Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.

Diduga Minim Pengawasan, Proyek Revitalisasi SMPN 3 Cisolok Satap Rp1,1 Miliar Jadi Sorotan







Kab. Sukabumi, xbintangindo.com --

Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 3 Cisolok Satu Atap, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dengan nilai bantuan pemerintah mencapai Rp. 1,157,431,000 miliar dari APBN 2026, menuai sorotan. Sejumlah kejanggalan diduga terjadi di lapangan, mulai dari sulitnya menemui penanggung jawab kegiatan hingga minimnya pengawasan terhadap pekerja.






Program revitalisasi yang dilaksanakan melalui mekanisme swakelola tersebut berada di bawah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri 3 Cisolok Satu Atap. Namun, transparansi pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah itu dipertanyakan.


Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, upaya konfirmasi ke lokasi proyek telah dilakukan sebanyak dua kali. Akan tetapi, Ketua Panitia Pelaksana yang diketahui bernama Asep disebut selalu menghindar dan tidak dapat ditemui.


Tidak hanya itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Cisolok Satu Atap, Tian, juga disebut tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi. Padahal, menurut keterangan sejumlah pekerja di lokasi, kepala sekolah sebelumnya masih berada di area proyek.


"Baru saja ada, Pak," ujar salah seorang pekerja ketika ditanya mengenai keberadaan kepala sekolah.


Kondisi serupa juga terjadi saat awak media menanyakan keberadaan ketua pelaksana kegiatan. Para pekerja mengaku yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan pekerjaan yang sedang berlangsung.


Lebih jauh, awak media menemukan sejumlah pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melaksanakan pekerjaan. Padahal, aspek keselamatan kerja merupakan bagian penting yang wajib diperhatikan dalam pelaksanaan proyek konstruksi.


Ironisnya, upaya konfirmasi tidak hanya dilakukan secara langsung. Pesan melalui aplikasi WhatsApp juga telah dikirimkan kepada Kepala Sekolah Tian maupun Ketua Panitia Asep. Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi.


Sikap tertutup tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek yang menggunakan uang negara senilai lebih dari Rp.1,157,431,000 miliar seharusnya dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.


Jika benar para pekerja dibiarkan bekerja tanpa pengawasan dan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai, maka hal itu patut menjadi perhatian serius pihak terkait. Sebab, proyek pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana belajar jangan sampai justru menyisakan persoalan baru terkait transparansi dan keselamatan kerja.


Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Cisolog Satu Atap, Tian, maupun Ketua Panitia Pelaksana, Asep, belum memberikan tanggapan atas berbagai pertanyaan yang disampaikan awak media. Dengan demikian, publik masih menunggu penjelasan resmi mengenai pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah yang menelan anggaran Rp 1,157,431,000 tersebut.

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *