Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Gegara Lelet, Pelayanan Desa Cikande Jayanti dikeluhkan Warganya

By On Selasa, November 11, 2025








Foto : Leman warga desa Cikande  mengeluhkan pelayanan lelet alias lambat pegawai desa Cikande dihadapan beberapa wartawan 

Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Gegara pelayanan Desanya yang lelet atau lambat kini petugas pelayanan di Desa Cikande kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten dikeluhkan Warganya sendiri. Selasa 11/11/25.


Leman warga Desa Cikande kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang mengeluhkan pelayanan yang diberikan pegawai desanya.


"Atuh pak bagaimana saya gak jengkel dengan pelayanan yang diberikan pegawai dan kepala Desa Cikande kecamatan Jayanti, kemarin saya mau buat surat keterangan tidak mampu (SKTM) lanjut pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) lalu pegawai di desa Cikande merintah kan saya isi formulir, terlebih dahulu sudah itu saya harus menunggu kabar setelah formulir di stempel terlebih dahulu oleh kepala Desa, katanya kepala Desa Cikande sedang sakit, kan masih ada sekertaris Desa, kenapa tidak sekdes saja yang tanda tangani, " ucap Leman.


Lanjut Leman," keesokan di siang hari saya datangi lagi ke kantor desa Cikande dan menanyakan apakah formulir saya sudah ditandatangani, ehh.. ternyata formulir saya belum ditandatangani oleh kades Cikande, karena saya buru-buru ingin beres, formulir saya ambil dari pelayan desa Cikande lalu saya bawa ke rumah kades Cikande Acep Eman, kata istri kades pak lurah sedang sakit, tapi karena memaksa akhirnya istri kades membawa formulir kedalam rumah nya dan selang beberapa menit istri kades keluar membawa formulir saya yang sudah di stempel dan di tandatangani kades, sekarang sedang pembuatan KIS. Di kecamatan Jayanti," ujar leman.


Menurut saya pelayanan pegawai di desa Cikande lelet alias lambat. Tutur leman 

RED xbi//.*


APH Tangsel diduga Selalu berikan Alasan Classic Jika Masyarakat Minta Tangkap Penjual Obat Keras Tramadol dan Exsimer

By On Selasa, November 11, 2025









Foto : Agus Obeng 

Tangsel, xbintangindo.com --

Maraknya peredaran obat-obatan terlarang jenis tramadol hcl dan exsimer tergolong obat keras di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), mereka menjual obat-obatan terlarang tersebut secara terang-terangan dengan modus beragam kedok tampilan depan tokonya.


Menurut aktivis provinsi Banten Agus Obeng, mengatakan kekesalanya terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) wilayah Tangerang Selatan, terkait penegakan hukum untuk membersihkan peredaran obat-obatan terlarang golongan G yang berada di wilayah kabupaten Tangerang Selatan.


"Beberapa kali saya memberikan informasi kepada pihak kepolisian Polsek mau pun Polresta Tangerang Selatan terkait peredaran obat-obatan terlarang golongan G jenis tramadol dan exsimer yang berada di wilayah Tangerang Selatan. Namun mereka para penegak hukum di minta untuk mengamankan dan menangkap pelaku pengedarnya, namun mereka selalu banyak alasan classic. Lagi gak ada anggotanya lah, posisi lagi jauh lah , dan alasan itu hampir semua penegak hukum di Polsek mau pun polres." Jelas Agus Obeng.


Lanjut Obeng," Saya masyarakat merasa resah dengan banyaknya Pengedar obat-obatan terlarang tersebut, kalau dibiarkan begitu hancur regenerasi kita ini, pengedar obat-obatan terlarang tersebut secara terang-terangan menjual obat-obatan terlarang itu, gak mungkin dan mustahil APH tidak mengetahuinys." Tutur Obeng.


"Kalau APH nya saja setengah hati memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut, lalu kami masyarakat harus mengadukan ke siapa lagi, agar tidak ada lagi yang ngejual obat-obatan terlarang tersebut.?"tanya Agus Obeng.

RED xbi/.*

Pergerakan Cepat Anggota Kepolisian (Pecak) Kapolsek Pamarayan Silaturahmi Mengunjungi Nenek Sebatang Kara Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni Warga Kampung Pasir Limus, Desa Pasir Limus,

By On Selasa, November 11, 2025








Serang xbintangindo.com

Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Ependi melakukan kegiatan silaturahmi dengan mengunjungi nenek sebatang kara bernama Arsanah yang tinggal di rumah tidak layak huni di Kampung Pasir Limus, Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Selasa (11/10/2025).


Kehadiran Kapolsek bersama jajarannya merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial anggota Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian. 


Dalam kunjungan itu, Kapolsek turut memberikan bantuan berupa paket sembako untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari nenek Arsanah.


Menurut Kapolsek, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pergerakan Cepat Anggota Kepolisian (Pecak) yang digagas Kapolda Banten untuk merespons cepat setiap permasalahan sosial di masyarakat. 


Program ini menekankan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang peduli terhadap warga yang membutuhkan.


“Kami mendapat informasi tentang kondisi nenek Arsanah dari media sosial. Setelah dicek, benar bahwa beliau tinggal seorang diri di rumah yang kurang layak. Maka kami segera bergerak untuk meninjau langsung dan memberikan sedikit bantuan,” ujarnya.


Kapolsek menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk empati dan upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. 


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek turut didampingi oleh Kepala Desa Pasir Limus. Kehadiran pemerintah Desa memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan perangkat desa dalam mengidentifikasi serta membantu warga yang memerlukan perhatian khusus.

Kegiatan Limbah Besi Kropos di Lahan Bundes Parigi Cikande Ganggu Kenyamanan Penghuni Sekitar

By On Selasa, November 11, 2025








Kab. Serang, xbintangindo.com --

Keluhan penghuni sekitar lapak besi kropos milik seorang ustadz di lahan milik  PT. Langgeng Sahabat dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES);Desa Parigi Kecamatan Cikande kabupaten Serang Banten, karena proses kegiatannya mengganggu kenyamanan para penghuni. Selasa 11/11/25.


Penghuni sekitar lapak besi kropos Angga Apriya Siswanto SH. Mengatakan tentang keluhannya," itu kegiatan proses dilapak Besi Kropos yang berada di belakang kantor saya sangat mengganggu sekali, prosesnya berisik, mana ketika akan dimulainya kegiatan tersebut tidak ada sosialisasi ke penghuni sekitar, jujur kami terganggu," geram Angga.


Lanjut Angga," seharusnya pengelola keuangan yang menimbulkan ketidaknyamanan penghuni, lebih  lokasi kegiatannya jauh dari pemukiman agar tidak menggangu penghuni atau warga " Tutur pembina organisasi PERWAST.


Dikatakan pula oleh aktivis serang timur Josh Maunthe," itu kegiatan dilapak Besi Kropos menimbulkan suara keras atau berisik, mengganggu penghuni sekitar, coba dicek dulu izinnya kalau tidak salah pengelolan besi kropos termasuk B3, karena dari partikel-partikel Besi Kropos tersebut dapat menyerap ke tanah," ucap Josh Maunthe.


Keamanan BUMDES Parigi menjelaskan jika pemilik lapak besi kropos tersebut milik pak ustadz namun yang dilapangannya muhidin 


" Saya hanya keamanan lapangan BUMDES Parigi saja pak, pemilik lapak besi kropos itu pak ustadz yang bawa motor Avanza silver namun yang dilapangannya itu pak Muhidin." Ujarnya.

RED xbi/.#



 *Kakanwil BPN Banten Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Kobarkan Semangat Pengabdian ASN ATR/BPN*

By On Selasa, November 11, 2025






Serang — x bintangindo.com

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten menggelar upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, di halaman upacara Kanwil BPN Banten, pada Senin (10/11/2025). 


Upacara ini mengawali kegiatan resminya setelah mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Wilayah.


Dalam upacara tersebut, Harison membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk menundukkan kepala dengan penuh hormat mengenang jasa para pahlawan. Pahlawan, sebagaimana disampaikan dalam pidato tersebut, bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan perjuangan bangsa hingga hari ini. Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, para pahlawan berjuang bukan demi dirinya sendiri, melainkan untuk masa depan bangsa — untuk kita semua yang menikmati kemerdekaan hari ini.


Menanggapi amanat tersebut, Harison Mocodompis menyampaikan, “Sambutan Menteri Sosial hari ini betul-betul masuk ke dalam relung hati kita yang paling dalam, menjadi pedoman untuk kita melangkah. Kalau tidak ada pahlawan-pahlawan itu, kita tidak akan bisa berdiri di sini mengenakan seragam Korpri dan melayani rakyat. Saya, anak kampung dari ujung Sulawesi Utara, tidak akan berdiri di tanah Banten yang luar biasa ini tanpa perjuangan mereka,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar semangat perjuangan para pahlawan tidak hanya dikenang, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata. “Kemerdekaan memberikan kita kesempatan, bukan sekadar untuk mengembangkan diri, tetapi untuk memberi makna dengan bekerja, melayani, dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi yang nyata,” lanjutnya.


Lebih jauh, Harison menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya milik masa lalu, tetapi juga hidup dalam setiap insan pertanahan yang bekerja melayani masyarakat. “Jangan kecewakan para pahlawan kita, termasuk pahlawan-pahlawan ATR/BPN yang sejak lembaga ini berdiri telah berkorban untuk bangsa dan negara. Kenang mereka dalam setiap langkah kita, agar kita tidak lalai menjaga amanah dan marwah institusi,” pesannya.


Upacara peringatan Hari Pahlawan ini diakhiri dengan doa bersama dan momen hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.


Upacara diikuti Pejabat Administrator beserta seluruh jajaran Kanwil BPN Banten, Kepala Kantor Pertanahan beserta jajaran se-Provinsi Banten..(Oman ncek)

Ngeriii...!" Setelah dianiaya Korban Warga Tegal Maja Kragilan Lapor Polisi, Kini Mendapatkan Ancaman "Akan dibunuh" dari Pihak Keluarga terduga Pelaku

By On Selasa, November 11, 2025

Foto : Bukti laporan korban ke Polsek Cikande polres Serang polda Banten 

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Masih ada saja gaya ancaman yang diduga dilontarkan dari terduga keluarga si pelaku penganiayaan terhadap Kurdi (Korban) warga kampung pinggir kali Desa Tegal Maja Kecamatan Kragilan kabupaten serang Banten.








Foto : Kurdi (Korban penganiayaan).

Korban menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang dialaminya kepada wartawan,


"Sebenarnya Sudah 3 kali terduga pelaku inisial (KSM) melakukan perlakuan tidak menyenangkan dan nganiaya saya namun yang ke 3 ini yang lebih menyakitkan, " ujar Kurdi. Senin, 10/11/25.


"Untuk tindakan yang ke 3 kali ini di lakukan oleh KSM bersama tetehnya inisial (TH) di pinggir jalan citawa (kamis 30 Oktober 2025) , saya dipegang oleh TH sedangkan KSM memukuli saya dengan tangan kosong dan helm, kalau saat kejadian itu saya tidak berontak sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri mungkin saya bisa mati, karena saya rasakan sakit dikepala dan luka di dahi, darah segar pun bercucuran dimuka," kata Kurdi.


Lanjut Kurdi," setelah pulang kerumah di Tegal Maja Kragilan rasa sakit itu masih terasa akhirnya saya memutuskan melaporkan kejadian yang saya alami ke polisi Polsek Cikande dan di visum di rumah sakit Bayangkara serang." Jelas Kurdi 


Masih dengan Korban," Selang beberapa hari saya mendapatkan kabar dari orang tua yang membuat saya merasa tidak nyaman, bahwa keluarga dari terduga pelaku datang ke rumah orang tua mengancam, mencari dan akan membunuh saya "Endi si Kurdi ngelapor aken si kosim segala iku Ning polisi, warah Aken Ning Kurdi tak Pateni Sira Mun kependak Ning Endi Bae gah " (mana si Kurdi melaporkan si kosim ke polisi segala itu, bilangin ke Kurdi saya matiin nanti kalau ketemu dimana saja juga)." Kata Kurdi menjelaskan sesuai ucapan orang tuanya.


Kurdi dan keluarga berharap kepada pihak kepolisian Polsek Cikande agar segera menindak lanjuti laporannya, agar terduga Pelaku dan keluarganya yang mengancam pembunuhan terhadap dirinya segera di proses secara hukum agar menjadi efek jera.


"Saya berharap kepada pihak kepolisian Polsek Cikande agar segera menindak lanjuti laporan saya, agar Pelaku dan keluarganya yang sudah mengancam perencanaan pembunuhan terhadap saya dapat segera diamankan dan diproses secara hukum yang seadil-adilnya." Harap korban 


Sampai berita ini disiarkan pihak kepolisian Polsek Cikande dan terduga pelaku KSM dan keluarganya belum dapat dikonfirmasi.

RED xbi//.*

 *PWI Banten Sempurnakan Kepengurusan dan Tetapkan Plt di Dua Daerah*

By On Senin, November 10, 2025







SERANG -  xbintangindo.com --

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar Rapat Pleno Pengurus di Sekretariat PWI Banten, Kota Serang, Senin (10/11/2025), sebagai bagian dari konsolidasi internal sekaligus persiapan menuju perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Rapat dipimpin Ketua PWI Banten, Rian Nopandra, didampingi Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid, Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham dan dihadiri, Ketua DK Ikbal Hopip, Ketua Dewan Penasehat Lesman Bangun, Media Sucahya dan Haji Ahya serta pengurus provinsi, serta  para Ketua PWI Kabupaten/kota se-Banten.


Rapat pleno ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Surat Keputusan (SK) PWI Pusat Nomor 022-PGS/PP-PWI/X/2025 tentang Penyempurnaan Antar Waktu Kepengurusan PWI Banten masa bakti 2024-2029. SK tersebut disosialisasikan untuk menegaskan arah kerja organisasi dan memperkuat manajemen internal di bawah kepemimpinan Rian Nopandra. “PWI Banten menegaskan kembali poin-poin kerja yang telah ditetapkan dalam SK kepengurusan yang disahkan PWI Pusat. Ini langkah nyata untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, profesional, dan sesuai PD/PRT organisasi,” ujar Rian.


Dalam forum yang sama, PWI Banten menugaskan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI untuk Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang guna menjaga kesinambungan organisasi di tingkat daerah. Plt diberi waktu enam bulan untuk menyiapkan penyelenggaraan Konferensi Kabupaten/Kota untuk memilih pemimpin definitif. 


“Penunjukan Plt ini merupakan mandat organisasi untuk  memastikan kegiatan PWI di daerah tetap berjalan baik sambil menyiapkan proses pemilihan yang demokratis,” kata Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid.


Rapat pleno juga menyoroti persiapan pelaksanaan HPN 2026 yang akan dipusatkan di Banten pada 6-9 Februari 2026. PWI Banten menyatakan telah  berkoordinasi dengan PWI Pusat untuk mensukseskan gelaran HPN 2026.



Rangkaian pra-HPN seperti seminar, pelatihan, serta kegiatan budaya diproyeksikan dimulai sejak awal November 2025.


Dewan Penasehat PWI Banten, Lesman Bangun, menekankan pentingnya soliditas dan stabilitas organisasi dalam menyongsong HPN sebagai agenda nasional besar. “Pleno ini momentum penting untuk menyatukan langkah. Kepengurusan yang sudah disempurnakan oleh PWI Pusat harus menjadi energi baru bagi PWI Banten. Kita dituntut kompak, tertib, dan fokus agar HPN 2026 berjalan sukses serta memberi kebanggaan bagi masyarakat Banten,” ujar Lesman.


Menutup rapat, Ketua PWI Banten Rian Nopandra menegaskan kesiapan organisasinya dalam menyambut seluruh rangkaian kegiatan pers nasional. “Banten mendapat kehormatan besar menjadi tuan rumah HPN 2026. Kami siap menjadi motor penggerak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait demi memastikan HPN berjalan sukses dan memberi dampak positif bagi pers dan masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan PWI Banten Ikbal Hopip meminta semua jajaran PWI Kota/Kabupaten untuk mendukung semua keputusan yang telah diambil PWI Provinsi Banten.


PWI Banten pada rapat Pleno itu juga menetapkan, Iman Faturahman sebagai Ketua Plt PWI Kabupaten Pandeglang, dan Selly Loamena, sebagai Ketua Plt PWI Kabupaten Tangerang.

RED xbi//.*

PMII STAI Assalamiyah Gelar Aksi di Jalan Cikande–Rangkasbitung Desak Penegakan Aturan Jam Operasional Mobil Tambang

By On Senin, November 10, 2025








Serang, xbintangindo.com --

10 November 2025 - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Assalamiyah menggelar aksi demonstrasi di ruas Jalan Cikande-Rangkasbitung. Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan keberpihakan mahasiswa terhadap keresahan masyarakat akibat maraknya pelanggaran jam operasional mobil tambang galian C di wilayah Serang Timur.









Puluhan kader PMII STAI Assalamiyah turun ke jalan dengan membawa spanduk, poster, serta seruan moral agar aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut. Mobil-mobil tambang yang melintas di luar jam operasional dinilai telah meresahkan masyarakat karena menimbulkan debu tebal, kebisingan, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Ketua Komisariat PMII STAI Assalamiyah, Sahabat Muhammad Farhan Al Fayet, menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk mencari sensasi atau eksistensi organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan pengontrol sosial (agent of social control).


Kami turun ke jalan bukan untuk gagah-gagahan, tapi untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Sudah terlalu lama masyarakat Serang Timur, khususnya di sepanjang jalan Cikande-Rangkasbitung, menjadi korban dari kelalaian pemangku kebijakan yang tak tegas menegakkan aturan, ujar Farhan dalam orasinya.


Sementara itu, Lucky Kurniawan, selaku koordinator aksi, menyoroti lemahnya pengawasan aparat terkait, terutama dari Polantas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Serang. Menurutnya, kedua instansi tersebut seolah membiarkan kendaraan tambang beroperasi bebas tanpa memperhatikan Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 yang secara tegas mengatur jam operasional kendaraan tambang.


Kami menuntut keadilan bagi masyarakat. Jangan biarkan penderitaan warga akibat debu, kebisingan, dan ancaman kecelakaan terus berlanjut. Tegakkan aturan, jangan hanya diam melihat pelanggaran, tegas Lucky dalam orasinya.


Dalam pernyataannya, Fahruroji Ramadhan, Ketua II Bidang Eksternal PMII STAI Assalamiyah, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal pelaksanaan Keputusan Gubernur tersebut.


Jika masih ada kendaraan tambang yang melanggar, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus turun ke lapangan untuk memastikan aturan ditegakkan, ucapnya penuh semangat.


Sementara itu, Muhammad Hasan Hafifi, Ketua Rayon PMII STAI Assalamiyah, mengecam keras lemahnya pengawasan aparat di tingkat wilayah. Ia mendesak Polres Kabupaten Serang, Polsek Jawilan, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Serang untuk segera melakukan patroli aktif serta menindak tegas para pelanggar.


Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada aparat. Kami minta pengawasan nyata, bukan hanya janji,” tandas Hasan.


Dalam aksi tersebut, PMII STAI Assalamiyah juga membacakan fakta integritas hasil kajian lapangan, yang berisi lima poin tuntutan:


1. Polres Kabupaten Serang dan Polsek Jawilan diminta menegakkan hukum secara tegas terhadap kendaraan tambang galian C yang melanggar jam operasional sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 567 Tahun 2025.


2. Dinas Perhubungan Kabupaten Serang agar melakukan pengawasan aktif dan patroli rutin di jalur Cikande-Rangkasbitung serta Kopo, serta menindak perusahaan tambang yang membiarkan armadanya beroperasi di luar jam yang telah ditentukan.


3. Satpol PP Kabupaten Serang agar terlibat dalam razia gabungan bersama kepolisian dan Dishub untuk memastikan konsistensi penegakan aturan.


4. Muspika Kecamatan Jawilan diminta memfasilitasi mahasiswa untuk beraudiensi dengan pihak-pihak terkait demi mencari solusi bersama.


5. Pemerintah Kabupaten Serang diharapkan menjatuhkan sanksi tegas berupa denda administratif, pembekuan izin usaha, hingga penarikan kendaraan yang beroperasi tanpa izin atau melanggar jam yang telah ditentukan.


Menutup aksi tersebut, Lucky Kurniawan menegaskan bahwa PMII STAI Assalamiyah siap melanjutkan perjuangan jika tuntutan mereka tidak diindahkan.


Apabila aspirasi ini diabaikan, kami akan menggelar aksi jilid II sampai titik darah penghabisan. Ini bukan ancaman, tetapi komitmen moral kami sebagai mahasiswa yang berpihak pada rakyat, tegasnya.


Dengan demikian, aksi damai yang digelar PMII STAI Assalamiyah bukan hanya menjadi momentum kritik terhadap lemahnya penegakan hukum, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa mahasiswa masih memegang teguh perannya sebagai penyambung lidah masyarakat kecil yang suaranya sering terabaikan.

Sely Loamena Resmi Menjadi Plt Ketua PWI Kabupaten Tangerang

By On Senin, November 10, 2025






SERANG — Sely Loamena resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno pengurus PWI Provinsi Banten yang digelar di Gedung PWI Banten, Kota Serang, Senin (10/11/2025).


Rapat pleno tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Provinsi Banten, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, serta perwakilan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030. Selain menetapkan Plt Ketua PWI Kabupaten Tangerang, rapat juga menetapkan Plt Ketua PWI Kabupaten Pandeglang dan membacakan Surat Keputusan (SK) pengurus PWI Provinsi Banten periode 2024–2029 yang diketuai oleh Rian Nopandra.


Dalam sambutannya, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra menegaskan bahwa penunjukan Plt Ketua bukanlah soal siapa orangnya, melainkan bagian dari langkah persiapan menuju pelaksanaan konferensi tingkat kabupaten untuk mengakhiri dualisme kepengurusan.


“Plt ini hanya diberi waktu enam bulan untuk melaksanakan konferensi hingga terbentuknya ketua definitif. Jadi, yang terpenting adalah kebersamaan dan komitmen membangun organisasi yang solid,” ujar Rian.


Rian juga berharap, baik Plt Ketua PWI Kabupaten Tangerang maupun Pandeglang dapat menjalankan amanah dengan baik dan segera menggelar konferensi sesuai jadwal yang ditetapkan.


“Kepercayaan anggota PWI harus dibangun kembali di masing-masing wilayah,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan pengurus PWI Pusat Ahmad Fauzi Chan mengimbau agar seluruh pihak dapat menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.


“Kalau masih ada pihak yang tidak puas, suasana kondusif tidak akan terwujud. Teman-teman yang dianulir pun perlu melakukan evaluasi diri. Ke depan, apalagi menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026, kita harus menjaga citra Banten sebagai provinsi yang solid dan berintegritas,” ucap Fauzi.


Dengan penetapan ini, Sely Loamena resmi mengemban amanah sebagai Plt Ketua PWI Kabupaten Tangerang untuk masa tugas enam bulan ke depan, hingga terpilihnya ketua definitif melalui konferensi resmi organisasi.

*Semangat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Gelar Bakti Sosial dan Perlombaan Imipas Shreeding Final Series Downhill*

By On Senin, November 10, 2025






Serang, 9 November 2025 - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) hari ini, Minggu, 9 November 2025, menggelar bakti sosial dalam rangka Hari Bakti ke-1. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Serang dan dihadiri oleh pejabat tinggi Kemenimipas, antara lain Sekretaris Jenderal Kemenimipas Asep Kurnia, Kepala Biro Umum Agung Aribawa, dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten Ali Syeh Bana.


Bakti sosial ini meliputi beberapa kegiatan, yaitu:


- Pembagian sembako kepada masyarakat sekitar Lapas Serang

- Peresmian renovasi Musholla Lapas Serang

- Pembukaan Shreeding Final Series Downhill ImiPAS, sebuah kompetisi downhill yang diikuti oleh para atlet dari berbagai daerah.


Dalam sambutannya, Sekjen Kemenimipas Asep Kurnia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Kami sangat bersyukur atas pelaksanaan bakti sosial ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan hubungan baik antara Lapas Serang dengan masyarakat sekitar," ujarnya.


Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar Lapas Serang.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *