Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Arohman Ali Mantan Jurnalis Kini Jadi Advokat

By On Selasa, Maret 10, 2026






SERANG - Arohman Ali mantan jurnalis yang pernah aktif di salah satu perusahaan surat kabar harian lokal dan online di Provinsi Banten kini sah menjadi advokat usai dilakukannya pengambilan sumpah atau janji advokat di Pengadilan Tinggi Banten pada Selasa, 10 Maret 2026.


Saat ini diketahui Ia bergabung di organisasi advokat Perkumpulan Badan Advokat Solidaritas Merdeka Indonesia






Saat dikonfirmasi awak media Arohman Ali mengatakan, Untuk sampai dititik ini, Ia mengaku menjalani proses yang terbilang cukup panjang karena harus menempuh pendidikan S1 hukum selama 4 tahun dan dibarengi dengan proses magang di kantor hukum selama dua tahun berturut-turut. 


"Setelah lulus S1 Hukum yang dibarengi dengan magang selama dua tahun serta mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA) alhamdulillah hari ini saya bisa mengikuti pengambilan sumpah atau janji advokat yang digelar Pengadilan Tinggi Banten," katanya. 


"Saya merasa bersyukur bisa sampai pada titik ini. Bagi saya bukan hal yang mudah, tetapi ini bukan bagian dari titik akhir, saya harus terus berproses dan mengupdate diri agar dalam menjalankan praktik sebagai pengacara atau advokat dapat menjujung tinggi profesionalisme," Imbuhnya.


Lanjut Arohman Ali, Ia juga merasa miris dengan masih banyaknya masyarakat yang awam tentang hukum baik itu hukum pidana ataupun perdata. Sehingga menurutnya perlu adanya pendamping hukum agar masyarakat dapat terbantu. 


"Bahkan masih sering terjadi tindakan kriminalisasi dan kekerasan terhadap rekan jurnalis di Provinsi Banten, untuk itu saya tidak segan dan menyatakan siap untuk memberikan bantuan dan pendampingan hukum bila memang diperlukan oleh rekan jurnalis umumnya di Provinsi Banten dan khususnya di Kabupaten atau Kota Serang," tutupnya.

Ahmad bewok xbi//.*

Beredar video Karyawan Alfamart dibuat Malu oleh Konsumen, "Ngaku Puasa Ternyata ada Nasi menempel di bawah Mulutnya"

By On Minggu, Maret 08, 2026

Banten, xbintangindo.com --

Beredar video Pegawai Alfamart waralaba di buat malu oleh Konsumennya, pasalnya saat berkomunikasi tentang menjalankan ibadah puasa, Pegawai Alfamart tersebut jawabnya Sudah biasa mas kalau puasa saya mah, sebulan dan setahun, ternyata dibawah mulutnya ada Nasi yang menempel di bawah Mulutnya


Video Pegawai Alfamart mendapatkan apresiasi dari Konsumennya "salut walaupun kerja tetap puasa" tersebut telah beredar di beberapa grup dan media sosial (medsos).


Dalam unggahan video tersebut Pegawai Alfamart tampak santai dan terkesan dewasa profesional.

Konsumen: Puasa mas..?" 

Pegawai Alfamart : Alhamdulillah puasa mas 

Konsumen : kerja juga tetap puasa yah..!"

Pegawai Alfamart : saya mah sudah biasa puasa. Sebulan sekali dalam setahun.

Konsumen : 😆😆😆

Padahal jelas terlihat ada Nasi yang menempel di bawah Mulut Pegawai Alfamart.

Sampai berita ini disiarkan belum diketahui dimana lokasi Alfamart tersebut.

Ahmad bewok xbi//.*

Rasa Kesal Mendalam, Lebod Tantang Mul adu nyali di Ring Tinju

By On Jumat, Februari 27, 2026








Kab. Serang, xbintangindo.com --

Kesal Mendalam yang tak pernah hilang dibenak pikiran manusia, terkadang dapat melepaskannya dengan curahan hati kepada teman, saudara ataupun mencurahkan kepada sahabat dekat.


Rasa Kesal Mendalam tersebut kini diutarakan Lebod seorang karyawan PT. PWI 2 kepada sahabatnya yang juga sebagai kuli tinta.


Lebod mencurahkan perasaannya kesalnya jika dirinya ingin adu nyali di Ring Tinju dengan karyawan PT. PWI 2 juga yang bernama Mul.


"Saya selalu kepikiran ingin adu nyali dengan teman kerja di PT. PWI 2 yang bernama Mul di Ring Tinju atau di mana saja, saya yang terluka atau saya yang terluka, pokoknya pengen gulet." Kesal Lebod.


Tantangan adu nyali tersebut dari Lebod kepada Mul dapat disambut baik oleh Mul.


Sampai berita ini disiarkan pihak Mul belum dapat dikonfirmasi wartawan.

Red xbi//.*


 *PRIMA Soroti Rencana Impor 105 Ribu Pikap: Antara Penguatan Desa dan Masa Depan Industri Nasional*

By On Senin, Februari 23, 2026






Banten, xbintangindo.com --

Rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memicu perdebatan baru tentang arah kebijakan industri nasional.


Dengan nilai proyek yang diperkirakan mencapai Rp24,66 triliun, kebijakan ini tidak hanya dipandang sebagai pengadaan kendaraan operasional, tetapi juga sebagai cermin strategi negara dalam memanfaatkan belanja publik.


Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menilai, di balik rencana impor tersebut terdapat pertaruhan besar: apakah negara akan memperkuat basis produksi dalam negeri atau justru memperbesar ketergantungan pada produk impor.


Bendahara Umum Partai PRIMA, Ahmad Herwandi, menegaskan bahwa partainya mendukung penuh penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen distribusi logistik dan pangan di tingkat desa. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan pengadaan kendaraan tidak dilepaskan dari strategi industrialisasi nasional.


“Kami mendukung penguatan koperasi desa sebagai alat distribusi dan penggerak ekonomi rakyat. Tetapi belanja negara sebesar Rp 24 triliun lebih ini harus dilihat secara strategis. Jangan sampai niat memperkuat desa justru melemahkan industri nasional,” ujar Herwandi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (23/2/2026). 


*Kapasitas Produksi Nasional Dinilai Memadai*


Data Kementerian Perindustrian menunjukkan kapasitas produksi kendaraan nasional mencapai sekitar satu juta unit per tahun, termasuk kendaraan niaga ringan seperti pikap. Kebutuhan 105.000 unit untuk program koperasi desa hanya sekitar 10 persen dari kapasitas tersebut.


Bagi Herwandi, angka ini menjadi dasar argumentasi bahwa industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.


Ia memperkirakan, jika pengadaan dilakukan melalui produksi lokal, dampak ekonomi yang tercipta bisa mencapai sekitar Rp27 triliun melalui efek berganda pada industri komponen, tenaga kerja, dan rantai pasok manufaktur.


“Kalau kapasitas nasional satu juta unit per tahun, maka kebutuhan 105 ribu unit itu sangat mungkin diproduksi di dalam negeri. Ini bukan sekadar soal teknis pengadaan, tapi soal keberpihakan pada ekosistem industri kita sendiri,” kata dia.


*Risiko Hilangnya Nilai Tambah*


Herwandi menilai, rencana impor utuh (completely built up/CBU) dari produsen India seperti Mahindra & Mahindra dan Tata Motors berpotensi mengalihkan sebagian besar nilai tambah ke luar negeri.


Industri otomotif nasional selama ini ditopang ratusan perusahaan komponen dan ribuan tenaga kerja, mulai dari sektor baja, plastik, karet, kelistrikan hingga logistik dan jasa pendukung. Jika pengadaan dilakukan secara impor utuh, maka peluang peningkatan kandungan lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga transfer teknologi dinilai menjadi terbatas.


Menurutnya, tanpa konsistensi kebijakan, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi, bukan basis produksi regional yang kuat.


“Belanja negara seharusnya menjadi alat ungkit. Kalau kita impor dalam bentuk utuh, nilai tambahnya lebih banyak dinikmati negara lain. Padahal kita punya basis industri yang cukup kuat,” tegasnya. 


*Persoalan Purna Jual dan Ketahanan Operasional*


Selain aspek industri, PRIMA juga menyoroti potensi persoalan layanan purna jual. Kendaraan operasional koperasi desa akan digunakan di wilayah dengan kondisi geografis beragam, termasuk daerah terpencil.


Herwandi menjelaskan, impor utuh tanpa basis produksi atau perakitan kuat di dalam negeri dinilai berisiko menimbulkan keterbatasan jaringan bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, hingga tingginya biaya perawatan akibat fluktuasi nilai tukar.


“Kalau suku cadang harus menunggu impor, koperasi bisa terganggu operasionalnya. Ini bukan sekadar beli mobil, tapi soal menjamin keberlanjutan distribusi logistik desa,” ujar dia. 


Sebaliknya, lanjut dia, jika pengadaan dilakukan melalui skema produksi atau perakitan dalam negeri (CKD/IKD), maka jaringan layanan purna jual, pelatihan teknisi lokal, hingga distribusi suku cadang dapat tumbuh di daerah.


Herwandi menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa dan penguatan industri nasional bukanlah dua agenda yang bertentangan. Perdebatan mengenai rencana impor 105.000 pikap ini pun menjadi ujian konsistensi arah kebijakan ekonomi nasional: apakah belanja publik akan menjadi katalis industrialisasi atau sekadar transaksi pengadaan semata.


“Desa harus kuat, industri juga harus kuat. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai strategi kedaulatan ekonomi bangsa. Belanja negara dalam jumlah besar harus memberi manfaat maksimal, baik bagi rakyat di desa maupun bagi pekerja dan industri di dalam negeri,” tutupnya.


*Rekomendasi PRIMA*


Sebagai solusi, PRIMA merekomendasikan agar pemerintah:

1. Mengutamakan produksi dalam negeri sepanjang kapasitas tersedia.

2. Mendorong skema perakitan lokal bila kerja sama dengan produsen asing tetap dilakukan.

3. Menerapkan kewajiban kandungan lokal (TKDN) secara progresif.

4. Memastikan pembangunan jaringan layanan purna jual nasional sebelum pengadaan dilakukan.

5. Mengintegrasikan program koperasi desa dengan strategi industrialisasi nasional.

Red xbi//.*

Komunitas Brionesia Banten Bagikan Takjil kepada Pengguna Jalan di KP3B

By On Senin, Februari 23, 2026



Banten, xbintangindo.com --

Momentun di bulan suci Ramadhan, beberapa komunitas menyisihkan sebagian rezekinya dan meluangkan waktunya untuk berbagi kepada sesama. Salah satunya komunitas Brionesia Banten Komunias ini, berbagi takjil di kota serang tempatnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) minggu. (22/02/2026).











Ratusan takjil mereka bagikan kepada para pengguna yang melintas kawasan KP3B untuk mengisi berbuka puasa. 


Bantuan takjil tersebut, berasal dari para anggota komunitas brionesia Banten yang suka rela dengan ikhlas sisihkan rezekinya untuk berbagi kepada sesama dibulan Ramadhan yang suci ini.


Ari selaku Ketua Komunitas BrIonesia Banten saat dikonfirmasi wartawan mengatakan," para anggota  komunitas kami (brionesia Banten) menyisikan sedikit reskinya lalu dibelikan makanan untuk berbuka puasa (Takjil), ratusan takjil dibagikan untuk pengguna jalan yang melintas di KP3B, para tukang ojeg dan di bagikan kepada mereka." Kata Ari.


Ia berharap, kegiatan serupa bisa kembali mereka lakukan selama di bulan suci Ramadhan 1447 hijrah ini." Sambung Ari.


Salah satu Anggota komunitas brionesia Banten inisial R. menambah," semoga kita semua ini anak BrIonesia Banten selalu kasih umur panjang & kompak serta banyak Rizkynya & selalu bisa berbagi kepada yang membutuh kan, momen bulan suci Ramadhan ini indahnya berbagi, semoga kita semua sehat selalu dan kompak, SALAM BRIONESIA BANTEN," Tutur R.

Vino xbi//.*

AKSI PENCURI MOTOR TERKAM CCTV di RT 012/005 kp pagadungan desa pasir buyut kec jawilan kab serang Banten.

By On Sabtu, Februari 21, 2026





Banten, xbintangindo.com --

Motor milik bapak Entis asal  kp.pagadungan desa pasir buyut RT 012/005 kec Jawilan kab serang Banten raib bawa maling kejdian tersebut jelas terekam cctv.dalam vidio cctv tersbut pelaku mesuki rumah korban melalui pagar depan dan langsung mambawa motor kobran yang terparkir di pinggir garasi rumah.


Istri korban menjelaskan.ia pa benar motor anak saya di bawa maling , kejdian sakitar JM 4 subuh awal kejdian skitar JM 4:56 anak saya baru pulang bermain.ujar istri korban 


Lanjutnya "Selang berapa menit anak saya denger suara motor lagi di kira Ade nya yang ngeluarin motor ga tau nya maling yang bawa motor saya".



Saya berharap semoga pihak kepolisian segera menangkap pelaku pencuri motor saya dan pelaku bisa di proses hukum biar kapok.ucap ibu ntis.


Rusamana sebagai wakil Katar desa pasir buyut kec Jawilan kab serang Banten.menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat memarkirkan motor agar selalu di konci ganda.supaya kandran aman dari para pelaku pencuri.

Apeng xbi//.*

*Serahkan 13 Sertipikat di Banten, Menteri ATR/Kepala BPN Ajak Organisasi Keagamaan “Keroyok” Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf*

By On Jumat, Februari 20, 2026






20/02/2026, Serang - xbintangindo com Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, menyerahkan 13 sertipikat tanah wakaf untuk rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan di Provinsi Banten pada Jumat (20/02/2025). Penyerahan yang berlangsung di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Banten ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN mempercepat sertipikasi tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum atas aset umat.


“Wakaf ini milik umat Islam. Pelepasan dari hak individu kepada publik, kepada umat. Karena itu, negara hadir untuk memastikan tanah wakaf memiliki kepastian hukum melalui sertipikasi. Saya minta ini ‘dikeroyok’ bersama,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid setelah menyerahkan sertipikat.


Ajakan mempercepat sertipikasi tanah wakaf ini Menteri Nusron sampaikan kepada seluruh pihak yang hadir di pertemuan ini. Mulai dari jajaran Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan sebagai pelaksana teknis sertipikasi, hingga Kantor Wilayah Kementerian Agama yang berperan dalam administrasi wakaf. Bukan hanya dari sisi pemerintah, lembaga keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, serta organisasi keagamaan lain juga diharap ikut berkolaborasi.


Untuk jumlah rumah ibadah di Provinsi Banten sendiri tercatat  ada sebanyak 24.910 bidang. Dari jumlah tersebut, baru 9.148 bidang atau sekitar 36,72% yang telah bersertipikat. Capaian ini menunjukkan masih besarnya ruang percepatan sertipikasi tanah rumah ibadah dan wakaf di wilayah tersebut.


Berbagai terobosan terus dilakukan, mulai dari kolaborasi antar instansi, pembentukan sidang isbat wakaf, serta pembentukan loket khusus wakaf di Kantor Pertanahan. Hal ini dilakukan guna mempercepat mendaftarkan seluruh tanah wakaf di Indonesia.


“Ini yang harus kita dorong bersama. Proses pendirian masjid, musala, dan rumah ibadah lainnya terus berjalan sehingga sertipikasi tanah wakaf juga harus dipercepat agar sejalan dengan kebutuhan umat,” kata Nusron Wahid.


Menindaklanjuti arahan terkait percepatan sertipikasi wakaf, pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara seluruh Kantor Pertanahan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Provinsi Banten.


"Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh Bapak Menteri dan Bapak Gubernur Banten merupakan bentuk komitmen kami agar seluruh tanah wakaf di Banten tersertipikatkan. Ke depannya MoU serupa akan kami lakukan dengan organisasi keagamaan lainnya," ujar Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis.


Adapun kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Banten, Andra Soni; Ketua MUI Banten, Bazari Syam; serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Amrullah. Sementara itu, Menteri Nusron hadir dengan didampingi oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian serta jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten. (Oman ncek)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *