Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Diduga Selewengkan Dana dan Abaikan Kewajiban, Oknum Kepala SDN Pelamunan Disorot Tajam





Kabupaten Serang, xbintangindo .com — Dunia pendidikan di Kabupaten Serang kembali tercoreng. Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pelamunan, Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, berinisial YN, kini menjadi sorotan keras publik setelah diduga mengabaikan kewajiban pembayaran hutang pembelian buku paket siswa melalui sistem Siplah pada tahun ajaran Juli 2025.


Ironis dan memprihatinkan, pengadaan buku tahun ajaran 2025 tersebut sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan belajar siswa. Namun hingga kini, pihak penyedia yakni PT. Widya Tama Mulia belum menerima pembayaran yang seharusnya menjadi kewajiban pihak sekolah.


Lebih mengejutkan lagi, pihak sekolah disebut-sebut telah melakukan pungutan kepada siswa untuk pembelian buku tersebut. Namun alih-alih disalurkan sebagaimana mestinya, dana hasil pungutan justru diduga tidak dibayarkan kepada penerbit. Saat didesak, oknum kepala sekolah berdalih dana tersebut telah digunakan untuk kebutuhan kegiatan sekolah.


Alasan tersebut menuai tanda tanya besar. Pasalnya, kebutuhan operasional sekolah sejatinya telah ditopang oleh Dana BOS tahun ajaran 2025 yang memiliki peruntukan jelas dan terstruktur. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan pengelolaan dana yang berpotensi merugikan siswa dan pihak penyedia.


Tak berhenti di situ, persoalan semakin melebar ke ranah pribadi. Oknum Kepala Sekolah tersebut juga diduga memiliki hutang pribadi kepada owner toko Siplah PT. Widya Tama Mulia berinisial NI, sejak tahun 2025 yang hingga saat ini belum juga diselesaikan tanpa kejelasan.


Kekecewaan mendalam disampaikan NI atas sikap yang dinilai tidak memiliki itikad baik.

“Sudah tidak ada solusi. Kami sudah menempuh jalur komunikasi secara baik-baik, namun tidak ada kejelasan. Terpaksa kami membawa persoalan ini ke ranah publik melalui media,” tegas NI dengan nada geram.


Kasus ini dinilai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan telah menyentuh aspek integritas dan moralitas seorang pemimpin di dunia pendidikan. Seorang kepala sekolah seharusnya menjadi teladan dalam tanggung jawab dan transparansi, bukan justru menimbulkan polemik yang merusak kepercayaan publik.


Sejumlah kalangan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk tidak tinggal diam. Investigasi menyeluruh dan langkah tegas dinilai mendesak dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya serta mencegah praktik serupa terjadi di lingkungan pendidikan lainnya.


Jika dugaan ini terbukti, maka tindakan tegas hingga sanksi administratif bahkan hukum harus menjadi konsekuensi yang tidak bisa ditawar demi menjaga marwah dunia pendidikan.


Hingga rilis ini diterbitkan, oknum Kepala Sekolah berinisial YN belum memberikan klarifikasi resmi terkait berbagai dugaan yang mencuat ke publik.

Redaktur :

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *