Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Saat Liput Demo Ricuh HUT Kab. Serang ke-500 Tahun Wartawan Jadi Korban dikeroyok Oknum Polisi

By On Jumat, Oktober 09, 2026

Aden wartawan Ekbis Banten 

SERANG - xbintangindo.com --

Seorang wartawan di Kabupaten Serang bernama Kosasih Sukmawijaya alias Aden diduga kena keroyok oknum polisi saat meliput aksi unjuk rasa ricuh dalam HUT Kabupaten Serang ke-500 tahun.


Akibat hal itu, Aden mengalami luka lebam pada bagian wajah. Sedangkan tangan dan kaki terkilir hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).


"Saya dikeroyok oknum polisi, handphone juga turut diamankan oleh mereka," kata Aden, Kamis (8/10/2026).


Menurut Aden, insiden tersebut terjadi ketika terjadi kericuhan antara aktivis dan aparat yang melakukan pengamanan aksi sekitar pukul 20.30 WIB.


Saat itu lanjut Aden, ia didatangi sejumlah oknum polisi yang langsung mengamankan dirinya dan mengambil handphone.


"Saya udah bilang bahwa saya wartawan. Itu juga ada yang kasih tahu bahwa saya wartawan, tapi tetap dipukul," ungkap Aden.


Sementara seorang saksi yang juga wartawan di Kabupaten Serang, Saepul Arifin mengatakan, bahwa saat itu polisi mendatangi sejumlah pedagang yang ada di pendopo Bupati Serang untuk memeriksa handphone mereka.


"Saat itu Aden masuk ke gerbang pendopo dan saya lihat langsung dipegang oleh oknum polisi. Kemudian mereka juga mendatangi saya, namun saya langsung kabur, karena saat itu sudah keos," kata Saepul.


Sebelumnya, Aksi penyampaian aspirasi Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) di kawasan Pendopo Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026) malam, berakhir ricuh.


Sejumlah peserta aksi mengaku mengalami luka setelah terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian dan petugas keamanan. Hamas juga menyebut sejumlah pengurus mereka diamankan dan dibawa ke Polres Serang Kota.


Kericuhan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Sebelum bentrokan, aksi disebut berlangsung relatif kondusif. Situasi berubah setelah massa membakar ban dan mencoret bagian dinding Pendopo Kabupaten Serang.


Menurut keterangan salah seorang anggota Hamas, Mamat, situasi semakin tegang setelah aparat memberikan instruksi kepada barisan pengamanan untuk bersiap. Setelah itu, lampu di sekitar lokasi disebut dimatikan.


"Yang pertama sudah ada gerak-gerik. Si polisi itu kan sudah ngasih instruksi, 'Siap gerak, siap gerak'. Itu sudah sempat dengar," ujar Mamat.


Tidak lama kemudian, menurut dia, lampu dimatikan dan terjadi kericuhan.


"Benar tuh, siap gerak, siap gerak, langsung matiin lampu. Ya sudah chaos," jelasnya.


Dalam kondisi gelap dan situasi yang tidak terkendali, sejumlah peserta aksi mengaku mendapat tindakan kekerasan dari aparat. Mamat mengatakan seorang mahasiswi bahkan sempat menangis setelah diduga terkena pukulan.


Kericuhan kemudian meluas hingga ke luar gerbang Pendopo Kabupaten Serang. Ketua Umum Hamas yang disebut sudah dalam kondisi tidak berdaya juga diduga masih mendapat pukulan dari sejumlah aparat.


Sejumlah pengurus Hamas yang hendak mengambil kendaraan mereka juga disebut dikejar dan diamankan petugas.


Sedikitnya lima orang pengurus Hamas, menurut keterangan Mamat, dibawa ke Polres Serang Kota.


"Tadinya mah tiga doang. Si Adul sama si Nedi berdua, lima orang perkiraan," ujar Mamat.


Mamat mengatakan pihaknya sempat kehilangan kontak dengan sejumlah peserta aksi yang dibawa aparat. Ia kemudian berupaya menyelamatkan peserta lain yang berada di dekatnya.


"Akhirnya gua ngamanin beberapa orang, enam orang dibawa ke tempat aman," katanya.


Menurut Mamat, hampir seluruh peserta aksi mengalami luka, meskipun sebagian di antaranya disebut hanya mengalami luka ringan.

"Rata-rata luka semua," ujarnya.

Ia mengaku baru mengetahui kondisi sejumlah rekannya secara lebih jelas setelah melihat rekaman video kericuhan.

"Setelah kita lihat di video itu kan parah, sampai yang ditonjok gitu. Rata-rata teman-teman juga pasti kecewa. Hampir rata-rata luka semua," pungkasnya.

Polsek Cikande Pasang Spanduk Imbauan dan Sosialisasi Edukatif di Kawasan Industri Untuk Mencegah Penipuan Rekrutmen Calon Tenaga Kerja

By On Kamis, Oktober 08, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com

Sebagai langkah preventif dalam melindungi para pencari kerja dari aksi penipuan, Polsek Cikande Polres Serang menggelar sosialisasi imbauan kamtibmas bertajuk "Waspada Penipuan Calo Tenaga Kerja" pada Kamis (8/10/2026).


Sosialisasi ini dilakukan secara masif melalui pemasangan spanduk imbauan di berbagai titik strategis kawasan industri, salah satunya di sekitar area PT Nikomas Gemilang, serta dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi @PolsekCikandeOfficial.


Langkah edukatif ini diambil untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para pelamar kerja, agar tidak menjadi korban modus penipuan rekrutmen yang kerap memanfaatkan harapan warga untuk mendapatkan pekerjaan.

Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cikande Kompol Rudika Harto Kanjairi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja yang resmi tidak dipungut biaya apapun.


"Kami imbau masyarakat pencari kerja untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Ingat, proses rekrutmen perusahaan yang resmi itu gratis. Jangan sampai uang melayang, pekerjaan tak datang," tegas Kompol Rudika Harto Kanjairi.


Kapolsek Cikande juga membeberkan beberapa ciri penipuan calo tenaga kerja yang patut diwaspadai, di antaranya:


1. Meminta Uang di Awal: Oknum meminta biaya dengan alasan administrasi, seragam, medical check-up, atau uang pelicin.


2. Menjanjikan Kelulusan 100%: Menjamin pelamar langsung bekerja tanpa mengikuti prosedur seleksi resmi.


3. Proses Tidak Transparan: Wawancara atau seleksi dilakukan di tempat tidak resmi (bukan di kantor perusahaan terkait).


Selain itu, Polsek Cikande membagikan tips aman mencari kerja bagi masyarakat:


- Cari informasi lowongan kerja dari sumber resmi (website perusahaan, Disnaker, atau Bursa Kerja Resmi).


- JANGAN PERNAH mentransfer uang kepada siapapun dengan alasan biaya rekrutmen.


- Jangan serahkan dokumen pribadi asli (seperti Ijazah atau KTP) kepada perorangan/calo.


- Lakukan konfirmasi (cross-check) langsung ke perusahaan yang bersangkutan.


Kompol Rudika mengajak seluruh elemen masyarakat dan pengelola kawasan industri untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan industri yang bersih dari praktik percaloan.


"Jika masyarakat menjadi korban atau melihat langsung praktik percaloan tenaga kerja, segera laporkan ke Polsek Cikande atau hubungi Layanan Call Center Polri di 110," imbaunya.

Polsek Carenang Gelar Pengamanan Baksos, CKG dan Sunatan Massal dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500

By On Kamis, Oktober 08, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500, Polsek Carenang melaksanakan pengamanan sekaligus menghadiri kegiatan bakti sosial (Baksos), Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan sunatan massal yang digelar di Halaman Kantor Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Menuju Serang Bahagia” tersebut dimulai pada pukul 13.30 WIB dan diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, pemerintah Desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, organisasi masyarakat serta warga Kecamatan Carenang.


Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Inspektorat Kabupaten Serang, Camat Carenang, Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, SH, para Kepala Desa se-Kecamatan Carenang, Kepala Puskesmas Carenang, Ketua PKK, para kader, Karang Taruna, tenaga kesehatan Puskesmas Carenang, personel Polsek Carenang, personel Koramil Carenang, Satpol PP Kecamatan Carenang serta masyarakat.


Adapun rangkaian pelayanan sosial yang diberikan kepada masyarakat meliputi cek kesehatan gratis, sunatan massal serta pembagian sembako bagi warga kurang mampu.


Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, SH, mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus upaya mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dalam memberikan pelayanan serta manfaat langsung bagi warga,” ujar Kapolsek Carenang.


Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Carenang bersama unsur terkait melaksanakan pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.


Kegiatan selesai pada pukul 15.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Mahasiswa Unpam Serang Bekali Siswa SMK Babunnajah Keterampilan Buat PPT Otomatis dengan AI dan Literasi Keamanan Data Pribadi

By On Kamis, Oktober 08, 2026





PANDEGLANG – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi S-1 Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Babunnajah, Jalan Raya Labuan KM 12, Cimedang, Menes, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 15 September 2026. Mengusung tema pelatihan pembuatan presentasi (PPT) otomatis serta literasi keamanan data pribadi dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI), kegiatan ini diikuti 29 siswa kelas XII.


Kegiatan dilatarbelakangi pesatnya perkembangan AI yang memudahkan siswa mencari ide, menyusun materi, hingga membuat bahan presentasi. Namun, kemudahan itu perlu diimbangi kesadaran akan keamanan data pribadi. Banyak siswa belum menyadari bahwa data percakapan, dokumen tugas, hingga informasi sensitif yang dimasukkan ke platform AI berpotensi tersimpan dan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kegiatan dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi langsung, tanya jawab, dan kuis interaktif berhadiah.

Daftar Mahasiswa Sistem Informasi Unpam Serang yang PKM

Kegiatan ini dilaksanakan Silvi Nurhayati sebagai ketua pelaksana, bersama Delvana Azzahra, Irfan Indallah Hadi, Lutfiana Putri Amalia, Muhamad Albar Kamil, dan Siti Nursyifa Rahmawati sebagai anggota pengabdi, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom.


Acara dimulai pukul 10.30 WIB dengan sambutan Ketua Pelaksana. Silvi menyampaikan rasa bangga dan haru karena dapat kembali mengabdi ke almamaternya. Ia diketahui merupakan alumni SMK Babunnajah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), sehingga kegiatan ini menjadi momen pulang kampung yang penuh makna baginya.


“Di era digital ini, AI bisa membuat PPT dalam hitungan menit. Tapi kami ingin adik-adik tidak hanya jago memakai teknologinya, tetapi juga paham cara memakainya secara aman dan bertanggung jawab. Prinsipnya adalah think before you share, saring dulu apa yang mau kita masukkan ke AI,” ujar Silvi di hadapan peserta.


Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan sekolah, Ahmad Fatoni. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengingatkan agar pelajar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa gagap teknologi, sambil tetap mewaspadai sisi negatifnya. “Anak-anak harus bisa memilah, mana yang baik untuk diambil dan mana yang buruk untuk ditinggalkan. Teknologi itu seperti pisau bermata dua,” tegasnya.


Memasuki sesi inti, Siti Nursyifa memperkenalkan konsep dasar AI dan mendemonstrasikan platform Gamma, mulai dari menentukan topik, menuliskan perintah (prompt), memilih tema desain, hingga PPT jadi yang siap dipresentasikan. Siswa diingatkan bahwa hasil buatan AI tetap harus diperiksa dan disesuaikan, karena AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.


Sesi kedua dibawakan Silvi dengan materi literasi keamanan data pribadi. Siswa mempelajari klasifikasi data menurut UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yakni data umum seperti nama dan jenis kelamin, serta data spesifik seperti data kesehatan, biometrik, data anak, dan data keuangan. Mereka diajak menerapkan empat langkah aman: tidak sembarangan memasukkan data sensitif ke layanan AI, memeriksa kebijakan privasi platform, menerapkan prinsip think before you share, dan memeriksa hasil keluaran AI secara kritis.


Suasana semakin hidup pada sesi tanya jawab. Pada sesi Gamma, seorang siswa menanyakan cara menyusun prompt yang baik serta apakah hasilnya dapat disunting kembali di PowerPoint. Pada sesi keamanan data, siswa lain menanyakan data apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke AI dan bahaya mengunggah foto KTP. Kedua pertanyaan itu dijawab tuntas oleh masing-masing pemateri dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif berhadiah bagi peserta yang aktif, dilanjutkan pengenalan Unpam Kampus Serang, khususnya Program Studi Sistem Informasi, mulai dari gambaran perkuliahan, fasilitas kampus, dan pilihan waktu kuliah hingga media sosial resmi sebagai sumber informasi lanjutan.

Berdasarkan evaluasi tim melalui observasi, diskusi, dan kuis, kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias. Pemahaman siswa tentang pemanfaatan AI, keamanan data pribadi, dan penggunaan AI secara bijak dinilai telah tercapai. Untuk kegiatan berikutnya, tim merekomendasikan sesi praktik langsung serta pre-test dan post-test agar pemahaman siswa dapat diukur lebih terstruktur. Pihak sekolah juga diharapkan terus mendukung edukasi literasi digital secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan ini, siswa SMK Babunnajah diharapkan mampu memanfaatkan AI secara kreatif, kritis, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran, sekaligus menjadi generasi muda yang cerdas menjaga keamanan data pribadi di era digital. Kegiatan ini juga menjadi wadah mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. (***)

Dengan Langkah Cepat, Responsif, dan Kolaboratif  Kepolisian,  Polsek Tanara Temukan  Anak Hilang Yang Viral di Medsos

By On Rabu, Oktober 07, 2026





Kab, Serang xbintangingindo.com

Gerak cepat jajaran Polsek Tanara Polres Serang kembali membuahkan hasil. Seorang anak berinisal NR (15), warga Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya, dan viral di media sosial (Medsos) berhasil ditemukan anggota Polsek Tanara dalam kondisi selamat hanya beberapa jam setelah laporan diterima pada Selasa (7/10/2026).


Peristiwa ini bermula ketika berawal dari informasi dimedia sosial Instagram bahwa ada anak gadis berinisal NR usia 17 tahun warga Kecamatan Tanara Desa Cibodas sudah 3 hari tidak pulang kerumah. 


Mendapat informasi tersebut langkah yang diambil Kapolsek Tanara Iptu Iwan Rudini, SH memerintah Kanitreskrim Ipda  Willly untuk mengecek kebenaran informasi tersebut berkoordinasi dengan kepala Desa untuk mendatangi rumah orangtua korban.


Kapolsek Tanara Iptu Iwan Rudini melalui Kanit Reskrim Ipda Willly membenar adanya anak hilang yang sempat viral di medsos.


"Benar telah terjadi adanya anak hilang yang sempat viral di medsos, berdasarkan keterangan paman NR, kaburnya anak tersebut disebabkan ada permasalahan internal keluarganya, hingga yang bersangkutan kabur dari rumah selama 3 hari sejak hari Sabtu kemarin," kata Willy.


Berbekal informasi tersebut anggota Polsek Tanara bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mencari informasi tempat main dan tongkrongan NR, dan pukul 15.30 wib berhasil ditemukan di Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang.


"Berbagai rangkaian penyelidikan Alhamdulillah tidak kurang 1 x 24 jam, pukul 15.30 wib, kami berhasil menemukan NR di wilayah Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang di rumah keluarga temennya," ujar Willy.


Sementara rasa syukur dan apresiasi juga disampaikan oleh orang tua NR, yang mengaku lega setelah anaknya berhasil ditemukan dalam waktu singkat.


“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polsek Tanara yang sudah bergerak cepat membantu mencari anak saya. Setelah saya melapor, alhamdulillah dalam waktu singkat anak saya langsung ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya.


Kapolsek Tanara Iptu Iwan Rudini menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk respon cepat kepolisian yang bersinergi dengan masyarakat.


“Laporan dari masyarakat langsung kami tindaklanjuti secara cepat. Ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Tanara Polres Serang dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam kasus yang menyangkut keselamatan anak,” pungkas Iptu Iwan Rudini.


Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila terjadi hal-hal yang mencurigakan.


Dengan langkah cepat, responsif, dan kolaboratif antara kepolisian dan masyarakat, Polsek Tanara Polres Serang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga.

Dugaan Upah Murah Pekerja Kawasan Industri Milenium Diadukan ke Disnaker Banten, H. Alamsyah Desak Pengawas Segera Sidak

By On Rabu, Oktober 07, 2026





KAB. TANGERANG — xbintangindo.com --

Persoalan dugaan pembayaran upah murah terhadap sejumlah pekerja di Kawasan Industri Milenium (pekerja kebersihan dan scurity), Kabupaten Tangerang, kini memasuki babak baru. Ketua umum LSM Geram, Alamsyah secara resmi mengadukan persoalan tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten serta meminta Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan segera turun melakukan inspeksi mendadak (sidak).


Pengaduan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan pekerja mengenai dugaan praktik pembayaran upah yang dinilai jauh dari standar serta adanya persoalan terkait kejelasan status hubungan kerja.


Sebelumnya, mencuat keluhan mengenai adanya pekerja yang disebut hanya menerima upah sekitar Rp50 ribu, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengupahan dan hubungan kerja yang diterapkan terhadap para pekerja di lingkungan kawasan industri tersebut.

Alam menegaskan, persoalan tersebut tidak cukup hanya menjadi bahan pemberitaan atau perbincangan publik. Menurutnya, pemerintah melalui pengawas ketenagakerjaan harus hadir untuk melakukan pemeriksaan langsung dan memastikan apakah praktik ketenagakerjaan yang berlangsung telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


“ persoalan tersebut sudah kami adukan ke Disnakertrans Provinsi Banten. Kami meminta Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan segera turun melakukan sidak. Jangan hanya menunggu laporan semakin banyak, sementara pekerja yang diduga dirugikan terus berada dalam ketidakpastian,” tegas Alam.


Menurut Alam, pemeriksaan tidak hanya perlu difokuskan pada besaran upah yang diterima pekerja. Pengawas juga diminta memeriksa status hubungan kerja, perjanjian kerja, jam kerja, kepesertaan jaminan sosial, serta pemenuhan hak normatif pekerja lainnya.


Ia menilai persoalan tersebut harus ditangani secara objektif dengan meminta keterangan dari pekerja maupun pihak perusahaan terkait sehingga dapat diketahui fakta sebenarnya.


“Kalau semuanya sudah sesuai aturan, tentu hasil pemeriksaan akan menjawabnya. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, kami meminta Disnaker Banten tidak ragu mengambil langkah sesuai kewenangannya. Negara harus hadir memastikan hak pekerja tidak diabaikan,” ujarnya.


Alam juga meminta pengaduan tersebut tidak berhenti sebatas administrasi surat-menyurat. Ia berharap pengawas ketenagakerjaan segera melakukan verifikasi lapangan dan memberikan kepastian mengenai tindak lanjut hasil pengaduan.


Menurutnya, keberadaan kawasan industri semestinya memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang layak bagi masyarakat, bukan justru menyisakan persoalan mengenai pemenuhan hak dasar tenaga kerja.


“intinya Investasi dan keberlangsungan dunia usaha tentu harus kita jaga. Namun perlindungan terhadap pekerja juga tidak boleh dikesampingkan. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkas Alam.

Sungai Cimanceuri Kab. Tangerang Tercemar Parah, Saluran Buang Kawasan Industri Milenium Ditutup Sementara

By On Rabu, Oktober 07, 2026








Karikatur sungai tercemar.

Kab. Tangerang - xbintangindo.com --

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang mengambil sikap tegas dengan mendesak penutupan sementara saluran pembuangan air di Kawasan Industri Milenium, Cikupa. Langkah drastis ini diputuskan menyusul dugaan pencemaran parah pada Sungai Cimanceuri yang dampaknya dirasakan secara langsung oleh warga Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa.


Kebijakan penghentian sementara aliran tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail. Keputusan ini merupakan hasil tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, sejumlah dinas teknis, aktivis lingkungan dari Ruang Alam, serta jajaran Direksi PT Bumi Citra Permai selaku pengembang Kawasan Industri Milenium, Senin (29/9/2026).


"Ya jadi untuk pengendalian dan meminimalisir indikasi pencemaran itu, kita minta kepada pihak Pemerintah Daerah selaku yang punya tugas dan tupoksinya itu untuk menutup sementara," ungkap Kholid Ismail.


Menurut Kholid, langkah penutupan sementara ini wajib dilakukan sambil menunggu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang merampungkan uji laboratorium terhadap sampel air sungai yang tercemar. Selain menutup saluran pembuangan, DPRD Kabupaten Tangerang juga menginstruksikan audit menyeluruh terhadap legalitas dan dokumen perizinan pihak pengembang guna mengukur tingkat kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.


Setiap kawasan diwajibkan memenuhi syarat normatif dan teknis yang tertuang dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum menjalankan kegiatan operasionalnya.


"Setiap kawasan itu sebelum mereka melakukan kegiatan, harus ada hal-hal yang dipenuhi dulu syarat-syaratnya, baik secara normatif maupun secara teknis. Nah itu semua tertuang dalam dokumen AMDAL. Maka kita minta dalam dokumen induk itu yang kemudian kita akan lihat dulu," tegas Kholid.


Nantinya, dokumen-dokumen tersebut akan digunakan untuk memeriksa komposisi tata letak kawasan, mendata jumlah pabrik atau tenant yang beroperasi, mengidentifikasi jenis produksi, hingga merunut jalur pembuangan akhir limbah industri.


Menanggapi instruksi penutupan tersebut, Direktur PT Bumi Citra Permai, Wagiman Tanto, menyatakan pihaknya telah bergerak cepat dengan menutup secara mandiri sebagian saluran pembuangan air yang terindikasi mengalami pencemaran guna mencegah dampak yang meluas.


"Kita udah tutup sebagian tuh yang tercemar, kalau gak tambah parah nanti," ujar Wagiman.


Wagiman juga mengeklaim bahwa pihak pengelola selama ini tidak pernah alpa dalam menjalankan kewajiban administratif serta selalu melaporkan berbagai persoalan operasional secara berkala kepada DLHK Kabupaten Tangerang. "Ada harus itu, iya (mengetahui semua permasalahan di kawasan)," tandasnya.


Kendati demikian, pihak pengembang mensinyalir bahwa pencemaran tersebut disebabkan oleh ulah oknum *tenant* yang melanggar aturan. Manajemen menyatakan siap mengambil tindakan tegas dengan melaporkan pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran ini.


"Dugaan kami sementara baru satu tenant, udah jelas (dugaan pelanggaran), saya gak bisa sebut yah," pungkas Wagiman. 

Red Xbi//.*

Manajemen Kawasan Industri Millenium Beri Upah Pekerja Rp50.000 - Rp. 75.000,- perhari dan Status Kerja Tak Jelas, Kemana Pengawasan Disnaker Kab. Tangerang

By On Rabu, Oktober 07, 2026






Foto : Kawasan Industri Milenium Tigaraksa kabupaten Tangerang Banten 

TANGERANG - xbintangindo.com --

Kawasan Industri Milenium di Cikupa, Kabupaten Tangerang, tengah berada di bawah sorotan tajam publik. Belum selesai polemik dugaan pencemaran parah pada Sungai Cimanceuri yang berujung pada desakan penutupan saluran pembuangan air, kawasan industri ini kembali diguncang oleh persoalan internal terkait sistem administrasi dan transparansi hak-hak pekerja.


Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang mengambil sikap tegas dengan mendesak penutupan sementara saluran pembuangan air di kawasan tersebut. Langkah drastis ini diputuskan menyusul pencemaran lingkungan yang dampaknya dirasakan secara langsung oleh warga Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa.


Kebijakan penghentian sementara aliran tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kholid Ismail, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, dinas teknis, aktivis lingkungan dari Ruang Alam, serta jajaran Direksi PT Bumi Citra Permai selaku pengembang Kawasan Industri Milenium, Senin (29/9/2026).


Di tengah carut-marut penanganan limbah pabrik, persoalan pelik lain turut mencuat dari dalam internal kawasan. Di balik aktivitas industri yang megah, para petugas kebersihan dan keamanan (satpam) dihadapkan pada persoalan transparansi hak kerja.


Berdasarkan pengakuan narasumber yang enggan disebutkan namanya, para tukang sapu atau petugas kebersihan lapangan menerima upah berkisar antara Rp50.000 hingga Rp75.000 per hari. Sementara itu, untuk petugas keamanan, gaji yang diterima tercatat berkisar antara Rp3.200.000 sampai Rp4.000.000.


Kendati angka tersebut bervariasi, sorotan tajam mengarah pada buruknya tata kelola administrasi manajemen pengelola. Para pekerja mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah sama sekali diberikan slip gaji setiap bulannya. Padahal, status mereka merupakan pekerja organik langsung di bawah perusahaan, bukan pekerja alih daya (outsourcing) melalui yayasan.


Ketidakpastian administratif dan ketiadaan rincian komponen upah ini memicu tanda tanya besar di kalangan pekerja terkait pemenuhan hak-hak normatif ketenagakerjaan.


Menanggapi ketimpangan dan karut-marut ganda ini, Ketua Umum LSM Geram Banten, Alamsyah, mengecam keras buruknya tata kelola yang dialami para buruh dan petugas di Kawasan Industri Milenium.


"Sangat disayangkan di tengah aktivitas kawasan yang besar, hak-hak administratif dasar pekerja diabaikan. Terlebih mereka adalah pekerja organik, bukan lewat yayasan, namun tidak pernah diberikan slip gaji sebagai bentuk transparansi. Persoalan ini menyangkut kepatuhan hukum dan kemanusiaan," tegas Alamsyah.


Alamsyah mendesak manajemen Kawasan Industri Milenium untuk segera transparan dan melakukan evaluasi total, tidak hanya terkait tata kelola lingkungan dan limbah, tetapi juga terhadap sistem administrasi penggajian dan kesejahteraan di lingkungan kawasan.

Red xbi//.*

*Patroli PJR Polda Banten Ringkus Dua Terduga Penusukan Calon Penumpang Bus*

By On Rabu, Oktober 07, 2026








Korban penusukan 

Serang – Polda Banten melalui Sat PJR Ditlantas Polda Banten meringkus dua pelaku berinisial AS (28) dan IS (29) terduga pelaku penusukan terhadap calon penumpang Bus di depan Indomaret Sari Asih, Kota Serang pada Selasa (06/10) sekitar pukul 17.30 WIB.


Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan kronologi kejadian tersebut.


"Kejadian tersebut diketahui saat anggota Sat PJR Ditlantas Polda Banten, Aipda Deri dan Bripda Agus Munandar, sedang melaksanakan patroli rutin di ruas jalan arteri Pakupatan hingga Serang Timur. Saat melintas di depan Indomaret RS Sari Asih Kota Serang, petugas mendapati masyarakat meminta pertolongan dan memberhentikan kendaraan patroli. Petugas kemudian mendapat informasi bahwa telah terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap seorang calon penumpang yang dilakukan oleh oknum kernet Bus," ujarnya pada Rabu (07/10).


Selanjutnya, Kombes Pol Maruli mengatakan bahwa setelah mendapat informasi tersebut, anggota Patroli PJR bersama korban kemudian melakukan pengejaran terhadap Bus Asli Prima yang diketahui mengarah menuju Gerbang Tol Serang Timur.


"Bus tersebut selanjutnya berhasil dihentikan di depan entrance Gerbang Tol Serang Timur. Petugas kemudian meringkus dua pelaku yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut," katanya.


Kombes Pol Maruli menjelaskan berdasarkan keterangan awal, kejadian bermula saat korban bersama istrinya hendak melakukan perjalanan menuju Cikarang, Jawa Barat, dengan menaiki Bus jurusan Bandung.


"Saat hendak naik ke bus, terjadi cekcok antara istri korban dengan salah seorang kernet bus. Cekcok tersebut diduga dipicu adanya permintaan agar korban dan istrinya segera naik ke dalam bus. Korban kemudian menegur kernet tersebut. Perselisihan selanjutnya berkembang hingga terjadi pengeroyokan dan penusukan terhadap korban," jelasnya.


Adapun barang bukti yang di sita


- 1 buah baju kemeja warna biru milik korban

- 1 buah KTP milik pengemudi bus 

- 1 buah gunting serta satu buah STNK Bus


Korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara dua orang terduga pelaku beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada jajaran Satlantas dan Satreskrim Polresta Serang Kota untuk proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menghimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya tindak kekerasan.


"Kami mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Apabila terjadi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center 110," tutupnya. (Bidhumas).

Sertijab Kapolda Banten, KBFSB Sampaikan Ucapan Selamat

By On Selasa, Oktober 06, 2026




SERANG — Momentum serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan ucapan “Selamat & Sukses” kepada Irjen Pol Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H. yang menerima jabatan Kapolda Banten dari Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H. Senin (05/10/2026).


Ucapan tersebut disampaikan oleh Nana Kuncir selaku ketua koordinator dan Keluarga Besar Formasi Serang Bersatu (KBFSB)  sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kepemimpinan baru di jajaran Polda Banten.


Pergantian pimpinan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan pelayanan publik di wilayah Banten. 


“Selamat menjalankan amanah kepada Kapolda Banten yang baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam mengemban tugas. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas, persatuan, serta keamanan Banten demi terciptanya masyarakat yang aman, nyaman, dan sejahtera.” ujar Nana Kuncir beserta keluarga besar Formasi Serang Bersatu.


Selamat dan sukses atas amanah baru. Semoga Polda Banten semakin Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *