Zaman Milenial Banyak Siswi Sekolah SMP-SMA Berdandan "Menor" Seperti Janda Anak Dua
On Senin, Mei 25, 2026
Gambar ilustrasi siswi SMA berdandan Menor.
Banten, xbintangindo.com --
Di zaman milenial ini kemajuan teknologi, pembangunan, penampilan sampai ke fashion sangat terlihat ditengah-tengah masyarakat, yang menjadi sorotan masyarakat kali ini tentang kecantikan wanita dan penampilannya.
Sorotan masyarakat dan netizen focus kepada banyaknya siswi-siswi SMP-SMA Berdandan berlebihan " Menor " kekhawatiran masyarakat jika hal tersebut dibiarkan dampaknya akan meningkat kasus pelecehan seksual.
Di media online mau pun media massa atau cetak sering diberitakan sekolah - sekolah di provinsi Banten didampingi pihak kepolisian babinkamtibmas sering melakukan edukasi dampak tidak baik dari berdandan / bersolek yang berlebihan alias "Menor" khususnya kepada siswi-siswi SMP-SMA, namun edukasi yang baik tersebut sepertinya belum maksimal, masih banyak siswi-siswi SMP-SMA di provinsi Banten yang bersolek berlebihan alias Menor.
Menurut Sekertaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten Serang Angga Apriya Siswanto SH pentingnya pembinaan dan pengawasan dari orang tua siswi itu sendiri. Senin, 25/05/26.
Zaman sekarang siswi-siswi SMP-SMA Berdandan Menor Bak Janda Anak Dua.
" Kalimat tersebut wajib para orang tua yang memiliki siswi SMP -SMA pahami, bahayanya jika siswi-siswi yang masih duduk di bangku SMP-SMA Berdandan Menor, mengundang syahwat, nafsu laki-laki berbuat tidak baik, dampaknya bisa jadi pelecehan seksual akhirnya pernikahan dini, sudah jelas jika masih sekolah, mereka jelas putus sekolah, yang merugi selain anak sekolahnya orang tua juga merugi." Ujar Angga.
" Pembinaan dan pengawasan dari pihak sekolah hanya sebatas di jam belajar saja atau saat di sekolah, waktu yang lebih banyak itu saat anak sekolah berada di rumah, peran serta dan penting selaku orang tua dalam mendidik, membina dan mengawasi kegiatan anak-anak yang masih sekolah, " sambung Angga
Angga Apriya Siswanto SH, berharap kepada dewan guru dan para orang tua awasi anak yang masih sekolahnya, larang dengan tegas jika siswi nya berdandan bersolek yang berlebihan"Menor" belum layak dan belum waktunya jika siswi-siswi berdandan menor. Mari kita selamatkan anak Indonesia dari bahaya berdandan/bersolek berlebihan. " Tutur orang nomor 2 di organisasi PWI kabupaten Serang.
Begitu juga disampaikan Ahmad Supriyadi alias Ahmad bewok, " langkah -langkah yang harus dilakukan dewan guru dan orang tua yaitu memberikan pembinaan, pengawasan salah satunya mengecek perlengkapan yang di bawa siswa-siswi selain alat tulis belajar perlengkapan kosmetik yang berlebihan seperti lipstik dan sunscreen, setelah itu memberikan nasehat dan edukasi terkait perundungan, pelecehan seksual dan pornografi." Kata Ahmad bewok.
Red xbi//.*












