Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Aksi Pencurian Motor di Kp. Laes Jawilan Terekam CCTV

By On Selasa, Februari 24, 2026







Serang, xbintangindo.com --

Motor milik Bos tutur pemilik agen sembako  asal  kp.laes Desa kareo kecamatan jawilan kabupaten Serang Banten raib digondol maling kejadian tersebut jelas terekam cctv. 24/02/26.





Dalam Rec cctv tersbut pelaku berjumlah emapat orang memakai motor Vario  berplat p . kejadian tersebut  sangat cepat singkat dan motor korban yang terparkir di garasi depan rumah di gondol maling begitu saja. Ujarnya.


Ketua RT setempat menjelaskan." ia pak informasi itu benar, jika motor bapak Tutur agen  sembako di bawa maling , kejadian tersebut sakitar JM 4:14 wib sehabis sahur. saat itu posisi  motor ada di garasi dan dalam posisi terkunci .pas kami liat di cctv itu pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua motor ber pLat nomor P dan  berboncengan.kata Tutur.


Lanjutnya  "Selang berapa menit motor langsung di tarik  pelaku dan langsung di bawa kabur. sempat ketauan pemilik dan dinteriaki "maling maling" oleh pemilik terus warga ber hamburan keluar namun motor begitu Cepat di bawa kabur oleh si pelaku" ujar ketua RT.


Masih dengan ketua RT" mana motor baru beli  belum turun plat nomornya saya sangat prihatin sama  pak Tutur. semoga bapak Tutur di berikan kesabaran, ketabahan dan semoga  motor nya cepat ketemu lagi.aaminn," Ujarnya.


"Saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu hati - hati dan waspada saat memarkirkan motor dimana saja gunakan konci ganda saat memarkirkan motor, karena kejahatan bisa terjadi  kapan saja dan juga tetap waspada apa lagi ini menjalang hari raya kejahatan semakin meraja Lela." Himbaunya.


Saya berharap semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali."ujar pak RT setempat.

Apeng xbi//.*

Keluarga Ahli Waris Wakaf  Makam Cilik Sesalkan Warga Sekitar Buang Sampah diarea Pemakaman Kp. Kuaron Citerep Ciruas

By On Selasa, Februari 24, 2026










Foto : Sampah rumah tangga yang berserakan di sekitar area TPU Makam Cilik.

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Keluarga Ahli waris yang mewakafkan tanahnya untuk tempat pemakaman umum (TPU) Makam Cilik kampung kuaron Desa Citerep Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten sesalkan prilaku tak bermoral, membuang sampah sembarangan di area pemakaman umum. Selasa, 24/02/26.


Kekesalan ahli waris ketika melihat banyaknya sampah rumah tangga yang berserakan di sekitar TPU Makam Cilik kampung kuaron Citerep Ciruas.


Kekesalan ahli waris yang telah mewakafkan tersebut di unggah media sosial (medsos) Facebook akun @ Ali gala gah.


"Awalnya sampah yang berada di TPU Makam Cilik hanya sedikit saja, lalu diberikan peringatan dilarang membuang sampah di lokasi kuburan oleh ketua pemuda dan ketua RT namun tetap saja bukan nya hilang tapi bertambah banyak warga yang membuang sampah di area kuburan, sekarang lihat TPU Makam Cilik kotor dan bau karena banyak sampah." Kesal @ali gala gah.


"Saya berharap kepada warga sekitar TPU Makam Cilik untuk kesadarannya agar tidak lagi membuang sampahnya ke area TPU Makam Cilik, padahal sudah di sediakan tempat pembuangan sampah di belakang kantor Desa Citerep." Tutur @ali gala gah.

Red xbi//.*

Oknum Brimob Hantam Wajah Pelajar Mts Pakai Helm Berujung "Tewas"

By On Selasa, Februari 24, 2026





Maluku, xbintangindo.com --

Seorang oknum Brimob Polda Maluku Kompi 1 Batalyon C Pelopor bernama Bripda Masias Siahaya di Kota Tual memukul dua pelajar yang sedang kendarai motor (kakak-beradik) siswa MTSN dengan helm, adik bernama Arianto Tawakal, (14) terjatuh akibat dipukul menggunakan helm.

Setelah dirawat di RSUD, meninggal dunia. Sedangkan sang kakak (15) sempat juga dianiaya oleh yang bersangkutan, kini mengalami patah tulang tangan.


Arianto Tawakal, meninggal dunia setelah dipukul menggunakan helm oleh oknum anggota Brimob Bripda Masias Siahaya saat melintas di jalan tersebut.

Kronologinya

Ditemui di rumah duka, Kakak korban bernama Nasri Karim (15) bercerita ia dan korban sempat jalan-jalan sesuai sahur. Mereka menumpangi motor masing-masing.

Peristiwa bermula ketika Arianto bersama kakaknya, Nasri Karim (15), melintasi jalan menurun usai berputar arah dari sekitar rumah sakit.


Pada waktu yang sama, disebutkan ada rombongan kendaraan lain yang melaju kencang dan diduga tengah melakukan balap liar.

Mereka sempat melintasi jalan yang menjadi lokasi balapan liar dan dijaga anggota Brimob Bripda Masias Siahaya.

Saat turunan jalan, sepeda motor mereka melaju kencang. Saat itu, anggota Brimob Bripda Masias Siahaya dan beberapa anggota sedang memantau balapan liar.

Setibanya di TKP, korban yang berada di posisi belakang langsung dipukul dengan helm di bagian muka korban. Korban pun terjatuh dan sepeda motornya menabrak sepeda motor sang kakak yang berada di posisi depan.


Ia menuturkan, sesaat sebelum mencapai titik turunan, seorang anggota Brimob yang disebut bernama Bripda Masias Siahaya terlihat berada di pinggir jalan.

“Waktu kami sudah dekat, dia langsung loncat dari balik pohon. Langsung ayunkan helm yang dipakai, kena tepat di wajah adik saya,” tuturnya.

Nasri membantah keterlibatan dirinya dan sang adik dalam aksi balap liar tersebut. Ia menjelaskan bahwa laju motor mereka semata-mata karena kondisi jalan yang menurun.


“Kami jalan sendiri. Dari arah rumah sakit Maren kami putar balik. Memang posisi turunan jadi motor agak laju. Adik sudah bilang ada polisi di depan,” ujar Nasri.

Menurut Nasri, setelah terkena pukulan, adiknya masih sempat memegang kendali motor sebelum akhirnya kehilangan kontrol dan terjatuh.

“Dia masih pegang motor, mata sudah tertutup. Karena kena di wajah, dia hilang kendali. Motor terus melaju lalu jatuh tersungkur. Kepalanya sempat terseret di aspal. Motor adik juga tabrak saya sampai saya ikut jatuh,” katanya. 

Nasri juga menuturkan, sang adik mengalami pendarahan dari mulut dan hidung akibat benturan di belakang kepala.

Korban kemudian dievakuasi ke mobil patwal dengan kondisi kepala tergantung. Kata Nasri, tubuh adiknya dipegang oleh beberapa anggota lain sementara sebagian anggota hanya menarik pakaian korban selayaknya binatang.


Korban dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun. Namun nyawa korban tak tertolong setelah tiba di RS. Ia mengaku sempat diinterogasi dan diintimidasi oleh anggota Brimob Bripda Masias Siahaya.

Sementara itu, kakaknya, Nasri Karim (15), mengalami patah tulang tangan kanan dan masih dalam perawatan medis.

Kematian korban memicu kemarahan keluarga dan warga setempat yang mendatangi markas Brimob di Tual.

Pihak keluarga dan warga beramai – ramai mendatangi markas Brimob dengan Ambulance sambil menunjukkan korban almarhum Arianto Tawakal yang sudah meninggal dunia untuk menuntut proses hukum serta keadilan terhadap pelaku.

“Kalau memang salah, kenapa tidak diberikan pembinaan saja? Kenapa harus dipukul seperti binatang? Pelaku harus dihukum sesuai undang-undang yang berlaku. Kalau tidak dihukum adil, kami akan terus kawal kasus ini,” kata Moksen Ali, keluarga korban.


Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan Bripda MS sudah dijebloskan ke Rutan Polres Tual guna mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai proses hukum yang berlaku.

Rositah Umasugi memastikan proses pidana terhadap terduga pelanggar, MS juga akan menjalani proses penegakan kode etik profesi Polri.

Jika dalam proses tersebut terbukti melanggar kode etik profesi Polri, Bripda MS diberikan sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari dinas Kepolisian Negara Republik Indonesia. 
Red xbi//.*

 *PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional*

By On Senin, Februari 23, 2026






Banten, xbintangindo.com --

Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memicu perdebatan baru tentang arah kebijakan industri nasional.


Dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun, kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai pengadaan kendaraan operasional, tetapi juga sebagai cermin strategi negara dalam memanfaatkan belanja publik.


Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menilai, di balik rencana impor tersebut terdapat pertaruhan besar: apakah negara akan memperkuat basis produksi dalam negeri atau justru memperbesar ketergantungan pada produk impor.


Bendahara Umum Partai PRIMA, Ahmad Herwandi, menegaskan bahwa partainya mendukung penuh penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen distribusi logistik dan pangan di tingkat desa. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan pengadaan kendaraan tidak dilepaskan dari strategi industrialisasi nasional.


“Kami mendukung penguatan koperasi desa sebagai alat distribusi dan penggerak ekonomi rakyat. Tetapi belanja negara sebesar Rp 24 triliun lebih ini harus dilihat secara strategis. Jangan sampai niat memperkuat desa justru melemahkan industri nasional,” ujar Herwandi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026). 


*Kapasitas Produksi Nasional Dinilai Memadai*


Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kapasitas produksi kendaraan nasional mencapai sekitar satu juta unit per tahun, termasuk kendaraan niaga ringan seperti pikap. Kebutuhan 105.000 unit untuk program koperasi desa hanya sekitar 10 persen dari kapasitas tersebut.


Bagi Herwandi, angka ini menjadi dasar argumentasi bahwa industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.


Ia memperkirakan, jika pengadaan dilakukan melalui produksi lokal, dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai sekitar Rp27 triliun melalui efek berganda pada industri komponen, tenaga kerja, dan rantai pasok manufaktur.


“Kalau kapasitas nasional satu juta unit per tahun, maka kebutuhan 105 ribu unit itu sangat mungkin diproduksi di dalam negeri. Ini bukan sekadar soal teknis pengadaan, tapi soal keberpihakan pada ekosistem industri kita sendiri,” kata dia.


*Risiko Hilangnya Nilai Tambah*


Herwandi menilai, rencana impor utuh (completely built up/CBU) dari produsen India seperti Mahindra & Mahindra dan Tata Motors berpotensi mengalihkan sebagian besar nilai tambah ke luar negeri.


Industri otomotif nasional selama ini ditopang ratusan perusahaan komponen dan ribuan tenaga kerja, mulai dari sektor baja, plastik, karet, kelistrikan hingga logistik dan jasa pendukung. Jika pengadaan dilakukan secara impor utuh, maka peluang peningkatan kandungan lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga transfer teknologi dinilai menjadi terbatas.


Menurutnya, tanpa konsistensi kebijakan, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi, bukan basis produksi regional yang kuat.


“Belanja negara seharusnya menjadi alat ungkit. Kalau kita impor dalam bentuk utuh, nilai tambahnya lebih banyak dinikmati negara lain. Padahal kita punya basis industri yang cukup kuat,” tegasnya. 


*Persoalan Purna Jual dan Ketahanan Operasional*


Selain aspek industri, PRIMA juga menyoroti potensi persoalan layanan purna jual. Kendaraan operasional koperasi desa akan digunakan di wilayah dengan kondisi geografis beragam, termasuk daerah terpencil.


Herwandi menjelaskan, impor utuh tanpa basis produksi atau perakitan kuat di dalam negeri dinilai berisiko menimbulkan keterbatasan jaringan bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, hingga tingginya biaya perawatan akibat fluktuasi nilai tukar.


“Kalau suku cadang harus menunggu impor, koperasi bisa terganggu operasionalnya. Ini bukan sekadar beli mobil, tapi soal menjamin keberlanjutan distribusi logistik desa,” ujar dia. 


Sebaliknya, lanjut dia, jika pengadaan dilakukan melalui skema produksi atau perakitan dalam negeri (CKD/IKD), maka jaringan layanan purna jual, pelatihan teknisi lokal, hingga distribusi suku cadang dapat tumbuh di daerah.


Herwandi menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa dan penguatan industri nasional bukanlah dua agenda yang bertentangan. Perdebatan mengenai rencana impor 105.000 pikap ini pun menjadi ujian konsistensi arah kebijakan ekonomi nasional: apakah belanja publik akan menjadi katalis industrialisasi atau sekadar transaksi pengadaan semata.


“Desa harus kuat, industri juga harus kuat. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai strategi kedaulatan ekonomi bangsa. Belanja negara dalam jumlah besar harus memberi manfaat maksimal, baik bagi rakyat di desa maupun bagi pekerja dan industri di dalam negeri,” tutupnya.


*Rekomendasi PRIMA*


Sebagai solusi, PRIMA merekomendasikan agar pemerintah:

1. Mengutamakan produksi dalam negeri sepanjang kapasitas tersedia.

2. Mendorong skema perakitan lokal bila kerja sama dengan produsen asing tetap dilakukan.

3. Menerapkan kewajiban kandungan lokal (TKDN) secara progresif.

4. Memastikan pembangunan jaringan layanan purna jual nasional sebelum pengadaan dilakukan.

5. Mengintegrasikan program koperasi desa dengan strategi industrialisasi nasional.

Red xbi//.*

Komunitas Brionesia Banten Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan di KP3B

By On Senin, Februari 23, 2026



Banten, xbintangindo.com --

Momentun di bulan suci Ramadhan, beberapa komunitas menyisihkan sebagian rezekinya dan meluangkan waktunya untuk berbagi kepada sesama. Salah satunya komunitas Brionesia Banten Komunias ini, berbagi takjil di kota serang tempatnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) minggu. (22/02/2026).











Ratusan takjil mereka bagikan kepada para pengguna yang melintas kawasan KP3B untuk mengisi berbuka puasa. 


Bantuan takjil tersebut, berasal dari para anggota komunitas brionesia Banten yang suka rela dengan ikhlas sisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama dibulan Ramadhan yang suci ini.


Ari selaku Ketua Komunitas BrIonesia Banten saat dikonfirmasi wartawan mengatakan," para anggota  komunitas kami (brionesia Banten) menyisikan sedikit reskinya lalu dibelikan makanan untuk berbuka puasa (Takjil), ratusan takjil dibagikan untuk pengguna jalan yang melintas di KP3B, para tukang ojeg dan di bagikan kepada mereka." Kata Ari.


Ia berharap, kegiatan serupa bisa kembali mereka lakukan selama di bulan suci Ramadhan 1447 hijrah ini." Sambung Ari.


Salah satu Anggota komunitas brionesia Banten inisial R. menambah," semoga kita semua ini anak BrIonesia Banten selalu kasih umur panjang & kompak serta banyak Rizkynya & selalu bisa berbagi kepada yang membutuh kan, momen bulan suci Ramadhan ini indahnya berbagi, semoga kita semua sehat selalu dan kompak, SALAM BRIONESIA BANTEN," Tutur R.

Vino xbi//.*

Gerak Cepat...!" Satreskrim Polsek Pamarayan Amankan 4 Pelaku Pembacokan korban 3 Jari Putus

By On Senin, Februari 23, 2026








Foto : Empat Diduga Gengster Pelaku pembacokan korban 3 jari putus

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Kurang dari 24 jam Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pamarayan, polres serang, berhasil mengamankan empat (4) pelaku pembacokan yang mengakibatkan dua remaja mengalami luka bacok. (22/02/2026)


Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB di Kampung Ipik, 04 RT/RW 004/001, Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.


Laporan pertama kali diterima oleh piket SPKT Polsek Pamarayan yang terhubung langsung dengan Call Center 110 Polres Serang.


Akibat kejadian tersebut, seorang pelajar berinisial A (15) mengalami luka serius pada bagian tangan hingga tiga jarinya putus akibat sabetan senjata tajam jenis golok. Sementara satu korban lainnya berinisial AD (13) mengalami luka bacok pada bagian punggung. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis.


Berdasarkan keterangan korban dan saksi, para pelaku diketahui dan dikenali. Tim kepolisian segera melakukan upaya pencarian dan penyelidikan intensif.


Saat ini, tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna proses hukum serta pengembangan kemungkinan adanya pelaku lain.

Wendry Chaniago xbi//.*

Aneh...!" Sudah 1 Bulan Puskesmas Gunung Kaler kab.Tangerang Kehabisan Stok Obat, Pasien Berobat disuruh Beli Obat Ke Apotek Terdekat

By On Senin, Februari 23, 2026






Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Ada-ada saja sudah 1 Bulan stok obat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gunung Kaler Kabupaten Tangerang Banten sampai kehabisan begitu seh..coloteh keluarga pasien yang baru saja orang tua nya berobat ke puskesmas Gunung Kaler..!" Senin, 23/02/26.








Keluarga pasien ND saat berobat ke puskesmas Gunung Kaler mengeluhkan kondisi stok obat sampai kosong sudah 1 Bulan belum dikirim-kirim dari Dinas kesehatan kabupaten Tangerang.


"Aneh aja pak, masa iya puskesmas Gunung Kaler sampai kehabisan stok obat begitu, apa lagi pegawainya bilang ke orang tua saya (pasien) saat periksa dan berobat ke puskesmas Gunung Kaler "untuk obat nya beli saja ke apotek terdekat, stok obat di sini (puskesmas Gunung Kaler - Red) kehabisan, sudah 1 Bulan ini obat-obatan belum dikirim dari dinas kesehatan," ujar keluarga pasien menirukan ucapan orang tua nya dan pegawai puskesmas Gunung Kaler.


Lanjut ND," kalau di puskesmas sampai kehabisan obat begitu, bagaimana bisa di katakan pusat kesehatan untuk masyarakat dan apa lagi sampai kehabisan stok obat sampai 1 bulan begitu, sebetulnya pemerintah daerah kabupaten Tangerang melalui dinas kesehatan mengapa sampai mengabaikan untuk kesehatan untuk masyarakat, seharusnya hal seperti itu diutamakan." Keluh keluarga pasien.


"Kalau setiap pasien yang berobat ke puskesmas Gunung Kaler harus beli obatnya ke apotek ya .kami keluarga pasien harus mengeluarkan biaya lagi dong, jadi kesehatan di kabupaten Tangerang tidak geratis." Tutur keluarga pasien.


Sampai berita ini disiarkan pihak puskesmas Gunung Kaler kabupaten Tangerang belum dapat dikonfirmasi.

Red xbi//.*

Puluhan Kios Pedagang di Pasar Labuan Kab. Pandeglang dilalap si jago merah Kerugian Mencapai Milyaran

By On Senin, Februari 23, 2026









Foto : kobaran api menghanguskan puluhan kios di pasar labuan.

Kab. Pandeglang, xbintangindo.com --

Puluhan Kios Pedagang di Pasar Labuan kabupaten Pandeglang Banten dilalap si jago merah, kerugian materiil ditaksir mencapai milyaran rupiah. Minggu, 22/02/26.






Diketahui api berkobar oleh warga dan pedagang dilokasi pasar labuan sekitar pukul. 17.30 wib (22/2/26). Setelah beberapa jam api berhasil dipadamkan setelah datang mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian kebakaran.


Menurut Ahmad Dhani saksi mata di lokasi kebakaran menjelaskan jika dirinya bersama pedagang lainnya melihat kobaran api dari kios yang berada di tengah pasar, puluhan kios tersebut menjual dagangan yang mudah terbakar seperti pakaian, kelontongan dari plastik dan bumbu-bumbu dapur." Ujar Ahmad Dhani.


Lanjut warga sekitar Saksi mata," banyak kios - kios pedagang pasar labuan yang terbakar kami belum mendapatkan data jumlah secara detail atau kongkritnya dari petugas pemadam kebakaran." Kata Saksi mata.


"Api dapat dipadamkan sekitar pukul. 19.30 wib berkat bantuan masyarakat, para pedagang pasar labuan dan beberapa mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kejadian kebakaran. Untuk korban jiwa nihil (tidak ada).


Sampai berita ini disiarkan pihak pengelola pasar labuan dan petugas pemadam kebakaran belum dapat memberikan klarifikasi atau Statmannya.

Red xbi//.*


Subhanallah...!" Warga dan Pengiring Doa Penuhi Sebagian Jalan Nasional di Tahlilan Pertama alm. H. Johari bin H. Rebo (Mantan Kades Sumur Bandung Jayanti)

By On Senin, Februari 23, 2026








Foto : Warga dan pengiring doa penuhi tahlilan pertama alm. H. Johari bin H. Rebo sampai jalan raya nasional.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Kabar duka menyelimuti masyarakat Kampung Keramat, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Tokoh masyarakat yang dihormati, H. Johari bin H. Rebo, telah berpulang ke rahmatullah pada hari Minggu, 22 Februari 2026, sekitar pukul 14.20 WIB.

 






 



Almarhum yang merupakan warga RT 12 RW 05 dikenal luas sebagai sosok tokoh masyarakat yang aktif, bersahaja, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kampung Keramat dan Desa Sumur Bandung.


Sejak kabar wafatnya almarhum tersebar, rumah duka langsung dipadati oleh masyarakat dari berbagai wilayah. Warga berdatangan silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa, memanjatkan doa, serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

 

Menurut Bos Ro'i kolega bisnis almarhum H. Johari bin H. Rebo bahwa ALM. H. Johari bin H. Rebo dikenal sebagai rekan kerja bisnis dan sebagai orang tua.


"Selain rekan kerja bisnis almarhum H. Johari bin H. Rebo juga saya anggap seperti orang tua sendiri, beliau banyak mengajarkan saya tentang berbisnis, banyak wejangan-wejangan atau ide-ide dan saran-saran yang baik positif dalam berbisnis, yang sering beliau bilang jika berbisnis harus selalu semangat, menjaga kepercayaan, kejujuran dan kesabaran, kalimat itu yang selalu diucapkan almarhum kepada saya, almarhum adalah orang tua saya, semoga almarhum H. Johari bin H. Rebo ditempatkan di surganya Allah SWT, dan keluarga yang di tinggalkan diberikan kesabaran." Ucap Bos Ro'i.


Lanjut bos Ro'i," kebaikan dan dedikasi yang tinggi serta baik kepada masyarakat Desa sumur bandung kecamatan Jayanti dan koleganya dapat dilihat dari banyaknya masyarakat dan kolega yang ikut pengiring sampai ke peristirahatan terakhir bahkan banyak pula yang sampai tahlilan pertama di penuhi oleh masyarakat dan pengiring doa hingga kejalan raya nasional mereka datang dan mendoakan dengan sukarela serta ikhlas." Ujar Bos Ro'i.

Red xbi//.*

Dugaan Pungutan LKS dan Penggantian Kursi di SDN Nambo Udik 1 Disorot, Berpotensi Langgar Aturan

By On Minggu, Februari 22, 2026






Serang – Dugaan pungutan terhadap siswa kembali mencuat di dunia pendidikan. Kali ini, isu tersebut mengarah ke SDN Nambo Udik 1, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.


Informasi yang diterima menyebutkan bahwa siswa kelas 1 hingga kelas 5 diduga diminta membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) secara mandiri. Selain itu, muncul pula dugaan bahwa apabila terdapat kursi sekolah yang rusak, siswa diminta mengganti dengan biaya mencapai Rp80.000.








Saat dikonfirmasi guna memastikan informasi tersebut, pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.


Jika dugaan tersebut benar, praktik ini dinilai berpotensi bertentangan dengan aturan yang berlaku. Dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS, ditegaskan bahwa dana BOS digunakan untuk mendukung operasional sekolah, termasuk penyediaan bahan pembelajaran bagi peserta didik.


Sekolah negeri juga dilarang melakukan pungutan yang membebani siswa maupun orang tua.Selain itu, berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, ditegaskan bahwa:


Sekolah dan komite dilarang melakukan pungutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali.Sumbangan hanya dapat bersifat sukarela, tidak ditentukan jumlahnya, serta bukan kewajiban.


Dengan demikian, kewajiban membeli LKS maupun mengganti kursi dengan nominal tertentu dapat dikategorikan sebagai pungutan yang membebani peserta didik.


Dalam ketentuan juknis BOS, pelanggaran penggunaan dana maupun praktik pungutan liar dapat berujung pada sejumlah sanksi, di antaranya:

Pengembalian dana

Penghentian penyaluran BOS

Pemberian sanksi administratif kepada kepala sekolah

Proses hukum apabila mengarah pada pungutan liar (pungli)


Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik.


Hingga berita ini diterbitkan, Jurnalkuhp masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak SDN Nambo Udik 1 maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Serang agar informasi dapat disajikan secara berimbang.


Mencuatnya dugaan pungutan ini juga menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan Kabupaten Serang diharapkan segera turun tangan melakukan pembinaan dan pengawasan agar sekolah-sekolah tetap berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta tidak membebani peserta didik dengan pungutan yang berpotensi melanggar aturan.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *