Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Pengurus Mobil Truk yang Seret dan Rusak Kabel dan Tiang WiFi hingga Rusak, Pengurus,  " Saya Pasti Tanggung jawab, Sabtu Siang saya Bayar Kerugiannya"

By On Jumat, Juni 19, 2026








Ilustrasi kabel WiFi.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Insiden terseret dan rusaknya kabel dan tiang WiFi di jalur jaringan internet kampung Gandasari Desa Jayanti kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten pengurus mobil truk built- up milik PT. Jasmine akan bertanggung jawab dalam bentuk mengganti rugi atas kerusakan kabel dan tiang WiFi yang disebabkan oleh supir mobil truknya. Kamis, 18/06/26.

Bukti Chatan antara RT Ipang dengan Soekarno pengurus mobil truk.

Soekarno selaku pengurus armada yang ada di PT Jasmine berkomitmen akan mengganti semua kerugian yang disebabkan atas kelalaian supirnya, hal tersebut dijawab Soekarno saat dikonfirmasi RT Ipang terkait pertanggung jawaban melalui via aplikasi WhatsApps.


" Tenang dan sabar saja pak RT saya dan pihak logistik perusahaan akan bertanggung jawab kok, hari Sabtu siang jam setengah dua (20/06/26) saya bereskan semua kerugiannya" jawab pengurus mobil truk PT. Jasmine.


" Semoga saja pihak PT. Jasmine yang diwakilkan oleh bapak Soekarno sebagai pengurus mobil truk, janjinya dihari Sabtu 20 Juni 2026 benar-benar kerusakan kabel dan tiang WiFi milik beberapa pengusaha provider jaringan internet wifi diselesaikan ganti ruginya. " Kata RT. Ipang.


" Kata pengusaha WiFi yang mengeluh jika hari Sabtu 20 Juni 2026 pihak pengurus PT. Jasmine (Soekarno) tidak memperbaiki atau mengganti kerugiannya maka mereka akan mendatangi ke PT. Jasmine yang ada di kampung muhara Desa Jayanti." Tegas RT Ipang.


Alim selaku pengusaha jaringan internet wifi saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, " yang merusak jaringan wifi saya harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. " Ujarnya.

Red xbi//.*


Gegara Truk Box Built-up Seruduk Kabel-kabel yang Melintang hingga Putus di jalan Gandasari Desa Jayanti, kini Pengusaha dan Konsumen WiFi Merasa dirugikan

By On Kamis, Juni 18, 2026








Foto : Aminudin alias RT Ipang saat menunjukkan Kabel-kabel wifi yang putus dan tiang WiFi nyaris roboh.

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Imbas dari kejadian diseruduk lalu terseret beberapa meter Kabel-kabel WiFi yang melintang dijalan kampung Gandasari Desa Jayanti kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten banyak yang putus serta tiang untuk penyangga kabel WiFi pun nyaris roboh. Dengan kejadian tersebut para pengusaha dan konsumen WiFi jaringan di wilayah Desa Jayanti dirugikan. Rabu 17/06/26.


RT Aminudin alias Ipang selaku saksi mata menjelaskan kepada wartawan, " kejadiannya itu lewat tengah malam (18/06/26)  Kabel-kabel WiFi yang melintang di jalan terseret beberapa meter oleh mobil truk built- up milik PT. Jasmine yang berlokasi di kampung muhara Desa Jayanti kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten, karena Kabel-kabel WiFi tersebut terseret akhirnya beberapa tiang WiFi nyaris roboh. " Jelasnya.


Lanjut RT Ipang, " beberapa pengusaha provider jaringan wifi sudah mengeceknya jaringan wifi yang menyalur ke konsumennya terputus, mereka merasa dirugikan akibat insiden tersebut. " Sambung Ipang.


Masih dengan Ipang, " pihak pengurus dari perusahaan Jasmine sudah konfirmasi ke kami mereka bilangnya mau tanggung jawab, semoga saja persoalan kerusakan jaringan wifi kabel terputus di jalur kampung Gandasari Desa Jayanti cepat diselesaikan dengan musyawarah bersama hasil mufakat yang baik. " Harap Ipang.


Sampai berita ini disiarkan pihak perusahaan Jasmine dan pengusaha WiFi belum memberikan keterangan.

Red xbi//.*

Satlantas Polres Serang Kawal Masa Aksi Buruh ke KP3B dengan Humanis

By On Kamis, Juni 18, 2026



Kab Serang xbintangindo.com -- 

Kasat Lantas Polres Serang AKP Hafizh menegaskan Satlantas Polres menerjunkan personel penuh untuk mengawal, mengamankan, dan mengatur lalu lintas aksi unjuk rasa buruh yang bergerak menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten KP3B Kota Serang dengan Humanis, Kamis (18/6/2026).


Pengawalan dilakukan sejak konvoi masuk wilayah hukum Polres Serang Kota hingga massa aksi tiba di titik aksi KP3B Kota Serang.


Kasat Lantas Polres Serang AKP Hafizh menyampaikan imbauan langsung terkait pengamanan aksi:


“Satlantas Polres Serang bersama Polsek jajaran telah menerjunkan personel untuk melakukan pengawalan, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui massa aksi buruh menuju KP3B Kota Serang.” kata AKP Hafizh.


“Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Kepada masyarakat yang melintas di sekitar Kawasan Industri Modern Cikande dan jalur menuju KP3B, kami mohon kesabarannya serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Prioritas kami adalah keselamatan bersama dan kelancaran arus lalu lintas.” sambungnya.


Tak hanya itu, Kasat Lantas Polres Serang AKP Hafizh memastikan tak ada penutupan atau pemblokiran jalan disepanjang jalan Raya menuju akses KP3B.



“Kami pastikan tidak ada penutupan jalan total. Sistem yang diterapkan adalah buka-tutup situasional. Kami juga berkoordinasi dengan Korlantas dan Dinas Perhubungan untuk mengurai kepadatan. Silakan sampaikan aspirasi, kami kawal sampai tujuan dengan aman dan humanis.”, tegas AKP Hafizh.

*Rekayasa Lalin Buka-Tutup Situasional*

Personel Satlantas disiagakan di titik rawan kepadatan dan simpul jalan menuju KP3B. Rekayasa lalin berupa buka-tutup jalur diterapkan saat konvoi melintas. Pengendara diimbau cari jalur alternatif dan patuh arahan petugas.

Pengalungan Medali dan Sungkeman Warnai Pelepasan 24 Murid Kelas VI SDN Cijampang

By On Kamis, Juni 18, 2026






Jawilan, xbintangindo.com --

18 Juni 2026 – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan pelepasan peserta didik kelas VI SDN Cijampang Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026). Meski berlangsung secara sederhana di dalam ruang kelas, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, orang tua, dan dewan guru yang hadir.







Sebanyak 24 murid kelas VI mengikuti prosesi pelepasan yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan mereka di jenjang sekolah dasar. Kegiatan dihadiri oleh orang tua/wali murid kelas VI, dewan guru SDN Cijampang, serta Elmi Hanjar Bait, S.Pd., Sekretaris PGRI Cabang Jawilan yang turut memenuhi undangan para peserta didik.


Berbeda dengan kegiatan pelepasan pada umumnya, acara ini lahir dari inisiatif para murid kelas VI sendiri. Mereka secara bersama-sama merencanakan dan mempersiapkan kegiatan sebagai bentuk kenangan menjelang perpisahan. Seluruh pembiayaan kegiatan pun berasal dari uang kas kelas yang selama ini mereka kumpulkan dan kelola bersama.





Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa para siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan selama bersekolah, tetapi juga belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.


Salah satu rangkaian acara yang paling berkesan adalah prosesi pengalungan medali dan penyerahan piagam kelulusan kepada seluruh peserta didik kelas VI. Dengan penuh kebanggaan, para siswa menerima simbol kelulusan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka menyelesaikan pendidikan dasar.


Suasana haru semakin terasa saat dilaksanakan prosesi sungkeman kepada orang tua. Dalam momen tersebut, para siswa bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka untuk memohon doa restu serta menyampaikan rasa terima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan dukungan yang telah diberikan selama ini.

Tangis haru tampak mewarnai prosesi tersebut. Tidak sedikit orang tua yang menitikkan air mata ketika memeluk putra-putri mereka. Momen itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak dalam menyelesaikan pendidikan tidak lepas dari peran besar keluarga yang senantiasa mendampingi setiap langkah perjalanan mereka.


Para guru yang hadir pun turut larut dalam suasana penuh makna tersebut. Bagi mereka, pelepasan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk menanamkan nilai penghormatan kepada orang tua, rasa syukur, serta kesadaran akan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Melalui kegiatan yang sederhana namun sarat makna ini, SDN Cijampang menunjukkan bahwa sebuah pelepasan tidak harus diselenggarakan secara mewah untuk meninggalkan kesan mendalam. Kebersamaan yang dibangun oleh para siswa, dukungan orang tua, serta pendampingan para guru telah menghadirkan sebuah peristiwa yang akan selalu dikenang oleh 24 murid kelas VI sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju masa depan.


Pelepasan kelas VI SDN Cijampang tahun ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai pendidikan yang sesungguhnya tidak hanya tumbuh di ruang belajar, tetapi juga hadir dalam kebersamaan, rasa hormat kepada orang tua, dan kenangan indah yang dibangun bersama.

Apeng xbi//.*

Nuansa Sederhana Penuh Kebersamaan, SDN Citeras Gelar Pentas Seni dan Pelepasan Murid Kelas VI

By On Kamis, Juni 18, 2026









Jawilan, 18 Juni 2026 – SDN Citeras menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Murid Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut menjadi momentum bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada peserta didik atas perjalanan belajar yang telah ditempuh selama satu tahun pelajaran maupun selama enam tahun menempuh pendidikan dasar.






Kegiatan dihadiri oleh Kepala SDN Citeras Moh. Rais, S.Pd., Kepala Desa Cemplang Agus Tani, Bhabinkamtibmas Desa Cemplang, Sekretaris PGRI Cabang Jawilan Elmi Hanjar Bait, S.Pd., tokoh pendidikan sekaligus wali murid H. Nurdin, tokoh masyarakat Mandor Sudiyana, para orang tua/wali murid, serta tamu undangan lainnya.


Selain prosesi pelepasan murid kelas VI, kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi dan bakat peserta didik dari kelas I hingga kelas V. Beragam penampilan yang disuguhkan mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua yang hadir.


Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Ibu Yanti, wali murid dari Ananda Muh. Sabihi, disampaikan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas keinginan dan kesepakatan bersama seluruh orang tua/wali murid sebagai bentuk perhatian dan apresiasi kepada anak-anak.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses persiapan maupun pelaksanaan kegiatan.


"Kegiatan ini merupakan keinginan bersama seluruh orang tua/wali murid. Kami ingin memberikan kebahagiaan, apresiasi, dan kenangan yang baik bagi anak-anak, khususnya murid kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya," ujar Yanti.


Sementara itu, Kepala SDN Citeras Moh. Rais, S.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua/wali murid yang telah memberikan dukungan kepada sekolah serta berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memberikan layanan pendidikan masih terdapat berbagai kekurangan. Menurutnya, segala upaya yang dilakukan sekolah merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik.


"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan oleh seluruh orang tua/wali murid kepada SDN Citeras. Apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap Moh. Rais.


Kepada murid kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, Moh. Rais berpesan agar terus semangat belajar dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berharap para lulusan SDN Citeras mampu menjadi generasi yang berakhlak baik, berprestasi, dan membanggakan orang tua serta sekolah.


Kehadiran unsur pemerintah desa, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dan orang tua/wali murid dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Kebersamaan yang terjalin menjadi modal penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik dan kemajuan sekolah.


Melalui kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan Murid Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026, SDN Citeras tidak hanya melepas para lulusan untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan rasa percaya diri. Dalam kesederhanaannya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan kekuatan utama dalam membangun pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.

Afeng xbI/*

Kepala Desa Jawilan dan Wali Murid Apresiasi Kinerja Kepala SDN Cicalung dalam Memajukan Sekolah

By On Kamis, Juni 18, 2026








Foto : Sukarya kades Jawilan.

Jawilan, 18 Juni 2026 – Berbagai upaya pembangunan dan penataan lingkungan sekolah yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mendapat apresiasi dari masyarakat dan pemerintah desa. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Pelepasan Murid Kelas VI dan Pentas Seni Murid Kelas I–V SDN Cicalung yang diselenggarakan pada Kamis (18/6/2026).








Foto Jumrah

Kepala Desa Jawilan, Sukarya, S.Ap., bersama para orang tua/wali murid menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Kepala SDN Cicalung Sutijah, S.Pd. yang dinilai berhasil mendorong berbagai perubahan positif di lingkungan sekolah.


Perwakilan orang tua/wali murid sekaligus panitia kegiatan, Jumrah, dalam laporannya menyampaikan bahwa masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai perkembangan yang terjadi di SDN Cicalung sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif bagi peserta didik.


"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, khususnya Ibu Kepala SDN Cicalung beserta seluruh dewan guru yang selama ini telah menunjukkan upaya nyata dalam membangun dan memajukan sekolah," ungkap Jumrah.


Menurutnya, sejumlah pembangunan yang telah direalisasikan menjadi bukti adanya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan. Berbagai pembangunan tersebut antara lain pengadaan panggung pentas seni sebagai sarana pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik, pemasangan paving block lapangan sekolah seluas kurang lebih 240 meter persegi, pembangunan gapura dan pagar sekolah, perbaikan fasilitas toilet, serta pengecatan lingkungan sekolah yang menjadikan suasana sekolah semakin tertata dan nyaman.


Orang tua/wali murid menilai berbagai pembenahan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi estetika, tetapi juga mendukung kenyamanan dan keamanan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sekolah lainnya.


Jumrah menegaskan bahwa kemajuan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, orang tua/wali murid merasa memiliki kewajiban moral untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak mereka.


"Kemajuan sekolah pada hakikatnya adalah investasi bersama untuk masa depan anak-anak kami sendiri. Karena itu, kami merasa terpanggil untuk ikut mendukung sesuai kemampuan yang kami miliki," ujarnya.


Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan yang selama ini terus mendampingi peserta didik dengan penuh dedikasi. Menurut orang tua/wali murid, keberhasilan pembangunan fisik sekolah perlu diimbangi dengan kualitas pelayanan pendidikan yang baik, dan hal tersebut telah ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah.


Sementara itu, Kepala Desa Jawilan Sukarya, S.Ap. menilai bahwa kemajuan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat. Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara sekolah, pemerintah desa, komite sekolah, dan orang tua/wali murid dapat terus dipertahankan demi kemajuan pendidikan di Desa Jawilan.


Dengan berbagai perubahan yang telah terwujud, SDN Cicalung diharapkan semakin berkembang menjadi sekolah yang nyaman, berkualitas, dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik. Dukungan masyarakat yang terus mengalir menjadi modal penting bagi sekolah untuk melanjutkan berbagai program pengembangan di masa mendatang.

Apeng xbi//.*

Pelepasan Murid Kelas VI dan Pentas Seni SDN Cicalung Berlangsung Meriah, Wujud Kebersamaan Orang Tua dan Sekolah

By On Kamis, Juni 18, 2026









Jawilan, 18 Juni 2026 – SDN Cicalung menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Murid Kelas VI dan Pentas Seni Murid Kelas I–V Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh kebahagiaan dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum apresiasi atas proses belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran sekaligus pelepasan bagi 51 murid kelas VI yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.


Acara dihadiri oleh Kepala Desa Jawilan Sukarya, S.Ap., Kasi Umum Polsek Jawilan Aipda Irman Firmansyah, Bhabinkamtibmas Desa Jawilan Hartanto, Ketua Komite SDN Cicalung Madria, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Jawilan Muhaemin, M.Pd., Sekretaris PGRI Cabang Jawilan Elmi Hanjar Bait, S.Pd., Kepala SDN Pasirbuyut 2 H. Kasban, S.Pd., serta para orang tua/wali murid dan tokoh masyarakat.


Selain menjadi momen pelepasan bagi murid kelas VI, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi murid kelas I hingga V untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi, kreativitas, dan hasil pembelajaran yang telah mereka peroleh selama satu tahun pelajaran.


Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh perwakilan orang tua/wali murid, Jumrah, dijelaskan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kesepakatan dan kebersamaan seluruh orang tua/wali murid yang menginginkan adanya ruang apresiasi bagi anak-anak sekaligus memberikan kenangan yang baik bagi murid kelas VI sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


"Kegiatan ini lahir dari kebersamaan dan kesepakatan seluruh orang tua/wali murid. Kami memiliki keinginan yang sama untuk memberikan ruang apresiasi bagi putra-putri kami yang telah belajar dan berjuang selama satu tahun pelajaran serta memberikan kenangan yang indah bagi murid kelas VI," ujar Jumrah.


Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil komunikasi dan musyawarah yang baik antara orang tua/wali murid, komite sekolah, dan pihak sekolah sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan lancar.


Jumrah juga menegaskan bahwa pembiayaan kegiatan dihimpun secara sukarela dari orang tua/wali murid sesuai kemampuan masing-masing. Semangat yang dibangun bukan terletak pada besar kecilnya kontribusi yang diberikan, melainkan pada nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak.


"Seluruh biaya kegiatan dihimpun secara sukarela dari orang tua/wali murid sesuai kemampuan masing-masing. Semangat yang dibangun bukanlah besar atau kecilnya kontribusi, melainkan kebersamaan dan kepedulian demi terlaksananya kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak kita," ungkapnya.


Panitia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan, baik melalui tenaga, pikiran, waktu, maupun bentuk dukungan lainnya. Apresiasi turut diberikan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini mendampingi peserta didik dalam proses pembelajaran.


Kegiatan Pelepasan Murid Kelas VI dan Pentas Seni Murid Kelas I–V SDN Cicalung Tahun Pelajaran 2025/2026 menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat dapat menghadirkan kegiatan yang positif dan bermakna bagi peserta didik. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga sebagai modal penting dalam mendukung pendidikan dan perkembangan anak-anak di masa yang akan datang.

Afeng xbI//*

Aliansi Serikat pekerja buruh cikoja kembali turun ke jalan.kamis18/06/2026

By On Kamis, Juni 18, 2026





Serang, xbintangindo.com -

Para perwakilan serikat dan buruh berkupul di depan pbrik kawaci yang ada di kampung nangela kec jawilan kab serang Banten.


 Dan masa aksi  berkomopoy dan mengajak ke setiap pabrik untuk di minta perwakilan nya sebanyak tiga orang untuk ikut ber gabung bersama buruh yang lain yang sudah menunggu di kawasan industri modern.


Masa aliasi buruh akan ber gerak ke kantor gubernur provinsi Banteb


 Dalam aksi nya aliansi serikat buruh meminta 3 ( tiga ) tuntutan yang

1.LAW   FORCEMENT(penegakn hukum.

2.SAH KAN UU KETENAGAKERJAAN 

3.INTEFENSI PEMERINTAH DAMAPAK KENAIKAN BBM.


Akay selaku buruh menyapaikan Kami menuntut kepada pemerintah agar tidak menaikan bbm.dan segera mengesahkan uu ketenagakerjaan .

 *​Kepala BNN: Narkotika Dunia Sekarang Jenis Cair, Masuk Lewat Vape*

By On Kamis, Juni 18, 2026







Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan jenis narkotika mulai mengalami perubahan. Suyudi menyebutkan narkotika saat ini sering ditemukan berbentuk cairan.


​Hal itu disampaikan Suyudi dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Menurut dia, ganja saat ini juga sudah dibuat dalam bentuk cair.


​"Bapak/Ibu sekalian, perlu saya sampaikan bahwa perkembangan narkotika dunia, termasuk di Indonesia sekarang ini, narkotika jenis cair, Pak. Jadi sabu cair, metamfetamin, ganja bahkan cair juga, etomidate cair. Jadi semuanya cair," kata Suyudi.


​Dia menyebutkan pintu masuk peredaran narkotika jenis ini lewat rokok elektrik. Suyudi mengatakan BNN sempat mengusulkan pelarangan total penggunaan vape.


​"Pintu masuknya salah satunya dan yang paling utama adalah melalui rokok elektrik atau vape. Nah ini yang kami sampaikan pada rapat sebelumnya, kami mengusulkan untuk pelarangan total dalam hal ini," katanya.


​Dia mengatakan BNN berencana mengadakan alat uji cepat (rapid test) maupun tes urine khusus zat etomidate. Menurut dia, alat tersebut belum dimiliki oleh BNN.


​"Kita juga dihadapkan pada munculnya tren zat seperti etomidate yang saat ini sedang marak atau mengalami peningkatan signifikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dukungan anggaran sangat dibutuhkan dan nantinya dimanfaatkan untuk pengadaan alat uji cepat (rapid test) maupun tes urine khusus zat etomidate," ungkapnya.


​Dia mengatakan BNN sangat membutuhkan alat deteksi zat etomidate. Suyudi menyatakan ketiadaan alat tersebut menghambat pihaknya dalam melakukan penindakan.


​"Alat deteksi ini sangat kami perlukan untuk penindakan di lapangan, sementara saat ini BNN belum memilikinya sama sekali. Sebagai kondisi saat ini, apabila terdapat temuan yang diduga etomidate, kami memang bisa membawanya ke Pusat Laboratorium Narkotika BNN. Namun pengujian tersebut hanya sebatas untuk mengidentifikasi kandungan zat pada barang bukti fisiknya saja," kata Suyudi.


​"Bukan untuk mendeteksi kandungan pada urine pengguna, yang di mana akan memakan waktu. Ketiadaan rapid test zat etomidate ini tentu akan menghambat kecepatan kami dalam menindak, memastikan status pengguna secara akurat, serta mengambil keputusan penyelamatan yang cepat di lapangan," imbuhnya.

Juknis SPMB tahun 2026 berpotensi menimbulkan kerancuan publik

By On Kamis, Juni 18, 2026





Banten, xbintangindo.com --

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama  Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

   


Transparansi Kajian Masyarakat (TIKAM) menerima banyak aduan dan keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, khususnya pada Jalur Domisili Wilayah SMA Negeri di Provinsi Banten.




Ketua TIKAM, Danny Pratama, mengatakan bahwa sebagian besar keluhan muncul karena masyarakat memahami jalur domisili sebagai jalur yang mengutamakan kedekatan tempat tinggal calon murid dengan sekolah. Namun dalam praktiknya, banyak calon murid yang tinggal sangat dekat dengan sekolah justru tidak diterima, sementara calon murid yang jaraknya lebih jauh dinyatakan lolos karena memiliki nilai rapor yang lebih tinggi.



"Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah mengapa disebut Jalur Domisili apabila faktor utama seleksinya justru nilai rapor. Secara logika publik, domisili seharusnya mengutamakan jarak tempat tinggal. Kondisi ini menimbulkan persepsi bahwa masyarakat diarahkan memahami satu hal, tetapi yang diterapkan berbeda," ujar Danny.


TIKAM menegaskan bahwa secara regulasi mekanisme tersebut memang memiliki dasar hukum, yakni:


1. Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB);


2. Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025;


3. Surat Edaran Dirjen PAUD Dikdasmen Nomor 0301/C/HK.04.01/2026


4. Keputusan Gubernur Banten Nomor 141 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis SPMB SMA, SMK dan SKh Negeri Provinsi Banten Tahun Ajaran 2026/2027.


Namun demikian, TIKAM menilai terdapat persoalan pada aspek pemahaman publik dan implementasi kebijakan.


Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 secara tegas menyebutkan bahwa tujuan SPMB adalah memberikan kesempatan yang adil kepada murid untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas dan dekat dengan domisilinya. Selain itu penyelenggaraan SPMB wajib dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi.


Dalam praktik SPMB Banten 2026, masyarakat justru menemukan kondisi di mana siswa yang tinggal 300 hingga 500 meter dari sekolah dapat tergeser oleh siswa yang berdomisili lebih jauh karena perbedaan nilai rapor.


Menurut TIKAM, kondisi tersebut tidak serta merta melanggar aturan karena telah diatur dalam Juknis. Akan tetapi secara substansi kebijakan menimbulkan pertanyaan serius mengenai filosofi penggunaan istilah "Domisili Wilayah".


"Jika nilai rapor menjadi instrumen utama dan jarak hanya menjadi faktor berikutnya, maka publik berhak mempertanyakan apakah jalur tersebut masih dapat disebut jalur domisili atau sesungguhnya merupakan jalur prestasi akademik berbasis wilayah," tegas Danny.

 Analisis Kajian Hukum

Dari perspektif hukum administrasi negara, Keputusan Gubernur Banten Nomor 141 Tahun 2026 merupakan peraturan pelaksana yang lahir berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh regulasi di atasnya. Oleh karena itu secara formal pembobotan nilai rapor dalam Jalur Domisili Wilayah dapat dianggap sah sepanjang tidak bertentangan dengan Permendikdasmen.


Namun terdapat ruang evaluasi terhadap asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), khususnya:

1. Asas Kepastian Hukum;

2. Asas Keterbukaan;

3. Asas Kecermatan;

4. Asas Keadilan dan Kemanfaatan.

Apabila masyarakat secara luas memahami bahwa jalur domisili adalah jalur yang mengutamakan kedekatan tempat tinggal, sementara sistem yang diterapkan lebih mengutamakan nilai rapor, maka terdapat potensi terjadinya kekeliruan persepsi publik akibat nomenklatur kebijakan yang tidak sepenuhnya mencerminkan mekanisme seleksi yang sebenarnya.


Selain itu, Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 juga mengamanatkan pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk melakukan sosialisasi secara memadai kepada masyarakat. Banyaknya aduan yang muncul dapat menjadi indikator bahwa tujuan sosialisasi belum sepenuhnya tercapai.


Atas dasar tersebut, TIKAM mendorong Pemerintah Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk:


- Membuka formula pembobotan secara transparan;


- Menyampaikan ranking hasil seleksi kepada publik;


- Menjelaskan filosofi Jalur Domisili Wilayah secara komprehensif;


- Melakukan evaluasi terhadap nomenklatur dan mekanisme seleksi agar tidak menimbulkan multitafsir di masyarakat.


"Kami tidak sedang memperdebatkan legalitas aturan, tetapi mempertanyakan apakah substansi kebijakan sudah sejalan dengan rasa keadilan masyarakat dan tujuan awal jalur domisili sebagaimana dimaksud dalam regulasi nasional," tutup Danny Pratama.(Brew)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *