Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Dinamika perkembangan Pancasila di era modern oleh Gen-Z, Pancasila dalam Aliran Darah Digital : Menolak Beku di Tengah Dinginnya Teknologi

By On Kamis, April 23, 2026

 










KINANTI FATMA TIFANI

Fakultas Hukum, Universitas Pamulang.

- Diagnosis Identitas Bangsa

Judul ini lahir dari keprihatinan saya melihat fenomena "anemia nilai" di kalangan generasi muda. Di tengah kehidupan yang berpindah ke ruang digital, Pancasila seringkali dianggap sebagai artefak kaku yang hanya muncul di buku teks. Padahal, Pancasila seharusnya menjadi Hemoglobin—pengikat oksigen keadilan yang mengalir ke seluruh sel tubuh bangsa.Modernisasi tidak boleh membuat kita mengalami Hipotermia Identitas, di mana kita menjadi dingin terhadap sesama hanya karena terlalu sibuk dengan layar gawai.


Tulisan ini bermaksud membedah bagaimana Pancasila tetap bisa menjadi cairan kehidupan di tengah disrupsi yang serba mekanis ini.

- Gejala Trombosis Sosial di Era Gen Z

Saat ini, budaya kita diwarnai oleh arus informasi yang melimpah namun sering menyebabkan Inflamasi 

Opini. Fenomena cancel culture, polarisasi kolom komentar, hingga budaya pamer yang menjauhkan kita dari empati adalah gejala nyata dari Trombosis Sosial—penyumbatan aliran gotong royong akibat egoisme digital. Untuk melihat bagaimana gejala ini terjadi, kita bisa memperhatikan fenomena Digital Vigilantism atau main hakim sendiri secara digital. Inilah yang saya sebut sebagai Autoimun Sosial. Rasa peduli netizen yang seharusnya menjadi sel darah putih pelindung bangsa, justru berubah menjadi agresif dan menyerang tubuh sendiri. 


Ketika kita menyebar data pribadi seseorang (doxing) tanpa proses hukum yang jelas, kita sedang merusak sistem keadilan nasional. Di sini, Sila Ke-4 sedang sakit; "Hikmat Kebijaksanaan" telah kalah oleh amarah algoritma, dan asas Praduga Tak Bersalah tersumbat oleh emosi sesaat.


- Transfusi Nilai: Sebuah Langkah Klinis

Sebagai mahasiswa hukum, saya melihat bahwa Pancasila memerlukan Transfusi Digital. Kita tidak bisa lagi menggunakan metode statis. Pancasila harus bermetamorfosis menjadi Antibodi terhadap hoaks dan perpecahan melalui tiga langkah:

1. Vaksinasi Etika Digital: Literasi digital tidak boleh sekadar teknis, tapi harus berbasis Pancasila. Sila ke 3 harus menjadi filter sebelum kita menekan tombol share.


2. Regulasi yang "Biocompatible": Hukum digital kita, seperti UU ITE, tidak boleh bersifat toksik yang melukai hak asasi, melainkan harus mendukung sirkulasi keadilan yang sehat.


3. Aktivasi Sel Punca Gotong Royong : Energi besar Gen Z dalam penggalangan dana online atau kampanye sosial adalah sel punca (stem cells) yang mampu menyembuhkan luka sosial jika diarahkan oleh nilai Sila ke-5.


*Kesimpulan : Menjaga Denyut di Balik Layar*


Akhir kata, modernitas bukanlah musuh dari tradisi, melainkan panggung baru bagi pembuktian nilai. 

Pancasila tidak boleh dibiarkan membeku menjadi fosil di museum sejarah; ia harus tetap menjadi cairan hangat yang mengalir bebas di setiap nadi digital kita.

Kita tidak butuh mengganti "jantung" negara ini, kita hanya perlu memastikan sirkulasinya tidak tersumbat oleh kebencian dan egoisme digital.

 

Mari kita buktikan bahwa di bawah dinginnya cahaya layar ponsel, tetap ada darah Pancasila yang 

berdenyut kencang—membawa pesan bahwa meski teknologi terus berganti, kemanusiaan dan keadilan tetaplah menjadi harga mati.(...).

Di Serang Banten Seorang wanita Menangis Memohon Agar Suaminya Tidak Lembur Kerja Pada Malam Jumat

By On Jumat, April 17, 2026

Banten, xbintangindo.com --

Seorang wanita di Serang Banten memohon sambil menangis kepada suaminya agar tidak lembur bekerja di malam Jumat ini, namun sang suami bersikukuh berangkat lembur kerja karena sudah perintah atasannya. 


Dalam video terdengar suara pasangan suami istri (Pasutri) dalam bahasa Jawa Serang,  diunggah @ sedulur Serang Banten.

Istri : " kang balik wiih, ..!" (Kang pulang wiih)

Suami :  " ora bisa balik masih Megawe lanjut dikon bos," ( ga bisa pulang masih kerja lanjut kerja disuruh bos).

Istri : " balik be seh , ORA tahan kitane, ore weruh Tah Iki ne malam Jumat 😭😭." (Pulang aja gak tahan saya nya kan tau kalau sekarang malam Jumat).

Suami : " lembur gawe dipit Kita ne " (lembur kerja dulu saya nya).

Istri : " uis, uis lah, gawe mubeng Bae, malam Jumat mekenen ore buru-buru balik..." (Udha-udah lah, bikin pusing aja malam Jumat begini gak cepet-cepet pulang ke rumah).


Ternyata nangisnya seorang wanita diserang Banten gegara malam Jumat suaminya lembur kerja gak bisa cepet-cepet pulang ke rumah. Wik..wik..

 Red xbi//.*

Sinergi Kamtibmas: APOC Perkuat Barisan Sebagai Mitra Strategis Polsek Cikande Polres Serang

By On Kamis, April 16, 2026






Kab, Serang xbintangindo.com

Aliansi Pengemudi Online Cikande (APOC) menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui kegiatan kopi darat (kopdar) yang digelar di depan Swiss-Belinn Modern Cikande, Rabu malam (15/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan APOC sebagai mitra Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di bawah binaan langsung Kapolsek Cikande, AKP Tatang.


Kapolsek Cikande, AKP Tatang, yang menggagas langsung sinergi ini, menekankan pentingnya peran pengemudi online sebagai mitra kepolisian di lapangan. Mengingat mobilitas mereka yang tinggi, para driver dianggap memiliki posisi strategis dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan.


“Kami merangkul rekan-rekan APOC sebagai mitra strategis Polri. Driver online adalah mata dan telinga kami di jalanan. Dengan komunikasi yang solid, mereka dapat memberikan informasi cepat jika ada hal-hal yang mencurigakan, sehingga kita bisa bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Cikande,” ujar AKP Tatang.


Di bawah naungan APOC, berbagai komunitas besar bersatu untuk menyelaraskan visi keamanan dan sosial, di antaranya:


SOC (Solidaritas Online Cikande) – Dipimpin Reno.

RC (Rental Car Cikande) – Dipimpin Ibnu.

Pilot Darat – Dipimpin Oman.

GCSC (Grabcar Serang Community) – Dipimpin Itong.

DOPC (Driver Online Perumahan Community) – Dipimpin Tri Black.

OSTC (Online Serang Timur Community) – Dipimpin Iwan.

DSEMVAK (Driver Semprul dan Kompak) – Dipimpin Icam.

Dampak Positif bagi Masyarakat


Ketua APOC, Reno, menyambut baik arahan dan pembinaan dari pihak kepolisian. Menurutnya, bimbingan dari AKP Tatang memberikan arah yang jelas bagi aliansi agar tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga berkontribusi nyata melalui aksi kemanusiaan dan penjagaan ketertiban.


“Kegiatan kopdar rutin ini adalah wadah kami untuk menjalin komunikasi dan mempererat silaturahmi. Harapannya, solidaritas yang terbina di bawah pembinaan Polsek Cikande Polres Serang ini terus menguat, sehingga kehadiran driver online benar-benar dirasakan manfaatnya secara positif oleh masyarakat luas,” pungkas Reno.

 Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Krisis

By On Rabu, April 08, 2026

Banten, xbintangindo.com --

Bendahara Umum DPP Partai PRIMA, Achmad Herwandi, menegaskan bahwa di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang semakin meningkat, Indonesia justru membutuhkan penguatan persatuan nasional, bukan narasi pesimisme yang berpotensi melemahkan stabilitas ekonomi dan politik dalam negeri.


Menurutnya, kondisi dunia saat ini memang sedang menghadapi tekanan serius, mulai dari konflik geopolitik seperti perang Rusia–Ukraina hingga meningkatnya tensi di jalur energi strategis dunia seperti Selat Hormuz. Situasi ini menunjukkan bahwa dunia tengah memasuki fase baru ketidakpastian, di mana energi, pangan, dan stabilitas keuangan menjadi faktor krusial bagi keberlangsungan negara-negara.









“Dalam situasi global yang penuh tekanan seperti ini, negara-negara besar justru memperkuat konsolidasi internal mereka. Namun sangat disayangkan, di dalam negeri justru muncul narasi-narasi yang menggambarkan Indonesia seolah berada di ambang krisis, bahkan disertai wacana politik ekstrem yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional,” ujar Achmad Herwandi.


Ia menilai bahwa narasi krisis yang tidak berbasis data bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya. Dalam konteks ekonomi modern, persepsi publik memiliki dampak langsung terhadap kondisi riil. Ketika kepercayaan melemah, maka investasi akan tertahan, konsumsi menurun, dan pertumbuhan ekonomi bisa terganggu.


“Persepsi adalah realitas dalam ekonomi. Jika kita terus menyebarkan ketakutan tanpa dasar, maka kita sendiri yang merusak fondasi ekonomi nasional,” tegasnya.


Achmad Herwandi juga menekankan bahwa fakta menunjukkan kondisi yang jauh lebih positif. Hingga 31 Maret 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa fondasi fiskal Indonesia tetap kuat di tengah tekanan global.


Selain itu, kebijakan pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi agar tidak naik hingga akhir tahun dinilai sebagai langkah strategis yang berpihak pada rakyat, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi dunia.


“Ini bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga bentuk keberpihakan negara kepada rakyat. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak menanggung beban global sendirian,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menyoroti arah kebijakan energi nasional yang dinilai semakin progresif, khususnya melalui percepatan hilirisasi energi dan penguatan bahan bakar nabati berbasis sawit. Implementasi mandatori B50 yang direncanakan berlaku mulai 1 Juli 2026 menjadi salah satu tonggak penting menuju kemandirian energi nasional.


“Langkah menuju B50 bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi strategi besar untuk mengurangi ketergantungan impor energi, memperkuat industri dalam negeri, dan menciptakan nilai tambah nasional,” jelasnya.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh capaian dan potensi tersebut hanya dapat terwujud apabila stabilitas nasional tetap terjaga.


“Kunci utama kita hari ini adalah persatuan. Tidak ada negara yang bisa kuat jika terpecah di dalam. Tidak ada ekonomi yang bisa tumbuh jika politiknya tidak stabil,” katanya.


Achmad Herwandi juga mengingatkan bahwa kritik dalam demokrasi tetap diperlukan, namun harus bersifat konstruktif dan berbasis data, bukan sekadar membangun narasi yang memperkeruh suasana.


“Kita butuh kritik yang membangun, bukan narasi yang meruntuhkan. Di tengah ketidakpastian global, yang kita perlukan adalah konsolidasi nasional, bukan konfrontasi,” tegasnya.


Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kepercayaan dan optimisme terhadap arah kebijakan negara.


“Indonesia hari ini berada di persimpangan penting. Di satu sisi ada tantangan global, di sisi lain terbuka peluang besar. Pilihannya ada pada kita: terpecah oleh pesimisme, atau bersatu dalam optimisme. Karena pada akhirnya, kekuatan bangsa ditentukan oleh kemampuannya untuk tetap bersatu di tengah badai,” pungkasnya.

 *KIP tak Dipasang dilokasi Proyek Tanggul di Saluran Cidurian dari BBWS-C3 Tidak Menampilkan KIP*

By On Sabtu, April 04, 2026






Kabupaten Tangerang || Proyek tanggul di saluran kali Cidurian tepatnya belakang Taman Cikande Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang tidak menampilkan secara benar tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). (Sabtu 04/04/2026).





Proyek yang sedang dikerjakan sudah seminggu berjalan, nyatanya tidak memasang papan informasi sebagai sarana untuk diakses publik.


Gerak tanggap cepat dari BBWS-C3 patut di apresiasi, mengingat beberapa bulan ke belakang telah terjadi banjir besar di Perum Taman Cikande hingga menelan dua anak korban jiwa yang tenggelam saat banjir menggenangi.


Saat di konfirmasi pada warga setempat yang rumahnya samping kali Cidurian, beliau menuturkan.


"Saya disini hanya memantau saja pada yang kerja, karena ini adalah pengajuan saya. Saya prihatin dan bosan dengan langganan banjir yang hampir tiap tahun menggenangi perumahan ini. Kalau pelaksana kesini paling pagi hanya kontrol doang, paling satu atau dua jam disini.

Kalau papan informasi belum terpasang, namun rencananya hari ini akan di kirim kesini untuk dipasang" jelasnya.


Ditanya terkait dari mana solar yang digunakan oleh alat berat, warga yang yang mengawasi kerjaan menjawab.

"Setahu saya ini solar resmi dari perusahaan, gak berani kalau pake yang gak resmi mah, kalau pengirimannya sih pake drum bukan derigen " tambahnya.


Pantauan awak media di lokasi, pekerja amat semangat dalam bekerja. Namun hal tersebut ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah, sang RT ternyata belum mendapatkan informasi terkait kegiatan tersebut dan tidak dilibatkan.


Hingga berita ini tayang, pihak pelaksana dan pengawas belum dapat dikonfirmasi karena tidak adanya alat komunikasi untuk menghubungi.

Red xbi//.*

Vino : " Selamat ulang tahun, putraku!  Rizki M.P Semoga tumbuh jadi anak saleh, pintar, dan bermanfaat bagi banyak orang."

By On Sabtu, April 04, 2026







Foto : Rizky M. P

Banten, xbintangindo.com --

Di hari ulang Saya sebagi orang tua Rizki/boy Aminah  berterima kasih sudah datang di acara ulang tahun putra saya yang Ke 10  tahun, kehadiranmu yang membawa tawa. Selamat ulang tahun, kebanggaan kami!"


"Anakku, kamu adalah jawaban atas doa kami. Semoga masa depanmu secerah senyumanmu. 









"Semoga setiap langkahmu ke depan selalu dalam lindungan Tuhan. Tumbuhlah jadi anak yang kuat, bijaksana, dan berhati lembut. 


"Barakallah fii umrik, anakku! Semoga Allah senantiasa memberkahi umurmu, memberikan kesehatan, dan memudahkan segala urusanmu."


"Yaumul Milad! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan selalu taat kepada Allah SWT."


"Selamat milad, jagoan! Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki, kebahagiaan, dan menjagamu dari segala mara bahaya." 


"Selamat ya...buat riski/boy semoga  panjang umur sehat dan jadi anak yang nurut kepada ke orang tua dan bibinya dan selalu bisa berkumpul selalu semua keluarga lanjut kita baca doa.. Dan kumpul keluarga makan bareng bersama keluarga H Tamel mengucapkan selamat ya aa Riski/boy kakek hanya bisa mendoakan semoga cita cita boy nanti besar terlaksana..pesan kakek.  Jadi anak yang. Berbakti kepada nusa dan bangsa belajar lah ya boy semangat ucap kakek nya boy H.Tamel 


Dan om selamat milad yang sayang semoga sehat selalu rajin belajarnya sayang.biar pun boy udah ga punya bapak boy harus semangat ucap vino.

Inefisiensi Digital dan Dugaan Mark Up Anggaran Diskominfo Pemprov Banten, disorot Mahasiswa Banten

By On Rabu, April 01, 2026








Banten, xbintangindo.com ---

Sebagai mahasiswa, kami memandang situasi ini sebagai lebih dari sekadar masalah teknis terkait pengelolaan IP Address, tetapi juga sebagai gambaran lemahnya perencanaan, pengawasan, dan akuntabilitas dalam manajemen digital di tingkat pemerintahan daerah. (Haikal Maulana , Koordinator Isu Kebijakan Publik)


Dari 512 IP Address yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Banten, hanya 142 yang aktif dimanfaatkan. Ini berarti sekitar 370 IP Address tampak tidak digunakan secara maksimal. Kondisi ini mencerminkan adanya ketidakefisiensian dalam perencanaan kebutuhan infrastruktur digital. Pertanyaannya, apakah dari awal kebutuhan tersebut sudah dihitung dengan analisis yang tepat, atau malah ada pemborosan dana yang disengaja?


Lebih lanjut, situasi ini menghadirkan risiko keamanan yang cukup serius. IP Address yang dikelola dengan kurang baik dapat memberikan celah untuk penyalahgunaan, baik itu untuk aktivitas ilegal, pembobolan, ataupun kebocoran data. Dalam konteks transformasi digital pemerintahan, ini merupakan ancaman nyata yang patut diperhatikan, Ucap Haikal.


Dengan anggaran mencapai 2,28 miliar rupiah, publik berhak mempertanyakan aspek transparansi dan rasionalitas dalam penggunaan dana tersebut. Ketika hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan jumlah uang yang digelontorkan, dugaan mark up anggaran menjadi sesuatu yang boleh dicurigai. Apakah semua penggunaan anggaran sudah proporsional? Atau ada praktik harga yang dinaikkan dalam pengadaan layanan IP Address ini?


Kami berpendapat, diperlukan audit yang menyeluruh dan terbuka kepada publik baik dari inspektorat daerah maupun lembaga independen. Di samping itu, jika ada indikasi penyimpangan, aparat penegak hukum harus ikut serta. Jangan sampai digitalisasi yang seharusnya menjadi simbol kemajuan malah berubah menjadi lahan bagi korupsi yang tidak terlihat.


Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil akan terus mengawasi isu ini. Pemerintah daerah tidak boleh mengabaikan hal ini. Efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas harus dijadikan sebagai prinsip utama dalam setiap kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan dana masyarakat.


Maka dari itu kami menunutut beberapa hal.

1. Mendesak agar dilakukan audit independen untuk penggunaan anggaran sebesar 2,28 miliar, termasuk dalam proses pengadaan, distribusi, dan pemanfaatan IP Address.

2. Meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki potensi penggelembungan anggaran dalam pengadaan layanan IP Address.

3. Mendesak Pemprov Banten untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan kebijakan digital.

4. Menuntut agar pemerintah segera mengoptimalkan 370 IP Address yang tidak terpakai atau menyesuaikan kebutuhan agar sesuai dengan kenyataan.

5. Mendesak pemerintah untuk membuka data penggunaan aset digital kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi.


6. Mendorong pemerintah untuk melibatkan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sipil dalam perencanaan kebijakan digital agar lebih efektif dan tepat sasaran.


Dengan ini kami dari Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia mendesak kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk segera atasi dugaan mark up anggaran di Diskominfo Pemprov Banten. , apabila tidak ada tindak lanjut kami akan melakukan aksi demonstrasi dengan jumlah ratusan masa agar aspiriasi kita dapat di dengar dan diterima. Tutup Haikal Maulana

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *