Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Sarwana Muda, Perduli dan Merakyat, Sosok pantas Jadi Pemimpin di Desa Lamaran Kec. Binuang Serang

By On Minggu, Juli 26, 2026

Sarwana alias Wana

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Yang di harapkan oleh masyarakat Desa Lamaran Kecamatan Binuang Kabupaten Serang Banten ternyata sudah berani muncul di publik menyatakan sikap jika dirinya siap mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran di tahun 2027 nanti. Minggu, 26 juli 2026.


Sarwana selalu mendoakan dan membantu tenaga, pemikiran untuk kemajuan Desa lamaran bahkan materil pun digelontorkannya dengan semampunya, semoga cita-cita nya untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat dikabulkan oleh masyarakat Desa Lamaran dan dikabulkan oleh Allah SWT...amin..!" Ucap beberapa warga Desa Lamaran.


Begitu pula dikatakan warga Desa Lamaran lainnya ." kini warga Desa Lamaran sudah pintar-pintar dan paham, dalam mencari sosok pemimpin di wilayah nya, bibit, bobot, mada, berani, perduli dan banyak pengalamannya gak ada lagi sosok itu ada di kang Sarwana, mudah-mudahan kang Sarwana atau kang Wana Tulus mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran, insya Allah dengan hati yang tulus saya akan bantu sekuat tenaga saya dan pemikiran untuk menjadikan kang wana sebagai kepala Desa Lamaran." Tegas warga.


Saat dikonfirmasi wartawan Sarwana yang biasa di panggil kang Wana siap untuk kemajuan Desa Lamaran.


" Saya siap mencalonkan diri sebagai kepala Desa Lamaran, mohon doa' dan dukungannya, bersama-sama memajukan Desa Lamaran." Katanya singkat.

Red xbi//.*

Laga 8 besar Turnamen Maung Cup III Family Gabus FC balik Kandang dengan Drama Adu Pinalti skor 4-3, KMPI Kopo FC Melenggang ke Semi Final

By On Sabtu, Juli 25, 2026





Kab. Serang, xbintangindo.com --

Turnamen sepak bola Maung Cup III tahun 2026 yang digelar di lapangan rumput hijau Curug sari Desa Cemplang kecamatan Jawilan kabupaten Serang Banten tak terasa sudah memasuki tahap laga 8 besar, Dilaga 8 besar Tim kesebelasan sepak bola Family Gabus FC harus terhenti dan pulang kandang setelah drama adu pinalti di menangkan tim kesebelasan KMPI Kopo FC dengan skor akhir 4-3. Sabtu. 25 juli 2026.


Skor 4-3 membawa KMPI Kopo FC melenggang ke babak semi-final, sedangkan family Gabus FC harus ikhlas menelan pil pahit terhenti di babak 8 besar.


Drama adu pinalti di lakukan panitia pelaksana karena didalam pertandingan sepak bola Family Gabus FC vs KMPI Kopo FC sampai waktu yang ditentukan dan Pluit panjang sudah di tiup oleh wasit skor tidak berubah tetap seri 0-0.


_ sesi pertandingan sepak bola saat 16 besar sampai saat ini sudah diberlakukan sistem gugur, maka dari itu tim kesebelasan ditahap mendekati Final menurunkan pemain-pemain Andalannya, untuk tim yang maju kebabak berikutnya saya panitia mengucapkan selamat, kepada tim kesebelasan yang kalah, jangan berkecil hati masih ada turnamen sepak bola Maung Cup selanjutnya, tetap semangat dan mari kita menjaga sportivitas." Ujar Panitia Maung Cup III.

Renggo aman xbi//.*

PT. NETCOM Pasang Tiang internet diwilayah Desa Singamerta Ciruas Serang diduga Tak Kantongi izin Resmi

By On Sabtu, Juli 25, 2026










Foto : Beberapa tiang internet yang sudah terpasang di wilayah desa Singamerta oleh provider PT. Netcom.

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Maraknya pengusaha jaringan internet (wifi) yang belum mengantongi izin usaha yang resmi dari Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) daerah maupun pusat terus melenggang santai dalam menjalankan usahanya. Pasalnya usaha jaringan internet keuntungannya sangat menggiurkan dan mereka para pengusaha merasa nyaman dan tenang menjalankan aktivitas nya, karena selama ini tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat Jumat 24 juli 2026.


Menurut Aktivis kabupaten Serang Abdul Hafidz SH, jelas pemilik usaha provider jaringan internet yang dikenal saat ini (wifi) usaha tersebut pengusaha nya harus mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat melalui Diskominfo kabupaten/kota lalu provinsi sampai ke kementerian Kominfo. Jika mereka tidak mengantongi izin resmi tersebut berarti mereka usahanya tidak membayar pajak ke daerah maupun ke negara, hal tersebut usahanya dapat dikategorikan usaha ilegal karena dan merugikan negara. " Ujar Abdul Hafidz SH yang juga seorang pengacara muda berani.







Lanjut Hafidz, " Saya sarankan jika masyarakat melihat, menemukan kegiatan beberapa orang sedang melakukan aktifitas memasang tiang internet atau memasang kabel jaringan internet jangan takut tanyakan kegiatannya dan perizinan nya yang sudah dibuatnya, jika kegiatan tersebut mereka tidak mengantongi izin resmi lebih baik dihentikan sementara laporkan ke pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan terdekat agar ditindak tegas. " Kata Hafidz.


" Kalau tidak ada izin, jelas pengusaha jaringan internet wifi tersebut ilegal berarti tidak membayar pajak, tidak memberikan kontribusi kepada negara." Tuturnya.


Perlu diketahui PT. NETCOM saat ini sedang melakukan aktifitas memasang tiang internet yang konon katanya sebanyak 80 tiang diwilayah Desa Singamerta kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten.


Saat dikonfirmasi pengawas lapangan mengakui sudah ada izin dari Kepala desa setempat yaitu Desa Singamerta.

Red xbi//.*

"Ricuh" Laga Semi Final Maung Cup 3 Curug Sari Jawilan Pemain dan Penonton Saling Adu Jotos

By On Jumat, Juli 24, 2026

 







Foto : Kondisi di tengah lapangan sepak bola saat "Ricuh" di Laga Semi Final Maung Cup 3 Curug Sari Jawilan Pemain dan Penonton terlihat "Saling Adu Jotos"

SERANG – xbintangindo.com --

Pertandingan saat laga masuk tahap semi final di turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) "Maung Cup 3" yang digelar di lapangan Curug Sari, Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang Banten berakhir dengan kericuhan hebat. Laga Semi puncak yang semula diharapkan menjadi pesta olahraga bagi warga justru berubah menjadi arena baku hantam yang melibatkan para pemain dan penonton saling adu jotos. Jumat. 24 juli 2026.






Ketegangan mulai memuncak di menit pertengahan jalannya pertandingan semi final yang berlangsung dengan tensi tinggi demi memperebutkan trofi "Maung Cup 3".


Menurut Ahmad salah satu warga Kecamatan Jawilan saat itu menonton pertandingan semi final di turnamen sepak bola Maung Cup 3 menjelaskan, " Pemain dan penonton Diduga akibat provokasi dan ketidakpuasan terhadap keputusan hasil di lapangan rumput hijau, perselisihan antar pemain dengan cepat menyulut emosi massa. Ujarnya.


" Situasi menjadi tidak terkendali ketika sejumlah penonton nekat menerobos masuk ke dalam lapangan, hingga aksi saling pukul dan adu jotos massa tidak terhindarkan tampak terlihat Aparat keamanan desa setempat dibantu panitia penyelenggara sempat kewalahan meredam amukan kedua belah pihak yang telanjur emosi. 


Akhirnya Kericuhan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi pencinta sepak bola lokal, mengingat ajang Maung Cup 3 yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan mempererat silaturahmi justru dinodai oleh aksi anarkis.Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak panitia penyelenggara bersama tokoh masyarakat dan aparat kepolisian setempat terlihat tengah melakukan mediasi antara pihak-pihak yang bertikai, mudah-mudahan semua nya dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat bersama." Kata warga.


" Agak kecewa saja pak, lagi asyik-asyiknya nonton bola ehh.. malah rusuh, jadi kecewa nonton nya, kami nonton pertandingan sepak bola Maung Cup 3 ini gak geratis loh ...kami bayar...kami ingin nonton sepak bola di Maung Cup 3 ingin asyik dan menyenangkan, jadinya nonton orang "norak". Tutur warga lainnya.


 Kondisi terlihat pihak keamanan dan panitia pelaksana sedang melakukan Langkah tegas diambil guna meredam ketegangan susulan serta mengidentifikasi dalang utama di balik kericuhan yang mencoreng turnamen Maung Cup 3 di Kecamatan Jawilan tersebut.Sampai berita ini ditayangkan, awak media sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak panitia penyelenggara terkait kronologi detail dan sanksi lanjutan melalui pesan WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban.

Red xbi//.*

BPBD Kabupaten Serang Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Carenang

By On Jumat, Juli 24, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com --

Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak musim kemarau tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Ragas Masigit RT 29/02, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kegiatan bakti sosial tersebut berupa penyaluran 1 unit mobil tangki berkapasitas 6.000 liter air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air akibat kekeringan. Kegiatan ini berada di bawah penanggung jawab Camat Carenang.


Penyaluran air bersih dihadiri oleh unsur BPBD Kabupaten Serang, Camat Carenang, Kapolsek Carenang, Danramil Carenang, Sekretaris Kecamatan Carenang, Kanit Samapta Polsek Carenang, perangkat Desa Ragas Masigit, serta masyarakat setempat.


Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama unsur Forkopimcam terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Air bersih menjadi kebutuhan pokok yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga selama musim kemarau berlangsung.


Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung setiap kegiatan kemanusiaan, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


"Kami akan terus hadir bersama pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat. Sinergi seperti ini diharapkan mampu membantu warga yang terdampak kekeringan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, proses penyaluran air bersih berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Polres Serang mengimbau masyarakat agar tetap bijak menggunakan air bersih selama musim kemarau serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun instansi terkait apabila mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan air bersih.

Pasca Kebakaran, Polsek Cikande dan Kecamatan Cikande Langsung Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Raya Serang–Tangerang

By On Jumat, Juli 24, 2026




Kab, Serang xbintangindo.com

Mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan serta menjaga kebersihan lingkungan, personel Polsek Cikande Polres Serang bersama unsur Pemerintah Kecamatan Cikande bergerak cepat mengangkut sisa-sisa tumpukan sampah yang terbakar di pinggir Jalan Raya Serang–Tangerang, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Jumat (24/7/2026).


Aksi gotong royong pembersihan sampah liar tersebut dilakukan tak lama setelah tim gabungan Polsek Cikande dan Damkar Kawasan Industri Modern berhasil memadamkan serta melakukan pendinginan di lokasi kejadian.


Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri, menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada proses pemadaman saja, tetapi dilanjutkan dengan pembersihan total agar lokasi tersebut tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


"Setelah api dipadamkan, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cikande untuk mengangkut sisa sampah yang terbakar maupun sampah yang masih menumpuk di lokasi. Langkah ini penting agar area pinggir jalan raya ini bersih, indah, dan tidak memicu kebakaran berulang yang dapat membahayakan pengguna jalan," ujar Kompol Rudika.


Kapolsek menambahkan, penanganan sampah liar di sepanjang jalan utama memerlukan komitmen dan kerja sama semua pihak, termasuk kesadaran dari masyarakat itu sendiri.


"Kami mengimbau keras kepada masyarakat maupun pelaku usaha untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di bahu jalan, apalagi membakarnya. Selain mengganggu estetika dan merusak lingkungan, potensi bahaya kebakaran di jalur padat lalu lintas seperti ini sangat tinggi. Mari kita jaga bersama keamanan dan kebersihan wilayah Cikande," pungkasnya.


Proses pengangkutan sampah berjalan lancar dengan menyisir seluruh sisa material di lokasi. Saat ini, jalur Jalan Raya Serang–Tangerang di wilayah Desa Parigi telah bersih dan arus lalu lintas kembali normal aman terkendali.

RESPON CEPAT, KAPOLSEK CIKANDE TURUN LANGSUNG PADAMKAN KEBAKARAN SAMPAH DI JALAN RAYA SERANG-TANGERANG

By On Jumat, Juli 24, 2026





SERANG – Aksi tanggap ditunjukkan oleh Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri pada Jumat pagi (24/7/2026). Saat sedang melintas di Jalan Raya Serang–Tangerang, tepatnya di wilayah Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kompol Rudika melihat tumpukan sampah di pinggir jalan utama sudah dalam kondisi terbakar dan mengeluarkan kobaran api.


Melihat potensi bahaya tersebut, Kompol Rudika Harto Kanajiri bergerak cepat dengan segera menghubungi anggotanya untuk merapat ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman awal. Langkah sigap ini diambil guna mencegah api merambat lebih luas serta mengantisipasi asap pekat yang dapat mengganggu jarak pandang para pengguna jalan.


"Saat melintas di lokasi pagi ini, saya melihat tumpukan sampah liar di pinggir jalan sudah terbakar cukup besar. Karena lokasinya di jalur utama yang padat kendaraan, saya langsung menghubungi personel siga Polsek Cikande untuk segera meluncur dan melakukan pemadaman awal agar tidak meluas," ujar Kompol Rudika.


Guna memastikan sumber api benar-benar padam total dan tidak menyisakan bara, pihak Polsek Cikande juga berkoordinasi dengan mendatangkan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kawasan Industri Modern Cikande untuk melakukan pendinginan (cooling down).


Berkat respon cepat dan tindakan sigap di lapangan, api berhasil dikuasai sepenuhnya dalam waktu singkat. Kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun gangguan arus lalu lintas di Jalan Raya Serang–Tangerang.


Melalui kejadian ini, Polsek Cikande kembali mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan raya, karena sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar dan membahayakan keselamatan lalu lintas.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *