Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Warga Sambut Baik Pembangunan Jalan Betonisasi dan U-Ditch di Kampung Pabuaran Kutruk Kec. Jambe Kab. Tangerang

By On Senin, September 07, 2026





Kab. Tangerang, X.bintangindo.com - Warga Kampung Pabuaran Kutruk, RT.01/03, Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, menyambut baik pembangunan rekonstruksi betonisasi jalan dan U-Ditch di wilayahnya.




Pekerjaan dengan nilai anggaran Rp1.461.511.000 tersebut dilaksanakan oleh CV. Rosseba Inti Karya dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender.


Ibu Ika, salah satu warga Kampung Pabuaran Kutruk, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah dan pelaksana proyek.











"Kami ucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah daerah dan pelaksana pekerja yang sudah merealisasikan jalan bagus untuk kami warga Kampung Pabuaran Kutruk ini. Memang sudah lama, hampir 6 tahun kami menginginkan jalan bagus dan nyaman alhamdulillah sekarang sudah bisa merasakan jalan yang bagus," ujarnya kepada awak media http://X.bintangindo.com.


Ia menambahkan, seluruh warga merasa senang dan bersyukur atas perhatian pemerintah yang diberikan anggaran revalitasi melalui perbaikan jalan tersebut. " Tutur warga.


Warga, termasuk ibu-ibu di dua RT, turut berpartisipasi membantu serta memantau pengerjaan proyek agar berjalan dengan baik dan transparan sesuai papan informasi.


"Mudah-mudahan hasil kerja CV. Rosseba Inti Karya yang sudah membantu pelaksanaan program ini mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT," Tandasnya.

( SAEFUL )

20 Tahun Warga Kp. Cipari Desa Cempaka Kec. Cisoka Belum Merasakan Pembangunan Jalan Layak dan Nyaman

By On Jumat, September 04, 2026




Kab. Tangerang - xbintangindo.com --

Sudah menunggu Selama 20 tahun jalan di wilayah nya tak kunjung mendapatkan pembangunan yang layak dan nyaman, Beberapa Masyarakat/warga Kp Cipari desa Cempaka Cisoka protes akibat jalan yang setiap hari dilalui rusak parah, hampir dua puluh tahun masyarakat menahan sabar berbagi upaya telah dilakukan seperti melaporkan ke desa, dan mempiralkan lewat medsos agar bupati mendengar dan menindak lanjuti akan tetapi semua itu sia sia, warga sudah merasa bosan dengan orang yang datang dari pemerintah hanya mengukur, mendokumentasikan akan tetapi tidak ada tindak lanjut, pantauan awak media saat langsung menginjau lokasi beberapa warga datang mengeluh, selain di Kp Cipari di wilayah Kec Cisoka masih ada beberapa titik jalan rusak lainnya seperti di Kp Situgabug Desa Cempaka Dan Kp  Nagrog Desa Bojongloa Kecamatan Cisoka Kab Tangerang Banten, Jumat (4/9/2026)


Menurut warga kenapa jalan di depan cisoka - cangkudu masih bagus dibongkar akan tetapi jalan di perkampung rusak dibiarkan menurut warga itu tidak adil 


" Udah ada 20 tahun belum diperbaiki perbaiki yang datang ada sempat di ukur pula cuma pas penurunan barang kenapa pihak lain yang dibanun dan yang disini masih tetap begini jadi dialihkan terus didepan jalan arah Cangkudu jalan masih bagus dibolong bolongin dibongkar kenapa yang rusak disini gak dibenerin, disini kalo hujan air dari comberan naik bikin banjir ," Kata Santi dalam wawancaranya yang didampingi oleh neng dan suami Mahmud Selaku warga sekitar yang mengeluhkan kerusakan jalan diwilayahnya, Jumat (4/9/2026).


Santi memohon pada Pemerintah baik itu kepala desa cempaka, kepala desa Sukatani, camat Cisoka, bupati Tangerang dan gubernur Banten agar jalan tersebut segera di perbaiki 


" Kami memohon agar pemerintah bisa segera memperbaiki jalan ini karena sudah terlalu lama rusak tak kunjung ada perbaikan," Tambahnya.

Red xbi*

Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung  Perabotan Di Pinggir Proyek Jalan Cisoka Cangkudu Melakukan Protes, Dirinya Minta Pemerintah Dan Pemborong Tanggung Jawab

By On Kamis, September 03, 2026

 





 Kab Tangerangxbintangindo.com --

Pembongkaran Perbaikan Jalan Cisoka Cangkudu berlanjut ke depan warung milik Ibu H Tuti, (H uting) seorang nenek yang yang sudah lama ditinggalkan suami, warung H uting yang berlokasi di Kp Cilaban RT 013/006 Desa Bojongloa Kec Cisoka Kab Tangerang Banten, Dirinya merasa melayangkan protes saat akan dilakukan pembobokan jalan menurutnya tidak adanya sosialisasi dari pihak pemerintah dan pemborong pada dirinya dan  warga lainnya, menurut H Uting untuk bisa mencukupi kehidupan sehari hari H Uting mengandalkan dari usaha perabotan yang lama di jalani yang kebetulan warung yang ditampati didepan rumah milik H Uting pribadi.


H Uting minta pihak pihak terkait terutama pemerintah kab Tangerang, pemerintah cisoka, kepala desa Bojongoa dan pemborong datang memberikan tembusan atau ada bahasa agar warga tidak kebingungan, dan tidak main bongkar yang bisa berdampak pada warga sekitar yang rumahnya di pinggir jalan Seperti H Uting, H Uting sangat mendukung adanya perbaikan jalan akan tetapi sebelumnya warga minta diberitahukan terlebih dahulu 


" Warungnya mau dibongkar sekarang terus kalo dibongkar nanti kami makan dari mana, usaha bagaimana sudah saya sampaikan pada mandor silahkan mau dibetulin tapi warung saya gimana dengan adanya Pemborongkaran jalan ini usaha saya terganggu nanti saya makan dari mana ," kata H Uting saat diwawancara awak media , pada hari kamis (3/9/2026).


Masih dengan H Uting " gak ada yang datang malah saya yang nanya sama mandor katanya mau sekarang dibongkar, entar saya tanya anak saya dulu dia juga belum tahu , jangankan  kompensasi sosialisasi aja ke warga tidak ada ," tutupnya.(Red)

Proyek Perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu Dikeluhkan Tokoh Cisoka, TB H Jalaludin : Satu Tahun Sekali Jalan Di Bongkar Padahal Masih Bagus, Jangan Main Main Dengan Uang Rakyat

By On Kamis, September 03, 2026

 




 




Tangerang - Tb H Jalaludin salah seorang tokoh dari wilayah kec cisoka yang seringkali melintasi jalan cisoka - cangkudu pada saat dirinya akan berangkat kerja ke muara Angke Jakarta, H Jalaludin mengeluhkan pada awak media menurut H Jalaludin kenapa setiap tahun jalan harus di bobok dan diperbaiki padahal terlihat jalan tersebut masih bagus dan layak dipakai menurut dia masih banyak dicisoka jalan jalan dikampung yang rusak sampe saat ini belum terlerisasi salah satu contoh diwilayah desa cempaka tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Tb H Jalaludin minta pada pemerintah kab Tangerang provinsi Banten khususnya bupati Tangerang, kepala dinas marga, camat cisoka, kepala desa agar bisa meninjau ulang kembali jangan jalan yang rusak jangan asal asalan diperbaiki, dan saat pengerjaan jalan di pantau atau dicek yang benar jangan asal percaya pada pihak pemborong, jangan sampai masyarakat setiap tahun dilelahakan dengan kemacetan akibat adanya perbaikan jalan, jika ingin memperbaiki jalan cari yang rusak parah jangan yang masih bagus diperbaiki karena bisa menghambur hamburkan uang rakyat yang dititipkan kepada negara lalu dikembalikan lagi ke rakyat berupa pembangunan pembangunan, jangan main main dengan uang rakyat 


TB H Jalaludin Selaku Tokoh dikecamatan Cisoka mengatakan pada awak media 


" Jalan Cisoka-Cangkudu masa satu tahun sudah dibongkar, sudah rusak, sudah ancur lagi ini ada apa coba saat mau memperbaiki jalan ditinjau ulang lagi mana jalan yang benar benar rusak dan pas pengerjaan harus sesuai dengan RAB, para pemborong jangan asal asalan pengerjaannya," Kata TB H Jalaludin saat diwawancara awak media , Rabu (2/9/2026).


Masih bersama H Jalaludin " Bupati Tangerang, Kepala Dinas Marga, Camat Cisoka, dan Kepala Desa coba ditinjau ulang kembali mana yang betul-betul harus diperbaiki jalan jalan dicisoka jangan jalan masih bagus main dibongkar saja, hambur hamburkan uang rakyat," Ungkapnya.(Red/).

Putra Gemilang Kresek Comeback Dramatis, Tekuk Pemdes Pasilian 2-1 di link Viber cup

By On Rabu, September 02, 2026






KRONJO KABUPATEN TANGERANG MEDIA  Tim kebanggaan Kecamatan Kresek, Putra Gemilang, berhasil meraih kemenangan dramatis atas Pemdes Pasilian dengan skor akhir 1-2 pada lanjutan ajang sepak bola _Link Viber Cup_. Di stadion pangeran jaga lautan, Pertandingan berlangsung sengit dan penuh kejutan hingga peluit akhir dibunyikan. Rabu 2 September 2026


Tertinggal lebih dulu di babak pertama, Putra Gemilang tidak patah semangat. Anak-anak kecamatan Kresek justru tampil meledak di babak kedua dan membalikkan keadaan untuk mengamankan 3 poin penting.



Babak pertama berjalan alot. Pemdes Pasilian mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Putra Gemilang dan unggul 1-0 hingga turun minum. Tekanan dari suporter dan mental juara membuat Putra Gemilang bangkit usai jeda.


Memasuki babak kedua, pelatih Putra Gemilang melakukan sejumlah perubahan strategi. Hasilnya langsung terlihat. Serangan bertubi-tubi dilancarkan dan akhirnya membuahkan 2 gol balasan yang memastikan kemenangan 1-2 untuk Putra Gemilang Kresek.



"Kami sempat kesulitan di babak pertama karena kurang tenang. Tapi anak-anak menunjukkan karakter. Di babak kedua kami bermain lebih lepas dan disiplin, akhirnya bisa membalikkan skor," ujar perwakilan tim Putra Gemilang usai pertandingan.


Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Putra Gemilang Kresek untuk melangkah ke 16 besar di _Link Viber Cup_. Sementara Pemdes Pasilian harus menelan kekalahan meski sempat unggul lebih dulu.


Turnamen _Link Viber Cup_ sendiri menjadi ajang bergengsi antar tim di wilayah Tangerang Banten, yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menjaring bibit-bibit pemain muda berbakat.

 *Diduga Lakukan Pencabulan dengan Iming-Iming Uang Jajan, Seorang Pria Diamankan Polresta Tangerang*

By On Minggu, Agustus 30, 2026







Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Aparat Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial M (31). Pria asal Kabupaten Lebak itu diamankan atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Minggu (30/8/2026) mengatakan, M sempat diamankan warga di salah satu perumahan di Kecamatan Solear, usai diduga melakukan aksi pencabulan pada Jumat (28/8/2026). 


"Petugas kami yang mendapat laporan langsung bergerak mengamankan tersangka," kata Indra Waspada. 


Dari hasil pemeriksaan, terang Indra Waspada, awalnya tersangka M diduga membawa seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Warga setempat yang tidak mengenal M kemudian curiga. Hal itu pun dilaporkan ke orang tua anak dan perangkat lingkungan setempat. 


"Orang tua korban bersama warga mencari keberadaan anak tersebut, dan akhirnya si anak ditemukan di masjid," ujar Indra Waspada. 


Korban kemudian menceritakan hal yang dialaminya. Sementara tersangka M juga berhasil diamankan warga tidak jauh dari masjid. Warga pun membawa tersangka ke salah satu pos ronda. Pada saat itu, salah seorang warga sempat memeriksa ponsel tersangka lalu menemukan banyak foto anak kecil dan banyak foto tidak senonoh.


Tidak berselang lama petugas kepolisian langsung mengamankan tersangka M. Kepada penyidik, tersangka M mengaku melakukan tindak pidana pencabulan dengan memegang alat vital korban. 


"Modus yang digunakan tersangka adalah memberikan uang untuk jajan sebesar Rp3 ribu," kata Indra Waspada. 


Saat ini, tersangka M sudah ditahan di Mapolresta Tanpa untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pada kesempatan tersebut, Indra Waspada mengingatkan para orang tua dan masyarakat agar mengawasi dan menjaga anak. Serta waspada apabila ada orang yang mencurigakan.

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI PEKERJAAN JALAN CANGKUDU–CISOKA, DASAR CORAN DIDUGA ASAL JADI

By On Rabu, Agustus 26, 2026





TANGERANG, BANTEN — Aliansi Peduli Banten menyoroti pelaksanaan pekerjaan peningkatan Jalan Cangkudu–Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan pemantauan lapangan dan dokumentasi video yang memperlihatkan kondisi tahapan pekerjaan jalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.


Berdasarkan rekaman yang diterima dan ditelusuri Aliansi Peduli Banten, terlihat bagian badan jalan yang sedang dalam proses pekerjaan dengan kondisi permukaan dasar yang tampak tidak merata. Pada sejumlah titik juga terlihat material dasar bercampur tanah dan genangan air, sementara pekerjaan konstruksi berlangsung di sisi jalan yang masih digunakan masyarakat.


Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai apakah tahapan pekerjaan, khususnya persiapan badan jalan, pemadatan lapisan dasar, pengendalian kadar air, serta kesiapan lapisan sebelum dilakukan pengecoran, telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak pekerjaan.


Aliansi Peduli Banten menilai kondisi visual tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pekerjaan telah melanggar spesifikasi, namun menjadi alasan yang cukup untuk meminta dilakukannya pemeriksaan teknis secara terbuka.


“Yang kami soroti bukan untuk menuduh pihak tertentu. Kami hanya mempertanyakan apakah proses pekerjaan di lapangan benar-benar sudah sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak. Kalau memang sudah sesuai, silakan dibuktikan melalui dokumen dan pemeriksaan teknis,” Kata perwakilan Aliansi Peduli Banten, Rabu (26/8/2026).


DASAR CORAN MENJADI PERHATIAN


Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi lapisan dasar sebelum pekerjaan beton. Dalam rekaman video terlihat adanya bagian permukaan yang berlumpur, tidak rata, serta terdapat genangan air di sekitar area pekerjaan.


Kondisi tersebut perlu diklarifikasi oleh pelaksana maupun konsultan pengawas, terutama berkaitan dengan:


1. Apakah tanah dasar telah dipadatkan sesuai ketentuan teknis;

2. Apakah lapisan pondasi bawah dan/atau lapisan pondasi telah memenuhi ketebalan yang dipersyaratkan;

3. Apakah material yang digunakan sesuai spesifikasi;

4. Apakah pengujian kepadatan tanah telah dilakukan;

5. Apakah kondisi permukaan telah dinyatakan layak sebelum pengecoran;

6. Apakah terdapat dokumentasi hasil pengujian mutu pekerjaan;

7. Apakah pelaksanaan di lapangan sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis kontrak.


Aliansi Peduli Banten menegaskan bahwa dugaan kualitas pekerjaan tidak boleh hanya dinilai berdasarkan tampilan visual, tetapi harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis, dokumen proyek, serta hasil pengujian laboratorium apabila diperlukan.

MINTA DOKUMEN PROYEK DIBUKA

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, Aliansi Peduli Banten meminta instansi yang berwenang membuka dan menjelaskan sejumlah dokumen proyek, antara lain:


- Kontrak pekerjaan;

- Rencana Umum Pengadaan (RUP);

- Harga Perkiraan Sendiri (HPS);

- Bill of Quantity (BOQ);

- Spesifikasi teknis;

- Gambar kerja;

- Metode pelaksanaan;

- Jadwal pelaksanaan;

- Dokumen pengawasan;

- Hasil uji kepadatan material;

- Hasil uji mutu beton;

- Berita Acara Pemeriksaan pekerjaan;

- Dokumentasi progres pekerjaan;

- Dokumen pembayaran atau termin;

- Identitas pelaksana dan konsultan pengawas.


Menurut Aliansi Peduli Banten, dokumen tersebut penting untuk membandingkan antara apa yang tertulis dalam kontrak dengan apa yang benar-benar dilaksanakan di lapangan.


JANGAN SAMPAI KUALITAS DIKORBANKAN


Aliansi Peduli Banten juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menggunakan anggaran publik sehingga aspek kualitas dan ketahanan konstruksi harus menjadi prioritas.


Jalan yang baru dibangun seharusnya tidak hanya terlihat bagus setelah selesai, tetapi juga memiliki konstruksi yang memenuhi standar teknis sehingga mampu bertahan sesuai umur rencana.


Apabila ditemukan ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan spesifikasi kontrak, Aliansi Peduli Banten meminta agar dilakukan pemeriksaan dan tindakan korektif sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebaliknya, apabila setelah dilakukan pemeriksaan ternyata seluruh tahapan pekerjaan telah memenuhi spesifikasi, pihak pelaksana juga harus diberikan ruang untuk menjelaskan dan membuktikannya.


AKAN KAWAL DAN MINTA AUDIT TEKNIS


Aliansi Peduli Banten menyatakan akan terus mengawal pekerjaan Jalan Cangkudu–Cisoka sampai pekerjaan selesai dan dapat dipastikan kualitasnya.


Aliansi juga membuka kemungkinan melakukan audiensi dengan dinas terkait, PPK, konsultan pengawas, pelaksana pekerjaan, Inspektorat, serta pihak lain yang berwenang untuk meminta penjelasan secara langsung.


“Prinsip kami sederhana: uang rakyat harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas. Kalau pekerjaan sudah sesuai, mari kita buktikan bersama. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, harus segera diperbaiki dan ditindaklanjuti sesuai aturan,” tegasnya.


Aliansi Peduli Banten juga meminta masyarakat ikut melakukan pengawasan secara objektif dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta lapangan, bukan berdasarkan tuduhan.


Aliansi Peduli Banten menegaskan bahwa seluruh sorotan ini merupakan bentuk kontrol sosial dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik, bukan tuduhan terhadap individu atau perusahaan tertentu. Penilaian akhir mengenai kualitas pekerjaan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, dan hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Andry setiawan SH. 

.Aliansi peduli banten. 

Dari masyarakat untuk masyarakat Banten unggul.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *