*Ketika Dunia Maya Mengganggu Kehidupan Rumah Tangga*
On Senin, Juni 08, 2026
Oleh: @ Ton Firdaus
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, banyak orang memanfaatkan media sosial sebagai sarana hiburan, berbagi cerita, bahkan mencari penghasilan tambahan. Namun, tidak jarang kemudahan ini justru disalahartikan hingga membawa dampak buruk bagi kehidupan nyata, termasuk keharmonisan rumah tangga.
Seperti kisah yang belakangan ini banyak diperbincangkan di masyarakat. Diceritakan seorang istri yang sering melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok. Alih-alih menggunakan fitur tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, aktivitasnya lebih banyak ditujukan untuk menarik perhatian dan mengharapkan pemberian hadiah virtual atau yang sering disebut sebagai saweran dari para penonton, yang sebagian besar adalah laki-laki yang tidak dikenalnya secara langsung.
Agar mendapatkan perhatian dan hadiah berupa ikon mawar, kopi, teh, paus, dan lainnya, ia melakukan berbagai tindakan yang dianggap berlebihan: meminta penonton mengetuk layar berulang kali, mencium pipi sebagai bentuk balasan, melakukan gerakan menepuk pantat, hingga berlari-lari kecil ke sana kemari di depan kamera. Banyak warganet yang kemudian menyebut perilaku seperti ini sebagai "pengemis daring", karena terkesan memohon perhatian dan imbalan semata, tanpa memedulikan batasan kesopanan.
Lama-kelamaan, aktivitas ini membuatnya melupakan peran dan tanggung jawab utamanya sebagai seorang istri. Waktu dan perhatiannya habis tercurah untuk dunia maya, sehingga pelayanan, perhatian, dan kebersamaan yang seharusnya diberikan kepada suami menjadi sangat berkurang. Sang suami pun merasa diabaikan, seolah-olah ia kalah penting dibandingkan pujian dan hadiah dari orang asing di internet.
Rasa kecewa dan terabaikan yang dipendam akhirnya memuncak. Di tengah emosi yang meluap, sang suami melampiaskan kekesalannya dengan merusak dan membanting ponsel beserta semua peralatan yang biasa digunakan istrinya untuk siaran langsung. Peristiwa ini kemudian menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Kisah ini menjadi cerminan bahwa kemajuan teknologi memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia membuka banyak peluang, namun di sisi lain, jika tidak diatur dengan bijak, ia dapat merusak nilai-nilai dan keharmonisan kehidupan nyata. Dunia maya seharusnya menjadi pendukung kehidupan, bukan justru menjadi pengganggu yang membuat seseorang lupa akan kewajiban, tanggung jawab, dan orang-orang yang dicintai di dunia nyata.
@Ton firdaus















