Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Para Supir Mengeluh adanya Pungutan parkir berkarcis Rp. 5.000,-/Rit dikawasan Industri ABJ atau Olek Mengatasnamakan BUMDES Sentul Balaraja







Foto : karcis parkir yang dikeluarkan mengatasnamakan BUMDES "Sentul Smart " Desa Sentul Balaraja.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Dengan adanya petugas yang mengaku dari lembaga Desa setempat (BUMDES "Sentul Smart") meminta uang parkir berkarcis Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah) kepada para supir kendaraan di wilayah kawasan Industri ABJ atau sering disebut kawasan Industri Olek di keluhkan para supir, pasalnya uang jalan sang supir pas-pasan.jumat, 15/05/26.


Menurut Ade supir kendaraan truk barang dirinya dalam seminggu ngirim barang dan muat barang di salah satu perusahaan yang ada di kawasan olek bisa 3 kali.


" Semenjak adanya Pungutan parkir di kawasan Industri Olek Balaraja ini, terus terang saya pribadi mengeluh karena uang jalan yang diberikan oleh pengurus pas-pasan (ngepres) sedangkan kalau saya ngirim barang dalam sehari ke beberapa tempat tujuan semuanya  dipinta uang parkir kendaraan berkarcis bertuliskan dari lembaga - lembaga Desa masingmasing, kalau sehari 4 tempat parkir saya harus membayar sampai Rp. 20.000,- belum lagi jika ada parkir liar bisa lebih pengeluaran gak jelasnya, sedangkan bos tidak mau tau karcis yang saya ajukan tidak di ganti, akhirnya berkurang uang yang diberikan ke istri, " keluh Ade. Kamis, 14/05/26.


Masih dengan Ade, " semenjak adanya Pungutan parkir berkarcis dari lembaga Desa setempat jujur saya keberatan, kalau bukti karcisnya bisa dirembes atau diganti oleh bos seh saya mah oke-oke saja, gak masalah mau berapa juga nilai rupiahnya saya bayar, lah ini mah bos gak mau tau, bonyok saya pak kalau begini, uang jajan anak-anak saya berkurang..!" Ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan Agus supir kendaraan box, " jika saya harus bicara terkait pungutan uang parkir kendaraan di kawasan Industri Olek jujur saya dan teman-teman supir lainnya jelas mengeluh, hal tersebut pengeluaran yang diambil dari dompet sendiri pak...! Bos gak mau ganti, tapi kalau bayar uang parkirnya Rp. 2.000,- mungkin kami para supir tidak begitu terbebani, " kata Agus.


Lanjut Agus, " Yang jadi masalah dan para supir mengeluh itu, hampir semua tempat parkir di pinta uang parkir berkarcis dari lembaga-lembaga Desa setempat dengan nilai nyaris sama Rp. 5.000,- belum lagi tukang parkir liar yang Rp. 2.000,- an jadi banyak pengeluaran supir untuk uang parkir saja. Saya berharap kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah agar mengkaji dan mengevaluasi ulang bila perlu tindak tegas dugaan pungli berkedok lembaga Desa tersebut, kami para supir mengeluh. " Tuturnya.


" Seharusnya yang dipungut parkir itu mobil-mobil pribadi yang masuk ke kawasan Industri Olek, kalau mobil-mobil pribadi itu jelas orang berduit/uangnya banyak, kalau kami hanya uang jalan yang diberikan oleh bos, uang jalan tersebut untuk beli BBM, makan, parkir-parkir yang 2.000, sisanya paling Rp . 150.000 - Rp. 200.000, untuk diberikan kepada keluarga kami. Ya... kalau setiap hari dapat muatan terkadang kami 2 sampai 3 hari baru dapat muatan, jika dapat muatan si supir baru dapat uang jalan, " cerita sang supir.


Sampai berita ini disiarkan pihak BUMDES Sentul kecamatan Balaraja kabupaten Tangerang Banten belum dapat dikonfirmasi.

Red xbi//.*

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *