Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Paviliun Indonesia Gamescom 2025 : Karya Anak Bangsa Unjuk Gigi di Panggung Games Dunia

By On Sabtu, Agustus 23, 2025








KBRI Berlin bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta KJRI Frankfurt menghadirkan Paviliun Indonesia yang menampilkan 10 studio dan developer gim terbaik Tanah Air di Gamescom 2025. Pameran ini merupakan pameran gim skala global terbesar di Kota Köln, Jerman, berlangsung pada  20-22 Agustus 2025. Kesepuluh gim developer dan penyedia jasa platform digital Indonesia yang menjadi exhibitor pada Gamescom 2025 kali ini adalah Slab, Rizeros, Separuh Interaktiv, Digital Happiness, Agate, Busy Beaver, Joytify, Gu Studio, Kumagema, dan Gambir Studio.


Paviliun Indonesia yang digelar di Business Area, Köln Messe (Exhibition Centre) menjadi wadah bagi para talenta kreatif Tanah Air untuk memperkenalkan jasa pembuatan gim maupun produk gim berkualitas internasional kepada dunia.


Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital serta Asosiasi Gim Indonesia turut hadir di Gamescom 2025. Paviliun Indonesia dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya didampingi Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Berlin, Fajar Wirawan Harijo, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, Acting Konjen RI Frankfurt, Toary Worang, dan wakil dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Turut hadir dalam pameran Gamescom 2025 Ketua Asosiasi Gim Indonesia (AGI), Shafiq Husin.


Di sela-sela acara pembukaan Pameran, Menteri Ekonomi Kreatif berkesempatan melakukan pertemuan dengan Menteri Riset, Teknologi dan Ruang Angkasa Federal Jerman, Dorothee Bär; dan juga CEO GAME  (German Game Industry Association); pimpinan perusahaan Köln Messe (Exposition); wakil perusahaan “Microsoft”/ “X-Box”; dan perusahaan payment platform game “Xsolla”. Dari sejumlah pertemuan tersebut telah disepakati sejumlah langkah menuju penguatan dan peningkatan ekosistem pengembangan gim di Indonesia. 


Menteri Riefky dalam keterangan persnya mengungkapkan pertumbuhan industri gim menunjukkan tren positif. Saat ini terdapat lebih dari 150 juta pemain aktif di Indonesia dan sebagian besar di platform mobile. Industri ini juga menyerap lebih dari 180 ribu tenaga kerja dengan nilai pasar mencapai Rp 30 triliun atau setara 1,9 miliar dolar AS pada 2024.  "Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara dan peringkat 15 dunia," kata Menteri Riefky.


Partisipasi aktif Indonesia di Gamescom tahun ini juga diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor jasa pengembangan gim nasional. Peluang kerja sama jangka panjang dari kegiatan ini akan berdampak pada pertumbuhan industri gim nasional dan peningkatan kontribusi sektor jasa pada perekonomian Indonesia. 


Gamescom merupakan salah satu pameran dagang serta eksibisi gim terkemuka di dunia yang setiap tahunnya dilaksanakan di Kota Köln, Jerman. Untuk 2025, Gamescom mengangkat tema “Games: Perfect Entertainment“,  diikuti oleh lebih dari 1.462 exhibitors, menjadi rekor jumlah peserta tertinggi sejak pertama kali diadakan di Köln pada 2018 dan tercatat lebih dari 335.000 pengunjung.

Razia Tempat Hiburan Malam di Balaraja Center, Polisi Amankan LC dan Penjaga Bar

By On Sabtu, Agustus 23, 2025








TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja menggelar razia penyakit masyarakat di salah satu tempat hiburan malam kawasan Balaraja Center, Jumat malam (22/8/2025).


Operasi tersebut dilakukan atas perintah langsung Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas yang meresahkan.


Dalam razia itu, polisi berhasil mengamankan dua pemandu lagu (LC) dan dua orang penjaga bar. Keempatnya langsung digelandang ke Mapolsek Balaraja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kapolsek Balaraja Kompol Tedy Heru Murtianto melalui Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Ipda M. Rafly Syahrial, menyebut razia ini merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan.


“Razia ini perintah langsung dari Kapolresta Tangerang. Lokasi Balaraja Center jadi prioritas karena banyak laporan warga. Mereka yang terjaring akan diproses sesuai hukum,” kata Rafly.


Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M Indra Waspada menegaskan pihaknya akan terus menggelar operasi serupa di titik-titik rawan.


“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang meresahkan. Razia akan terus dilakukan demi menjaga kondusifitas wilayah,” tegasnya.


Polresta Tangerang memastikan razia berkala menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.

Ketua Umum LSM MAPPAKS Banten, " Kecam ' Tindakan Karim, Bangga Dan Oknum Ormas Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan

By On Jumat, Agustus 22, 2025

Serang, setelah menerima adanya laporan gerak cepat kepolisian polres serang menangkap dua orang pelaku pengeroyokan wartawan dan staf Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)


Kedua pelaku adalah sekuriti pabrik, Karim dan bangga di duga melakukan tindak kekerasan penganiayaan terhadap wartawan dan staf humas Kementerian KLH, di lokasi PT Genesis kabupaten Serang, Banten


"Sudah dua pelaku yang diamankan. Dua-duanya sekuriti internal," kata Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko 


Condro menyampaikan beberapa lainnya yang ikut terlibat. Ia tak menyampaikan berapa banyak orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.


"Nama lain untuk oknum ormas, identitasnya sudah kami kantongi dan masih dalam pengejaran. Insyaallah hari ini sudah kami tangkap," ungkapnya


Terpisah, Jumat 22 Agustus 2025, atas insiden tersebut, Eli Jaro Ketua Umum DPP LSM MAPPAKS Banten, mengecam keras tindakan pelaku yang dengan sadar melakukan penganiayaan terhadap wartawan


Korban Riski wartawan media online dan staf humas Kementerian KLH


" Pelaku tidak bisa di tolerir, karena tindakannya telah menciderai hak dan kebebasan orang lain yang sedang menjalankan tugasnya "


Rencananya Eli Jaro, dalam orasinya berantas preman jangan kasih tempat untuk pelaku kekerasan, akan mengawal kasusnya sampai putusan hakim


" Kami bersama rekan - rekan atas nama kepedulian akan terus mengawal kasus ini sampai putusan hakim pengadilan, dan kami yakin terhadap penegakan hukum terkait prilaku preman, dalam wilayah hukum polres serang tiada tempat buat para preman" Tegasnya.

Wartawan Serang Timur Gelar Aksi Solidaritas, Desak Polres Serang Usut Tuntas Kasus Pemukulan Jurnalis di Jawilan, Dalangnya Tangkap dong pak Kapolres..!"

By On Jumat, Agustus 22, 2025






Kab. Serang – xbintangindo.com --

Puluhan Wartwan Serang Timur  menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres), aksi solidaritas ini dilakukan sebagai bentuk protes keras dan desakan agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas dalang kasus pengeroyokan yang menimpa salah satu rekan jurnalis saat meliput kegiatan di PT Genesis, Jawilan, Kabupaten Serang.





Insiden pemukulan yang terjadi pada 21 Agustus 2025 tersebut menimpa seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Saat itu, ia tengah meliput kegiatan peninjauan yang dilakukan oleh tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di lokasi PT Genesis. Tanpa alasan yang jelas, korban tiba-tiba dikeroyok oleh sekelompok orang, menyebabkan ia mengalami luka-luka.


Dalam orasinya, koordinator aksi, Angga, menyatakan bahwa tindakan kekerasan ini adalah ancaman serius terhadap kebebasan pers dan demokrasi. "Kami mengutuk keras tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga serangan terhadap pilar keempat demokrasi," tegasnya.


Menuntut agar Polres Serang segera menangkap dan memproses hukum para pelaku pengeroyokan, termasuk aktor intelektual atau dalang di balik insiden tersebut. Aksi ini menegaskan komitmen para jurnalis untuk tidak gentar dalam menyuarakan kebenaran dan menuntut keadilan bagi rekan mereka.


"Kami berharap pihak kepolisian dapat bekerja profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. Tangkap semua pihak yang terlibat agar kebebasan pers di Indonesia, khususnya di Serang, tetap terjaga," pungkas Angga.

Red xbi//.*

*Ketua GWI DPD Banten Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis: Arogansi Kekuasaan dan Kegagalan Penegakan Hukum!*

By On Jumat, Agustus 22, 2025







Serang, xbintangindo.com --

Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami sejumlah jurnalis saat meliput penyegelan pabrik milik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kampung Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.pada Kamis (21/8/2025).


Samsul Bahri Ketua DPD GWI (Gabungnya wartawan Indonesia) menyatakan sikap mengutuk keras tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum keamanan pabrik.


 “Kami mendesak Polres Serang dan Polda Banten agar mengungkap serta menangkap para pelaku kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas keamanan PT GRS," Cetus Samsul.


Insiden kekerasan terjadi saat wartawan sedang melakukan peliputan atas penyegelan pabrik PT GRS oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Beberapa wartawan mengalami luka-luka akibat aksi kekerasan tersebut dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.


Kekerasan terhadap jurnalis di Serang bukanlah insiden biasa, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik. Kasus dugaan pengeroyokan yang dialami jurnalis saat meliput penyegelan pabrik PT GRS oleh oknum keamanan menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan hukum bagi insan pers di Indonesia.


 Ironisnya, insiden ini terjadi saat jurnalis sedang menjalankan tugas yang dijamin oleh Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999.


​Pertanyaannya, mengapa masih ada oknum yang berani melakukan tindak kekerasan sebrutal itu di tengah tugas yang dilindungi undang-undang? Jawabannya terletak pada lemahnya penegakan hukum. ujar Samsul Bahri.


Desakan dari Ketua GWI DPD Banten untuk mengusut tuntas kasus ini seharusnya tidak perlu terjadi jika aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Serang dan Polda Banten, proaktif dalam melindungi kebebasan pers. Jika pihak berwenang tidak segera bertindak, ini akan mengirimkan sinyal berbahaya: bahwa kekerasan terhadap pers adalah hal yang bisa ditoleransi, dan pelaku kekerasan akan lolos dari jerat hukum.


*​Kekerasan sebagai Ancaman terhadap Demokrasi*


​Tindakan oknum keamanan PT GRS ini bukan hanya serangan fisik terhadap individu jurnalis, melainkan juga serangan langsung terhadap pilar demokrasi.


" Pers adalah pilar keempat yang bertugas mengawasi jalannya pemerintahan dan kepentingan publik. Ketika jurnalis dihalang-halangi, bahkan dipukuli, saat meliput penyegelan sebuah pabrik—sebuah isu yang sangat relevan dengan lingkungan hidup dan kepentingan masyarakat—itu berarti ada upaya untuk membungkam kebenaran.


​Tindakan ini jelas merupakan bentuk arogansi kekuasaan, di mana pihak-pihak yang merasa terganggu oleh liputan media menggunakan kekerasan sebagai alat untuk mengendalikan narasi," Tegas Samsul


Jika kekerasan seperti ini dibiarkan, maka kebebasan pers akan mati secara perlahan. Jurnalis akan hidup dalam ketakutan, dan masyarakat akan kehilangan akses terhadap informasi yang akurat dan berimbang. Inilah mengapa kasus ini tidak boleh dianggap remeh; ini adalah ujian bagi komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi kebebasan berpendapat dan berekspresi.


“Kami meminta seluruh rekan-rekan jurnalis untuk bersolidaritas dan bersama-sama melawan kekerasan terhadap pers. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap kebebasan pers secara keseluruhan,” tutup Samsul. Jumat (22/8/25).

(RedaksiTim)

Ketum dan Anggota Pormasi Cikoja kab. Serang mengutuk keras Aksi Brutal keamanan PT. Genesis Regeneration Semiling Terhadap jurnalis saat Liputan Sidak Kementerian LH

By On Jumat, Agustus 22, 2025

Ustadz Ujang Supriyatna 

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Ustadz Ujang Supriyatna Ketua umum Pormasi Cikoja kabupaten Serang (wadah perkumpulan aktivis kabupaten Serang) meminta kepolisian mengusut tuntas terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Cemplang Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.


"Kami mendesak kepolisian polres Serang Polda Banten dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," kata Ketuan umum Pormasi Cikoja kabupaten Serang.


Peristiwa kekerasan terhadap wartawan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, sebab mereka tugas di lapangan dilindungi Undang-Undang Pers.


Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis (21/8).


Oleh karena itu, pihaknya mengutuk dan mengecam atas pengeroyokan yang dilakukan pihak keamanan PT GRS.


Selain itu juga kekerasan yang dialami wartawan agar secepatnya diproses kepolisian.


Sebab, insiden ini melukai semangat kebebasan pers dan wartawan di Banten berduka atas kekerasan tersebut.


Bahkan, beberapa wartawan tersebut luka - luka akibat kekerasan dan dilakukan pengobatan di rumah sakit.


"Kami minta teman-teman wartawan bersatu dan menyuarakan perlawanan terhadap aksi kekerasan itu," katanya menjelaskan.

Apeng xbi//.*

Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis, SMSI Serang Minta Polisi Usut Tuntas Pelaku dan Dalang Aksi*    *Insiden di PT Genesis, SMSI Serang: Kekerasan pada Jurnalis Adalah Ancaman terhadap Demokrasi*    *Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serang Mengutuk Keras Aksi Kekerasan terhadap Jurnalis*

By On Jumat, Agustus 22, 2025










Serang – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serang mengecam keras insiden pemukulan terhadap seorang jurnalis saat meliput kegiatan peninjauan oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di lokasi PT Genesis, Jawilan, Kabupaten Serang. Kejadian nahas ini terjadi pada Kamis, 21 Agustus 2025.


Ketua SMSI Kabupaten Serang, Wisnu Anggoro, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima dan mencederai kebebasan pers. “Kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh preman bayaran dari PT Genesis. Aksi ini jelas-jelas mengancam keselamatan jurnalis dan merupakan upaya pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalistik,” ujar Wisnu Anggoro.


Kejadian ini berawal saat tim KLHK bersama jurnalis tersebut hendak melakukan penutupan sementara terhadap PT Genesis. Penutupan ini merupakan tindak lanjut dari dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan. Namun, saat berada di lokasi, jurnalis yang sedang bertugas malah mendapat perlakuan kasar dan pemukulan.


SMSI Kabupaten Serang mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku serta dalang di balik aksi kekerasan tersebut. 


Lanjut, Wisnu Anggoro menegaskan, “Kami meminta agar pihak berwajib tidak ragu menindak tegas pelaku dan mereka yang menyuruhnya. Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap pilar demokrasi dan kebebasan pers yang harus dilindungi.”


SMSI Kabupaten Serang juga menyerukan kepada seluruh insan pers untuk tetap solid dan tidak gentar dalam menjalankan tugas jurnalistik. Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi semua pihak, terutama aparat penegak hukum, untuk memastikan keamanan dan perlindungan bagi jurnalis di lapangan

Kapolda Banten didampingi Kapolres Cilegon Hadiri Penutupan TMMD ke-125 TA 2025 di Kota Cilegon

By On Jumat, Agustus 22, 2025







Cilegon – Kapolres Cilegon, AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si mendampingi Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki,  menghadiri acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Lapangan Kantor Panti Rehabilitasi Terpadu Dinas Sosial Kota Cilegon, Link. Perigi, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber. Kamis (21/8/2025).


Kegiatan penutupan TMMD ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dengan mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”


Acara turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, di antaranya Irjenad Letjen TNI Erwin Jatniko, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Walikota Cilegon H. Robinsar, serta unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.


Dalam kesempatan itu, Kapolres Cilegon menegaskan bahwa Polri mendukung penuh program TMMD sebagai bentuk sinergi nyata antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan.


“TMMD ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan TNI–Polri bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun desa, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memperkuat ketahanan nasional,” ungkap AKBP Martua.


Ia juga menyampaikan bahwa hasil TMMD di wilayah Kodim 0623/Cilegon, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, drainase, hingga program sosial seperti rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu), penyediaan sumur bor, hingga penanaman ribuan pohon, akan memberi manfaat besar bagi masyarakat.


“Polres Cilegon siap mendukung keberlanjutan program ini dengan menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah, sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Kapolres.


Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam amanatnya menekankan bahwa TMMD merupakan salah satu motor percepatan pembangunan, sekaligus memperkuat solidaritas antara pemerintah, TNI–Polri, dan masyarakat. Ia juga menyinggung pentingnya program pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, serta peningkatan ketahanan pangan.


Penutupan TMMD ke-125 ini ditandai dengan penandatanganan berita acara hasil pelaksanaan TMMD, penyerahan bantuan sosial, serta sesi foto bersama.


Dengan kehadirannya dalam kegiatan ini, Kapolres Cilegon menegaskan komitmen Polres Cilegon untuk terus mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


“Semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga. TNI, Polri, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun negeri. Semoga hasil TMMD ini menjadi berkah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Ketua PWI Kabupaten Tangerang Kecam dan Tuntut APH Usut Tuntas Soal Pengeroyokan Wartawan

By On Jumat, Agustus 22, 2025










Kab. Tangerang - Terkait pengeroyokan yang dialami wartawan saat bertugas untuk liputan, PWI Kabupaten Tangerang meminta agar Aparat Penagak Hukum dapat menangkap dan menghukum sesuai dengan hukum yang berlaku. 



Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, saat sidak oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis, 21/8/25.



Senada dengan hal itu, Selly Loamena, Ketua PWI Kabupaten Tangerang mengecam tindakan pengeroyokan wartawan dan minta APH usut tuntas tanpa ada pandang bulu.



"Wartawan itu sebagai pilar bangsa, dan dilindungi oleh UUD Pers, saya minta APH bisa bertindak cepat agar oknum pelaku pengeroyokan tersebut segera tertangkap," tegasnya.



Ditambahkan Selly, dia juga berharap kepolisian setempat secepatnya memproses pelaku kekerasan itu secara hukum.



"Saya mendesak kepolisian setempat dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," pungkasnya.

POKJA AMJ Awak Media Jawilan Minta Kepolisian Usut Tuntas Kekerasan Terhadap jurnalis

By On Jumat, Agustus 22, 2025



 

     

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Ketua POKJA AMJ awak media jawilan  meminta kepolisian mengusut tuntas terhadap jurnalis yang mengalami pengeroyokan saat meliput penyegelan pabrik PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Cemplang kec Jawilan, Kabupaten Serang.


"Kami mendesak kepolisian polres Serang Polda Banten dapat mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT GRS itu," kata Ketuan POKJA AMJ  


Peristiwa kekerasan terhadap wartawan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, sebab mereka tugas di lapangan dilindungi Undang-Undang Pers.


Para wartawan yang mengalami kekerasan itu saat penyegelan pabrik PT GRS dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kamis (21/8).




Oleh karena itu, pihaknya mengutuk dan mengecam atas pengeroyokan yang dilakukan pihak keamanan PT GRS.


Selain itu juga kekerasan yang dialami wartawan agar secepatnya diproses kepolisian.


Sebab, insiden ini melukai semangat kebebasan pers dan wartawan di Banten berduka atas kekerasan tersebut.


Bahkan, beberapa wartawan tersebut luka - luka akibat kekerasan dan dilakukan pengobatan di rumah sakit.


"Kami minta teman-teman wartawan bersatu dan menyuarakan perlawanan terhadap aksi kekerasan itu," katanya menjelaskan.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *