Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
 *Stranas PK Verifikasi Implementasi Penguatan Integritas Layanan Pertanahan di Empat Kantor Pertanahan Provinsi Banten*

By On Minggu, Juni 28, 2026




Serang - xbintangindo com

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, mendampingi kegiatan verifikasi lapangan yang dilaksanakan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (Stranas PK KPK) di Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang pada Rabu–Kamis (24–25/6/2026).


Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan implementasi berbagai upaya mitigasi risiko korupsi pada layanan pertanahan berjalan efektif, khususnya melalui transformasi digital yang menjadi salah satu strategi utama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.


Dalam sektor pertanahan, Stranas PK berperan melakukan pemantauan, evaluasi, dan verifikasi terhadap pelaksanaan aksi pencegahan korupsi, termasuk penerapan digitalisasi layanan, peningkatan transparansi, penyederhanaan proses bisnis, serta penguatan tata kelola pelayanan publik.


Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap implementasi pelayanan yang telah dijalankan di lingkungan Kantor Pertanahan.


"Tim Stranas PK pada prinsipnya datang untuk melakukan verifikasi lapangan, melihat langsung bagaimana sebenarnya kita melakukan mitigasi layanan yang dapat membuat pelayanan pertanahan semakin berintegritas," ujar Harison.


Menurut Harison, aspek utama yang menjadi perhatian dalam verifikasi adalah implementasi layanan pertanahan berbasis digital. Melalui digitalisasi, proses pelayanan diharapkan semakin transparan, terdokumentasi, dan mampu mengurangi potensi interaksi langsung antara masyarakat dengan petugas yang berisiko menimbulkan penyimpangan.


"Yang pertama dilihat adalah proses digitalisasinya. Apakah layanan-layanan ini sudah tersedia secara digital sehingga potensi masyarakat bertemu langsung dengan petugas di kantor semakin berkurang dan seluruh proses dapat dilakukan melalui sistem," jelasnya.


Sementara itu, Inspektur Wilayah II Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN, Tri Wibisono, menjelaskan bahwa verifikasi tidak hanya bertujuan menilai kesesuaian implementasi layanan digital dengan regulasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk terus menyempurnakan sistem pelayanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.


Ia menambahkan, terdapat tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam perbaikan layanan pertanahan, yakni kepastian prosedur, kepastian waktu penyelesaian layanan, dan kepastian biaya. Ketiga aspek tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus menutup berbagai potensi penyimpangan melalui penyempurnaan sistem dan inovasi pelayanan di setiap kantor pertanahan.


Turut mendampingi kegiatan tersebut, Sesditjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Sudaryanto; Kasubdit Pengembangan Layanan Pertanahan, Mohamad Gugus Perdana;Firman Ariefiansyah Singagerda Kepala Subdirektorat Pemetaan dan Pengelolaan Model Dasar dan Ruang, beserta jajaran.(Oman ncek)

Wakil Gubernur Banten hadiri Open Turnamen Sepak Bola Maung Cup 2026

By On Minggu, Juni 28, 2026

Serang, xbintangindo.com --

 Wakil gubernur Banten Dimyati Natakusuma hadiri open turnamen  sepak bola dan meresmikan pembukaan open turnamen sepak bola Maung cup yang ke III di lapangan IMK CURUG SARI.desa cemplang kec Jawilan kab serang Banten.sabtu 27/06/2026







Sebelum kick off di mulai wakub Banten berikan sambut dan memberikan apresiasi kepada para penyelenggara kompotisi Maung cup yang ke III,



Wakub Banten juga berpesan jaga dan junjung tinggi sportifitas di lapangan, karena maung cup ini adalah wadah untuk lahirkan bibit pemain untuk menuju menjadi pemain profesional.ujara pa wakub Banten.


Lanjutnya "tentunya kami mengajak kepada semua tim ofisial dan para suporter yang mendukung tim kebesaranya masing-masing demi berjalan nya turnamen 

Sepak bola aman dan kondusif.


Pengamanan Acara turnamen sepakbola Maung cup yang ke III ini di hadiri oleh anggota TNI,Polri dan dari anggota SJ ( scurity Jawilan)

PB Mathla’ul Anwar 2026-2031: Menjaga Khittah Dengan Tetap Mengikuti Perkembangan Zaman

By On Minggu, Juni 28, 2026






 




Banten, xbintangindo.com--

Muktamar XXI Mathla’ul Anwar telah menetapkan kepemimpinan baru Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026-2031 dibawah kepemimpinan Dr. KH Jazuli Juwaini MA dengan mengusung visi transformasi "Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh."

 

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadikan Mathla’ul Anwar semakin adaptif, progresif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi dakwah, pendidikan, dan sosial keagamaan.

 

Transformasi organisasi itu sendiri merupakan sebuah keniscayaan. Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Revolusi digital, perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, tantangan ekonomi global, hingga pergeseran pola pikir generasi muda menuntut organisasi keumatan untuk melakukan penyesuaian.

 

Organisasi yang tidak mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman akan tertinggal dan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat. Namun, transformasi tidak boleh diartikan sebagai perubahan yang menghilangkan identitas dan ruh perjuangan organisasi.

 

Di sinilah arti pentingnya menjaga khittah Mathla’ul Anwar. Ormas Islam ini lahir sebagai gerakan dakwah dan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta berorientasi pada pencerdasan umat, pemberdayaan masyarakat, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Khittah inilah yang harus menjadi kompas dalam setiap langkah transformasi. Modernisasi kelembagaan, digitalisasi sistem organisasi, penguatan tata kelola, serta pengembangan jejaring nasional dan internasional merupakan instrumen untuk memperbesar manfaat organisasi, bukan untuk menggeser orientasi pengabdian yang menjadi jati diri Mathla’ul Anwar.

 

Kemudian, tantangan terbesar PBMA periode 2026-2031 sesungguhnya terletak pada kemampuan membangun keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme. Organisasi perlu membuka diri terhadap berbagai peluang dan kerja sama strategis, tetapi tetap menjaga independensi, marwah, dan orientasi perjuangan.

 

Mathla’ul Anwar yang lahir di Pandeglang Banten pada 1916 dan kini telah memiliki perwakilan dan lembaga pendidikan di berbagai daerah di Indonesia harus menjadi organisasi yang modern dalam manajemen, profesional dalam tata kelola, namun tetap kokoh dalam nilai, etika, dan tradisi pengabdian sebagaimana dijelaskan Ketum PBMA periode 2026-2031 pada pidato pelantikan di Gedung Pakuan Bandung pada 20 Juni 2026.

 

Khusus di bidang pendidikan, transformasi menuntut penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi kurikulum, dan pemanfaatan teknologi digital tanpa meninggalkan pembentukan karakter dan akhlak.

 

Pendidikan Mathla’ul Anwar tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.

 

Dalam bidang dakwah, perubahan zaman mengharuskan Mathla’ul Anwar menghadirkan model dakwah yang lebih kontekstual dan inklusif. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan majelis taklim, tetapi juga harus hadir di ruang digital, media sosial, dan berbagai platform komunikasi modern, dengan tetap menjunjung prinsip hikmah, moderasi, dan persatuan umat.

 

Sementara dalam bidang sosial dan pemberdayaan, Mathla’ul Anwar dituntut memberikan  solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan pendidikan, hingga tantangan kebangsaan. Kehadiran organisasi harus dirasakan secara nyata sebagai kekuatan yang mencerahkan dan memberdayakan.

 

Transformasi PB Mathla’ul Anwar periode 2026-2031 bukanlah pilihan antara menjaga khittah atau mengikuti perkembangan zaman. Keduanya justru harus berjalan secara beriringan. Khittah memberikan arah dan identitas, sedangkan transformasi menjadi sarana agar cita-cita perjuangan tetap hidup dan relevan.

 

Mathla’ul Anwar tidak boleh kehilangan akarnya, tetapi juga tidak boleh takut menjulangkan cabangnya setinggi mungkin. Sebab, organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu menjaga nilai-nilai fundamentalnya sambil terus beradaptasi dengan perubahan.

 

Dengan demikian, visi "Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh" dapat diwujudkan sebagai gerakan pembaruan yang tetap berpijak pada khittah pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.

 

*Zaenal Abidin Syuja'i adalah Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA)/Pemerhati Pendidikan dan Keumatan.

Satlantas Polres Serang Laksanakan Patroli, Tertibkan Aktivitas Galian Tanah Demi Kelancaran Arus Lalu Lintas

By On Sabtu, Juni 27, 2026




Kab, Serang xbintangindo.com --

 Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Serang melaksanakan kegiatan patroli dan monitoring terhadap aktivitas galian tanah di Jalan Raya Cikande–Rangkasbitung, tepatnya di Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Sabtu (27/06/2026).


Kegiatan patroli yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipimpin oleh personel Satlantas Polres Serang bersama anggota Polsek Kopo, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Serang.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan serta memberikan imbauan kepada pihak pengelola galian tanah agar memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan lingkungan sekitar. Pengelola diminta untuk menyiapkan tangki air guna membersihkan kendaraan yang keluar dari lokasi galian, menyiapkan petugas untuk membersihkan ceceran tanah, serta menempatkan petugas di bagian depan lokasi untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi pengguna jalan.


Kasat Lantas Polres Serang AKP M. Hafizh menyampaikan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan upaya preventif kepolisian dalam mengantisipasi gangguan lalu lintas akibat aktivitas kendaraan pengangkut tanah, sekaligus memberikan edukasi kepada pengelola agar selalu mematuhi aturan dan menjaga kebersihan badan jalan.


“Dengan adanya pengawasan dan imbauan ini diharapkan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Kasat Lantas Polres Serang.


Dari hasil pelaksanaan patroli, situasi arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar, cuaca dalam kondisi cerah, dan hingga kegiatan selesai tidak ditemukan adanya kejadian menonjol.


Satlantas Polres Serang berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli dan pelayanan kepolisian guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif.

 *Polresta Tangerang Amankan Dua Orang Kasus Kekerasan Seksual Kepada Anak di Bawah Umur*

By On Sabtu, Juni 27, 2026



Aparat Polresta Tangerang mengamankan dua orang atas kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Dua orang yang diamankan adalah D, seorang pria berusia 46 tahun dan N, seorang perempuan berusia 36 tahun. 


"N adalah ibu dari korban, anak perempuan yang baru berusia 12 tahun," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kamis (25/6/2026). 


Indra Waspada kemudian menerangkan kronologis peristiwa tersebut. Awalnya, Korban diajak ibunya ke suatu tempat di daerah Mauk sekitar September 2025. Di tempat itu, korban dan ibunya bertemu dengan D.


Setelah itu, ibu korban meninggalkan korban bersama D. sebelum meninggalkan anaknya, ibu korban diberi uang oleh D sebesar satu juta rupiah. 


"Saat itulah korban mengalami kekerasan seksual diduga dlakukan oleh D," ujarnya. 


Selang beberapa saat kemudian, ibu korban kembali untuk menjemput korban. Pada saat itu, ibu korban kembali menerima uang dari D sebesar satu juta rupiah.


Korban embali mengalami kekerasan seksual yang masih dilakukan D pada awal Juni 2026 di kontrakan D di daerah Sindang Jaya.


Korban pun menceritakan peristiwa yang dialami ke ayahnya yang sudah bercerai dengan ibunya. Selanjutnya ayah korban melaporkan peristiwa itu Polresta Tangerang.


"Kami kemudian melakukan serangkaian penyelidikan lalu menetapkan D dan ibu korban sebagai tersangka," kata Indra Waspada. 


Dari keterangan para tersangka, modus yang digunakan adalah menikahkan korban yang masih di bawah umur dengan tersangka D. Tersangka N yang merupakan ibu korban, mengaku menerima uang dari tersangka D dengan total Rp14,5 juta. 


Pada kesempatan itu, Indra Waspada mengimbau para orang tua, orang dekat, dan masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada anak.


"Kami juga pastikan, akan menindak tegas setiap bentuk kekerasan kepada anak," pungkasnya.

 *Ngaku Polisi Lalu Peras Warga, Enam Orang Diamankan Polresta Tangerang*

By On Sabtu, Juni 27, 2026





Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Aparat dari jajaran Polresta Tangerang mengamankan enam pria yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menerangkan, awal kasus terungkap saat seorang pria berinisial DP melapor ke Polsek Rajeg terkait dugaan tindak pidana pemerasan.


"Laporan itu kami langsung tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan," kata Indra Waspada, Kamis (25/6/2026).


Dari serangkaian penyelidikan, polisi berhasil menangkap dua pria yakni JR (39) dan MT (39). Keduanya ditangkap di rumah masing-masing di wilayah Tigaraksa. Dari hasil pemeriksaan, dugaan pemerasan yang dilakukan terhadap korban terjadi pada Rabu (3/6/2026) di salah satu minimarket di Desa Sukamanah, Rajeg.


Saat itu, korban DP yang hendak pulang dicegat beberapa orang yang mengendarai satu unit sepeda motor dan satu unit mobil. Menurut keterangan korban, para tersangka mengaku sebagai anggota polisi, namun tidak menyebutkan tuduhan tertentu kepada korban.


Korban lalu diminta masuk ke dalam mobil, kemudian dipaksa menyerahkan kartu ATM beserta nomor PIN. Para tersangka lalu mengambil uang dari mesin ATM menggunakan kartu ATM korban sebesar Rp7,9 juta.


"Korban lalu diturunkan di jalan. Motor dan kartu ATM korban dikembalikan," terang Indra Waspada.


Polisi terus melakukan pengembangan dan mengejar tersangka lain. Berdasarkan pemeriksaan, diketahui para tersangka sebelumnya diduga telah melakukan tindak pidana serupa di daerah Pasar Kemis pada Rabu (20/5/2026).


Saat itu para tersangka mendatangi rumah seorang pria berinisial MH di sebuah kampung di wilayah Pasar Kemis. Para tersangka yang mengaku sebagai anggota polisi langsung memegang tangan korban. Sementara tersangka lain masuk ke rumah korban dan mengambil beberapa bungkus rokok.


"Korban lalu dibawa menggunakan mobil dengan posisi tangan diikat dan mata dilakban," ujar Indra Waspada.


Selain itu, para tersangka juga mengambil uang Rp5,3 juta dari saku celana korban dan merampas ponsel korban. Di dalam mobil tersebut, korban dituduh menjual rokok ilegal. Untuk uang damai, para tersangka meminta uang sebesar Rp80 juta. Namun korban tidak menyanggupi sehingga nominal tersebut diturunkan menjadi Rp40 juta.


Korban juga dipaksa mencari pinjaman, namun korban hanya mendapat pinjaman Rp2 juta dari keponakan korban. Saat melintas di sekitar Perumahan Grand Batavia, Pasar Kemis, korban diturunkan lalu dipesankan taksi online. Sementara ponsel korban dikembalikan kepada korban.


Kemudian, pada Jumat (19/6/2026), polisi menangkap empat tersangka lainnya yakni MTB (34), JA (38), dan S (40) di rumah masing-masing di wilayah Rajeg. Polisi juga menangkap YS (47) di wilayah Sindang Jaya. Selain itu, polisi masih memburu tersangka lain yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).


Indra Waspada mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai anggota polisi tanpa dapat menunjukkan identitas dan surat tugas yang sah. 


Masyarakat juga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan pengaduan kepolisian apabila menemukan tindakan mencurigakan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum.


"Saat ini kasus masih terus kami kembangkan. Kami berkomitmen menindak tegas setiap bentuk tindak pidana yang merugikan masyarakat," pungkas Indra Waspada.

Putra Ketua DPRD Provinsi Banten Lolos  Taruna Akpol T.A. 2026

By On Sabtu, Juni 27, 2026




Serang – Kabar membanggakan datang dari Provinsi Banten. Fahriz Nabil Hakim, putra dari Ketua DPRD Provinsi Banten, Bapak Fahmi Hakim, S.E., berhasil lolos seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026.


Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan, Fahriz Nabil Hakim berhasil menempati peringkat ke-4 pada kategori Akpol Pria dengan nilai akhir 71,63. Capaian tersebut diraih setelah melewati seluruh tahapan seleksi yang berlangsung secara ketat, objektif, serta mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).


Keberhasilan Fahriz menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan ketekunan merupakan kunci utama dalam meraih cita-cita menjadi seorang perwira Polri. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Fahmi Hakim, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Provinsi Banten.


Sebagai putra Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahriz diharapkan mampu menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian, serta menjadi teladan selama menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian hingga nantinya mengemban tugas sebagai Perwira Polri.


Selamat dan sukses kepada Fahriz Nabil Hakim atas kelulusannya sebagai Taruna Akademi Kepolisian Tahun Anggaran 2026. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menempuh pendidikan, serta menjadi perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan selalu mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

Cerita Pagi CEO Uun & Amrozi jadi Anak Rantau di Pontianak Kalimantan, Cah Kangkung dan kulit Melinjo Khas Banten Tetap Jadi Idola

By On Sabtu, Juni 27, 2026








CEO Uun sedang memasak cah kangkung khas Banten.

Kalimantan, xbintangindo.com --

Menjadi anak rantau tidak seindah dan seenak dari Nina Bobo keluarga ditempat asal (Banten), jadi anak rantau harus memiliki jiwa bermental baja dan bekerja keras agar bisa bertahan hidup.


Pasutri pejuang tangguh dari Provinsi Banten tersebut mencari rezeki di perantauan menjadi perisai BPJS mempromosikan program keunggulan dan manfaat menjadi peserta BPJS.






Cerita Pagi CEO Uun dan Amrozi (Suami) Sang pujaan hati membawa 1 anak perempuan (ciek-ciek) di Pontianak Provinsi Kalimantan daerah tersebut dengan suhu panas karena daerah yang dilintasi garis khatulistiwa.


Uun dan Amrozi, " di Pontianak Kalimantan makanannya ala-ala Chinese and Korea jadi Walaupun kami di perantauan kami selalu masak khas Banten, agar kami selalu merasa berada di Banten. " Ujar CEO Uun.


Amrozi menambahkan, " makanan yang sering di masak istri tercinta yaitu cah kangkung khas Banten, sayur kulit melinjo, nasi rawon, grem asem bebek dan lain-lain, kalau masakan mah Banten punya selera. " Tutur Amrozi.

Red xbi//.*

Dana Revitalisasi Rp. 700 Jutaan diamanahkan oleh Negara ke Panitia, Pelaksana dan Kepala SMPN 3 Panggarangan Namun kini mereka “Menghilang Misterius "

By On Sabtu, Juni 27, 2026





Kab.Lebak, xbintangindo.com --

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digulirkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kembali menjadi sorotan. Kali ini, pelaksanaan kegiatan di SMPN 3 Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, menuai tanda tanya besar. Sabtu 27 Juni 2026.






Program revitalisasi tahun anggaran 2026 tersebut mengalokasikan dana sebesar Rp739.478.000 dari APBN, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. 


Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi ruang laboratorium IPA, perbaikan dua ruang kelas, pembangunan toilet baru, serta penataan lingkungan sekolah. 


Kegiatan ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMPN 3 Panggarangan.


Namun di balik tujuan mulia “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pelaksanaan di lapangan justru memunculkan kesan sebaliknya. 


Kepala sekolah yang disebut sebagai penanggung jawab, Asmar, diduga tidak transparan dan terkesan menghindari awak media.


Selama dua hari berturut-turut, awak media yang hendak melakukan konfirmasi tidak berhasil menemui kepala sekolah di lokasi. 


Upaya lanjutan bahkan dilakukan hingga ke kediamannya sebanyak tiga kali, namun hasilnya tetap nihil. Sikap tertutup ini tentu menimbulkan kecurigaan, apalagi dalam proyek yang menggunakan anggaran negara ratusan juta rupiah.


Tak hanya itu, keberadaan Ketua Panitia dan Ketua Pelaksana kegiatan juga misterius. Dalam dua hari kunjungan, keduanya tidak berada di lokasi proyek. Yang ada hanya beberapa pekerja tanpa pengawasan yang jelas.


Lebih ironis lagi, para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kondisi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.


 Padahal, aspek keselamatan kerja adalah hal mendasar dalam setiap kegiatan pembangunan, apalagi yang bersumber dari dana negara.


Situasi ini memunculkan pertanyaan tajam: apakah program revitalisasi ini benar-benar dijalankan sesuai aturan, atau justru hanya formalitas di atas kertas? Ketika pihak yang bertanggung jawab sulit ditemui dan minim transparansi, publik tentu berhak curiga.


Jika program pendidikan saja dikelola dengan pola “sembunyi-sembunyi”, lalu bagaimana bisa menghasilkan lingkungan belajar yang berkualitas? Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada pengucuran anggaran, tetapi juga memastikan pengawasan dan keterbukaan berjalan maksimal.

Kelurahan kemanisan Curug Kota Serang Menggelar Acara Pengajian Rutin dan berikan Santunan kepada 150 Anak yatim - Piatu

By On Sabtu, Juni 27, 2026








Foto : Saat pengajian dan santunan anak-anak yatim piatu di kantor kelurahan kemanisan kecamatan Curug Kota Serang.

Kota Serang, xbintangindo.com --

Dibulan Muharram 1448 Hijriah pemerintah Kelurahan kemanisan kecamatan Curug Kota Serang Banten menggelar pengajian rutin setiap bulan yang di gelar di lingkungan kantor kelurahan kemanisan acara tersebut sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebanyak 150 orang.  Jumat 26 Juni 2026.




Lurah kemanisan Sadeli S.sos Msi mengucapkan, " Terima kasih banyak kepada panitia pelaksana yang sudah dari kemarin mempersiapkan agar acara pengajian rutin dan santunan anak-anak yatim piatu ini berjalan dengan lancar dan sukses, tak lupa saya ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat kelurahan kemanisan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tamu undangan yang sudah menyempatkan waktunya untuk menghadiri acara sederhana ini. " Ucap Sadeli S.sos MSI.






Lanjut Sadeli, " Untuk menjaga tali silaturahmi dan memperkuat iman Islam kita, pengajian rutin bulanan ini mari kita laksanakan bersama-sama semoga jama'ah yang ikut pengajian rutin bulanan bertambah setiap bulannya,  pengajian rutin bulanan di kelurahan kemanisan ini gagasan kita bersama, dilaksanakan dari kita manfaatnya untuk kita." Tutur Lurah kemanisan.




Hal senada juga dikatakan Tokoh masyarakat KH khaeroni. " Pentingnya diadakan acara pengajian di kantor kelurahan kemanisan ini, tak lain adalah menjaga silaturahmi dengan masyarakat kelurahan kemanisan dan menambah wawasan serta ilmu pengetahuan tentang agama Islam yang pastinya semua bermanfaat, juga saya ucapkan terima kasih kepada para dermawan yang sudah memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, semoga apa yang dilakukan kita di pengajian rutin ini menjadi ladang ibadah oleh Allah SWT...aminen...! Ungkap KH. Khaeroni.


Tamu undangan yang dalam acara pengajian rutin bulanan di kelurahan kemanisan yaitu, Tokoh masyarakat H. Namin, anggota DPRD kota Serang Hj. Ade suminar SE, Camat Curug Eni Sudaryani, anak-anak Yatim-piatu 150 orang Babinkamtibmas Aiptu rasio dan Babinsa Sertu Budi. Red xbi//.*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *