Saat Liput Demo Ricuh HUT Kab. Serang ke-500 Tahun Wartawan Jadi Korban dikeroyok Oknum Polisi
On Jumat, Oktober 09, 2026
Aden wartawan Ekbis Banten
SERANG - xbintangindo.com --
Seorang wartawan di Kabupaten Serang bernama Kosasih Sukmawijaya alias Aden diduga kena keroyok oknum polisi saat meliput aksi unjuk rasa ricuh dalam HUT Kabupaten Serang ke-500 tahun.
Akibat hal itu, Aden mengalami luka lebam pada bagian wajah. Sedangkan tangan dan kaki terkilir hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).
"Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka," kata Aden, Kamis (8/10/2026).
Menurut Aden, insiden tersebut terjadi ketika terjadi kericuhan antara aktivis dan aparat yang melakukan pengamanan aksi sekitar pukul 20.30 WIB.
Saat itu lanjut Aden, ia didatangi sejumlah oknum polisi yang langsung mengamankan dirinya dan mengambil handphone.
"Saya udah bilang bahwa saya wartawan. Itu juga ada yang kasih tahu bahwa saya wartawan, tapi tetap dipukul," ungkap Aden.
Sementara seorang saksi yang juga wartawan di Kabupaten Serang, Saepul Arifin mengatakan, bahwa saat itu polisi mendatangi sejumlah pedagang yang ada di pendopo Bupati Serang untuk memeriksa handphone mereka.
"Saat itu Aden masuk ke gerbang pendopo dan saya lihat langsung dipegang oleh oknum polisi. Kemudian mereka juga mendatangi saya, namun saya langsung kabur, karena saat itu sudah keos," kata Saepul.
Sebelumnya, Aksi penyampaian aspirasi Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) di kawasan Pendopo Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026) malam, berakhir ricuh.
Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami luka setelah terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian dan petugas keamanan. Hamas juga menyebut sejumlah pengurus mereka diamankan dan dibawa ke Polres Serang Kota.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelum bentrokan, aksi disebut berlangsung relatif kondusif. Situasi berubah setelah massa membakar ban dan mencoret bagian dinding Pendopo Kabupaten Serang.
Menurut keterangan salah seorang anggota Hamas, Mamat, situasi semakin tegang setelah aparat memberikan instruksi kepada barisan pengamanan untuk bersiap. Setelah itu, lampu di sekitar lokasi disebut dimatikan.
"Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, 'Siap gerak, siap gerak'. Itu sudah sempat dengar," ujar Mamat.
Tidak lama kemudian, menurut dia, lampu dimatikan dan terjadi kericuhan.
"Benar tuh, siap gerak, siap gerak, langsung matiin lampu. Ya sudah chaos," jelasnya.
Dalam kondisi gelap dan situasi yang tidak terkendali, sejumlah peserta aksi mengaku mendapat tindakan kekerasan dari aparat. Mamat mengatakan seorang mahasiswi bahkan sempat menangis setelah diduga terkena pukulan.
Kericuhan kemudian meluas hingga ke luar gerbang Pendopo Kabupaten Serang. Ketua Umum Hamas yang disebut sudah dalam kondisi tidak berdaya juga diduga masih mendapat pukulan dari sejumlah aparat.
Sejumlah pengurus Hamas yang hendak mengambil kendaraan mereka juga disebut dikejar dan diamankan petugas.
Sedikitnya lima orang pengurus Hamas, menurut keterangan Mamat, dibawa ke Polres Serang Kota.
"Tadinya mah tiga doang. Si Adul sama si Nedi berdua, lima orang perkiraan," ujar Mamat.
Mamat mengatakan pihaknya sempat kehilangan kontak dengan sejumlah peserta aksi yang dibawa aparat. Ia kemudian berupaya menyelamatkan peserta lain yang berada di dekatnya.
"Akhirnya gua ngamanin beberapa orang, enam orang dibawa ke tempat aman," katanya.
Menurut Mamat, hampir seluruh peserta aksi mengalami luka, meskipun sebagian di antaranya disebut hanya mengalami luka ringan.
"Rata-rata luka semua," ujarnya.
Ia mengaku baru mengetahui kondisi sejumlah rekannya secara lebih jelas setelah melihat rekaman video kericuhan.
"Setelah kita lihat di video itu kan parah, sampai yang ditonjok gitu. Rata-rata teman-teman juga pasti kecewa. Hampir rata-rata luka semua," pungkasnya.









