Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Niat Baik dibalas Modus jahat, Nanang Bos Gas Perum Teratai diduga ditipu " Pembeli Burung "








Kab. Serang, xbintangindo.com --

Niat baik memberikan kelonggaran waktu kepada kawannya yang akan membeli burung kicauan kesayangannya, namun setelah tiga hari burung kicauan milik Nanang dibawa kawannya, saat ditagih uang bayaran Burung kicauan tersebut terduga pelaku menolak membayarnya dengan alasan burung kicauan nya " Mati ". Minggu, 24/05/26.


Bos Nanang menjelaskan kepada wartawan dalam keluhannya melalui via aplikasi WhatsApps. Jika dirinya merasa dirugikan oleh kawannya burung kicauan miliknya yang sudah dibawa setelah tiga hari tidak mau membayarnya dengan alasan burung kicauan mati.


" Saya merasa dirugikan oleh kawan saya, dya datang ke saya menawar akan membeli burung kicauan milik saya, ketika sudah terjadi kesepakatan harga, kawan saya alasannya lupa membawa uang, dan izin burung milik saya dibawa terlebih dahulu, karena saling percaya akhirnya saya perkenakan burungnya dibawa kawan, " jelasnya.


Tidak sampai disitu, setelah tiga hari saya menagih pembayaran burung kicauan milik saya yang dibawanya, eehh..kawan saya malah menolak membayar burung kicauan milik saya dengan alasan burung nya sudah mati." Keluh Bos Nanang.


" Harga burung kicauan milik saya tersebut bukan harga murah, masa iya saat dibawa olehnya burung milik saya tersebut masih sehat-sehat saja kanapa setelah tiga hari bilangnya burungnya mati." Ucap bos Nanang.


Yang saya bingung mengapa disaat saya meminta bukti bangkai burung kicauan milik saya kawan saya tidak mau memberikan buktinya, jika sampai hari Selasa depan kawan saya tersebut tidak mau membayar burung hasil kesepakatan maka saya akan melaporkan kejadian yang dialami saya ke kantor polisi terdekat." Tutur bos Nanang.


Sampai berita ini disiarkan terduga pelaku yang membawa burung kicauan milik bos Nanang belum dapat dikonfirmasi.

Red Xbi//

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *