Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Menunggak angsuran 5 Hari, Konsumen FIF di Datangi Karyawan FIF Bergaya preman.

By On Minggu, September 28, 2025







Banten, xbintangindo.com --

Karyawan FiF Kota serang Banten seperti karyawan romusha di jaman perang dahulu kala, tak ada waktu libur tetap bekerja. 


Seorang nasabah FIF sangat kaget saat di datangi colektor dari leasing FIF minggu 28 September 202& sekira pukul 15.00.wib


Dua orang karyawan FIF yang menggunakan kendaraan roda dua warna merah tanpa  nopol mendatangi konsumennya yang menunggak angsuran 5 hari dan menanyakan terkait tunggakan kendaraan yang sudah 5 hari menunggak. 


Ahmad konsumen FIF yang beralamat di kelapa dua serang terkejut dan sangat kaget karena tunggakan 5 hari sudah datang dua orang karyawan FIF bergaya preman kerumahnya. 


Ahmad berharap aparat kepolisian menerbitkan karyawan leasing atau lainnya yang bergaya preman serta tidak menggunakan nopol di kendaraannya, "apakah karyawan FIF di bebaskan tidak menggunakan nopol di kendaraannya, " Ujar ahmad. 


Ditambahkan lagi oleh ahmad bahwa dirinya sangat lucu melihat karyawan sebuah pembiayaan besar tapi menerima  karyawan yang tidak beradab alias bergaya preman, "ya geli aja ngeliatnya, terkata masih ada di jaman sekarang bergaya-gaya nakut-nakutin orang dan anehnya FIF make gaya itu, ya gak kena gaya begitu dengan saya mah, 'tegas ahmad. 


, " Polda Banten harus tegas terhadap para karyawan pembiayaan ini, ya harus taat lag pakai nopol dan gak usah pake bergaya preman kalau datangi kerumah konsumen apalagi di hari libur, 'katanya.

Anniversary Ke-7 Korlap PSHT Kota Tangerang Gelar Santunan Dan Kebudayaan Seni

By On Minggu, September 28, 2025








TANGERANG KOTA| Korlap PSHT Kota Tangerang menggelar Anniversary ke 7 dan santunan anak yatim di halaman parkir PT Lucky Indah Keramik Kota Tangerang. Minggu, 28/09/2025.


Saat ditemui awak media, Danang DW selaku ketua panitia menjelaskan bahwa anniversary ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi.







"

Selain memiliki fungsi utama Korlap PSHT mencakup berbagai aspek tergantung pada konteks kegiatan, namun secara umum bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan ketertiban pelaksanaan kegiatan organisasi di lapangan," ungkapnya.


Ketua Korlap PSHT Kota Tangerang Wijaya Pamungkas menambahkan walaupun bukan organisasi/lembaga tetapi Korlap PSHT tetap ada dimana PSHT berada.


"Dalam membina, mendidik dan mengembangkan PSHT kami bersinergi dengan para pengurus dari tingkat atas hingga bawah," imbuhnya.


Disela-sela kegiatan Ketua Cabang PSHT Kota Tangerang Sarju Saputro mengatakan atas nama PSHT Cabang Kota Tangerang saya sangat mengapresiasi terlaksananya anniversary Korlap PSHT Kota Tangerang.


"Happy anniversary semoga doa kita semua senantiasa diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa, pesan saya agar Korlap PSHT Kota Tangerang tetap berjalan sesuai visi dan misi sebagaimana tertulis dalam tujuan organisasi," paparnya.


Pada kegiatan tersebut selain dihadiri kadang warga, pengurus Cabang PSHT Kota Tangerang, Perwakilan Ranting/ Rayon PSHT Se-Kota Tangerang, LKBH PSHT, perwakilan Korlap PSHT Banten, Korlap PSHT Jabodetabek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah, tokoh masyarakat setempat juga dihibur oleh MC Mbah J/ Lek Larno, Campursari Mutiara Laras Cipondoh, Gapira Music Audio Tangerang, Mustika Pro 21 Live Streaming serta Solospel PSHT yang diperagakan oleh Mas Suparno Tingkat 2 dan Mas Pur Black pelatih Cabang PSHT Kota Tangerang.


Sementara itu, Sekretaris Korlap PSHT Kota Tangerang Kardjo WP menyampaikan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, dengan keberadaan kegiatan anniversary dan santunan anak yatim ini semoga mendapatkan kebaikan sekaligus semakin mempererat tali persaudaraan. 


"Selain sebagai ajang bersilaturahmi juga mempunyai berbagai manfaat kebaikan bagi siapa pun yang mengerjakan sekaligus dapat mempererat tali persaudaraan," pungkasnya. 


Perlu diketahui, acara Anniversary Korlap PSHT Kota Tangerang diawali doa bersama. Setelah melakukan berbagai macam kegiatan akan kembali ditutup dengan doa bersama.

Organisasi Seni Budaya TTKKBI DPC Kec. Kragilan Kab. Serang Gelar Tawasulan Sebelum Latihan Pencak Silat

By On Minggu, September 28, 2025











Kab. Serang, xbintangindo.com -- 

Organisasi Seni Budaya pencak silat Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang Banten gelar tawasulan bersama pengurus dan anggota TTKKBI sebelum melaksanakan kegiatan rutinitas latihan pencak silat di halaman kantor TTKKBI DPC Kragilan desa Tegal Maja Kecamatan Kragilan Serang. Sabtu. 27/09/25.











Foto : Yamin Kuncir ketua TTKKBI DPC Kragilan.

Menurut ketua TTKKBI DPC Kragilan Kabupaten Serang Yamin Kuncir mengatakan bahwa regenerasi  wong Banten khususnya seyogyanya dapat menjaga dan melestarikan seni budaya pencak silat milik provinsi Banten. dan kami juga sebelum melaksanakan kegiatan rutinitas latihan pencak silat penting melaksanakan tawasulan bersama terlebih dahulu.






Foto : pengurus dan anggota TTKKBI DPC Kragilan saat latihan pencak silat 

"Kita khususnya warga Banten dan umumnya, seyogyanya kita semua dapat menjaga dan melestarikan seni budaya pencak silat yang mana seni budaya dan seni beladiri pencak silat tradisional tersebut yang dilestarikan TTKKBI ini sudah ada sejak Karuhun Banten (nenek moyang kita) maka dari itu sudah sepantasnya kita lestarikan seni budaya pencak silat ini ke regenerasi - regenerasi kita sampai ke anak cucu." Harap Yamin Kuncir.










Masih dengan ketua TTKKBI DPC Kragilan "Sudah menjadi rutinitas kami TTKKBI setiap hendak melaksanakan kegiatan latihan pencak silat kami menggelar terlebih dahulu tawasulan bersama pengurus dan anggota TTKKBI DPC Kragilan, hal tersebut dilaksanakan untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita, membaca beberapa surat-surat Al Qur'an.


 Tawasulan artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT. dengan menggunakan perantara atau sarana (wasilah) agar doa atau ibadah lebih mudah diterima dan dikabulkan, seperti dengan menyebut nama dan sifat-Nya (Asmaul Husna), melakukan amal saleh (shalat, puasa), atau melalui doa orang saleh yang masih hidup.

Skandal Data Siswa SMP Terpadu Al-Khoeriyah, Dugaan Keterlibatan Oknum Dinas Kian Menguat

By On Sabtu, September 27, 2025











Kab. Sukabumi Jabar, xbintangindo.com kasus dugaan manipulasi data siswa di SMP Terpadu Al-Khoeriyah, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, tampaknya tidak berhenti pada level sekolah saja. Fakta terbaru yang dihimpun awak media menunjukkan adanya indikasi kuat keterlibatan oknum dari dinas terkait yang seharusnya menjadi pengawas dan pengendali administrasi pendidikan.


Jika sebelumnya pihak yayasan dan kepala sekolah telah mengakui adanya data residu dan tumpang tindih, kini muncul dugaan lebih serius: praktik penggelembungan data ini justru mendapat “restu” dari sebagian aparat dinas. Hal ini terlihat dari mulusnya proses pencairan anggaran sekolah meski jumlah siswa yang tercatat di lapangan jauh berbeda dengan data resmi.

“Kalau tidak ada campur tangan dari orang dinas, mana mungkin data ganda seperti ini bisa lolos begitu saja tanpa koreksi?,” ujar salah satu sumber internal pendidikan yang meminta namanya dirahasiakan.


Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan besar: apakah dinas benar-benar tidak tahu, atau justru sengaja menutup mata demi kepentingan tertentu? Bukankah setiap pencairan dana bantuan pendidikan selalu melewati verifikasi berlapis?


Lebih ironis lagi, informasi dari lapangan menyebutkan adanya dugaan permainan bersama antara pihak sekolah dan oknum dinas untuk mempertahankan jumlah siswa fiktif demi memperbesar porsi dana bantuan. Jika benar demikian, maka ini bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan kolusi yang secara terang-terangan merusak integritas sistem pendidikan.


Opini publik pun mulai mengeras. Bagaimana mungkin lembaga yang seharusnya menjadi “penjaga gawang” justru ikut bermain dalam praktik manipulasi? Jika ini dibiarkan, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan pada institusi pemerintah, khususnya dinas pendidikan yang mestinya menjaga kualitas dan kejujuran dunia pendidikan.


Pendidikan adalah pondasi bangsa. Jika fondasi ini retak karena permainan data dan kolusi, maka yang runtuh bukan hanya bangunan sekolah, melainkan masa depan anak-anak. Inilah sebabnya kasus ini tidak boleh dipandang remeh.


Pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, harus segera turun tangan melakukan audit menyeluruh. Jangan biarkan kasus di SMP Terpadu Al-Khoeriyah menjadi contoh buruk yang merembet ke sekolah lain. Jika terbukti ada keterlibatan oknum dinas, maka tindakan tegas harus diberikan tanpa pandang bulu.


Skandal ini adalah ujian: apakah pemerintah berani membersihkan dunia pendidikan dari para “penumpang gelap” yang hanya mencari keuntungan, ataukah justru membiarkan pendidikan dijadikan lahan empuk untuk permainan angka dan anggaran?.

Doa Yatim Iringi Tasyakuran: PWI Resmi Kembali ke Rumah Lama di Lantai 4 Dewan Pers"

By On Jumat, September 26, 2025








Jakarta - Tasyakuran menjadi kegiatan pertama yang digelar oleh pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030 yang dipimpin oleh Akhmad Munir selaku ketua umum, di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/25).


Sebuah tradisi sederhana namun penuh makna, menyambut kembalinya organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia itu ke “rumah lama” mereka.


Sekitar pukul 09.30 wib sebanyak 72 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Hikmah dan Yayasan Harun Ar-Rasyid yang didampingi para pembinanya telah memadati markas PWI Pusat.


Membuka tasyakuran tersebut, Dr. Firdaus Turmudzi, S.Ag., M.Hum menyampaikan bahwa jika kita mendapat hikmah dari Allah maka syukurilah.


Dalam menyampaikan berita kepada masyarakat umum, Ia mengatakan bahwa perjalanan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia ini merupakan tugas mulia. "Mudah-mudahan profesi ini adalah yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta'ala," harapnya.


"Saya sangat gembira hari ini yang akan mendoakan kita adalah anak-anak yatim yang insyaallah doanya akan diterima," pungkasnya.


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir yang juga didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekjen Zulmansyah Sekedang, serta pengurus pusat lainnya menyebut momen tasyakuran ini sebagai bagian dari ruwatan, sebuah ikhtiar spiritual agar perjalanan PWI ke depan berjalan lebih lancar.


Menurut Akhmad Munir yang juga Direktur Utama LKBN Antara ini, Tasyakuran tersebut juga merupakan hajat atas kelancaran dari proses pemilihan hingga menempati kantor PWI di Lantai 4 Gedung Dewan Pers. 


"Kami niatkan agar jalannya kepengurusan pwi pusat 2025-2030 dilancarkan, di ridhoi dan selalu senantiasa mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala"," ucap Munir.


"Atas niat itu kami hari ini sengaja berdoa bersama atas bimbingan Dr. Firdaus Turmudzi, S.Ag., M.Hum dan kami juga memberikan santunan kepada adik-adikku Yayasan Al-Hikmah dan Yayasan Harun Ar-Rasyid, mudah-mudahan apa yang kita niatkan dan kita doakan ini menjadi awal yang baik," harapnya.


Acara penuh khidmat yang dimulai dengan doa bersama tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan PWI. Kini, pintu kaca di lantai 4 Gedung Dewan Pers tak lagi terkunci. Lampu-lampu kembali menyala, meja-meja kembali terisi, dan riuh percakapan wartawan kembali terdengar. Setelah setahun hening, "rumah lama" PWI kembali hidup, kali ini dengan doa dan harapan baru.


Sebelumnya, Lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat ini sempat terasa sunyi. Ruangan yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu, sejak 1 Oktober 2024 lalu ditutup rapat-rapat. Kursi-kursi tertata rapi tanpa penghuni, meja-meja penuh berkas tak tersentuh, dan suasana seolah berhenti dalam ruang hampa.


Pengosongan itu bukan tanpa alasan. Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 1103/DP/K/IX/2024 melarang organisasi wartawan tertua di Indonesia itu menggunakan kantor mereka, menyusul dualisme kepengurusan yang berkepanjangan antara kubu Hendri CH Bangun dan Zulmansyah Sekedang.


Tak hanya dilarang berkantor, PWI juga kehilangan kewenangan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ketua Dewan Pers saat itu, Ninik Rahayu, menandatangani keputusan yang membuat lantai 4 bak "ruang horor", kosong, dingin, tanpa kehidupan.


Namun, Kamis (25/9/25), suasana berbeda. Setelah setahun gelap, ruangan itu kembali terang. Dewan Pers yang kini dipimpin Komaruddin Hidayat secara resmi menyerahkan kembali kunci kantor kepada pengurus PWI Pusat periode 2025–2030 yang dikomandoi Akhmad Munir.


“Lantai 4 seperti ruang horor bila dibiarkan kosong. Kami lega akhirnya PWI bisa kembali beraktivitas di sini,” ujar Komaruddin, yang sore itu hadir bersama jajaran Dewan Pers lainnya, termasuk Wakil Ketua Totok Suryanto, Abdul Manan, dan Muhammad Jazuli.


Bagi Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, momen itu lebih dari sekadar serah terima kunci. Ia menyebutnya sebagai “kembali ke rumah lama” setelah perjalanan penuh dinamika. “Kami keluarga besar PWI berterima kasih kepada Dewan Pers. Ini momentum penting untuk melanjutkan agenda organisasi, konsolidasi, penyelesaian dualisme, verifikasi anggota, hingga penyempurnaan PD/PRT,” ungkapnya.


Ia menegaskan, keberadaan kembali di lantai 4 bukan hanya soal fasilitas fisik, melainkan simbol kebangkitan PWI untuk berkontribusi lebih besar pada pers nasional. Ia menyebut program andalan seperti UKW, Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan pelatihan jurnalistik harus segera dijalankan kembali demi lahirnya wartawan profesional yang berintegritas.


“Pers yang kuat, sehat, dan beretika hanya bisa dibangun lewat wartawan yang kompeten. Itulah tugas besar PWI ke depan,” katanya. (Rls/Humas PWI Pusat)

*PWI Resmi Kembali Tempati Lantai 4 Gedung Dewan Pers*

By On Kamis, September 25, 2025







*JAKARTA* — Pengurus PWI Pusat secara resmi kembali menempati sekretariat di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (25/9).


Prosesi serah terima kunci dan pembukaan segel diawali  dengan silaturrahmi antara Pengurus PWI dan Dewan Pers di lantai 7 Gedung Dewan Pers. Kunci kemudian diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, didampingi Wakil Ketua Totok Suryanto serta anggota Dewan Pers Abdul Manan, Muhammad Jazuli dan jajaran lainnya. 


Dari PWI hadir Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, bersama Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekjen Zulmansyah Sekedang, serta pengurus pusat lainnya.


Dalam sambutannya, Komaruddin Hidayat menyebut lantai 4 seperti ruang 'horor' bila dibiarkan kosong. Karena itu, ia merasa lega PWI akhirnya kembali berkantor di sana. 


“Kami berharap PWI bisa segera beraktivitas, menjalankan konsolidasi, dan memperkuat sinergi bersama Dewan Pers. PWI juga jangan lupa melakukan regenerasi dan pengaderan agar lahir wartawan yang kompeten, profesional, dan berintegritas di seluruh Indonesia,” ujarnya.


Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dewan Pers. Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali kantor atau sekretariat PWI ini menjadi momentum penting bagi PWI untuk melanjutkan agenda strategis dan program organisasi. 


“Kami keluarga besar PWI mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pers. Kini kami bisa segera berkantor serta melaksanakan program kerja, mulai dari konsolidasi organisasi, penyelesaian dualisme, verifikasi kartu PWI, hingga penyempurnaan PD/PRT,” katanya.


Direktur LKBN Antara itu menambahkan, keberadaan PWI di lantai 4 bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi PWI dalam meningkatkan kualitas pers nasional. 


“Lalu bagaimana kami turut berkontribusi pada ekosistem pers yang kuat, sehat, dan berintegritas. Untuk itu, kami harus kembali merancang pendidikan dan pelatihan. Selama ini PWI sudah menjalankan program seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan berbagai pelatihan, agar wartawan khususnya anggota PWI memiliki kompetensi sekaligus menjunjung tinggi etika jurnalisme,” tegas Munir.(rls)

Kapolres Serang Meninjau Lokasi Panen Raya Jagung Ketahanan Pangan(Ketapang)  di Desa Ranjeng Ciruas

By On Kamis, September 25, 2025








Serang xbintangindo.com.

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko mengecek lokasi yang akan dijadikan panen raya jagung di Kampung Ciruas Cilik, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Kamis sore (25/9/2025).

 


Panen raya jagung program Ketahanan Pangan (Ketapang) di atas lahan seluas 5 hektar ini direncanakan akan dilaksanakan pada Sabtu (27/9), dihadiri Kapolda Irjen Hengki dan Pejabat Utama Polda Banten serta instansi terkait lainnya.

 


“Pengecekan dilakukan untuk memastikan situasi dan kondisi di lahan pertanian jagung yang akan dijadikan kegiatan panen raya,” kata Kapolres Condro Sasongko.

 


Kapolres mengatakan pihaknya merencanakan kegiatan panen raya jagung, pada Sabtu besok akan dilaksanakan di dua lokasi. Untuk lokasi perkebunan jagung lainnya yaitu berada di Kampung Tegal Lenjang, Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan.

 


“Panen raya jagung ini menjadi bukti dari komitmen Polres Serang dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam ketahanan pangan nasional,” kata Kapolres Condro Sasongko.

 


Dalam kesempatan itu, Kapolres mengapresiasi kerja kelompok tani yang dinilainya memiliki peran penting dalam mendukung program swasembada pangan.

 


“Saya mengapresiasi kerja dari kelompok tani ini yang mampu menggarap lahan tanaman jagung sesuai target sekitar 4 bulan panen,” katanya.

 


Pihaknya berharap panen raya ini dapat memacu semangat kelompok tani lainnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

 


“Kami berharap panen raya ini dapat memacu semangat kelompok tani lainnya dalam mendukung program ketahanan pangan,” tandasnya.

 


Turut mendampingi, Wakapolres Kompol Fauzan Afifi, Kapolsek Ciruas Kompol Salahuddin, Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Kanit Tipikor Ipda Supendi serta Kades Ranjeng Sapta Mulyana.

Gilir Anak di Bawah Umur  Hingga Pingsan 2 Pemuda  Asal  Pamarayan di Ciduk Unit PPA Satreskrim Polres Serang

By On Kamis, September 25, 2025






Serang xbintangindo.com

 Dua remaja berinisial AD, 17 tahun, dan SO, 23 tahun, warga Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Serang.

 

Keduanya ditangkap karena diduga telah menggauli seorang gadis di bawah umur berusia 14 tahun. Ironisnya, korban dicabuli secara bergiliran dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah dicekoki pil tramadol dan hexymer.

 

“Betul, ada 2 remaja yang diamankan dan kini ditahan dalam kasus dugaan pencabulan gadis dibawah umur,” terang Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko, Kamis (25/9/2025).


Kapolres menjelaskan peristiwa dugaan tindak pidana asusila ini terjadi di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa, 16 September 2025 lalu. Berawal ketika korban dijemput oleh teman wanitanya untuk jalan-jalan.


“Bukan jalan-jalan, korban diajak mampir ke rumah pacar temannya. Di rumah pacar temannya itu, sudah ada tersangka AD dan SO,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES.

 

Setelah korban berkenalan dengan AD dan SO, teman korban dan pacarnya pergi meninggalkan mereka bertiga. Setelah ketiganya ngobrol, korban kemudian diajak ke rumah tersangka SO di Desa Kampung Baru.

 

“Tersangka SO tinggal sendiri di rumahnya karena kedua orang tua sudah bercerai. Di rumah itu, korban dicekoki pil tramadol dan hexymer hingga mabuk berat. Dalam kondisi tak sadarkan diri, korban dicabuli secara bergiliran oleh kedua tersangka,” jelasnya.


Karena kondisinya mabuk berat, korban tidak berani pulang yang membuat pihak keluarga resah dan melapor ke Mapolres Serang. Berbekal dari laporan tersebut, Tim Unit PPA yang dipimpin Iptu Iwan Rudini segera menindaklanjuti laporan.

 

“Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menemukan korban dan mengamankan kedua tersangka di rumah SO keesokan harinya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, keduanya diamankan ke Mapolres Serang dan korban diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Condro Sasongko.

 

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku semua perbuatannya, bahkan perbuatan cabul itu dilakukan berulang-ulang saat korban masih dalam pengaruh obat keras. Motif kedua tersangka melakukan tindakan asusila itu disebabkan karena terdorong nafsu.

 

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) UU No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.

Pencegahan TBC Bagi Warga Binaan, Rutan Tangerang Bagikan Obat Kepada Warga Binaan

By On Kamis, September 25, 2025






Tangerang - Dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular di dalam lapas/rutan, Rutan Kelas I Tangerang membagikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi seluruh warga binaan. Pemberian TPT ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan skrining massal TBC yang sebelumnya telah dilaksanakan, mencakup pemeriksaan kesehatan hingga rontgen dada. Dari hasil pemeriksaan tersebut, warga binaan yang dinyatakan tidak mengarah pada TBC mendapatkan obat pencegahan agar terhindar dari potensi penularan penyakit tersebut (24/09).


Program TPT diberikan dengan pola minum obat satu kali dalam seminggu selama tiga bulan penuh. Mekanisme ini diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih dini, sekaligus memutus rantai penyebaran TBC di lingkungan rutan yang memiliki risiko tinggi karena kondisi hunian padat.


Pelaksanaan pembagian obat TPT ini dikoordinir oleh Klinik Rutan Kelas I Tangerang dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang serta Puskesmas Jambe sebagai mitra teknis. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia.


Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini. “Kami berkomitmen memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warga binaan. Program TPT ini bukan hanya langkah pencegahan, tetapi juga bentuk kepedulian negara agar mereka tetap sehat dan memiliki kesempatan untuk menjalani pembinaan secara optimal,” ujar Raja


Dengan adanya program TPT ini, Rutan Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesehatan warga binaan dan berkontribusi dalam pencapaian target nasional Indonesia Bebas TBC 2030.

Ratusan Hingga Miliaran Anggaran Publikasi Di Sekretariat DPRD Banten."Bancakan Untuk Kelompok. "

By On Rabu, September 24, 2025







Banten, xbintangindo.com -- 

Anggaran Publikasi media di sekretariat DPRD Banten yang nilainya ratusan hingga miliaran rupiah hanya di nikmati oleh sekelompok orang saja. 


Anggaran publikasi tersebut seperti siluman terkadang terlihat terkadang tenggelam.


Belanja publikasi Media di sekretariat DPRD Banten ada dua kategori yaitu yang pertama untuk Media online ada yang melalui pihak ketiga yang mengelola,setiap Media online mendapat pembayaran dalam satu iklan senilai 500 ribu rupiah sementara di dalam nilai pagi itu senilai 1,2 juta. 


Sementara untuk yang kedua yaitu pembayaran melalui surat pesanan yang langsung berhubungan ke pihak humas dan publikasi DPRD Banten dengan nominal periklan 1,2 juta. 


Ironis memang iklan yang di kelola oleh pihak humas DPRD Banten tampak tenggelam dan hanya beberapa Media saja yang mendapatkannya sementara anggaran begitu besar dan besar dugaan bahwa anggaran iklan yang di kelola oleh pihak humas DPRD Banten hanya di peruntukan orang dekat dan orang dalam itu sendiri. 



Menanggapi Polemik anggaran publikasi di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Banten ini aktivis Banten dari kebijakan publik Muhamad Fredy mengatakan bahwa alangkah baiknya semua itu transparan, agar tidak carut marut pengelolaannya, "ujar.


, " Sekretaris DPRD dalam hal ini bapak subhan sebagai  Plt sekretariat DPRD Banten harus dapat membenahi carut marut ini, harusnya malu dengan OPD lain, masa   di sekretariat tempat para anggota DPRD terdapat carut marut pengelolaan anggaran Publikasi media, 'tegas Fredy. 



kembali mencuat ke permukaan. Setiap tahunnya, sekretariat melakukan kerja sama dengan sejumlah media massa—baik cetak, televisi, maupun daring—melalui pihak ketiga yang bertindak sebagai penyedia jasa atau agensi. Namun, pola kerja sama ini dinilai sejumlah kalangan jurnalis tidak transparan dan sarat kepentingan.


Meski pagu anggaran publikasi tergolong besar dengan jumlah paket kerja yang melimpah, namun proses pelaksanaannya tidak dilakukan langsung dengan perusahaan media, melainkan melalui agensi. Pihak agensi inilah yang kemudian menentukan media mana saja yang akan digandeng untuk kerja sama publikasi.


“Masalahnya, media yang diajak kerja sama setiap tahun hanya itu-itu saja. Yang lain tidak pernah ditawari, karena tidak punya kedekatan dengan penyedia,” ujar salah satu jurnalis lokal yang enggan disebutkan namanya.


Praktik ini dinilai menciptakan ketimpangan dalam ekosistem media lokal. Informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber menyebutkan bahwa agensi kerap menekan harga kerja sama, khususnya untuk media daring, demi mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar. Penentuan nilai kontrak pun sepihak, mengikuti keinginan agensi tanpa ruang negosiasi yang adil bagi media.


“Penyedia jasa seolah menjadi penguasa tunggal yang menentukan harga, bukan berdasarkan standar industri, melainkan berdasarkan kemauan mereka sendiri,” kata seorang pengelola media online lokal.


Sementara Plt Sekretaris DPRD Banten subhan tidak dapat di hubungi serta beberapa kali Media hendak bertemu di kantornya selalu tidak berada di tempat.

Red xbi///*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *