Momentun di bulan suci Ramadhan, beberapa komunitas menyisihkan sebagian rezekinya dan meluangkan waktunya untuk berbagi kepada sesama. Salah satunya komunitas Brionesia Banten Komunias ini, berbagi takjil di kota serang tempatnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) minggu. (22/02/2026).











Ratusan takjil mereka bagikan kepada para pengguna yang melintas kawasan KP3B untuk mengisi berbuka puasa. 


Bantuan takjil tersebut, berasal dari para anggota komunitas brionesia Banten yang suka rela dengan ikhlas sisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama dibulan Ramadhan yang suci ini.


Ari selaku Ketua Komunitas BrIonesia Banten saat dikonfirmasi wartawan mengatakan," para anggota  komunitas kami (brionesia Banten) menyisikan sedikit reskinya lalu dibelikan makanan untuk berbuka puasa (Takjil), ratusan takjil dibagikan untuk pengguna jalan yang melintas di KP3B, para tukang ojeg dan di bagikan kepada mereka." Kata Ari.


Ia berharap, kegiatan serupa bisa kembali mereka lakukan selama di bulan suci Ramadhan 1447 hijrah ini." Sambung Ari.


Salah satu Anggota komunitas brionesia Banten inisial R. menambah," semoga kita semua ini anak BrIonesia Banten selalu kasih umur panjang & kompak serta banyak Rizkynya & selalu bisa berbagi kepada yang membutuh kan, momen bulan suci Ramadhan ini indahnya berbagi, semoga kita semua sehat selalu dan kompak, SALAM BRIONESIA BANTEN," Tutur R.

Vino xbi//.*

Gerak Cepat...!" Satreskrim Polsek Pamarayan Amankan 4 Pelaku Pembacokan korban 3 Jari Putus

By On Senin, Februari 23, 2026








Foto : Empat Diduga Gengster Pelaku pembacokan korban 3 jari putus

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Kurang dari 24 jam Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pamarayan, polres serang, berhasil mengamankan empat (4) pelaku pembacokan yang mengakibatkan dua remaja mengalami luka bacok. (22/02/2026)


Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB di Kampung Ipik, 04 RT/RW 004/001, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.


Laporan pertama kali diterima oleh piket SPKT Polsek Pamarayan yang terhubung langsung dengan Call Center 110 Polres Serang.


Akibat kejadian tersebut, seorang pelajar berinisial A (15) mengalami luka serius pada bagian tangan hingga tiga jarinya putus akibat sabetan senjata tajam jenis golok. Sementara satu korban lainnya berinisial AD (13) mengalami luka bacok pada bagian punggung. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis.


Berdasarkan keterangan korban dan saksi, para pelaku diketahui dan dikenali. Tim kepolisian segera melakukan upaya pencarian dan penyelidikan intensif.


Saat ini, tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna proses hukum serta pengembangan kemungkinan adanya pelaku lain.

Wendry Chaniago xbi//.*

Aneh...!" Sudah 1 Bulan Puskesmas Gunung Kaler kab.Tangerang Kehabisan Stok Obat, Pasien Berobat disuruh Beli Obat Ke Apotek Terdekat

By On Senin, Februari 23, 2026






Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Ada-ada saja sudah 1 Bulan stok obat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Banten sampai kehabisan begitu seh..coloteh keluarga pasien yang baru saja orang tua nya berobat ke puskesmas Gunung Kaler..!" Senin, 23/02/26.








Keluarga pasien ND saat berobat ke puskesmas Gunung Kaler mengeluhkan kondisi stok obat sampai kosong sudah 1 Bulan belum dikirim-kirim dari Dinas kesehatan kabupaten Tangerang.


"Aneh aja pak, masa iya puskesmas Gunung Kaler sampai kehabisan stok obat begitu, apa lagi pegawainya bilang ke orang tua saya (pasien) saat periksa dan berobat ke puskesmas Gunung Kaler "untuk obat nya beli saja ke apotek terdekat, stok obat di sini (puskesmas Gunung Kaler - Red) kehabisan, sudah 1 Bulan ini obat-obatan belum dikirim dari dinas kesehatan," ujar keluarga pasien menirukan ucapan orang tua nya dan pegawai puskesmas Gunung Kaler.


Lanjut ND," kalau di puskesmas sampai kehabisan obat begitu, bagaimana bisa di katakan pusat kesehatan untuk masyarakat dan apa lagi sampai kehabisan stok obat sampai 1 bulan begitu, sebetulnya pemerintah daerah kabupaten Tangerang melalui dinas kesehatan mengapa sampai mengabaikan untuk kesehatan untuk masyarakat, seharusnya hal seperti itu diutamakan." Keluh keluarga pasien.


"Kalau setiap pasien yang berobat ke puskesmas Gunung Kaler harus beli obatnya ke apotek ya .kami keluarga pasien harus mengeluarkan biaya lagi dong, jadi kesehatan di kabupaten Tangerang tidak geratis." Tutur keluarga pasien.


Sampai berita ini disiarkan pihak puskesmas Gunung Kaler kabupaten Tangerang belum dapat dikonfirmasi.

Red xbi//.*

Puluhan Kios Pedagang di Pasar Labuan Kab. Pandeglang dilalap si jago merah Kerugian Mencapai Milyaran

By On Senin, Februari 23, 2026









Foto : kobaran api menghanguskan puluhan kios di pasar labuan.

Kab. Pandeglang, xbintangindo.com --

Puluhan Kios Pedagang di Pasar Labuan kabupaten Pandeglang Banten dilalap si jago merah, kerugian materiil ditaksir mencapai milyaran rupiah. Minggu, 22/02/26.






Diketahui api berkobar oleh warga dan pedagang dilokasi pasar labuan sekitar pukul. 17.30 wib (22/2/26). Setelah beberapa jam api berhasil dipadamkan setelah datang mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian kebakaran.


Menurut Ahmad Dhani saksi mata di lokasi kebakaran menjelaskan jika dirinya bersama pedagang lainnya melihat kobaran api dari kios yang berada di tengah pasar, puluhan kios tersebut menjual dagangan yang mudah terbakar seperti pakaian, kelontongan dari plastik dan bumbu-bumbu dapur." Ujar Ahmad Dhani.


Lanjut warga sekitar Saksi mata," banyak kios - kios pedagang pasar labuan yang terbakar kami belum mendapatkan data jumlah secara detail atau kongkritnya dari petugas pemadam kebakaran." Kata Saksi mata.


"Api dapat dipadamkan sekitar pukul. 19.30 wib berkat bantuan masyarakat, para pedagang pasar labuan dan beberapa mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian kebakaran. Untuk korban jiwa nihil (tidak ada).


Sampai berita ini disiarkan pihak pengelola pasar labuan dan petugas pemadam kebakaran belum dapat memberikan klarifikasi atau Statmannya.

Red xbi//.*


Subhanallah...!" Warga dan Pengiring Doa Penuhi Sebagian Jalan Nasional di Tahlilan Pertama alm. H. Johari bin H. Rebo (Mantan Kades Sumur Bandung Jayanti)

By On Senin, Februari 23, 2026








Foto : Warga dan pengiring doa penuhi tahlilan pertama alm. H. Johari bin H. Rebo sampai jalan raya nasional.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Kabar duka menyelimuti masyarakat Kampung Keramat, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tokoh masyarakat yang dihormati, H. Johari bin H. Rebo, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Minggu, 22 Februari 2026, sekitar pukul 14.20 WIB.

 






 



Almarhum yang merupakan warga RT 12 RW 05 dikenal luas sebagai sosok tokoh masyarakat yang aktif, bersahaja, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kampung Keramat dan Desa Sumur Bandung.


Sejak kabar wafatnya almarhum tersebar, rumah duka langsung dipadati oleh masyarakat dari berbagai wilayah. Warga berdatangan silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa, memanjatkan doa, serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

 

Menurut Bos Ro'i kolega bisnis almarhum H. Johari bin H. Rebo bahwa ALM. H. Johari bin H. Rebo dikenal sebagai rekan kerja bisnis dan sebagai orang tua.


"Selain rekan kerja bisnis almarhum H. Johari bin H. Rebo juga saya anggap seperti orang tua sendiri, beliau banyak mengajarkan saya tentang berbisnis, banyak wejangan-wejangan atau ide-ide dan saran-saran yang baik positif dalam berbisnis, yang sering beliau bilang jika berbisnis harus selalu semangat, menjaga kepercayaan, kejujuran dan kesabaran, kalimat itu yang selalu diucapkan almarhum kepada saya, almarhum adalah orang tua saya, semoga almarhum H. Johari bin H. Rebo ditempatkan di surganya Allah SWT, dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kesabaran." Ucap Bos Ro'i.


Lanjut bos Ro'i," kebaikan dan dedikasi yang tinggi serta baik kepada masyarakat Desa sumur bandung kecamatan Jayanti dan koleganya dapat dilihat dari banyaknya masyarakat dan kolega yang ikut pengiring sampai ke peristirahatan terakhir bahkan banyak pula yang sampai tahlilan pertama di penuhi oleh masyarakat dan pengiring doa hingga kejalan raya nasional mereka datang dan mendoakan dengan sukarela serta ikhlas." Ujar Bos Ro'i.

Red xbi//.*

Dugaan Pungutan LKS dan Penggantian Kursi di SDN Nambo Udik 1 Disorot, Berpotensi Langgar Aturan

By On Minggu, Februari 22, 2026






Serang – Dugaan pungutan terhadap siswa kembali mencuat di dunia pendidikan. Kali ini, isu tersebut mengarah ke SDN Nambo Udik 1, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.


Informasi yang diterima menyebutkan bahwa siswa kelas 1 hingga kelas 5 diduga diminta membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) secara mandiri. Selain itu, muncul pula dugaan bahwa apabila terdapat kursi sekolah yang rusak, siswa diminta mengganti dengan biaya mencapai Rp80.000.








Saat dikonfirmasi guna memastikan informasi tersebut, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.


Jika dugaan tersebut benar, praktik ini dinilai berpotensi bertentangan dengan aturan yang berlaku. Dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS, ditegaskan bahwa dana BOS digunakan untuk mendukung operasional sekolah, termasuk penyediaan bahan pembelajaran bagi peserta didik.


Sekolah negeri juga dilarang melakukan pungutan yang membebani siswa maupun orang tua.Selain itu, berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, ditegaskan bahwa:


Sekolah dan komite dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali.Sumbangan hanya dapat bersifat sukarela, tidak ditentukan jumlahnya, serta bukan kewajiban.


Dengan demikian, kewajiban membeli LKS maupun mengganti kursi dengan nominal tertentu dapat dikategorikan sebagai pungutan yang membebani peserta didik.


Dalam ketentuan juknis BOS, pelanggaran penggunaan dana maupun praktik pungutan liar dapat berujung pada sejumlah sanksi, di antaranya:

Pengembalian dana

Penghentian penyaluran BOS

Pemberian sanksi administratif kepada kepala sekolah

Proses hukum apabila mengarah pada pungutan liar (pungli)


Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik.


Hingga berita ini diterbitkan, Jurnalkuhp masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak SDN Nambo Udik 1 maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Serang agar informasi dapat disajikan secara berimbang.


Mencuatnya dugaan pungutan ini juga menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan Kabupaten Serang diharapkan segera turun tangan melakukan pembinaan dan pengawasan agar sekolah-sekolah tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta tidak membebani peserta didik dengan pungutan yang berpotensi melanggar aturan.

*Kunjungan ke Banten, Menteri Nusron Dorong Peran Aktif Nadzir Dalam Sertipikasi Wakaf, Cegah Konflik Lahan*

By On Minggu, Februari 22, 2026




Serang - xbintangindo.com

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis menerima kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid dalam rangka percepatan sertipikasi tanah wakaf, Jumat, (20/2/2026).


Rangkaian kunjungannya di Provinsi Banten diawali dengan silaturahmi ke Pondok Pesantren Abuya Dimyathi, Kampung Cidahu, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Ia mengikuti pengajian bersama Abuya Muhtadi dan para santri. Selanjutnya, Menteri Nusron melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, didampingi Gubernur Banten Andra Soni beserta jajaran.


Bertempat di Aula MUI Provinsi Banten, Menteri Nusron menyerahkan 13 sertipikat tanah wakaf untuk rumah ibadah dan Lembaga pendidikan kegamaansekaligus menyaksikan penandatanganan kerja sama percepatan sertipikasi tanah wakaf antara Kanwil BPN Provinsi Banten dengan PWNU Provinsi Banten serta Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten.


Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri Nusron mengungkapkan bahwa di Provinsi Banten terdapat sekitar 24.000 tempat ibadah, terdiri dari lebih kurang 9.000 masjid dan 12.000 musholla. Dari jumlah tersebut, tanah wakaf yang sudah terdaftar dalam Siwak (Sistem Informasi Wakaf) berjumlah 15.000, dan sekitar 8.500 di antaranya sudah memiliki sertifikat. Ini berarti sekitar 57% tanah wakaf di Banten sudah bersertifikat. “Sisanya yang belum disertifikasi, saya harap dapat diselesaikan tahun depan,” ujar Menteri Nusron.


Ia juga menjelaskan bahwa salah satu kendala utama dalam proses sertifikasi tanah wakaf adalah rendahnya kesadaran para nadzir (pengelola wakaf), serta banyaknya wakif (pemberi wakaf) yang sudah meninggal dunia. “Rata-rata masalah yang dihadapi adalah kesadaran, dan banyak wakif yang telah wafat, sementara administrasi warisan wakaf (AIW) tidak lengkap atau hilang,” ujar Menteri.


Menurutnya, Provinsi Banten memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan banyak Proyek Strategis Nasional (PSN). Kenaikan nilai tanah berpotensi memicu konflik, terutama pada tanah wakaf yang belum memiliki kepastian hukum atau ketika wakif telah wafat dan terjadi perbedaan pandangan di antara ahli waris. “Kalau tidak segera dituntaskan sertifikasi dan kepastian hukumnya, sementara harga tanah terus meningkat, saya khawatir akan muncul konflik,” ujarnya.


Untuk itu, Kementerian ATR/BPN mengajak MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk bergotong royong mempercepat proses sertipikasi tanah wakaf. "Karena itu saya minta tolong ini dikeroyok, Menteri Nusron. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme isbat wakaf bekerja sama dengan Kementerian Agama dan pengadilan agama guna menyelesaikan persoalan administrasi bagi tanah wakaf yang belum terdokumentasi dengan baik.


Menanggapi hal tersebut, Harison mengatakan dengan dilakukannya penandatanganan kerjasama menjadi salah satu solusi percepatan sesuai arahan Menteri ATR/BPN. "Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh Bapak Menteri dan Bapak Gubernur Banten merupakan bentuk komitmen kami agar seluruh tanah wakaf di Banten tersertipikatkan. Ke depannya MoU serupa akan kami lakukan dengan organisasi keagamaan lainnya," jelasnya.


Kegiatan turut dihadiri Ketua MUI Banten, Bazari Syam; serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Amrullah; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten beserta jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten.(Oman ncek)

Genk Motor Berulah Kembali 3 Jari Tangan Warga Panayagan Bandung Serang Putus

By On Minggu, Februari 22, 2026








Kab. Serang, xbintangindo.com --

Seorang pemuda kampung Panayagan Desa Bandung Baboko Kecamatan Bandung kabupaten Serang Banten menjadi korban keganasan Gengster diwilayah Bandung Baboko, korban mengalami luka pada tangan kiri, 3 jarinya putus akibat menangkis sabetan golok yang hendak mengenai kepalanya. Sabtu,21/02/26.







Korban menjelaskan jika dirinya dengan teman-temannya sedang duduk-duduk di daerah kampung Panayagan Desa Bandung Baboko tiba-tiba puluhan orang datang membawa motor dan mengacungkan senjata tajam jenis golok.


Ya....pak semalam saya dan teman-teman dikeroyok oleh puluhan orang memakai masker semuanya mereka membabi buta membacok pemuda Panayagan yang sedang duduk-duduk di warung pinggir jalan, karena tidak ada persiapan makanya ketika Genk motor tersebut menyerang saya, saya hanya bisa menangkis sabetan golok yang menyerang kepala saya." Kata korban.


Lanjut korban," gegara menangkis golok 3 Jari Tangan saya putus, saya gak kenal pelaku semalam mereka pada pake masker." Sambung korban.


Warga berharap kepada pihak kepolisian agar mengungkap menangkap pelaku pembacokan warga kami yang menjadi korban. Keganasan Gengster diwilayah Bandung Baboko. Harapnya.

Aman xbi//.*

Polsek Cikande  Kembali Gelar Blue Light Patrol Hingga Menjelang Sahur Untuk Menjaga Kondusivitas Bukan Suci Ramadhan,

By On Minggu, Februari 22, 2026






Kab, Serang xbintangindo.com

Guna memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif selama bulan suci Ramadan, Polsek Cikande Polres Serang menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui skema Blue Light Patrol. Langkah preventif ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah.


Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikande, AKP Tatang, SH. Personel menyisir berbagai titik vital mulai dari selesainya ibadah salat Tarawih hingga memasuki waktu sahur, saat aktivitas masyarakat dan potensi kerawanan meningkat.


Patroli menyasar sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat keramaian maupun titik rawan gangguan keamanan, di antaranya:


Pusat Keramaian & Ibadah: Pengamanan di sekitar masjid-masjid dan area perbelanjaan guna mengantisipasi tindak kriminal di tengah kerumunan.


Antisipasi 3C: Pemantauan intensif di lokasi-lokasi rawan Curat (Pencurian dengan Pemberatan), Curas (Pencurian dengan Kekerasan), dan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor).


Balap Liar & Tawuran: Pengawasan di jalan-jalan protokol yang berpotensi menjadi ajang balap liar serta pemantauan area perbatasan wilayah untuk mengantisipasi aksi tawuran dan fenomena "perang sarung".


Kapolsek Cikande AKP Tatang menegaskan bahwa Blue Light Patrol ini merupakan komitmen Polri dalam menjaga kenyamanan beribadah umat Muslim di wilayah hukum Polsek Cikande.


Blue Light Patrol dibagi 2 regu wilayah Utara  perbatasan Polsek Kopo, Jawilan, Pamarayan dan wilayah Selatan  mulai dari Desa Parigi, Songgom, Koper perbatasan Polsek Carenang dan Kibin, Sukamaju, Ketos sampai perbatasan Polsek Kragilan.


"Kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, agar kami hadir di tengah masyarakat mulai dari setelah Tarawih hingga menjelang sahur untuk memastikan situasi tetap terkendali. Kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan serta mencegah aksi remaja seperti balap liar dan perang sarung yang kerap meresahkan warga," ujar AKP Tatang pada Sabtu malam Minggu 21 Februari 2026


AKP Tatang juga menambahkan bahwa terciptanya Kamtibmas yang kondusif adalah prioritas utama agar masyarakat dapat menjalankan rangkaian ibadah Ramadan dengan nyaman dan khusyuk.

Polsek Cikande juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *