Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Polsek  Carenang Lakukan Pemantauan dan  Penanganan  Banjir  Luapan Sungai Cidurian, Ratusan Rumah Terdampak

By On Jumat, Januari 30, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com

Polsek Carenang Polres Serang lakukan  monitoring intensif perkembangan situasi banjir akibat luapan sungai Cidurian dan tingginya curah hujan yang melanda wilayah hukum Polsek Carenang, Jumat (30/01/2026) pukul 09.30 WIB.



Kegiatan pemantauan dipimpin langsung Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, SH bersama personel Polsek dengan menyisir titik-titik genangan air, memastikan keselamatan warga serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.


Berdasarkan hasil pendataan sementara, banjir terjadi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Binuang dan Kecamatan Carenang, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 1 meter. Ratusan rumah warga terendam dan sebagian masyarakat mengungsi ke tenda darurat, masjid, ruko, serta rumah kerabat terdekat.

Wilayah Terdampak Utama


Di Kecamatan Binuang, genangan terjadi di Desa Cakung, Renged, Gembor, Warakas, Binuang dan Lamaran, dengan total ratusan rumah terdampak. 


Beberapa titik seperti Kampung Cakung Serewu, Kuwaron, Green Harmoni Warakas, serta Cereme tercatat memiliki jumlah pengungsi cukup banyak.


Sementara di Kecamatan Carenang, dampak cukup signifikan terjadi di Desa Mekarsari dan sekitarnya. Ketinggian air di Kampung Selawe dan Bojong Warna mencapai 60 cm hingga 1 meter, dengan ratusan rumah terendam dan warga mengungsi ke masjid maupun tepi jalan raya.

Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 700 rumah terdampak dengan ratusan Kepala Keluarga harus mengungsi sementara.


Upaya Kepolisian


Dalam penanganan bencana, Polsek Carenang telah melakukan berbagai langkah cepat, antara lain:


Patroli dan pengecekan langsung ke lokasi banjir serta pos pengungsian


Pendirian tenda darurat


Penyaluran bantuan sembako


Pengobatan gratis bagi warga terdampak


Trauma healing untuk ibu-ibu dan anak-anak


Koordinasi berkelanjutan dengan BPBD Kabupaten Serang

Kapolsek Carenang menyampaikan bahwa pihaknya terus bersiaga guna mengantisipasi peningkatan debit air mengingat curah hujan masih berlangsung.


“Saat ini genangan air di beberapa lokasi masih belum surut sepenuhnya. Personel Polsek Carenang bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan siap memberikan bantuan kepada masyarakat demi menjamin keselamatan warga,” ujar AKP Desma Priatna.


Situasi Terkini


Hingga saat ini kondisi air di sebagian wilayah mulai berangsur surut, namun masih diperlukan kewaspadaan dan monitoring lanjutan guna mencegah potensi banjir susulan.

Polsek Carenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan keluarga, serta segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat.

Mandor CV. Putra Birul Walidain Gelapkan Upah Tukang, Pekerjaan RKB SMAN 1 Cikeusal Menyisakan Masalah Serius

By On Jumat, Januari 30, 2026




Serang –  xbintangindo.com-- 

Dugaan praktik tidak transparan kembali mencoreng pelaksanaan proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMAN 1 Cikeusal, Kabupaten Serang, yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Meski pekerjaan fisik telah dinyatakan selesai, sejumlah tukang hingga kini mengaku belum menerima upah kerja secara penuh. Jumat, 30/01/26.


Berdasarkan keterangan para tukang, dana gaji yang seharusnya mereka terima diduga tidak disalurkan oleh mandor proyek berinisial Cacu. Padahal, pihak pelaksana proyek, Iwan (Sawong), saat dikonfirmasi menyatakan bahwa seluruh kewajiban keuangan, termasuk gaji tukang, telah dibayarkan dan diselesaikan tanpa masalah.


“Soal keuangan sudah beres semua, termasuk gaji tukang dan yang lainnya. Tidak ada masalah lagi,” ujar Iwan saat dikonfirmasi.


Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Para tukang mengaku telah berulang kali menagih hak mereka kepada mandor Cacu, tetapi tidak mendapatkan kepastian. Bahkan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, jawaban mandor justru menimbulkan tanda tanya besar.


“Nanti tunggu pekerjaan selanjutnya, nanti diberesin,” ujar Cacu kepada para tukang, sebagaimana ditirukan salah satu pekerja.


Pernyataan tersebut memicu kemarahan dan kekecewaan para tukang. Mereka mempertanyakan ke mana sebenarnya uang upah mereka, dan mengapa pembayaran justru dikaitkan dengan pekerjaan berikutnya, padahal proyek SMAN 1 Cikeusal telah rampung.


Situasi ini menimbulkan dugaan kuat adanya ketidaktransparanan pengelolaan upah tenaga kerja, yang berpotensi merugikan pekerja kecil di lapangan. Jika benar dana telah dicairkan dan dibayarkan oleh pelaksana, maka tanggung jawab mandor sebagai pengelola lapangan patut dipertanyakan secara serius.


Para tukang berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta pihak konsultan pengawas dan aparat terkait, turun tangan melakukan klarifikasi dan audit agar hak pekerja tidak terabaikan dan persoalan ini tidak berlarut-larut.


Hingga berita ini diturunkan, mandor berinisial Cacu belum memberikan klarifikasi resmi secara terbuka terkait dugaan tersebut.

*Rutan Kelas I Tangerang Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M*

By On Jumat, Januari 30, 2026





Tangerang – Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang melaksanakan kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang diikuti oleh Warga Binaan dan jajaran petugas, Jumat (30/01). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian guna memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.


Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengangkat tema “Memohon Pertolongan kepada Allah dengan Sabar dan Shalat”, yang bersumber dari saripati Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 45. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini, khususnya bagi Warga Binaan dalam menghadapi berbagai ujian dan proses perbaikan diri.


Kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Al-Mukarrom Ustadz Shofwan An Nidzhomi dari Pondok Pesantren Salafi Asroruddin Jatiuwung. Dalam ceramahnya, Ustadz Shofwan menekankan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting yang mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bersabar dan menjadikan shalat sebagai sarana utama dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT.


Kepala Rutan Kelas I Tangerang, Irhamuddin, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki nilai strategis dalam pembinaan rohani Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini menjadi wadah refleksi spiritual yang mampu membentuk sikap, perilaku, serta mental yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.


“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap Warga Binaan dapat mengambil hikmah dan menjadikan kesabaran serta shalat sebagai pegangan dalam menghadapi setiap proses kehidupan. Pembinaan keagamaan akan terus kami laksanakan secara konsisten sebagai bagian dari pelayanan pembinaan yang humanis dan berkeadilan,” ujar Irhamuddin.


Sebagai penutup, kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2026 M di Rutan Kelas I Tangerang diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan, menciptakan suasana rutan yang aman dan kondusif, serta mendukung terwujudnya tujuan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

DPD Kesti TTKDH Kab. Serang Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Agar Semakin Presisi dan Berjaya

By On Jumat, Januari 30, 2026





Serang - Ketua DPD Kesti TTKDH Kab. Serang Haji Riki Suhendra mendukungsepenuhnya agar Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah naungan Presiden Republik Indonesia.


Haji Riki Suhendra menilai, Institusi Polri sekarang ini sudah semakin maju, lebih mantap kedepan, Jumat (30/01).


"Kami sepakat keluarga besar Kesti TTKDH Kabupaten Serang mendukung dan mensuport sepenuhnya agar Institusi Polri tetap berada di bawah naungan bapak Presiden," tegasnya.


"Keberadaan Institusi Polri berada di bawah naungan bapak Presiden agar semakin Persisi dan lebih berjaya," tegasnya.


Dukungan tersebut disampaikan DPD Kesti TTKDH Kab. Serang di tengah menguatnya wacana publik terkait penataan kelembagaan Polri, yang dinilai perlu disikapi secara jernih, proporsional, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa dan negara.

Kapolsek Serang Polresta Serkot Tinjau Lahan Jagung Program Ketahanan Pangan

By On Jumat, Januari 30, 2026




Serang – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Kapolsek Serang AKP Hery Wiyono, S.H., M.M. meninjau lahan jagung yang berada di Lingkungan Perumnas Ciracas, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Jumat, 30 Januari 2026.


Kegiatan peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kehadiran Kapolsek juga sebagai bentuk dukungan Polri terhadap upaya peningkatan ketersediaan pangan di wilayah.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Serang turut berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pengelolaan lahan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan.


Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Serang AKP Hery Wiyono, S.H., M.M. menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan wujud sinergi dengan masyarakat dan stakeholder guna memperkuat kemandirian pangan serta menjaga stabilitas sosial.


Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, diharapkan program ketahanan pangan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Serang.

Ketua LSM PENJARA Desak Aparat Tindak Tegas Penarikan Motor oleh Matel Ilegal di Balaraja

By On Jumat, Januari 30, 2026









KABUPATEN TANGERANG – Ketua LSM PENJARA DPD Provinsi Banten mendesak aparat penegak hukum di wilayah Polres Tangerang dan khususnya Polsek Balaraja untuk bertindak tegas terhadap maraknya praktik penarikan kendaraan bermotor di jalan yang diduga dilakukan oleh mata elang (matel) ilegal.


Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan penarikan paksa kendaraan bermotor yang dialami seorang warga Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, di kawasan Pasar Sentiong,Balaraja 


Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban  diikuti dari jalan baru Sentiong sampai kampung comrang oleh dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai debt collector dari salah satu perusahaan pembiayaan di wilayah Balaraja. 


Tanpa menunjukkan surat tugas maupun dokumen resmi, kedua orang tersebut langsung mengambil alih sepeda motor korban di tengah jalan.

Akibat kejadian tersebut, korban terpaksa pulang ke rumah dengan menggunakan jasa ojek, sementara sepeda motor miliknya dibawa oleh terduga pelaku.


Ketua LSM PENJARA DPD Provinsi Banten menegaskan bahwa praktik penarikan kendaraan di jalan oleh pihak yang tidak berwenang merupakan perbuatan melanggar hukum dan sangat meresahkan masyarakat. 


Ia meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas para pelaku yang diduga merupakan matel ilegal.


“Kami meminta aparat penegak hukum, baik Polres Tangerang khususnya Polsek Balaraja, untuk segera mengambil langkah tegas. Penarikan kendaraan tidak boleh dilakukan sembarangan di jalan, apalagi tanpa prosedur hukum yang sah,” tegasnya.


Selain itu, Ketua LSM PENJARA juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor apabila mengalami kejadian serupa. Ia menyebutkan bahwa Polsek Balaraja bahkan telah memasang imbauan resmi di depan kantor sebagai bentuk komitmen penolakan terhadap praktik penarikan ilegal.


“Jika masyarakat mengalami atau menyaksikan penarikan paksa kendaraan di jalan, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau hubungi Call Center 110 untuk respons cepat dari Divisi Humas Polri. Jangan diam, karena ini menyangkut rasa aman dan hak warga negara,” pungkasnya.

RDP DPRD Kabupaten Serang Dinilai Kontraproduktif, Aktivis Cikoja: Jangan Lemahkan Pemda Saat Ibu Bupati dan Warga Sedang Berjuang

By On Jumat, Januari 30, 2026

ustadz Ujang Supriatna 

SERANG – Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Serang yang digelar untuk membahas evaluasi penanganan bencana banjir, justru menuai kritik tajam.


Sejumlah pihak menilai forum tersebut bukan memperkuat upaya kemanusiaan, melainkan berpotensi menjadi panggung yang kontraproduktif karena melemahkan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di tengah situasi darurat.


Salah satu kritik keras datang dari Ujang Supriatna, Aktivis Formasi Cikoja. Ia menegaskan, di saat warga terdampak sedang membutuhkan solidaritas dan percepatan bantuan, narasi yang dibangun dalam RDP malah cenderung menyudutkan Pemkab dan OPD.


“RDP ini saya nilai kontraproduktif. Saat warga masih berjuang di pengungsian, yang dibutuhkan itu dukungan dan solusi. Bukan framing yang melemahkan Pemda dan OPD yang sedang kerja keras,” tegas Ujang, Kamis (29/1/2026).


Banjir Hari Ini Akumulasi Kebijakan Masa Lalu


Ujang menilai banjir besar yang melanda puluhan desa di 27 kecamatan bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Menurutnya, musibah ini merupakan akumulasi dari kebijakan masa lalu yang tidak pro lingkungan, terutama terkait tata ruang dan pengelolaan daerah resapan air.


“Kalau ada yang mau bicara akar masalah, jangan pura-pura lupa. Banjir separah ini adalah warisan dari kebijakan lama yang tidak ramah lingkungan. Jangan lalu pemerintahan sekarang dijadikan kambing hitam,” katanya.


Pemkab Serang Dinilai Sudah Optimal


Ia juga menolak anggapan bahwa Pemkab Serang gagap dalam manajemen krisis. Menurutnya, justru penanganan bencana kali ini menunjukkan kehadiran pemerintah di lapangan.

Bahkan, Ujang menyebut tidak ada korban meninggal akibat kelalaian Pemda di tengah bencana besar ini.


“Dari banyaknya banjir, korban meninggal hanya dua kasus, dan itu pun bukan karena Pemda lalai. Satu karena struk di Padarincang, satu tenggelam di Binuang karena korban ODGJ yang sulit diarahkan. Jadi jangan dibelokkan seolah Pemda abai,” ujarnya.


Anggaran Bukan Satu-satunya Ukuran


Terkait sorotan anggaran Rp500 juta pada BPBD dan buffer stock Dinsos Rp500 juta, Ujang menilai hal itu tidak boleh dijadikan alat untuk menyimpulkan kinerja Pemda buruk.


“Dalam situasi darurat, bukan cuma angka yang dilihat. Yang utama itu kecepatan mobilisasi, koordinasi, dan tindakan nyata. Dan faktanya OPD bergerak,” ucapnya.


RDP Jangan Jadi Bencana Baru


Ujang menegaskan, bila RDP hanya dijadikan ruang memperbanyak kritik tanpa solusi, maka forum tersebut justru melahirkan kerugian baru.


“Kalau RDP hanya untuk menyudutkan, itu bukan membantu warga, itu malah bikin bencana baru: bencana opini dan bencana politik. Dan itu lebih merugi karena menghambat kerja kemanusiaan,” tandasnya.


Di akhir, ia mengajak semua pihak—baik DPRD, tokoh politik, maupun publik—untuk menahan diri dan mengutamakan keselamatan masyarakat.


“Kabupaten Serang butuh kerja nyata, bukan panggung. Saat ini waktunya gotong royong, bukan saling jatuhkan,” pungkasnya.

Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan

By On Kamis, Januari 29, 2026





Bogor — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Retret PWI Tahun 2026 sebagai upaya strategis memperkuat peran insan pers dalam menjaga ketahanan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional. Kegiatan ini resmi dibuka di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).


Pembukaan retret dilakukan melalui upacara resmi yang dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dengan didampingi oleh Ketua Umum PWI, Akhmad Munir dan Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang.


Retret PWI 2026 mengusung tema Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional. 


Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang merupakan perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia, dan akan berlangsung selama empat hari, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.


Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menegaskan bahwa Retret PWI menjadi bagian dari ikhtiar organisasi dalam membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik.


“Dirancang sebagai ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi insan pers, agar wartawan Indonesia tidak hanya kuat secara profesional dan etik jurnalistik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh dalam menghadapi tantangan disinformasi, polarisasi, dan dinamika informasi global,” ujar Akhmad Munir.


Dalam pembukaan kegiatan tersebut, Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan RI membacakan sambutan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin yang menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari ketahanan nasional.


“Saya menegaskan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan nasional. Dalam konteks ini, pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan menempati posisi strategis sebagai mitra negara dalam memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin oleh konstitusi,” ungkap Menhan dalam sambutan yang disampaikan Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan.


Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta kepada seluruh peserta Retret PWI 2026. Selanjutnya, para peserta menerima materi Building Learning Commitment (BLC) serta Pengantar Nilai Dasar Bela Negara sebagai fondasi awal dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


Turut hadir dalam pembukaan Retret PWI 2026 antara lain Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Ferry Trisnaputra, para pejabat Eselon II di lingkungan BPSDM Pertahanan Kemhan, serta jajaran pengurus PWI Pusat.

Kacau...!" MBG di Kragilan dikeluhkan Wali Murid

By On Kamis, Januari 29, 2026





Kab. Serang, xbintangindo.com --

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di sejumlah Sekolah Dasar SDN SENTUL 4 KEC KRAGILAN, menuai keluhan dari wali murid pada kamis (29/1/2026). 


Keluhan terkait porsi, kualitas menu, serta ketidaksesuaian antara informasi dan isi bingkisan viral di berbagai grup WhatsApp masyarakat kerugian. Seorang wali murid yang tidak disebutkan nama menyampaikan kekecewaannya, ia menyatakan bahwa menu MBG yang diterima anaknya jauh dari ekspektasi. 

"Kalau makanan seperti ini, sebenarnya tidak perlu diberikan pemerintah – saya sendiri mampu membeli untuk anak saya setiap hari. Anak-anak dan tidak sesuai dengan harga nya lihat  1 kantong plastik dengan di perhitungkan kan 3 hari coba brapa hrga nya tidak sesuai 


juga demikian. Selain itu, murid kelas 2 SD Sentul 4 kec Kragilan saya sebagai wali murid sangat kecewa terhadap progam MBG yg tidak sesuai  masa 3 hari cuma segitu mau.klw mau ngambil untung jangan gede gede pak makan bergizi hrs seger sesuai kan pak ujar  firman .


Fahmi sebagai kepala sppg nya harus mempertanggung jawab kan dan atas menu (MBG) makan bergizi gratis 


Dan h Mukti sebagai pengelola berdasarkan bahwa wali murid banyak yang komplen terhadap pengiriman satu kantong tersebut di perhitungkan 3 hari.

Amor Karoke di Cikande diduga Hanya Kantongi izin Rumah Makan

By On Kamis, Januari 29, 2026




Kab. Serang, xbintangindo.com --

Dikutip dari media online wartahukum.com Tempat Hiburan Malam (THM) Amor yang berada di kawasan ruko modern Cikande diduga memiliki izin restoran dari OSS ditambah menjual minuman beralkohol diduga tanpa memiliki izin resmi penjualan minuman beralkohol. 


Lemahnya penindakan dari pemangku pejabat daerah Kabupaten Serang membuat pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kabupaten Serang menganggap remeh pemerintah kabupaten Serang seolah-olah pemerintah Kabupaten Serang bisa dikendalikan oleh pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM) Amor Cikande. 



Berkedok Resto dan cafe, Tempat Hiburan Malam (THM) Amor Cikande menyediakan minuman beralkohol dan juga wanita pemandu lagu berpenampilan seksi yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah culture masyarakat Kabupaten Serang, Provinsi Banten. 



Menurut RN warga sekitar THM Amor Cikande mengatakan, sudah lama itu pak berdirinya Amor, iya selama ini aman-aman aja, ada minuman beralkohol dan juga LC nya di dalam, pungkas RN, Kamis (29/01/2026). 



" Nama doang pak Resto juga, di dalamnya ma karaoke, minuman beralkohol, sama LC, tutupnya.

Red xbi//*


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *