Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Gubernur Banten Diminta  Tindak Tegas 2 Oknum PPPK  Yang Di duga Tertangkap Narkoba.

By On Rabu, Juli 22, 2026


Banten, xbintangindo.com --

Gubernur Banten Andra Soni diharapkan menindak tegas 2 oknum  pegawai PPPK di lingkungan sekretariat DPRD Banten berinisial RF dan AL yang di duga tertangkap pihak APH sehingga di rehab dan telah di kembali lagi  beraktivitas di lingkungan sekretariat DPRD Banten. 


Karena hal ini merupakan preseden buruk bagi birokrasi di Banten, apalagi pecandu narkoba  . 


Supriyono Ketua Lembaga pemantau kebijakan publik menegaskan harus ada tindakan keras terhadap kedua oknum tersebut dan sudah sepantasnya di lakukan pengetesan urine di lingkungan sekretariat DPRD Banten, agar para pegawai di lingkungan sekretariat DPRD Banten itu bersih dari Narkoba. 


Diberitakan  sebelumnya di media online Lokal bahwa beberapa minggu lalu, jajaran APH menangkap  dua orang yang di duga pengguna narkoba yang di ketahui oknum tersebut merupakan pegawai PPPK di lingkungan sekretariat DPRD Banten dan diduga masih keluarga Pejabat Banten.

Polres Serang Amankan Kunjungan Kerja Gubernur Banten di Ponpes Modern Assa'adah Cikeusal

By On Rabu, Juli 22, 2026




Kab, Serang xbintanindo.com.

Polres Serang melaksanakan pengamanan secara menyeluruh dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Banten, Andra Soni, S.M., M.AP., ke Pondok Pesantren Modern Assa'adah, Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Rabu (22/7/2026). Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.


Pengamanan diawali dengan apel yang dilaksanakan pada pukul 14.00 WIB di lingkungan Ponpes Modern Assa'adah. Sebanyak 25 personel diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Apel dipimpin oleh Kapolsek Cikeusal selaku Perwira Pengendali (Padal) lokasi dengan penanggung jawab Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H.


Selanjutnya, pada pukul 14.30 WIB dilakukan monitoring kegiatan kunjungan kerja Gubernur Banten yang dihadiri sekitar 500 peserta, terdiri dari unsur Forkopimda, tokoh agama, pengurus pondok pesantren, para santri dan santriwati, serta tamu undangan lainnya.


Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka pelepasan Tim Robotic Ponpes Modern Assa'adah yang akan mewakili Provinsi Banten pada ajang International Robotic Competition (IRC) di Malaysia. Sebanyak 15 santri yang terbagi dalam lima tim akan mengikuti kompetisi internasional tersebut.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, penampilan tari kreasi Islami dan rebana, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan dari Pimpinan Ponpes Modern Assa'adah dan Gubernur Banten, pelepasan Tim Robotic disertai penyematan tanda peserta oleh Gubernur Banten, foto bersama, hingga penutupan.


Dalam sambutannya, KH. Mujiburohman, M.Pd., selaku Pimpinan Ponpes Modern Assa'adah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Banten serta dukungan terhadap para santri yang akan membawa nama baik Indonesia, khususnya Provinsi Banten, di tingkat internasional. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga karakter, disiplin, dan kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan melalui inovasi teknologi.


Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan rasa bangga atas prestasi para santri Ponpes Modern Assa'adah yang mampu bersaing di ajang internasional. Menurutnya, pondok pesantren telah berhasil memadukan pendidikan agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing global.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten secara resmi melepas keberangkatan Tim Robotic Ponpes Modern Assa'adah menuju Malaysia dengan harapan para peserta mampu meraih prestasi terbaik serta mengharumkan nama Provinsi Banten dan Indonesia di kancah internasional.


Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres Serang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung kelancaran setiap agenda pemerintahan di wilayah hukum Polres Serang.

Aroma Konspirasi dan dugaan Praktik "Kongkalikong" Menyengat Kuat Pada Operasional PT. Raja Goedang Mas

By On Jumat, Juli 17, 2026






Foto : Tampak depan PT. Raja Goedang Mas.

Banten, xbintangindo.com --

Aroma konspirasi dan dugaan praktik "kongkalikong" menyengat kuat di balik tabir operasional PT Raja Goedang Mas (PT RGM). Perusahaan pengepul sekaligus pengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis oli bekas yang berlokasi di Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang ini, santer dikabarkan nekat kembali melakukan aktivitas produksi secara penuh.


Padahal, beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten secara meyakinkan mengumumkan telah menjatuhkan sanksi administratif berupa penutupan dan penyegelan total terhadap gudang penampungan tersebut akibat sengketa kelengkapan dokumen perizinan lingkungan.


Munculnya kembali denyut aktivitas di kawasan tersebut memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Ditengarai, tindakan penyegelan yang sempat dipublikasikan oleh otoritas DLH Banten hanyalah rekayasa kosmetik untuk mengelabui mata publik demi meredam gejolak sosial. 


Informasi yang dihimpun di lapangan bahkan mengarah pada indikasi adanya oknum dinas terkait yang sengaja menutup mata, lantaran diduga menerima aliran "upeti" di bawah meja dari pihak manajemen agar roda bisnis ilegal tersebut tetap menggelinding lancar.


Guna menelusuri kebenaran rumor yang meresahkan tersebut, tim investigasi awak media turun langsung melakukan pengamatan ke lokasi PT RGM pada Kamis (16/07/2026). 


Di lapangan, fakta kontras berhasil dikumpulkan. Alih-alih sepi layaknya perusahaan yang sedang menjalani masa sanksi pembekuan, posko keamanan PT RGM justru tampak longgar tanpa penjagaan ketat. Tim mendapati mobilitas kendaraan bertubuh besar, mobil pribadi, serta hilir mudik karyawan yang menandakan masih beraktivitas.


Kecurigaan semakin diperkuat saat seorang karyawan keluar dari area dalam gerbang. Pria dengan kaos hijau tua tersebut menunjukkan indikasi fisik yang tidak bisa berbohong: kedua tangan dan dahinya tampak jelas berlumur noda hitam oli bekas yang masih basah dan segar. Namun anehnya, saat dicegat dan dikonfirmasi oleh awak media, karyawan tersebut dengan gugup menampik realitas lapangan dengan berdalih bahwa perusahaan sedang tidak beroperasi.


Penolakan informasi tak berhenti di situ. Selang beberapa saat, sebuah mobil perak yang membawa dua orang merapat di seberang pos. Langkah mereka segera disusul oleh sebuah mobil pribadi berwarna hitam yang mencoba merangsek masuk ke dalam area gudang. Pengendara mobil hitam tersebut sempat turun dan menginterogasi kedatangan wartawan.


Setelah  awak media menjelaskan mandat dari pimpinan redaksi untuk mengkonfirmasi kebenaran isu operasional kembali, pria misterius itu langsung memotong pembicaraan dengan klaim senada bahwa aktivitas produksi telah nihil.


Ironisnya, saat awak media melayangkan pertanyaan kunci mengenai mengapa fisik karyawan dipenuhi lumuran sisa oli jika memang tidak ada produksi, pria tersebut mendadak bungkam seribu bahasa dan memilih langsung hengkang meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan rasional.


Upaya pencarian fakta dilanjutkan kepada seorang pria bertopi yang duduk diam memantau situasi di seberang pos keamanan. Saat dikonfirmasi mengenai kepemilikan mobil pribadi hitam tersebut apakah milik Direktur Utama PT RGM, Johanes Karyana Hasudungan pria bertopi itu berdalih tidak tahu-menahu karena baru bekerja selama dua hari, sebelum akhirnya ikut ambil langkah seribu menghindari wartawan.


Bersilang arah dengan skenario penolakan yang dibangun oleh internal perusahaan, seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, dengan tegas membongkar kebenaran di balik tembok tinggi gudang tersebut.


"Perusahaan itu sebenarnya masih terus berjalan kok, Pak. Masih aktif produksi sampai sekarang. Kalau Bapak tidak percaya, cek aja terus ke dalam," ungkap sumber tersebut kepada tim media.


Sebelumnya, pihak DLH Provinsi Banten menyatakan bahwa PT RGM dijatuhi sanksi akibat ketidaksesuaian dokumen perizinan lingkungan. Pihak dinas kala itu berjanji akan membantu pelaporan ke tingkat kementerian jika perusahaan memiliki iktikad baik melakukan perbaikan regulasi. Namun, kenyataan di lapangan yang kontras memicu tanda tanya besar: Apakah proses perbaikan izin tersebut telah selesai secara kilat, ataukah justru ada main mata menggunakan modus "upeti" untuk melegalkan pelanggaran aturan lingkungan?


Hingga berita ini diturunkan, Tim investigasi media masih berupaya keras mendapatkan konfirmasi resmi dari Kepala DLH Provinsi Banten terkait efektivitas segel sanksi yang sebelumnya dipasang. Sejalan dengan marwah Kode Etik Jurnalistik, Tim Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait, baik manajemen PT Raja Goedang Mas maupun instansi dinas yang bersangkutan, demi menjamin keberimbangan informasi. (Red)


































Aroma konspirasi dan dugaan praktik "kongkalikong" menyengat kuat di balik tabir operasional PT Raja Goedang Mas (PT RGM). Perusahaan pengepul sekaligus pengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis oli bekas yang berlokasi di Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang ini, santer dikabarkan nekat kembali melakukan aktivitas produksi secara penuh.


Padahal, beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten secara meyakinkan mengumumkan telah menjatuhkan sanksi administratif berupa penutupan dan penyegelan total terhadap gudang penampungan tersebut akibat sengketa kelengkapan dokumen perizinan lingkungan.


Munculnya kembali denyut aktivitas di kawasan tersebut memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Ditengarai, tindakan penyegelan yang sempat dipublikasikan oleh otoritas DLH Banten hanyalah rekayasa kosmetik untuk mengelabui mata publik demi meredam gejolak sosial. 


Informasi yang dihimpun di lapangan bahkan mengarah pada indikasi adanya oknum dinas terkait yang sengaja menutup mata, lantaran diduga menerima aliran "upeti" di bawah meja dari pihak manajemen agar roda bisnis ilegal tersebut tetap menggelinding lancar.


Guna menelusuri kebenaran rumor yang meresahkan tersebut, tim investigasi awak media turun langsung melakukan pengamatan ke lokasi PT RGM pada Kamis (16/07/2026). 


Di lapangan, fakta kontras berhasil dikumpulkan. Alih-alih sepi layaknya perusahaan yang sedang menjalani masa sanksi pembekuan, posko keamanan PT RGM justru tampak longgar tanpa penjagaan ketat. Tim mendapati mobilitas kendaraan bertubuh besar, mobil pribadi, serta hilir mudik karyawan yang menandakan masih beraktivitas.


Kecurigaan semakin diperkuat saat seorang karyawan keluar dari area dalam gerbang. Pria dengan kaos hijau tua tersebut menunjukkan indikasi fisik yang tidak bisa berbohong: kedua tangan dan dahinya tampak jelas berlumur noda hitam oli bekas yang masih basah dan segar. Namun anehnya, saat dicegat dan dikonfirmasi oleh awak media, karyawan tersebut dengan gugup menampik realitas lapangan dengan berdalih bahwa perusahaan sedang tidak beroperasi.


Penolakan informasi tak berhenti di situ. Selang beberapa saat, sebuah mobil perak yang membawa dua orang merapat di seberang pos. Langkah mereka segera disusul oleh sebuah mobil pribadi berwarna hitam yang mencoba merangsek masuk ke dalam area gudang. Pengendara mobil hitam tersebut sempat turun dan menginterogasi kedatangan wartawan.


Setelah  awak media menjelaskan mandat dari pimpinan redaksi untuk mengkonfirmasi kebenaran isu operasional kembali, pria misterius itu langsung memotong pembicaraan dengan klaim senada bahwa aktivitas produksi telah nihil.


Ironisnya, saat awak media melayangkan pertanyaan kunci mengenai mengapa fisik karyawan dipenuhi lumuran sisa oli jika memang tidak ada produksi, pria tersebut mendadak bungkam seribu bahasa dan memilih langsung hengkang meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan rasional.


Upaya pencarian fakta dilanjutkan kepada seorang pria bertopi yang duduk diam memantau situasi di seberang pos keamanan. Saat dikonfirmasi mengenai kepemilikan mobil pribadi hitam tersebut apakah milik Direktur Utama PT RGM, Johanes Karyana Hasudungan pria bertopi itu berdalih tidak tahu-menahu karena baru bekerja selama dua hari, sebelum akhirnya ikut ambil langkah seribu menghindari wartawan.


Bersilang arah dengan skenario penolakan yang dibangun oleh internal perusahaan, seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, dengan tegas membongkar kebenaran di balik tembok tinggi gudang tersebut.


"Perusahaan itu sebenarnya masih terus berjalan kok, Pak. Masih aktif produksi sampai sekarang. Kalau Bapak tidak percaya, cek aja terus ke dalam," ungkap sumber tersebut kepada tim media.


Sebelumnya, pihak DLH Provinsi Banten menyatakan bahwa PT RGM dijatuhi sanksi akibat ketidaksesuaian dokumen perizinan lingkungan. Pihak dinas kala itu berjanji akan membantu pelaporan ke tingkat kementerian jika perusahaan memiliki iktikad baik melakukan perbaikan regulasi. Namun, kenyataan di lapangan yang kontras memicu tanda tanya besar: Apakah proses perbaikan izin tersebut telah selesai secara kilat, ataukah justru ada main mata menggunakan modus "upeti" untuk melegalkan pelanggaran aturan lingkungan?


Hingga berita ini diturunkan, Tim investigasi media masih berupaya keras mendapatkan konfirmasi resmi dari Kepala DLH Provinsi Banten terkait efektivitas segel sanksi yang sebelumnya dipasang. Sejalan dengan marwah Kode Etik Jurnalistik, Tim Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak terkait, baik manajemen PT Raja Goedang Mas maupun instansi dinas yang bersangkutan, demi menjamin keberimbangan informasi. (Red)

KNPI Banten Ajak Pemudi Fokus Kembangkan Diri dan Kuasai Era Digital, Bukan Hanya Penampilan

By On Minggu, Juli 12, 2026






SERANG – Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten Bidang Pemberdayaan Perempuan ANISA FAIJAH mengajak seluruh pemudi di Provinsi Banten untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan potensi diri. 


Di tengah pesatnya perkembangan zaman, kaum perempuan muda dituntut untuk mampu bersaing secara global di era digital, bukan sekadar mementingkan penampilan fisik semata.


Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap tantangan dunia modern yang semakin kompetitif, di mana keahlian (skills) dan kapasitas intelektual menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang.


"Pemudi Banten harus mengambil peran aktif dalam transformasi digital ini. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau sekadar fokus pada estetika luar saja. Cantik itu penting, tetapi memiliki kompetensi, literasi digital, dan kemandirian berpikir jauh lebih utama agar kita mampu bersaing di dunia profesional maupun wirausaha," ujar Anisa ketika ditemui pada, Minggu (12/7/2026).


Menurutnya, era digital membuka peluang yang sama luasnya bagi perempuan untuk memimpin, berinovasi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. 


Oleh karena itu, KNPI Banten berkomitmen untuk terus menginisiasi berbagai program pelatihan, literasi digital, dan wadah kreativitas yang dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) perempuan muda di Banten.


Melalui ajakan ini, DPD KNPI Banten berharap lahir generasi pemudi yang tangguh, cerdas teknologi, berkarakter, serta mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah.

PB Mathla’ul Anwar 2026-2031: Menjaga Khittah Dengan Tetap Mengikuti Perkembangan Zaman

By On Minggu, Juni 28, 2026






 




Banten, xbintangindo.com--

Muktamar XXI Mathla’ul Anwar telah menetapkan kepemimpinan baru Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026-2031 dibawah kepemimpinan Dr. KH Jazuli Juwaini MA dengan mengusung visi transformasi "Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh."

 

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadikan Mathla’ul Anwar semakin adaptif, progresif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi dakwah, pendidikan, dan sosial keagamaan.

 

Transformasi organisasi itu sendiri merupakan sebuah keniscayaan. Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Revolusi digital, perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, tantangan ekonomi global, hingga pergeseran pola pikir generasi muda menuntut organisasi keumatan untuk melakukan penyesuaian.

 

Organisasi yang tidak mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman akan tertinggal dan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Namun, transformasi tidak boleh diartikan sebagai perubahan yang menghilangkan identitas dan ruh perjuangan organisasi.

 

Di sinilah arti pentingnya menjaga khittah Mathla’ul Anwar. Ormas Islam ini lahir sebagai gerakan dakwah dan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta berorientasi pada pencerdasan umat, pemberdayaan masyarakat, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Khittah inilah yang harus menjadi kompas dalam setiap langkah transformasi. Modernisasi kelembagaan, digitalisasi sistem organisasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan jejaring nasional dan internasional merupakan instrumen untuk memperbesar manfaat organisasi, bukan untuk menggeser orientasi pengabdian yang menjadi jati diri Mathla’ul Anwar.

 

Kemudian, tantangan terbesar PBMA periode 2026-2031 sesungguhnya terletak pada kemampuan membangun keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme. Organisasi perlu membuka diri terhadap berbagai peluang dan kerja sama strategis, tetapi tetap menjaga independensi, marwah, dan orientasi perjuangan.

 

Mathla’ul Anwar yang lahir di Pandeglang Banten pada 1916 dan kini telah memiliki perwakilan dan lembaga pendidikan di berbagai daerah di Indonesia harus menjadi organisasi yang modern dalam manajemen, profesional dalam tata kelola, namun tetap kokoh dalam nilai, etika, dan tradisi pengabdian sebagaimana dijelaskan Ketum PBMA periode 2026-2031 pada pidato pelantikan di Gedung Pakuan Bandung pada 20 Juni 2026.

 

Khusus di bidang pendidikan, transformasi menuntut penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi kurikulum, dan pemanfaatan teknologi digital tanpa meninggalkan pembentukan karakter dan akhlak.

 

Pendidikan Mathla’ul Anwar tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.

 

Dalam bidang dakwah, perubahan zaman mengharuskan Mathla’ul Anwar menghadirkan model dakwah yang lebih kontekstual dan inklusif. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan majelis taklim, tetapi juga harus hadir di ruang digital, media sosial, dan berbagai platform komunikasi modern, dengan tetap menjunjung prinsip hikmah, moderasi, dan persatuan umat.

 

Sementara dalam bidang sosial dan pemberdayaan, Mathla’ul Anwar dituntut memberikan  solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan pendidikan, hingga tantangan kebangsaan. Kehadiran organisasi harus dirasakan secara nyata sebagai kekuatan yang mencerahkan dan memberdayakan.

 

Transformasi PB Mathla’ul Anwar periode 2026-2031 bukanlah pilihan antara menjaga khittah atau mengikuti perkembangan zaman. Keduanya justru harus berjalan secara beriringan. Khittah memberikan arah dan identitas, sedangkan transformasi menjadi sarana agar cita-cita perjuangan tetap hidup dan relevan.

 

Mathla’ul Anwar tidak boleh kehilangan akarnya, tetapi juga tidak boleh takut menjulangkan cabangnya setinggi mungkin. Sebab, organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu menjaga nilai-nilai fundamentalnya sambil terus beradaptasi dengan perubahan.

 

Dengan demikian, visi "Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh" dapat diwujudkan sebagai gerakan pembaruan yang tetap berpijak pada khittah pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.

 

*Zaenal Abidin Syuja'i adalah Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA)/Pemerhati Pendidikan dan Keumatan.

Momentum 10 Muharram 1447 H, PSKBI Gelar Acara Santunan Anak Yatim Piatu

By On Kamis, Juni 25, 2026





Serang -  xbintangindo.com --

Perguruan Singandaru Karuhun Banten Indonesia (PSKBI) memanfaatkan momentum lebaran yatim pada bulan Muharram 1448 H dengan menggelar kegiatan dan acara santunan kepada ratusan anak yatim- piatu di Mako Ciracas,  Kota Serang, Kamis 25/06/2026.




Dalam kegiatan tersebut turut hadir ketua harian DPP PSKBI H. Lutfi, Ketua PSKBI  DPD Kota Serang H. Miftahudin, Kepala Kecamatan Serang dan Kapolsek serang yang di wakili oleh Kanit Binmas Polsek kota serang, IPTU Irwan


Diungkapkan Ketua Panitia Panitia Hidayat, Acara santunan yatim piatu yang dilaksanakan bersama jajaran pengurus berjalan dengan lancar, hal ini tentu bagian dari kebahagiaan kami para pengurus untuk dapat berbagi kepada anak yatim-piatu yang berasal dari lingkungan sekitar.


"Dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini,  kegiatan ini sudah menjadi program rutin sosial PSKBI, Alhamdulillah tahun ini meningkat tahun lalu 50 saat ini 100 anak yatim piatu," ujar ketua pelaksana.


Diungkapkan Ketua Harian DPP PSKBI H. Lutfi Tri, Momentum 10 Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai‑nilai kemanusiaan, rasa empati, dan persaudaraan sosial,” kata kahar Sapan akrab H Lutfi


ditambahkan kahar menyantuni anak yatim bukan sekadar tradisi yang baik, melainkan tanggung jawab moral untuk hadir dan berbagi kebahagiaan bersama sesam.


Sementara itu diungkapkan Ketua PSKBI DPD Kota Serang H.Miftahudin, Dirinya menyambut baik momentum ini, Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat dan kebahagiaan, sekaligus menjadi dorongan semangat bagi anak‑anak untuk terus belajar dan berjuang meraih cita‑cita mereka." Ucapnya.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada para panitia dan pengurus PSKBI yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut, semoga kegiatan ini menjadi ladang ibadah dan lebih meningkat lagi dalam menyantuni anak yatim dan piatunya,"tutunya.

Dewi*

Banten-Polda Banten berhasil membongkar dan menangkap sindikat penipuan Travel Umroh.

By On Kamis, Juni 25, 2026



Banten, xbintangindo.com --

Pelapor Atas nama M.Excelino dalam Laporan Polisi Nomer LP/B/226/VII/SPKT I.Ditreskrimum/2026/polda Banten tanggal 02 juni ..


Tersangka atas nama Nurul zahra ( Ira ) & Nova Nurlina Masindra yang panggilan akrab dipanggil Bunda nova diduga terbukti menipu puluhan jamaah Haji..


Berdasarkan penelusuran data dari pelapor bahwa Nova Nurlina dan Nuruh Zahra Telah banyak menipu jamaah umroh dan bermasalah hukum  dikarenakan  PT. Nurzata tanjung Telah dibubarkan oleh Kejaksaan Negeri Tabalong Karena adanya Surat Haji tidak resmi dari Dubes Arab saudi Terkait travel travel bermasalah


Saat ini Nova Nurlina juga berstatus DPO Polres Tabalong. Yang dikeluarkan pihak Polres tabalong tanggal 10 Agustus 2023

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *