Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
*Bupati Tangerang Diduga Tutup Mata, Dum Truk Tanah Banyak Makan Korban Dibiarkan, Ini Kata Andry Ketua Organ Sayap Barakuda DPP BaraJP*

By On Rabu, November 05, 2025










Tangerang - Banyaknya penolakan yang dilakukan masyarakat Cisoka terkait adanya lalu lalang pelintasan kendaraan Dum truk tanah di malam hari yang menurut masyarakat cisoka disinyalir membahayakan pengguna jalan lainnya, pasalnya sudah banyak kejadian kecelakaan sampai korban meninggal dunia dan jalan jalan diakibatkan banyaknya kendaraan Dum truk tanah yang setiap malam melintas di wilayah cisoka khususnya dan umumnya di wilayah kab Tangerang provinsi Banten, Rabu (5/11/2025).


Menurut Andry Setiawan SH., Selaku pemerhati lingkungan dan juga aktivis senior yang menjabat ketua organ Sayap Barakuda DPP BajaJP dalam penyampaiannya pada awak media 


" Sangat amat menyayangkan terhadap sikap pemerintah kabupaten Tangerang dan juga Polres yang dinilai tidak memperhatikan kepentingan masyarakat terhadap adanya angkutan mobil tanah di wilayah pemkab Tangerang," ujarnya.


Masih bersama Andry


" Sudah banyak korban dan juga bayak kerugian kerugian terhadap negara Yang diakibatkan aktifitas Dum truk tanah tersebut namun baik pemkab tangerang dan juga aparat kepolisian seolah-olah menutup mata," Ucapnya.

Prilaku Barbar Oknum Sekdes Ragas Masigit Carenang Intimidasi dan Usir Wartawan

By On Rabu, November 05, 2025









Kab. Serang xbintangindo.com --

Dampingi LSM Konfirmasi Soal Dugaan Penyalahgunaan DD, Wartawan Diusir Paksa Sekdes Ragas Masigit



SERANG, -- Oknum Sekertaris desa (Sekdes) Desa Ragas Masigit Kecamatan Carenang Kabupaten Serang Provinsi Banten menunjukkan sikap dan prilaku Barbar kepada seorang jurnalis dan LSM. 



Hal itu diami Toni Firdaus, wartawan compaskotanews.com dan seorang Ketua LSM saat tengah melakukan konfirmasi meminta klarifikasi terhadap dugaan penyalahgunaan Dana Desa Ragas Masigit Kecamatan Carenang, tahun anggaran 2025, pada Selasa (4/11/25). di Kantor Desa Ragas Masigit. 


" Ya Saya diusir paksa oleh Sekdes Ragas Masigit, saya mendampingi LSM Macan Tunggal mengkonfirmasi adanya temuan dugaan penyalahgunaan Dana Desa itu, namun kita mendapat intimidasi, meja di gebrak dan tumpahan kopi mengenai baju saya, kemudian kami dibentak ditunjuk tunjuk, dan diusir dorong paksa keluar kantor Desa," ujar Toni membenarkan peristiwa itu, Rabu (5/11). 


Ia juga telah melakukan pelaporan atas kejadian itu kepada tim siber Polda Banten dan telah men share hal itu kepada Menteri Desa.



" Saya sudah share kepada Menteri Desa, dan juga pelaporan kepada Tim Siber Polda Banten untuk memproses prilaku oknum Sekdes itu minta dukungan dan doanya dari teman teman Jurnalis," sambung Toni. 



Adanya kejadian itu memantik kemarahan Wartawan di Serang Timur, dan kecaman terhadap sikap oknum Sekdes mengumpamakan sebagai seorang Preman jalanan. 


"Sikap barbar dan prilaku Sekdes itu tak ubahnya seperti seorang preman jalanan, kasar dan tidak berwibawa sebagai seorang pejabat di tingkat Desa," cetus Josh Munthe, seorang wartawan di Serang Timur. 



Kepala Desa, Camat dan DPMD Kabupaten Serang diminta untuk membina bawahannya. 


"Kejadian semacam ini seharusnya langsung dapat perhatian dari Kepala Desa, Camat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk menegur, dan memberikan binaan, dan diberi sanksi. Dia gak layak mengemban tugas Sekdes, Kepala Desa dan Perangkat Desa harus dapat menjadi teladan di masyarakat,, Jika ada pertanyaan mengenai yang dibahas oleh teman Media dan LSM kan bisa didiskusikan diterangkan dengan baik, ini kesan marah mengamuk ini tanda tanda ada kepanikan dengan apa yang dikonfirmasi,

Kapolresta Serang Kota Pimpin Apel Siaga Bencana dalam Rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

By On Rabu, November 05, 2025







POLRESTA SERKOT_  Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Bencana dalam rangka tanggap darurat Bencana Hidrometeorologi di wilayah hukum Polresta Serang Kota, Rabu (05/11/25).


Apel tersebut diikuti oleh personel Polresta Serang Kota, TNI, BPBD, Basarnas, PMI, dan unsur pemerintahan daerah serta stakeholder terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana alam, sehingga seluruh pihak dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi ke depan.


Dalam arahannya, Kapolresta Serang Kota menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana, baik berupa banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, maupun potensi bencana hidrometeorologi lainnya. “Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat. Kita harus selalu hadir memberikan perlindungan dan rasa aman,” ujar Kombes Pol. Yudha Satria.


Berdasarkan data BNPB hingga 19 Oktober 2025, tercatat 2.606 bencana alam terjadi di Indonesia, terdiri dari 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 22 gempa bumi, 4 erupsi gunung berapi, serta berbagai kejadian bencana lainnya. Dari peristiwa tersebut, 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, 615 orang luka-luka, 5,2 juta orang mengungsi, 31.496 rumah rusak, dan 887 fasilitas umum serta perkantoran mengalami kerusakan.


Selain itu, BMKG memprediksi bahwa mulai bulan November 2025 hingga Februari 2026 akan terjadi fenomena La Nina yang meskipun dalam kategori lemah, tetap berpotensi meningkatkan intensitas hujan di atas normal, terutama di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Sulawesi bagian selatan, dan Papua bagian selatan. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah.


Menghadapi situasi tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanganan bencana. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan optimal dari seluruh elemen bangsa, mulai dari TNI–Polri, pemerintah pusat hingga daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, serta masyarakat, untuk menjamin terlaksananya quick response di lapangan.


“Melalui sinergitas dan kolaborasi yang terintegrasi, kita dapat memaksimalkan upaya mitigasi terhadap dampak bencana, sehingga dapat menekan risiko korban jiwa, kerusakan harta benda, dan gangguan terhadap stabilitas ekonomi serta pembangunan nasional,” tegasnya.


Kapolresta juga mengutip pesan Presiden RI Bapak Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, bahwa pemerintah memiliki amanah dari rakyat untuk melindungi rakyat dari segala bentuk bahaya, termasuk ancaman bencana alam. “Amanah ini bukan sekadar tanggung jawab jabatan, tetapi juga pengabdian moral dan kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan,” tambahnya.


Sebagai penekanan akhir, Kapolresta Serang Kota memberikan arahan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh personel, yaitu Laksanakan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana, Berikan informasi dan himbauan kamtibmas kepada masyarakat, Pastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana tanggap bencana, Laksanakan simulasi tanggap darurat secara rutin, Kedepankan kepedulian, kecepatan, dan ketepatan dalam setiap respons bencana, mulai dari evakuasi, penyaluran bantuan, hingga trauma healing.


Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh elemen, diharapkan wilayah hukum Polresta Serang Kota dapat siaga dan tangguh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, demi terjaminnya keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kapolresta Serang Kota Pimpin Apel Akbar Kebangsaan Bersama Komunitas Ojek Online untuk Jaga Harkamtibmas

By On Rabu, November 05, 2025







POLRESTA SERKOT_  Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H. memimpin Apel Akbar Kebangsaan bersama organisasi dan komunitas Ojek Online (Ojol) dalam rangka memperkuat sinergitas dan menjaga Harkamtibmas di wilayah hukum Polresta Serang Kota, Rabu (05/11/25).


Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Serang Kota tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polresta Serang Kota, para Kapolsek jajaran, personel Polresta Serang Kota, serta perwakilan komunitas Ojek Online dari berbagai wilayah di Kota Serang.


Dalam sambutannya, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh komunitas Ojek Online yang telah hadir serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan apel akbar kebangsaan ini.


“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan Ojek Online yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran dan semangat kebersamaan dari komunitas Ojol menjadi bukti nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Serang,” ujar Kapolresta.


Lebih lanjut, Kapolresta Serkot menekankan pentingnya peran Ojek Online sebagai mitra Polri di lapangan, mengingat aktivitas mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan kondisi wilayah setiap hari.


“Kami berharap rekan-rekan Ojek Online dapat membantu masyarakat dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian bila mengetahui adanya kecelakaan lalu lintas, tindak pidana, atau kejadian mencurigakan lainnya di wilayah hukum Polresta Serang Kota. Kolaborasi ini sangat penting untuk mempercepat respons dan penanganan di lapangan,” tambahnya.


Kapolresta juga mengajak seluruh komunitas Ojek Online untuk terus menjaga semangat persatuan, nasionalisme, dan soliditas, serta menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas, seperti benturan antar kelompok atau pelanggaran lalu lintas.


“Apel Akbar Kebangsaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial antar sesama anak bangsa. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Serang agar tetap kondusif,” tegasnya.


Kegiatan apel akbar kebangsaan berlangsung dengan khidmat, diakhiri dengan sesi foto bersama dan penegasan komitmen antara Polresta Serang Kota dan komunitas Ojek Online untuk bersinergi menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan tertib di wilayah Kota Serang.

Lantik 840 Pejabat Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Jabatan Itu Amanah, Gunakan Sebaik-baiknya*

By On Rabu, November 05, 2025








Jakarta - xbintangindo.com

Jabatan adalah amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. Hal ini jadi pesan utama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, saat melantik 840 Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Kementerian ATR/BPN pada Selasa (04/11/2025), di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Jakarta.


“Bagi yang hari ini dilantik dan mempunyai amanah jabatan ini, selama masih ada amanah itu, manfaatkan amanah dengan sebaik-baiknya. Jangan memanfaatkan jabatan untuk kesombongan, untuk pamer dan sebagainya,” tegas Menteri Nusron yang hadir didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan.


Menteri Nusron mengingatkan, setiap jabatan merupakan amanah dari Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kita sebagai makhluk Tuhan, insan yang beriman dan bertakwa harus sadar, jabatan itu amanah. Sesungguhnya itu adalah amanah yang datang dari Tuhan. Kita enggak tahu kapan Tuhan itu akan mengambil dan akan mendatangkan amanah jabatan tersebut,” tuturnya.


Pada kesempatan tersebut, dilantik sebanyak 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 12 Pejabat Administrator, 4 Pejabat Fungsional, dan 818 Pejabat Pengawas. Kepada pejabat terlantik yang tersebar di penjuru Indonesia, Menteri Nusron menitipkan empat hal yang perlu dipedomani dalam menjalankan jabatan baru.


Pertama, bekerja untuk kepentingan umat manusia. Kedua, bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. Ketiga, bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. “Dan yang terakhir, yang tidak kalah penting, untuk kepentingan marwah dan martabat lembaga tempat kita bekerja, yaitu Kementerian ATR/BPN,” pungkas Menteri Nusron.


Adapun tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik kali ini adalah Sekretaris Jenderal, Dalu Agung Darmawan; Inspektur Jenderal, Pudji Prasetijanto Hadi; dan Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari.


Selain itu, tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru dilantik, yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Sudaryanto; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian.


Pelantikan ini jadi momentum bagi seluruh pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme. Pelantikan berlangsung secara daring dan luring dengan dihadiri oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya serta Pratama Kementerian ATR/BPN dan jajaran. (Oman ncek)

Rutan Kelas I Tangerang Kembangkan Budidaya Cabai Di Lahan SAE Sebagai Wujud Pembinaan Produktif Serta Dukung Program Ketahanan Pangan

By On Selasa, November 04, 2025






Tangerang, Banten, xbintangindo.com --

Rutan Kelas I Tangerang terus berinovasi dalam mengembangkan program pembinaan berbasis kerja produktif melalui Layanan Sarana Akselerasi dan Asimilasi (SAE). Salah satu kegiatan unggulannya adalah budidaya cabai yang dikembangkan di atas lahan seluas 30 m² dari total area 2.697 m². Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian dan keterampilan warga binaan agar siap berdaya saing setelah kembali ke masyarakat.


Untuk tahun 2025, budidaya cabai di lahan SAE menargetkan pencapaian yang terukur, yaitu 150 pohon cabai ditanam, 90 pohon dimaksimalkan, dan setiap pohon ditargetkan menghasilkan 1 kilogram cabai. Meski hasil panen bersifat fluktuatif karena dipengaruhi kondisi cuaca, kegiatan ini tetap menjadi sarana pembelajaran berharga bagi warga binaan dalam memahami proses pertanian dan pengelolaan hasil bumi.


Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, bersama jajaran pejabat struktural turut meninjau langsung area budidaya cabai tersebut. Irhamuddin menyampaikan bahwa pengembangan komoditi cabai ini merupakan bagian dari komitmen Rutan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang mandiri, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.


Dengan adanya budidaya cabai di lahan SAE ini, Rutan Kelas I Tangerang tidak hanya berfokus pada kegiatan pertanian, tetapi juga menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif, berdaya guna, dan berorientasi pada hasil. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang produktif, mandiri, serta siap berintegrasi kembali di tengah masyarakat.


"Penanaman cabai di lahan SAE ini merupakan langkah nyata kami dalam membentuk warga binaan yang produktif dan mandiri. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar bertani, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras agar siap berdaya saing saat kembali ke masyarakat," ujar Irhamuddin.

 *Tolak Dum Truk Tanah, Puluhan Masyarakat Datangi Polsek Cisoka Minta APH Tindak Tegas*

By On Selasa, November 04, 2025








Tangerang - Puluhan Masyarakat/Warga Se-kecamatan Cisoka datangi Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten, Selasa 4 November 2025 Pagi, untuk sampaikan keluhan masyarakat cisoka menolak Dum truk tanah melintas di wilayah kecamatan Cisoka


Sering terjadinya kecelakaan lalu lintas sampai meninggal dunia terlindas Dum truk tanah dan jalan raya di Cisoka cepat rusak dan betonisasi jalan cepat pecah dan hancur masyarakat merasa ketakutan saat mengendarai kendaraan dan juga pejalan kaki yang akan menyebrang, setiap malam kendaraan Dum truk tanah tersebut konpoy lebih dari 100 kendaraan melintas di Cisoka



Deni selaku warga Cisoka dalam penyampaiannya pada awak media setelah keluar dari Polsek Cisoka mengatakan 


" Kami puluhan masyarakat Cisoka datang kepolsek Cisoka untuk menyampaikan keluh kesah yang dirasakan warga cisoka atas ke khawatiran warga dengan adanya dum truk tanah saat melintas di wilayah kami Cisoka, kami minta pada kepolisian dan unsur lainnya seperti camat Cisoka, Koramil Cisoka Agar menyampaikan pada pembuatan aturan, dan mereka mau mendengarkan segala kekhwatiran masyarakat Cisoka Jika penyampaian kami tidak di indahkan jangan salahkan kami masyarakat Cisoka dari berbentuk elemen masyarakat  turun menggelar aksi dan menutup akses perapatan Cisoka sampai tuntutan kami didengarkan oleh pemangku kebijakan, " ujarnya

Tekan Inflasi, Polres dan Disperindag Cilegon Terus Pastikan Harga Beras Tetap Stabil

By On Selasa, November 04, 2025








CILEGON – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar Kota Cilegon terus melakukan pemantauan harga dan stok beras di sejumlah titik wilayah setempat. 


Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah serta memastikan harga beras tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).


Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Toko ADI JAYA, Alamat Pasar Baru merak Kota cilegon (Pasar Tradisional), dan Toko MARHAMAH, Alamat Pasar Baru merak Kota cilegon (Pasar Tradisional), Selasa (04/11/2025) pagi.


mengatakan pemantauan rutin ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras tetap aman di pasar tradisional maupun Retail Modern.


Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP YOGA TAMA S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., mengatakan “Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok beras aman menjelang akhir tahun yang dilakukan setiap hari,” ujarnya. 


Dari hasil pemantauan di Toko ADI JAYA, Alamat Pasar Baru merak Kota cilegon, pemilik/penanggung jawab : Sdri. ADI JAYA dan Toko MARHAMAH, Alamat Pasar Baru merak Kota cilegon, pemilik/penanggung jawab : Sdr. MARHAMAH, tim menemukan harga jual beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram dan beras SPHP Rp.12.500 per kilogram. 


YOGA TAMA menegaskan, Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan stabilitas harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap setabil disetiap harinya.


“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” katanya.***

 *Tokoh Agama Dan Masyarakat Cisoka Tolak Dum Truk Tanah Melintas Di Wilayah Cisoka*

By On Senin, November 03, 2025











Tangerang - Sering terjadi kecelakaan dan kerusakan jalan raya diakibatkan laju kendaraan Dum Truk tanah yang datang dari arah lebak setiap malam lebih dari 50 dum truk melintas melalui perapatan Cisoka membuat masyarakat cisoka geram.


Dikatakan Ustadz Jamaludin selaku tokoh keagama kecamatan Cisoka saat di konfirmasi awak media dengan bahasanya menolak adanya kendaraan besar Dum Truk tanah melintas di Cisoka, Ustadz Jamaludin bersama elemen masyarakat Cisoka seperti ketua MUI, warga  Se-kecamatan Cisoka serta Forum 7 Ormas bersatu Cisoka Minta Gubernur Banten beserta APH agar dengarkan aspirasi masyarakat Cisoka untuk menertibkan Dum truk tanah agar tidak melintas di Cisoka, jika aspirasi tersebut tidak diindahkan kata ustadz Jamaludin kepada awak media jangan salahkan masyarakat cisoka jika bergerak aksipenolakan di kec Cisoka Tangerang Banten, Senin (3/11/2025)


Ustadz Jamaludin dalam wawancaranya pada awak media


" sangat tidak setuju kita upayakan untuk dum truk tanah tidak melintas di wilayah cisoka, intinya Kita menolak wilayah cisoka dijadikan perlintasan kendaraan besar yang tonasenya melebihi kapasitas walaupun jam operasional ditentukan  dampak yang ditimbulkan mengganggu pengguna jalan lain dijalan raya bisa menimbulkan kecelakaan dan bisa merusak jalan yang dibuat dari pajak masyarakat.


Jika aspirasi masyarakat tidak diindahkan atau diabaikan otomatis kami sebagai warga khususnya dikecamatan cisoka kita akan bergerak bagaimana cara-cara jangan salahkan masyarakat jika bertindak melebihi kewenangan selama ini kita percayakan ke APH jika APH tidak bisa menindak dan tidak bisa memberikan solusi ya pasti suara tertinggi masyarakat, " tegasnya.


Ustadz Jamaludin minta gubernur Banten Andra Sony agar bertanggung jawab dan mendengarkan aspirasi masyarakat Cisoka 


" Untuk gubernur Banten Andra Sony dan juga pemangku  jabatan terkait dengan lintasan yang dilintasi oleh kendaraan yang bertonase tinggi memang itu jalur provinsi yang bertanggung jawab adalah pemerintah provinsi Banten tolong ditindak lanjuti dan Ditanggapi segala keluhan dan aspirasi aspirasi yang dikeluhkan masyarakat Banten terutama masyarakat Cisoka bukan tanpa alasan ketika kita melayangkan protes alasannya sudah didepan mata banyak kecelakaan yang diakibatkan walaupun itu musibah tapi pasti ada sebabnya diantaranya sebab itu karena Kenda kendaraan yang bertonase besar yang melintas kewilayah kec Cisoka kalo bisa ditertibkan dan kita tidak mau merugikan sebelah pihak gimana cara masyarakat cisoka bisa nyaman berkendara," ujarnya.


Kh Juhri selaku  ketua MUI menambahkan bahwa dirinya meras keberatan adanya dum truk tanah melintas di Cisoka menurutnya akibat dari Kenda Dum truk tanah tersebut jalan menjadi cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan lainnya seperti yang sudah terjadi adanya pengguna jalan yang terlindas Dum truk tanah di cisoka


" Sebenarnya sangat keberatan di samping muatannya melebihi kapasitas dan suka beroperasi di luar yang sudah di tetapkan oleh pemerintah daerah, Epeknya ke pengendara lain dan jln jadi cepat rusak ," Tutupnya.

 *KH Juhri Ketua MUI Cisoka Keberatan Dum Truk Tanah Melintas Di Cisoka*

By On Senin, November 03, 2025

Tangerang - Selain Ustadz Jamaludin Tokoh Agama Di Cisoka KH Juhri Selaku ketua MUI kec Cisoka kab Tangerang Tangerang Banten, Senin (3/11/2025) menurut dirinya Dum truk tanah yang melintas di Cisoka sangat membahayakan masyarakat cisoka dan pengguna jalan lainnya 

apalagi sebelumnya terjadi korban kecelakaan terlindas Dum truk tanah sampai meninggal dunia.


Kh Juhri selaku  ketua MUI mengatakan pada awak media


" Sebenarnya sangat keberatan di samping muatannya melebihi kapasitas dan suka beroperasi di luar yang sudah di tetapkan oleh pemerintah daerah, Epeknya ke pengendara lain dan jln jadi cepat rusak ," Ujarnya

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *